
sore hari, satrya pulang lebih sedu dari biasanya, ia merasa kesal karna wulan tak ikut dengannya ke kantor
sampai di hotel, karna dengan keadaan kesal satrya masuk ke kamar itu tanpa mengetuk pintu
wulan sedang mandi karna ia ada janjian bertemu dengan sahabat-sahabatnya
selesai mandi wulan keluar dengan handuk membaluti tubuhnya
"astafirullah" kaget wulan sambil mengelus-elus dadanya, saat melihat satrya yg sedang duduk di atas ranjang mereka
satrya hanya diam tanpa menegur wulan, satrya pun tak menolah kearah wulan yg sedang kaget melihatnya
"kakak sudah pulang?" tanya wulan hati-hati, namun tak ada jawaban dari mulut satrya
"ada apa dengannya, kenapa pulang sedu" gumam wulan dalam hati sambil melirik satrya dengan bingung
karna tak ada jawaban, wulan baru kaget bahwa ia hanya memakai handuk di tubuhnya, "oh my God" ucap wulan lansung berlari kearah kopernya karna pakaian lainya masih berada di dalam koper nya
setelah mengambil pakaiannya wulan masuk ke kamar mandi dan menggantinya dengan celana jeans panjang & sweeter lengan panjang juga,
setelah ganti wulan pun keluar dari kamar mandi & berkata kepada satrya
"kak mandi sekarang wulan udah siapin air panas" ucapnya santai
satrya hanya duduk diam di tempat tak menjawab atau bergerak dari tempatnya
wulan mengeringkan rambutnya lalu menyisir rambutnya, setelah selesai ia memoles bedak sama lipsticknya
wulan melihat kearah satrya yg masih mematung di tempatnya, wulan pun berjalan kearah satrya
"kak wulan ijin keluar yah, mau ketemu teman-teman wulan" kata wulan, namun satrya hanya diam
wulan merasa sulit sekali bicara dengan satrya karna wajah satrya yg datar, terpakasa wulan bertanya
"kakak kenapa? apa ada yg salah sama wulan?" tanya wulan hati-hati, namun lansung di bentak oleh satrya dengan kasar
"apa-apa'an kamu, istri macam apa kamu hah, bukankah sudah saya bilang di mana ada saya di situ kamu juga harus ada, kenapa hah kenapa kamu nggak ikut saya ke kantor hah" teriak satrya suaranya memenuhi ruangan kamar itu
wulan kaget bukan main, ia hampir jatuh karna kaget di bentak oleh satrya seperti itu, air matanya lansung jatuh, wulan hanya diam tak bisa berkata-kata, memang benar satrya berkata seperti itu
namun ia juga punya hak untuk tak mengikuti satrya ke kantor, baginya ia hanya menganggu satrya, dan wulan jiga merasa bosan kalo hanya duduk di kantor itu
"kenapa hah, apa kamu tuli, kenapa kamu tidak ikut ke kantor, & apa lagi ini, kamu mau pergi bertemu teman-teman kamu pada saat saya pulang hah" tanya satrya dengan kasar
"maaf, pagi tadi wulan mau ikut, hanya wulan merasa bosan di sana kak" ucap wulan sambil ngelap air matanya karna takut
"dari siang kemana saja, kenapa pas saya pulang baru mau keluar ha" tanya satrya wulan hanya diam, lalu satrya kembali berkata
"nggak usah kemana-mana, bereskan barang-barang kita, karna besok kita pulang ke apartemen" ujar satrya lalu masuk kedalam kamar mandi
"hah...ta..pi wulan mau" ucap wulan terputus karna melihat satrya sudah masuk kedalam kamar mandi & menutup pintu dengan kasar "Prak"
__ADS_1
"astafirullah, auu ah ketemu teman pun nggak bisa" mengelus dadanya sambil bergumam
wulan pun terpaksa tak pergi, karna kalo ia pergi satrya pasti marah besar, akhirnya ia hanya pasrah & ngelap air matanya lalu ganti kembali pakaiannya dengan pakaian santai
wulan pun menelpon kelly & berkata kalo ia tak bisa pergi.
