Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
takut kehilangan


__ADS_3

pagi hari


karna hari ini hari sabtu weekend, satrya & wulan pun sudah bersiap-siap pulang ke apartemen satrya


satrya membawah kopernya begitupun dengan wulan, karna masing-masing punya koper


wulan dan satrya mendorong koper mereka masuk kedalam lift


"di kamar masih ada apa?" tanya satrya


"itu kak masih ada 1 koper lagi, wulan ambil dulu" ucap wulan


"nggak usah, kamu tunggu di sini biar saya yg ambil" ujar satrya lalu pergi ke kamar lagi untuk mengambil koper yg tersisa


satrya mendorong koper itu masuk kedalam lift, & lift pun turun kebawah


sampai di lantai 1 santrya memberikan akses kard kamar, lalu ia & wulan pun masuk kedalam mobil, mobil satrya pun meninggalkan hotel itu


***


tak sampai beberapa menit sampailah di apartemen satrya, lalu ia membawah masuk koper itu kedalam apartemenya


"kamu susun pakaiannya di lemari itu" di tunjuknya lemari besar yg ada di ruangan gantinya


satrya membuka laptopnya & kembali bekerja walaupun hari libur seperti ini


"cihh..kapan istrahatnya, kalo di hari weekend seperti ini saja dia masih kerja" gumam wulan dalam hati saat melihat satrya sibuk dengan laptopnya


wulan pun menyusun pakaiannya serta pakaian satrya kedalam lemari dengan rapi


"lemarinya gede banget lagi" gumam wulan


setelah selesai susun, wulan kembali merapikan alat make upnya, "trus gue naro barang-barang ini dimana" gumam wulan ia melihat kesana kemari tak ada meja rias untuknya, hanya meja rias 1 itupun ada barang-barang satrya


jam sudah menunjukan 11 siang,


wulan menaruh kembali alat make upnya kedalam tas itu dengan tak semangat


wulan pun bediri lalu kebawah ke dapur, ia mengecek apa yg bisa ia masak untuk makan siang nanti


"kosong, trus makan apa ini" gumam wulan,


"yah sudah pesan saja" ucap wulan lalu ia pun mendeliveri makan siang


sambil menunggu pesanan wulan menonton tv,


****


di kamar satrya masih sibuk dengan laptopnya, sampai-sampai ia tak sadar kalo wulan sudah keluar dari kamar


"di mana dia" gumam satrya saat tak melihat wulan di dalam kamar itu


satrya pun keluar dari kamar sambil memanggil wulan "Wulan..wulan."


"iyah kak, ada apa?" tanya wulan yg sedang duduk melihat satrya yg di atas


"kamu sedang apa?" tanya satrya


"nonton kak" jawab wulan


"oh...kamu tolong ambilin saya air putih" ucap satrya, wulan pun pergi mengambil air putih, lalu memberikannya kepada satrya yg sudah duduk di depan tv


"nih kak" wulan, lalu satrya pun minum


"kamu nggak lapar?" tanya satrya


"lapar" jawabnya


"kamu mau makan apa, biar kita deliveru saja" ujar satrya bertanya

__ADS_1


"wulan tadi sudah pesan kak, jadi nggak usah pesan lagi" ucap wulan


"owh kamu sudah pesan" satrya, wulan mengangguk


"ting-ding" bunyi pintu


"aah itu pasti pesanannya" gumam wulan lalu ia pun pergi membuka pintu


"benar dengan ibu wulan" mas nya


"ah iyah mas" jawab wulan ramah


"ini bu pesanannya" mas nya


"makasih mas" ucap wulan saat menerimah pesanannya, lalu ia membawah pesanannya masuk saat masnya pergi


"ayok kak kita makan, wulan siapin dulu" ujar wulan kapada satrya yg hanya melihatnya


setelah menaruh menu makanannya di piring mereka berdua pun makan,


****


di bali ricko baru sadar dari tidurnya, "aah ini jam berapa" tanya ricko kepada adiknya yg sedang nonton


"jam 11" jawab rasya


"lapar banget gue sya" ucap ricko


"pesan makan sendiri" ujar rasya


"dasar adik nggak ada ahklak" ucap ricko melempar bantal pada rasya


"aarg datang hanya menyusahkan saja" ucap rasya kesal


"apa kamu bilang, kamu semakin besar kepalah yah" ujar ricko


"kepalah rasya yah gini-gini aja nggak besar" jawab rasya santai


"nggak kerja kamu sya" tanya ricko yg sudah membawah makanan di tangannya


"ini hari apa" tanya balik ricko


"santai bro" ucap ricko sambil makan


"oyah sya tadi malam siapa yg bawah gue pulang" tanya ricko serius


"kuntilanak yg bawah pulang" jawab rasya


"kamu yg betul saja Rasya" teriak ricko karna kesal dengan adeknya


"yah guelah, trus siapa lagi dasar kakak yg menyusahkan" ucap rasya


"owalah kamu toh kuntilanaknya" ujar ricko mengganggu adeknya


"dan abang juga kuntilanak makanya adeknya kuntilanak" jawab rasya


ricko lansung melempar bantal kearah rasya, rasya hanya tertawa hahahah


****


jam menunjukan 4 sore, wulan ingin ke supermarket membeli perlengkapan dapur, karna bahan masakan di kulkas kosong,


sebelum mandi wulan berkata pada satrya yg sedang duduk di atas ranjang sambil mengotak atik ponselnya


