
satu bulan kemudian.
sudah satu bulan pula satrya & wulan tak saling menghubungi, karena wulan sudah memblokir nomor satrya waktu ia resign, karena satrya tak ada kabar saat ke negara XX, & wulan juga sudah bekerja di kantor papa nya
wulan sedang sibuk dengan berkas2 nya, tiba2 ia mengingat satrya "kak satrya lagi apa yah" pikirnya
"ups..kenapa gue harus mikirin dia, " gumamnya lalu menggelengkan kepala agar ingatan tentang satrya hilang
"udah 1 bulan juga dia nggak cari gue, pasti udah bahagia sama pacarnya" gumamnya
ia kembali melanjutkan aktifitasnya.
di negara XX satrya belum juga pulang ke indonesia karena ia masih sibuk dengan perusahaannya, satrya sudah tau soal wulan resign, ia menghubungi wulan namun tak bisa, ia ingin cepat pulang namun pekerjaannya masih sangat banyak, kerugian yg ia hadapi juga sangat banyak sekali, selama di negara XX tidurnya tak banyak karena terlalu sibuk dengan berkas2 & email dari ricko yg juga berentet2
hampir 2 bulan satrya di negara XX & besok ia akan kembali ke negaranya, "Kevin persiapkan jet ku, besok kita kembali ke indonesia" ujar satrya
"Baik bos" jwb kevin
Esok hari
seperti biasa wulan berangkat ke kantornya, walau wulan tak mengharapkan starya lagi, namun ia masih merasa patah hati, karena cintanya bertepuk sebelah tangan,
wulan sedang sibuk dengan berkas2 nya, tak lama telpon ruangan berdering "yah halo" ucap wulan saat mengangkat telpon
"nona wulan, ada yg ingin bertemu dengan nona" ucap resepsionis
"siapa, saya nggak ada janji dengan siapapun Mbak" ucap wulan
"tapi yg mau bertemu dengan nona dari.."kata resepsionis terputus
"dari mana mbak, saya nggak ada janji hari ini dengan siapapun mbak" ucap wulan
"owh ini mbak dari perusahaan Chevron" ujar resepsionis, karena orang itu ingin mbak resepsionis mengatakan nama perusahaan saja
"chevron" ucap wulan memikirian "siapa yg ingin bertemu denganku" gumam wulan dalam hati "um..tapi siapa, yah sudah suruh keruangan saya saja" ujar wulan
"baik nona" ucap resepsionis itu lalu menyuruh orang itu masuk saja ke ruangan wulan
__ADS_1
"siapa orang yg mau bertemu denganku" gumam wulan, tak lama pintunya di ketuk "masuk" ujar wulan
orang itu masuk, & ternyata kevin "Pak kevin, ada apa pak kevin ke kantor ini" tanya wulan yg kaget saat kevin masuk, karena selama ini tak ada orang dari chevron corp yg datang di sini,
"Nona wulan, saya di minta pak satrya untuk membawah anda ke kantornya" ujar kevin
"ada apa, kenapa tiba2 menyuru saya kesana, kalo ada yg ingin di sampaikan silakan pak kevin beritahu saya, tak perlu saya ke kantornya" ujar wulan, "selama ini kemana saja, kanapa baru hari ini mencariku" gumam wulan dalam hati
"Nona, saya hanya di perintahkan pak untuk membawah anda bukan di perintah untuk mejelaskan apa-apa ke nona" ujar kevin
"saya lagi sibuk pak, bapak bisa bilang padanya bawah saya sedang sibuk" ujar wulan
"baiklah Nona, kalo begitu saya permisi" ucap kevin lalu di angguk oleh wulan, kevin pun pulang
"kenapa juga aku harus ke kantornya, emang aku siapanya perintah seenaknya, kalo perlu yah datang sajalah" gumam wulan
tak lama telpon ruangan wulan berbunyi "halo" jawab wulan
"kamu kekantor saya, atau saya yg kesitu" kata satrya lewat telpon, "kak satrya" gumam wulan sambil memegang dadanya yg gugup
"apa saya yg harus kesitu" tanya satrya lagi
"dia pikir dia siapa, saya bukan karyawan di situ yg mau perintah seenaknya, saya juga bukan siapanya lagi" wulan berbicara sendiri lalu melanjutkan aktifitasanya
kantor satrya.
