
setela kevin keluar, satrya meminta kelly bercerita kambali apa yg tertunda tadi
"gini kak, wulan sudah ke bali" ucap kelly
"ke bali, dengan siapa" tanya satrya
"dengan pacar nya lah" bohong kelly, ia ingin tau bagaimana reaksi kakaknya
"owh gitu, baguslah" jawab satrya asal
"jadi kakak nggak merasa cemburu gitu" tanya kelly
"cemburu buat apa, lagian mungkin itu jalan nya" ujar satrya santai namun dalam hati ia sangat-sangat marah
"kakak mau lihat nggak pesan nya, soalnya pagi tadi sebelum dia berangkat, dia masih mengirim pesan lewat grup kita" ujar kelly
"begitu yah, nggak perlu" ucap satrya
"ha'a...kakak nggak marah kan kelly ngasih tau hal ini" tanya kelly sengaja, "gue ngerasa nggak pantas jadi adiknya kak satrya,soalnya gue nipu kak satrya mulu, habisnya dia sih, udah berbulan-bulan nggak perna ungkapin perasaannya" ucap kelly dalam hati
"kamu sudah selesai kan kelly" tanya satrya
"sudah kak kelly mau pulang dulu bye" ucap kelly lalu berjalan cepat-cepat keluar dari ruangan kakaknya, karna ia melihat wajah kakaknya seperti menahan amarah
di luar ruangan satrya kelly bergumam "rasain gue kerjain hahaha, kalo dia benar-benar cinta, gue yakin dia akan nyusul wulan" gumam kelly dengan senyum puas,lalu kelly melirik kiri kanan, agar tak bertemu lagi dengan kevin, setelah ia rasa kevin tak ada, baru ia masuk kedalam lift lalu lift pun turun kebawah.
sampai di lantai satu kelly pun keluar menunggu taxi di depan kantor, tak lama taxi pun datang, kelly melihat kevin berjalan menghampirinya, "kayaknya kak "kevin mau kesini" gumam kelly, lalu kelly cepat-cepat naik taxi itu, taxi pun berjalan,
***
sore hari tiba, wulan sudah di bali, ia memesan kamar hotel mewah yg barada di pinggir pantai, "huuh akhirnya sampai dengan selamat" gumam wulan saat sudah masuk kedalam kamarnya & lansung melompat ke atas ranjang besar itu,
"ini hari gue istrahat dulu, besok baru gue jalan-jalan sendiri, tapi nggak apa-apalah sendiri" gumamnya lagi
wulan pun masuk mandi, setelah mandi ia memesan makanan untuk dirinya, karna ia merasa sudah sangat lapar, karna jam sudah menunjukan pukul 6:30 artinya sudah masuk malam
tak lama pintunya di ketuk, wulan membuka pintunya, makanan yg ia pesan sudah tiba, wulan menerimahnya & membayar
"makasih pak" ucap wulan
"iya Nona, permisi" ujar kurir,
setela kurir pergi wulan masuk & menyimpan makanannya di atas meja, tak lama ponsel nya berdering,wulan melihat layar ternyata satrya yg menelpon
"Iyah halo" ucap wulan
__ADS_1
"kamu di mana" tanya satrya
"waduu gimana ini jawabnya, pasti kelly udah bilang ke kakaknya" gumam wulan
"saya tanya,kamu di mana"
"wulan di bali" jawab wulan
"oh oke" ujar satrya lalu menutup telponnya
"iiih pikir mau marah atau khawatirin gue, dasar pria kasar, pria kaku" ucap wulan menatap ponselnya, "gue mau makan, udah laper" gumam wulan lalu ia pun makan makanan yg ia pesan tadi.
***
malam hari jam 7:00 di apartemen satrya, setelah satrya menelpon wulan, ia kembali menelpon kevin
"iyah halo sat" jawab kevin
"kevin gue mau loe cari tau sekarang juga,soal wulan yg sekarang ada di bali, di mana wulan nginap" perintah satrya
"haa, wulan di bali, kapan dia ke balinya " tanya kevin
"nggak penting kapan kebali, yg penting sekarang loe lacak sekarang di mana dia nginap, gue tunggu 30 menit dari sekarang" ujar satrya
"tapi gue dapat bonus kan" tanya kevin
"heumm, mau nyuruh orang cepat baget, mau ngasih bonus pelit amat" ucap kevin
"loe mau lacak sekarang, atau gue acak-acak apartemen" ujar satrya kesal dengan asisten sekaligus sahabat nya itu
"yah sudah matiin dulu, gue mau mulai nih" ucap kevin, soal lacak melacak kevin jagonya, makanya satrya selalu meminta bantuan kalo soal hal-hal seperti itu, lalu satrya pun lansung mematikan telponnya.