****
di bali ricko sedang mabuk-mabukan di temani oleh sella, sella merasa bingun mau di bawah pulang kemana, karna ia tak tau tempat nginap ricko
"waduuk pak ricko kenapa dah gini, kan gue yg susah jadinya aarrh" gumam sella dalam hati sambil melirik ricko dengan kesal
"sella,,,sella apa kamu nggak kangen sama aku" ucap ricko sambil mengelus wajah sella
sella lansung memukul tangan ricko sambil bertanya "pak ricko nginap di mana biar saya antar sekarang, slx bapak sudah sangat mabuk pak" ucap sella
"hah benar kamu mau saya nginap sama kamu hahah" ucap ricko sambil tersenyum-senyum
"nggak, saya mau antar bapak saja bukan mau nginap tau" ucap sella kesal
"heheh, sella kamu jangan galak-galak yah, kamu tau nggak saya kesini itu karna kamu" ucap ricko, ia benar-benar sudah mabuk berat
"aduukk aku harus nelpon siapa ini, nggak tau lagi dia nginap di mana" gumam sella
tak lama ponsel ricko berdering, ricko mencari-cari ponselnya yg di saku namun tak menemukan karna sudah mabuk berat
"aiiis...sial banget gue" ucap sella kesal karna ia harus mengambil ponsel ricko yg berada di saku celana depannya ricko yg terus berdering
"pak stop, saya itu mau ngambil ponsel kamu yg terus berbunyi, siapa tau teman kamu yg nelpon, biar saya nggak susah lagii antar kamu" ucap sella kesal
setelah ponsel di tangan sella, sella lansung mengankatnya
"kakak, kakak di mana?" tanya org itu
sella melirik nama di hp itu, tulisannya adikku
"pas adiknya" gumam sella, lalu ia lansung berkata kepada adiknya ricko
"kamu adiknya kan, tolong jemput kakak kamu, ia sangat mabuk berat, ia sekarang berada di bar" ucap sella
"menyusahkan sekali" ucap rasya kesal
"heh" wulan bingung
"kirim saja alamatnya, nanti saya kesitu" ucap rasya lalu mematikan telponya
"iih..kakak adik sama saja, sombong" ucap sella
sella pun mengirin alamatnya kepada rasya, "pak sebentar lagi adik anda datang" ucap sella kepada ricko, lalu kembali menaru ponsel ricko kedalam saku tadi
ricko lansung tertidur dengan keadaan mabuk parah
__ADS_1
tak sampai beberapa menit adiknya ricko datang
adiknya lansung menuju di mana kakaknya berada karna sella sudah memberitahunya untuk lansung ke sofa bagian depan,
"ini kakak kamu, dia sudah sangat mabuk" ucap sella menunjuk ricko
"aah terimakasih" ucap rasya lalu membawah kakaknya keluar.
"aarh kenapa harus dia yg datang kesini, aaarh aku udah nggak mau ketemu dia lagi memalukan sekali kalo aku bertemu dengannya dalam keadaan dia sadar" gumam sella
setelah ricko pulang, sella pun ikut pulang, karna ia masih belum sembuh, ia ingin cepat-cepat isterahat agar ia bisa pulih & kembali bekerja
****
di hotel wulan sedang mempeaking barang-barang nya, karna besok mereka akan pulang ke apartemen
"apartemen mana yah" gumam wulan sambil beres-beres
sehabis mandi satrya deliveri makan malam saja untuk wulan & diri nya
tetapi wulam masih kesal karna ia tak bisa bertemu dengan 3 sahabatnya
"orang itu benar-benar ingin membuatku tersiksa, hanya ketemu sahabat saja nggak bisa, gila" umpat wulan dalam hati, sambil melirik sinis satrya dengan mata ekornya
tak lama ada yg mengetuk pintu, wulan pun berjalan membuka pintu karna satrya sedang duduk di balkon
"apa ini kamar nya pak satrya chevron" tanya org itu
"owh iyah mas" jawab wulan
"ini pesanan pak satrya" ujarnya lalu memberikan pesanan itu kepada wulan
"oyah mas pesanannya apa sudah bayar?" tanya wulan
"sudah bu, kalo begitu saya permisi" ujar org itu
"oyah mas terimakasih yah" ujar wulan mas itu pun pergi
"apa kak satrya memesan ini, banyak banget" gumam wulan sambil melihat pesan yg ada di tangannya
"apa deliverinya sudah datang?" tanya satrya yg baru saja masuk
"oh iyah kak sudah, ini pesanan kakak" ucap wulan sambil menaru di atas meja itu, lalu wulan kembali mengerjakan kerjaannya yg belum selesai melipat baju-baju & memasukan kedalam koper mereka
"ayok makan dulu, nanti baru lanjut" ujar satrya, wulan pun kembali berdiri & menyiapkan makanan yg tadi kedalam piring-piring
"ayok makan" ucap satrya lalu mereka pun makan dengan diam,
tiba-tiba wulan bertanya "kak kita pindah ke apartemen mana?"
"di tempat saya" jawab satrya, wulan hanya berOhria lalu kembali makan
__ADS_1
"bersambung"