satrya benar2 tak habis pikir wulan berbicara begitu padanya "dia fikir saya nggak bisa nekat" gumam satrya lalu mengangkat kunci mobilnya lalu keluar
"bos, mau kemana" tanya ricko namun satrya tak menjawab sama sekali "ada apa dengannya" gumam ricko
"Rick..satrya mana" tanya Kevin
"tuh..udah keluar bos mu" kata ricko
"dia kenapa, kok buruh2 gitu" tanya ricko lagi
"Nggak tau" jawab kevin lalu masuk keruangannya, ricko menggeleng kepala "supir sama bos, sama2 sinting" gumam ricko kesal dengan 2 sahabatnya karena tak menjawab pertanyaanya sama sekali
__ADS_1
satrya mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi "dia benar2 menguji kesabaran saya" gumam satrya
tak beberapa menit satrya sampai di kantor wulan ia pun turun lalu masuk menuju resepsionis, semua karyawan wanit melongo melihat satrya yg masuk "yah apun tampan banget, itukan Ceo chevron corp" ucap para wanita2 itu yg sedang menatap kagum terhadap satrya "dia benar2 seperti seorang dewa, tampan & tajir" gumam yg lain
"selamat siang pak, ada yg bisa saya bantu" tanya resepsionis setelah melihat satrya berdiri di depan mejanya
"saya mau bertemu dengan wanita keras kepalah itu" ucap satrya dengan nada kesal
"Hah,, maksud pak apa, wanita keras kepalah yg mana" tanya resepaionis bingung
"siapa lagi kalo bukan bos kalian" ucap satrya
"tapi bos kita bukan wanita pak" ujar resepsionis
"sekarang juga telpon Nona kalian yg bernama wulan wiliam, suruh dia bertemu saya sekarang juga di sini" ujar satrya tegas dengan wajah tak bersahabat
"ia pak baik" jwb resepsionis gugup karena di teriakin sama satrya, ia pun lansung menelpon wulan "Halo nona, ada yg ingin bertemu anda di sini sekarang juga" ujar resepsionis gugup karena di plototin trus oleh satrya
"bilang saja, saya nggak punya waktu buat ladenin suami orang/pacar orang" ucap wulan karena sudah tau siapa yg datang, "pasti satrya yg datang" pikirnya
"tapi Nona.." ujar resepsionis terpotong oleh wulan
"mbak..saya bilang saya nggak ada waktu, pekerjaan saya banyak"
"tapi Nona dia Ceo dari chevron corp Nona" ujar resepsionis itu
"saya nggak peduli dia siapa, yg penting dia bukan siapa2 di kantor ini & bagi saya" ujar wulan lalu mematikan telponnya
"halo nona..nona" ucap resepsionis "aduu kenapa nona wulan memtikan telponnya" gumam resepsionis takut
"maaf pak.."ucapannya terputus
"di mana ruangannya" tanya satrya dengan penuh tekanan
"ta..tap..tapi" ujar resepsionis gugup
"saya tanya di mana ruangan wanita keras kepalah itu" teriak satrya, karyawan2 kantor yg di situ pun lansung kaget dengar teriakan satrya, lebih2 resepsionis benar2 takut
__ADS_1
"di..di se.sebelah sana pak" kata resepaionis dengan gugup, satrya lansung menuju ruangan wulan
"ada masalah apa Nona wulan & Ceo chevron itu, kenapa dia begitu marah, semoga Nona wulan nggak kenapa2, kalo nggak gue yg akan di pecat karena menyuruh orang kasar sembarang masuk, padahal nona tak ingin bertemu" gumam resepsionis itu.