
setelah 1 jam belanja wulan pulang, banyak sekali bahan makanan yg ia beli, mulai dari beras sampai sayuran daging, serta tak lupa dengan buah-buahan, hari ini ia benar-benar menguras Atm nya sendiri
"Huu belanjanya banyak banget" gumam wulan saat sudah masuk kedalam mobil untuk pulang
wulan menyalahkan mesin mobilnya dan pulang ke apartemen
tak beberapa lama, wulan sampai di apartemen, wulan memarkirkan mobil itu lalu memanggil satpam untuk membantunya membawah masuk kedalam
"pak tolongin saya bawah masuk ini yah" ucap wulan
"baik nyoya" satpam pun membawah masuk belanjaan wulan, sampai di ruang tamu satrya bertanya
"apa yg kamu bawah?" tanya satrya
"inj belanjaan nyoya wulan Tuan" jawabnya
"buang semua belanjaan itu" ucap satrya, wulan yg baru masuk kaget dengan omongan satrya yg ingin membuang barang belanjaannya, lansung berkata
"ngapain harus buang" ucap wulan santai
"saya bilang buang pak, sekarang juga." teriak satrya kasar
"apa-apa'an kamu, kenapa harus buang, kamu fikir saya nggak capek belanja sebanyak itu sendirian" teriak wulan tak mau kalah juga
mendengar wulan meneriaki balik, satrya lansung pergi mengambil barang yg ada di tangan satpam itu, lalu membuangnya ke depan teras, dan semuanya berserakan di lantai
wulan benar-benar emosi dengan cara satrya, "apa-apa'an nih, owh kamu emosi saya bawah mobil kamu pergi belanja, gitu yah, baiklah saya akan bayar mobil yg tadi saya pake" ucap wulan dengan emosi, wajahnya sudah memerah akibat terlalu emosih dengan satrya
"apa kamu sudah gila, apa kamu sudah tuli, bagaimana bisa kamu pergi tanpa meberitahu saya, saya ini suami kamu, bukan patung hidup" emosih nya semakin meledak
"haah kamu mempersalahkan saya karna saya pergi tanpa memberitahu kamu, salahkan saja hp kamu, wanita kamu yg kamu fokus-fokusin di saat saya sedang bicara sama kamu, kamu malah fokus dengan wanita-wanita yg nggak tau diri itu" wulan tak kalah berteriak
"maksud kamu apa, siapa yg fokus sama wanita-wanita, & sejak kapan hah?" tanya satrya
"sejak saya ngomong sama kamu sebelum saya pergi, tapi kamu malah nggak dengar, kamu malah asyik sama hp kamu itu, kamu pikir saya wanita bodoh yg bisa di bodoh-bodohin hah?" teriak wulan
"alah kamu alasan saja, kamu hanya mau kan pergi sendiri, yah kan" ujar satrya
"nggak penting" ucap wulan lalu ia keluar memunguti semua belanjaannya yg berserahkan di lantai,
"dasar orang nggak berperasaan" teriak wulan agar satrya dengar, ia benar-benar jengkel
satrya lansung berjalan keluar saat mendengar teriakan wulan, lalu ia berkata "kamu bilang apa tadi ha" tanya satrya
__ADS_1
"kamu nggak punya perasaan, makanan kamu buang, kamu lapar juga masih makan, bukan makan batu, seharusnya kamu nggak buang seperti ini...kamu benar-benar hiks..hikss..hiks" ujar wulan sambil nangis, wulan sakit hati karna satrya membuang barang belanjaannya,
melihat wulan menangis satrya berkata "kamu juga keluar nggak ijin, saya ini suami kamu, bukan penjaga rumah" ucap satrya kembali membahas itu
wulan dengan emosi lansung berkata "saya sudah bilang tapi kamu asyik dengan hp kamu hiks...hiks..." ucap wulan mulai melemah kerna menangis
wulan mengangkat semua belanjaannya yg berserahkan itu, lalu membawah masuk kedalam & menaruhnya di atas meja makan,
wulan juga menaruh kunci mobil satrya tak lupa dengan uang untuk bayar mobilnya satrya yg ia pake tadi
wulan tak menaruh sayuran segalah macam itu kedalam kulkas, ia malah berjalan ke arah kamar tamu, lalu menutupnya dengan keras
wulan hanya menangis dengan nasipnyan. ia ingin bercerai namun ia tak ingin janda mudah, "hikss..hikss.dasar orang jahat nggak punya perasaan" ucapnya
satrya yg melihat wulan masuk kedalam kamar tamu itu hanya bisa mendesah, lalu satrya berjalan ke dapur untuk mengambil air minum
