
sampai di dalam rumah, satrya lansung naik keatas kamar tanpa menunggu wulan
padahal wulan merasa bagian punggungnya sakit, namun ia tak menunjukan sakit kepada satrya ataupun mamanya
ia tak ingin mamanya khawatir, ia juga tak ingin satrya tau, karna satrya tau pun pasti satrya nggak peduli,
dengan jalan pelan-pelan ia naik tangga dengan pelan karna tulang punggungnya sakit akibat menumpuh mobil saat satrya memuluk dan mendorongnya ke mobil itu dengan sedikit keras
"kenapa malah sesakit ini, padahal tadi aku rasa nggak sesakit ini, apa mungkin naik tangga yah" gumam wulan saat naik punggungnya malah sakit bertambah
satrya yg di atas melihat wulan sedang menahan sakit, ia ingin membantu wulan, namum ego nya terlalu tinggi, akhirnya ia pun berjalan masuk kedalam kamar begitu saja
sebenarnya ia tau punggung wulan sakit, karna ia juga merasa mendorong tubuh wulan dengan keras saat itu
ia menarik nafas "kenapa gue sekeras itu mendorongnya" gumam satrya, ia sangat khawatir, namun ego nya terlalu tinggi hingga membuatnya jadi cuek seperti ini
sesampainya wulan di kamar itu, ia melihat satrya mondar mandir seperti orang yg sedang khawatir
"apa dia khawatir dengan kerjaan di kantornya" gumam wulan dalam hati
saat melihat wulan masuk satrya lansung duduk tenang, padahal wulan sudah melihatnya mondar mandir
wulan pun ikut duduk di ranjang itu, saat ia ingin bertanya, ponsel satrya tiba-tiba berbunyi
satrya pun menerima telpon "iyah halo kevin, ada apa?" tanya satrya📞
"bos, meeting sore ini bagaimana?" tanya satrya📞
"di batalkan saja" jawab satrya📞
"tapi bos, ini adalah meeting penting dengan CEO dari perusahaan XXX" ucap kevin📞
"saya bilang BATALKAN kevin" ucap satrya penuh penekanan📞
"tapi bos..." ucap kevin📞
"apa kamu nggak dengar hah" ucap satrya emosih📞
"iyah bos, baiklah" ucap kevin lalu panggilan pun berakhir
dengan kesal satrya lansung membuang ponselnya keatas ranjang itu, membuat wulan yg duduk di ranjang itu pun kaget
"huuh apa dia marah, karna merasa terbebani karena aku sakit" gumam wulan dalam hati, air mata wulan lansung menetes jatuh begitu saja karena ia merasa satrya tak perhatian dengannya
hanya karna ia seperti ini, satrya emosi karna nggak bisa kerja, dengan cepat wulan lansung menghapus air matanya
satrya yg melihat wulan menghapus air matanya pun, lansung bertanya
"apa punggung kamu sakit sekali?" tanya satrya membuat wulan kaget
"aah..enggak kak" jawab wulan cepat
"trus kenapa kamu nangis?" tanya satrya
"aah nggak, wulan kelilipan kak, mata wulan tiba-tiba pedis" ucap wulan berbohong
"heum...kamu tidur saja dulu, saya panasin air biar kamu bisa mandi & mengompres pungung kamu pake air panas" ucap satrya menyuruh wulan tiduran
__ADS_1
"nggak usah repot kak, wulan nggak apa-apa, nanti wulan sendiri saja panasin airnya soalnya wulan belum mau mandi" ucap wulan, ia perasaan karna dirinyalah satrya tak bisa ke kantor & ikut rapat
satrya tak mendengar ia malah masuk ke kamar mandi & menyiapkan air panas untuk wulan
melihat satrya masuk wulan pun berbaring mengikuti omongan satrya, dari pada di bilang nggak penurut
"apalagi dia sedang emosih gini" gumam wulan lalu ia tidur dengan pelan takut sakit
setelah beberapa menit, satrya pun keluar dari kamar mandi, ia melihat wulan sedang tiduran, satrya membangungkan wulan
"wulan..wulan bangung, kamu mandi dulu sekalian kompresin punggung kamu" ucap satrya sambil menepuk pelan bahu wulan agar bangung
"aah ia kak" jawab wulan saat bangun dari tidurnya
"ayok..air nya sudah panas" ucap satrya membantu wulan bangung
wulan pun bangun dengan pelan saat satrya membantunya, wulan lansung berkata
"kak..kakak ke kantor saja, wulan benar benar nggak apa-apa kok, suer kak" ucapnya dengan jari nya di bentuk V✌
"heumm...mandi saya bantu kamu kompresin punggung kamu, saya tau kamu sedang sakit, jadi jangan banyak bergerak" ucap satrya membatu wulan berjalan kearah kamar mandi
setelah wulan di kamar mandi, satrya keluar mengambil handuk untuk wulan
