Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
ucapan sayang


__ADS_3

di dalam ruangan menjelang magrib


Wulan sedang isterahat di kamar pribadi dalam ruangan satrya.


ia di suruh isterahat sbntar di kamar itu. Namun tanpa sadar ia pun tertidur


Jam menunjukan pukul 7 malam


Selesai dengan semua berkas2 nya


Satrya pun melangkah masuk kedalam ruangan pribadi itu,


Ia melihat wulan yg sedang tidur pulas, satrya mendekat lalu membelai lembut pipi wulan sambil tersenyum dan bergumam "makasih sudah temani kakak d kantor seharian ini" kemudian mencium kening wulan tanpa membangunkan wulan yg sedang tidur pulas


Satrya pun berjalan ke arah kamar mandi dan membersih kan tubuhnya.


wulan pun bangun karena ia merasa ada yg menganggu tidurnya, ia melihat kesana kemari namun tak ada org,


"ka satrya mungkin" gumamnya karena ia mendengar bunyi air d dlm kamar mandi


Tak beberapa lama satrya pun keluar dgn handuk yg ada ada di pinggangnya dgn rambut basah nya yg membuat dia tanpak ****


Wulan pun lansung mengalihkan penglihatannya karena malu melihat satrya yg dgn keadaan begitu **** nya


"kamu sudah bangung" tanya satrya


"ia kak" jwb nya tanpa melihat satrya


"yah sudah mandi sana, habis itu kita pulang" ucap satrya, wulan pun dengan cepat berlari ke kamar mandi tanpa membawah apapun, satrya yg melihat hanya menggeleng kepalah nya


Satrya melangkah kearah lemari dan berganti pakaiannya yg sudah ia simpan di sana, karena ia menyimpan pakaian santai dan pakaian kerja di lemari itu agar ia bisa mandi dan ganti memang supaya pulang tak perlu sibuk2 mandi lagi


Setelah beberapa menit berlalu satrya mendengar suara teriakan namun pelan dari dalam kamar mandi


"kak satrya, tolong ambilin wulan handuk dan baju ganti wulan dong" ujar wulan dari dalam


"kenapa tadi kamu gak bawah sekalian" jawab satrya


"wulan lupa kak, tolong dong" jwb wulan


Satrya pun mengambil baju santai wulan, karena sbagian baju wulan juga sudah satrya siapan utk wulan di ruangan pribadi kantor ini, karena ia tau pasti ia akan menyuruh wulan sering mengujungi nya di kantor dan agar wulan tak repot2 lagi mencari pakaian ganti,


"buka pintunya" ujar satrya dari luar, wulan yg kaget pun lansung berkata


"ia nanti wulan buka, tapi kakak tolong ambilin handuk sama baju ganti wulan dong kak" pinta wulan dari dlm


"iya makanya kamu buka pintunya wulan, gimana saya ngasih ke kamu kalo pintunya tdk kamu buka" ujar satrya dari luar, wulan pun membuka sedikit pintu dan mengambil handuk dan baju ganti yg di pegang satrya dgn cepat, lalu secepat kilat mengunci pintu kamar mandi itu


"kayak saya mau meper****sa kamu saja, perk***sa kamu juga gak apa2 kan istri sendiri" ujar satrya dari luar dgn suara yg lantang, wulan yg mendengar hanya mengeleng dengan wajah nya yg merah seperti tomat karena malu


berselang beberapa menit wulan pun keluar dgn sudah rapi, ia melihat satrya yg berbaring sambil bermain ponsel wulan


satrya memang suka bermain ponsel wulan di bandingkan ponselnya, karena ponsel wulan banyak game dan ponsel satrya hanya ada barang2 pentig saja d dlm seperti berkas2, dan no hp yg tersimpan pun hanya org2 penting dan org2 terdekat saja,


"kak" panggil wulan, bukannya membalas ia malah memberikan ponselnya pada wulan, wulan menerima itu dgn wajah yg bingung sambil melirik ponsel yg ia gemgam itu


Tak lama ponsel satrya berdering MOMMY itulah nama yg terterah di layar kalau yg menelpon Mommy nya satrta


"kak mama telpon" ucap wulan


"yah angkat saja" jawab satrya cuek, wulan pun menekan tombol hijau lalu panggilan tersambung


"iya halo mam" jawab wulan📞


"sayang, kalian berdua jadi nginap sini nggak" tanya mama ketty,📞

__ADS_1


"nggak mah" jawab satrya yg mendengar ucapan mami nya karena wulan mengloudspeaker 📞