saat ia melewati meja makan ia melihat sayuran-sayuran itu masih di atas meja makan, serta kunci mobilnya & berupa uang kes yg di tendesin oleh kunci mobil
satrya hanya menggelengkan kepalah, lalu ia mengankat belajaan wulan yg di atas meja itu lalu menyusunnya di dalam kulkas, dan kunci mobil serta uang itu satrya tak menyentuh sedikitpun
"pikiran pendek sekali, kapan dia akan dewasa" gumam satrya kesal sambil melihat uang itu & menggelengkan kepalah
setelah minum air satrya berfikir untuk masak, karna jam sdh pukul 6 magrib. satrya memasak lalu membuat ayam yg tadi di beli oleh wulan, serta dengan sayuran
satrya bisa memasak karna ia sudah lama tinggal sendiri di apartemennya, hanya karna capek masak atau waktu tak banyak makanya ia sering deliveri saja
satrya menggeleng, satrya melihat jam sudah pukul 7, satrya pun mengetuk pintu wulan
"wulan..wulan" panggilnya, namun tak ada suara yg menyahut dari dalam
satrya kembali mengetuk pintu, beberapa kali mengetuk namun tak ada tanda-tanda pergerakan, satrya pun memutar gagang pintu ternyata pintunya tak di kunci
satrya pun masuk kedalam ia melihat wulan sedang tidur dengan mata sembab karena menangis tadi
"Lan...wulan udah malam kamu nggak lapar" ucapnya sambil menepuk pelan bahu wulan
"hummm" wulan
"udah malam wulan bangun makan dulu" ucap satrya
wulan berbalik ia membuka matanya dengan pelan, lalu menguap
"kak satrya, hum ada apa" tanya nya dengan muka bantal
__ADS_1
"ayok makan malam" ujar satrya mengusap kepalah wulan dengan lembut
wulan yg di perlakukan seperti itu lansung sadar, dalam hati ia sangat senang bahagia
"eeh bukannya tadi gue marahan sama dia" gumam wulan dalam hati
"aah nggak apa-apa udah di perlakukan kayak gini gue udah maafin dia kok hehe" lanjutnya sambil tersenyum
"kenapa kamu senyum-senyum gitu" tanya satrya melihat wulan senyum tak jelas
"enggak...senang aja" jawab wulan lalu keluar dari kamar tanpa mengajak satrya yg masih berdiri di situ
satrya pun keluar, ia melihat wulan ingin naik keatas "mau kemana, makan dulu" tegur satrya
"mau mandi kak" jwb wulan
"nanti aja mandinya, sekarang makan dulu" ucapnya
wulan pun berbalik kembali, lalu ia berjalan ke ruang makan,
wulan melihat ternyata makanan sudah di siapkan oleh satrya, "kakak yg masak?" tanya nya
"iyah kan istri saya nggak ada" jawab satrya santai, wulan mengerucutkan bibirnya
"nih ambilin, ntar bibir kamu saya jadikan lauk kalo di gituin terus" ucap satrya, ia menyuruh wulan mengambil nasi untuknya, wulan pun menurut,
wulan dan satrya pun makan dengan diam,
wulan melihat kunci & uang itu masih ada di atas meja yg ia simpan tadi
"apa dia nggak lihat uang segede itu, kunci juga gantungannya gede, masah nggak lihat" gumam wulan dalam hati
satrya hanya melirik wulan yg sadari tadi matanya ke kunci itu,
setelah selesai makan, wulan membawah piring-piring itu ke dapur, & lansung mencuci
setelah selesai cuci, wulan keluar lalu berjalan melewati meja makan itu, & ternyata masih ada satrya yg duduk di situ
"eeh kakak masih disini" tegur wulan, namun satrya tak menjawabnya,
satrya lansung berkata, "apa maksudnya ini" kata satrya dengan nada dingin-dingin merinding, sambil menunjukan uang & kunci itu
wulan hanya diam, karna ia sudah tau pasti pada akhirnya ia akan kena marah, kayak waktu itu ia masih kuliah satrya memarahinya hanya karna ia mengembalikan uang kepada satrya
__ADS_1
"hufft, hulan menarik nafas, lalu ia lansung mengambil uang & kunci itu membawahnya lari naik keatas kamar mereka
satrya geram, ia melihat hal seperti itu ia paling tak suka, setelah wulan pergi satrya pun lansung berjalan menuju kamarnya mengikuti wulan yg sudah lebih dulu ke atas