"nggak mungkin dia pergi dengan pacarnya, gue harus memastikan sendiri" gumam satrya
20 menit berlalu, ponsel satrya berdering "iyah halo, kamu sudah dapat" tanya satrya
"sudah dong, apa sih yg nggak bisa buat gue" ucap kevin sombong
"kalo sudah yah kirim alamat nya, jangan kamu banyak ngomong di situ" ujar satrya
"santai bos, bonusnya gimana" tanya kevin lagi
"gue ngasih loe bonus sekarang,tapi jangan marah gaji loe bulan depan nggak terimah, gimana"ucap satrya balik bertanya
"tega loe sat, yah sudah gue kirim lewat pesan" ucap kevin lalu mematikan telponnya.
__ADS_1
satrya hanya tersenyum senang, tak lama pesan pun masuk dari kevin.
setelah itu ia menyuruh pilotnya mengantarnya dengan jet pribadinya ke Bali
****
jam menunjukan pukul 10:00 wulan sudah tidur, ponselnya berdering terus menerus, namun ia sama sekali tak mengangkatnya malah mematikan panggilan tanpa melihat siapa yg menelpon,karna matanya benar-benar mengantuk tak bisa untuk bangun lagi,
setelah bedering beberapa kali, wulan merasa jengkel karna mengganggu tidurnya, ia pun terpaksa mengangkat "benar-benar yah" gumam wulan
ia pun menekan panggilan tanpa melihat siapa penelpon lalu berkata "ini siapa, nggak ada sopan santunnya ganggu orang tidur" ujar wulan kesal lewat telpon
"buka pintu kamar kamu sekarang juga" ucap satrya tegas lewat telpon
"kak satrya, nggak mungkin ini kak satrya menyuruh gue buka pintu di jam segini, gue kan di bali" guamamnya sambil melirik jam di hp sudah pukul 10 lewat
"buka pintunya, saya sekarang ada di depan pintu kamar kamu" ujar satrya lagi
"ta..tapi..ini sudah jam 10 malam" ucap wulan gugup, tak berkata lagi satrya sudah mematikan telponnya lalu kembali mengetuk pintu kamar wulan,
"what itu benar kak starya bukan sih, tapi kenapa malam-malam gini datang, kok bisa dia tau gue ginap disini" gumam wulan
wulan pun dengan ragu berjalan kearah saklar lampu & menyalahkan ruangan kamar itu, lalu berjalan kearah pintu dengan sedikit gugup, takut ada orang jahat yg mengisengi dia "buka nggak yah" gumamnya
tak lama hpnya berbunyi bertanda pesan masuk "kamu di dalam nggak dengan siapa-siapakan, buka pintu saja lama sekali" pesan satrya
"oke ini pasti dia" gumam wulan, lalu membuka pintu itu dengan pelan sambil mengintip, ternyata benar satrya sedang berdiri di depan pintu kamarnya,
"kak..kak satrya" ucap wulan gugup saat melihat satrya yg ada di depan pintu kamarnya dengan membelakangi,
satrya pun berbalik, saat wulan membuka pintu dengan lebar, satrya lansung masuk kedalam kamar wulan
"kak, kakak kenapa ada di sini" tanya wulan mengikuti satrya dari belakan
"saya tanya kamu, kamu yg kenapa ada sini, tanpa memberitahu saya" tanya satrya
"wulan refresing diri" jawab wulan
"jadi refresing diri itu sendiri-sendiri, & datang pun tak membaritahu saya" tanya satrya sudah dengan wajah marah
"bukan nya wulan nggak mau ngasih tau, hanya wulan fikir kayaknya nggak penting juga wulan ngasih tau ke kakak" ujar wulan
"owh jadi seperti itu, baguslah kalo saya memang tak penting untuk kamu" ucap satrya, wulan lansung menangis, ia berfikir bagaimana bisa satrya tak penting baginya, kalo nggak penting kenapa selama ini ia selalu menangis karna sifat cuek satrya,
"wulan yg berfikir kalo wulan itu nggak penting buat kak satrya hiks..hiks" ujar wulan dengan suara tangisnya, satrya yg mendengar pun lansung berbalik,
__ADS_1
bersambung...