"loh kenapa nggak sat" tanya mama ketty📞


"satrya sama wulan mau pergi besok" jawab satrya📞 tanpa melihat dan fokus dengan hp wulan yg tiba2 ada panggilan masuk dari no tdk di kenal


"emang mau kemana kalian" tanya mama ketty lagi📞


Wulan tdk tau harus jawab apa, karena satrya bukan nya menjawab pertanyaan mama nya, ia malah menjawab panggilan dari hp wulan yg no tdk d kenal itu


"halo sat, satrya dengar gak yg mama tanya" ucap mama ketty d seberang📞


"yah halo mah, maaf ka satrya nya masih terima telpon mah" jawab wulan📞


"iya sayang, emang kalian mau kemana wulan" tanya mama ketty lagi📞


"mah udah yah, satrya sama wulan mau pulang dulu bye bye mah," jwb satrya, lalu menutup panggilan📞


"ayok pulang" ajak satrya, lansung keluar dari kamar pribadi itu tanpa menunggu wulan


"ada apa dengannya, memangnya siapa yg tadi nelpon" gumam wulan, "apa wulan buat salah" lanjut nya lagi, lalu keluar mengikuti satrya


sampai di parkiran, satrya masuk kedalam mobil, wulan pun masuk kedalam


dalam perjalanan satrya hanya diam dengan wujah masam nya, wulan yg melihat satrya seperti itu


"kak, apa wulan bikin salah" tanya wulan dgn pelan karena takut, satrya masih diam saja tdk menjawab


Seteleh 30 menitan lebih, sampailah mereka di apartemen, satrya turun di ikuti oleh wulan,


Satrya menekan tombol pin pintu, setelah pintu terbuka satrya pun di ikuti oleh


satrya lansung naik ke atas kamar mereka di ikuti wulan juga, wulan sebenarnya takut untuk ikut ke atas tapi ia harus bertanya agar tdk jadi masalah yg berlarut


Wulan melihat satrya yg keliatan sedang emosih padahal ia tak tau apa yg buat satrya marah, tapi ia sudah berpikir siapa yg menelpon kenapa satrya bisa seperti org sedang nahan amarah


"kak" panggil wulan lembut, satrya diam saja


Wulan berjalan kearah satrya yg sedang duduk di pinggir kasur itu, lansung menghamburkan pelukannya ke satrya lalu berkata


"wulan gak tau kenapa kakak seperti orang sedang menahan amarah, tapi kakak kasih tau supaya wulan tau apa kesalahan wulan" tanya wulan lembut


satrya pun menahan nafas lalu berntanya "kamu masih meladeni pria itu" tanya satrya


"pria siapa kak" tanya wulan masih memeluk satrya dengan erat karna ia tau takut satrya marah, dengan memelukkan satrya pasti tenang


"itu dosen sialan, apa dia tidak tau kalau kamu sudah nikah" tanya satrya


"yah allah, jadi pak reyhan yg nelpon toh kak, perasaan sudah lama dia gak telpon setelah wulan lulus" jawab wulan santai dengan wajah tersenyum di balik punggung satrya


"oh jadi selama belum lulus kalian saling menghungi, lalu berkencang" tanya satrya melepaskan pelukan wulan, namun wulan memeluknya dengan erat jdi tak bisa di lepas


"lepas wulan, kakak nggak bisa nafas" sambung satrya lagi


"enak aja... wulan menghunginya juga karena skripsi itu, kencang apa lagi nggak perna lah dan wulan mau peluk kakak nggak mau lepas" ujar wulan manja


"jangan menghungi pria2 mana pun, itu konsikuensanya kalau menikah dgn kakak, dan kakak sudah memblokir no nya gak keberatan kan" ucap satya penuh tekan


"kenapa harus hubungi pria2 lain, kan wulan udah punya suami, asal suami sayang wulan itu sudah cukup kok" jawab wulan dengan senyum malu2, sudah berani dia biacara sperti itu, karena memang ia harus terus terang supaya hubungannya semakin dekat dengan suami tampannya ini


satrya pun membalas pelukan wulan dan berkata


"sudah berani sekarang yah ngomong gitu, gak malu2 lagi hum" ucap satrya menggoda wulan sambil mengelitik wulan