"ayok buka pakaian kamu" ucap satrya, saat masuk kembali ke dalam kamar mandi dengan membawah handuk
"ta..tapi kakak" ucap wulan terbata-bata
"udah buka saja, saya suami kamu, kenapa mesti malu" ucap satrya
"tapi..kakak keluar dulu" ucap wulan, satrya tak keluar ia malah membantu wulan membuka baju wulan
wulan benar-benar malu hanya dengan memakai BH, ia menutup tubuhnya dengan dua tangan,
setelah membuka baju wulan, satrya malah merasa gerogi karena melihat wulan hanya memakai BH
satrya lansung menyadarkan dirinya, lalu menyuru wulan duduk, ia pun membantu wulan mengompres tubuh wulan
tangannya kaku karena tubuh bagian bawahnya sudah beraksi saat pertama kali melihat wulan seperti itu, padahal wulan masih dengan menutup dadanya
"kalah kamu, masah segitu saja kamu sudah gini" gumam satrya pada dirinya sendiri
satrya dengar serius membantu wulan, setelah beberapa menit selesai mengompres punggung wulan, satrya pun berkata
"kamu mandilah, saya akan keluar" ucapnya lalu ia pun keluar dari kamar mandi itu dengan dadanya bergejolak menahan sesuatu
"sial, kenapa gue malah membantunya membuka baju, jadi gini kan gue" gumam satrya saat sudah di luar kamar mandi
setelah pintu kamar mandi tertutup, wulan lansung memegang dadanya yg begitu cepat bergetar
"yah ampun, bagaimana bisa, aku bertelajang dada di depannya" gumam wulan
"aaarhh aku malu banget tau nggak" ucap nya sambil memuku-mukul air dalam bak mandi itu
setelah beberapa menit wulan pun ganti, & keluar dengan pelan sambil melirik kesana kemari, mencari keberadaan satrya
"huuh dia nggak ada" gumamnya
__ADS_1
dengan cepat wulan lansung masuk walk in closet itu, ia mencari pakaian nya lalu berganti dengan cepat, padahal punggungnya masih sakit
setelah selesai ganti wulan menyisir rambutnya dengan tenang karena satrya tak ada di kamar itu
"humm dia sudah pergi kantor kanyaknya" gumam wulan
setelah rapi wulan pun turun kebawah, ingin masak, ia turun dengan pelan-pelan
sampai di bawah ia melihat satrya sedang masak di dapur, padahal jam baru menunjukan pukul 3 lewat
"owh dia disini, aku pikir dia sudah pergi ke kantor lagi" gumamnya lagi
wulan pun ingin berjalan kembali naik keatas kamarnya,
"mau kemana?" tanya satrya tiba-tiba membuat wulan berenti jadi patung
"aah anu..wulan mau keatas" ucapnya gugup masih menginggat kajadian di dalam kamar mandi tadi
"jangan naik turun, nanti punggung kamu malah makin parah sakitnya, kamu duduk saja di sofa itu" ucap satrya, wulan pun menurut saja
"oyah sebentar lagi tukang urut datang" ucapnya lagi
"hah kakak panggil tukang urut" tanya wulan kaget
"ia, emang kenapa, apa kamu mau kesakitan terus" ucapnya bertanya
"nggak, tapi tukang urutanya cewek apa cowok kak" tanya wulan lagi
"cewek" jawab satrya singkat, lalu bergumam dalam hati "gila apa gue nyuruh laki yg ngurutin istri gue sendiri, mending gue sendiri saja yg ngurut" gumamnya dalam hati
wulan hanya berOhria,
"kamu mau makan apa" tanya satrya
"wulan nggak lapar kak" jawab wulan
"iyah bukan sekarang, tapi untuk malam nanti, biar saya masak sekarang" ucap satrya
"aah apa saja kak" kata wulan, satrya okein saja
wulan merasa haus, ia berjalan pelan kedapur ingin mengambil air minum
"kamu mau apa?" tanya satrya melihat wulan ingin berjalan kearahnya
"wulan mau ambil air minum kak" jawab wulan
"kamu tunggu saja di situ, biar saya ambilin" ucap satrya,
"nggak apa-apa kak, wulan bisa ambil sendiri kak" jawab wulan
"mau kamu bisa ambil sendiri atau nggak, kamu tunggu saja di situ, jangan keras kepalah wulan" ucap satrya sidikit meninggihkan suara nya agar wulan patuh
wulan pun lansung duduk karena takut di marahin oleh satrya lagi.
"nih minum" ucap satrya memberikan air minum itu kepada wulan
"makasih kak" jawab wulan lalu meminum air yg di berikan satrya itu
__ADS_1
sudah satu bulan menikah baru kali ini satrya sangat perhatian padanya, wulan merasa terharu saat satrya memberi perhatian padanya.
bersambung.....