"kak wulan mau ke supermarket, boleh yah" tanya wulan, namun satrya tak menjawab


"cihh apa sih yg ada di dalam hp itu, sampai-sampai seserius itu, gue ngomong aja nggak dengar" ucap wulan dalam hati, namun ia juga penasaran


"apa dia lagi chat sama pacarnya" gumam wulan dalam hati, mengingat hal seperti itu ia merasa sesak di dada

__ADS_1


kambali wulan bertanya dengan suara yg sedikit besar "kak satrya, nggak dengar yah yg tadi wulan ngomong" wulan mendekat kearah satrya


"owh iyah, ada apa wulan?" tanya balik satrya


"wulan mau ke supermarket" ucap wulan kesal


"sama siapa? ngapain?" tanya satrya serius


"sendiri, yah beli bahan-bahan kulkas, karna kulkasnya kosong, nggak mungkin kan kita setiap hari pesan makanan terus" jawab wulan kesal


"yah sudah, mandi sana nanti saya antarin kamu" ucap satrya, wulan pun dengan kesal berjalan masuk kedalam kamar mandi & menutup pintu dengan kasar "park"


"kalo punya pacar, ngapain juga nikahin wulan" gumam wulan kesal karna hatinya sakit melihat satrya yg terus fokus dengan ponselnya


wulan pun mandi secepat kilat, karna ia ingin cepat ke supermarket supaya bisa ada waktu buat masak makan malam


wulan keluar dari kamar mandi, namun ia masih saja melihat satrya masih asik dengan ponsel nya sambil duduk bersandar di kepalah ranjang


"haruskah, dia seserius itu dengan ponselnya, siapa sih cewek yg jadi pacarnya suami orang ini" gumam wulan dalam hati


wulan berjalan kearah ruang ganti sambil melirik ponsel yg satrya pegang dengan serius itu


"ada apa, kamu kenapa jalannya gitu" tanya satrya membuat wulan kaget,


wulan malu ia lansung berjalan ke ruang ganti dengan hati tak karuan karna malu


"huuh katahuan kan, gue sih kepo banget" gumamnya


"ah nggak apa-apa kan dia kan suami gue" gumamnya lagi,


setelah selesai ganti, wulan keluar & berkata pada satrya


"ayok kak"ucap wulan, satrya tak mendengar karna masih serius dengan ponselnya


"aarh" gumam wulan lalu keluar dari kamar tanpa mengajak satrya, karna ia sudah kesal


"kenapa nggak nikah saja sama wanita itu" ucap wulan kesal menedang mobil satrya dengan kasar,


tak lama mobil pun berbunyi-bunyi


"oh my god" ucap wulan lansung masuk kedalam mobil satrya yg bunyi itu, lalu menjalankannya keluar pintu gerbang menuju supermarkat yg akan ia tuju


****


satrya baru sadar bahwa wulan sudah tak ada di dalam


"wulan, wulan, kamu di mana" panggilnya


satrya mencari kebawah namun wulan tak ada, satrya keluar dan bertanya kepada sekuritinya


"pak lihat istri saya nggak?" tanyanya


"owh tadi istri bapak sudah keluar membawah mobil bapak


"ow makasih pak" ucap satya, ia masuk kembali kedalam, menujuh kamarnya & mengambil ponselnya lalu menelpon wulan


namun wulan tak mebawah ponsel karna ponsel wulan berbunyi di kamar itu


"apa dia sudah gila, ponsel saja dia nggak bawah," ucap satrya kesal


satrya ingin mengikuti wulan, namun ia tak tau wulan di supermarket mana, satrya tak tenang karna wulan pergi ke supermarket sendiri tanpa membawah ponselnya


"ini anak sudah benar-benar gila yah" ucap satrya tak tenang, satrya mondar mandir di dalam ruang tamu itu seperti orang gila


padahal wulan sudah terbiasa keluar sendiri seperti ke supermarket atau segalah macam apalah,


satrya takut wulan kenapa-napa, ia sudah benar-benar takut kehilangan wulan, satrya sudah sayang, cinta, sama wulan.


namun cara menunjukan kasih sayangnya terhadap wulan itu yg nggak baik

__ADS_1


makanya wulan tak percaya wulan hanya berfikir kalo satrya menikahinya itu hanya karna tuntutan orang tuanya & orang tua satrya


padahal satrya sudah bilang i love you ke wulan, namun wulan masih tak percaya.


__ADS_2