"Aah kakak geli tau hehehe" ucap wulan lansung melepaskan pelukannya dan menjauh dari satrya dengan cepat

__ADS_1


"sini dulu sayang" satrya memanggil dengan lembut,


"tidur gih kak, wulan mau cuci muka" jawabnya dengan wajah memerah bagaikan tomat karena di panggil sayang oleh satrya, wulan lansung berlari ke kamar mandi


"sayang katanya masih mau peluk, kangen pengen peluk lagi sayang" ucap satrya menggoda wulan yg sudah masuk ke dalam kamar mandi


***


Jam menunjukan 10 malam


Satrya sudah mau tidur, tapi ia melihat wulan yg sibuk seperti org gila lalu lalang di depannya terpaksa iya bangun ikut mempacking,karena wulan masih sibuk packing pakaian dan semua keperluan yg akan mereka bawah besok,


"ayolah sayang tidur, besok saja packing nya" ucap satrya


"aarh kakak,." ucap wulan karena satrya selalu saja memanggilnya sayang ia malu karna belum terbiasa


"kenapa sayang, kakak mau tidur, ayo temani kakak tidur" ucap satrya lagi. Lagi lagi ia menggoda wulan


"biasanya kan kak satrya tidur nggak nunggu wulan, kenapa sekarang malah jadi gini yah," gumam wulan masih di dengar oleh satrya


"apa salahnya temani suami tidur" ucap satrya


"iiih kakak jangan panggil sayang2 kan wulan malu" ucap wulan malu2 tapi mau


"mulai sekarang kakak panggil sayang, jdi kenapa harus malu, kamu kan istri kakak" ucap satrya, wulan hanya diam, dalam hati ternyata senangnya minta ampun hehehe


Jam 12 tengah malam baru selesai packing, wulan dan satrya pun menuju tempat tidur karena sudah sangat mengantuk sekali,


Setelah itu satrya menarik wulan kedalam pelukannya dan mencium kening wulan dgn sayang


"Tidur sayang, besok kita berangkat nya jam 9 pagi, jadi jam 7 kita sdh harus siap2 takut macet" kata satrya, di angguk oleh wulan


"selamat malam sayang" ucap satrya manis, wulan hanya mengangguk, dan mereka pun tertidur masuk kedalam mimpi masing2,


***


Di sisi lain, sela dan ricko belum tidur masih berdebat kenapa ricko menculiknya, padahal ia tdk ingin tinggal di jakarta


"ini sudah tengah malam sella, ayok tidur, saya sangat memgantuk" ujar ricko, yg melihat sella tak beranjak dari sopa karena sedari tadi sella marah2 gara2 ricko menyuruh anak buah nya menculik diri nya. Dan sella sudah sangat takut makanya ia tdk terimah


"gak sella mau pulang, sella nggak biasa tidur di rumah orang, apalagi orang itu pria yg tinggal sendiri" jawab sella tegas


"sella kamar nya sudah siap, jadi tolonglah tidur sekarang, saya besok masuk kantor pagi, karena satrya besok mw liburan dengan bini nya" ujar ricko sudah tdk sanggup lagi meladeni sella yg keras kepalah


"sebanarnya apa mau pak ricko" tanya sella serius


"mau saya kamu tidur sekarang. Ok" jawab ricko tegas karena sdh capek


Ayok saya antar kamu ke kamar yg sdh di siapkan utk kamu" lanjutnya


Karena sudah mengantuk sella pun terpaksa mengikuti ricko, "oyah. Besok tolong antar kembali saya pulang" ucap sella tiba2, hanya di jawab hm saja oleh ricko


"nih kamar kamu, kamu tidur sekarang" ucap ricko, sella pun masuk ke dalam kamar dan melihat kiri kanan


"tapi saya mau mandi gimana, pakaian saya pun nggak ada" sella bertanya


"kamu tunggu di sini" ujar ricko di angguk oleh sella.


tak berselang lama ricko kembali dengan membawah celana traning dgn baju kaos besar nya, karna ia tdk tau harus mengambil pakaian wanita di mana lagi, ini sudah tengah malam jadi ia cuma bisa memberikan pakaian nya yg bisa wanita pake.


"nih.. pake tahan ini, besok baru kita belanja baju2 untk kamu" ucap ricko sambil memberikan pakaian itu ke sella, sella hanya menirima dgn pasrah, lalu menutup pintu dengan kesal,


Ricko yg melihat itu hanya diam dengan tatapan datar nya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2