
jam sudah menunjukan pukul 1 siang, ponsel satrya pun berbunyi, satrya melirik layar ponsel ternyata mamanya yg menelpon
"halo mah" jawab satrya
"sat kamu sudah makan siang belum?" tanya mamanya
"belum mah, ada apa" tanya balik satrya
"makan di restoran mama saja sat, soalnya mama lagi malas makan sendiri di sini, papa kamu juga sudah keluar kota tadi pagi" ucap mamanya lewat telpon
"heum, ngajak kelly aja mah" ucap satrya
"kelly masih di kampus, dia masih jm 4 baru keluar Sat," ujar mamanya
"lihat aja mah, satrya nggak janji" ucap satrya
"kamu ini hanya temani mama makan saja nggak mau" ucap mamanya kesal
"heum iyah mah, kan satrya nggak bisa janji" jawab satrya
"yah sudah, terserah kamu saja, mama matiin dulu, nanti bagaimana2 kamu telpon mama supaya mama nggak nunggu kamu" ucap mamanya
"iyah mah" jwb satrya, mamanya pun mematikan telpon
satrya pun lansung berjalan keluar dari ruangan menuju parkiran, sampai di sana satrya mengirim pesan kepada wulan
"saya sudah tunggu kamu di parkiran, ayok makan siang" pesan satrya
"iyah pak, baik" balas wulan
tak lama wulan pun sampai di parkiran, wulan mellirik kiri kanan agar tak ada yg melihat bahwa dia mau keluar makan siang bersama satrya. setelah melirik tak ada orang pun yg ada di sekitar situ, wulan pun cepat2 berjalan kearah mobil satrya, sampai di mobil satrya, satrya pun bertanya
"ngapain kamu masih melirik kiri kanan, apa takut ada gebetan kamu lihat" kata satrya
"nggak pak, saya hanya takut nanti di lihat karyawan kantor" ujar wulan
__ADS_1
"emang kenapa kalo karyawan kantor lihat, emang saya bonceng istri orang" ucap satrya
"nggak pak, bukan begitu, takut ada yg curiga" ujar wulan
"curiga apa, kamu kan calon istri saya, ayok masuk, saya sudah nunggu kamu lama di sini" ucap satrya
wulan pun masuk & berkata "maaf pak, sudah menunggu lama" ucap wulan satrya hanya heum
mobil satrya pun keluar dari pekarangan kantor dalam perjalanan wulan & satrya hanya diam tak ada topik untk berbicara akhirnya satrya hanya menanyakan "di mana kamu mau kita makan" tanya satrya
"dari pak saja" ucap wulan
"kanapa masih pak, kan sekarang sudah jm istrahat" ujar satrya
"i..ia kak, dari kakak saja" jawab wulan
"oke kalo gitu kita ke restoran mama saja, kebetulan mama tadi telpon katanya mau makan siang bersama" ucap satrya, wulan hanya mengangguk, satrya pun mengirim pesan kepada mamanya "mah satrya sama wulan ke situ" pesan satrya
"oky sayang, wulan juga ikut kamu nak" pesan mamanya
"iya mah, satrya ngajak dia" satrya
satrya melajukan mobilnya ke restoran mamanya, sampai di sana "ayok turun Lan" ajak satrya, wulan & satrya pun turun, satrya & wulan berjalan masuk kedalam restoran mamanya satrya
mamanya
saat melihat anaknya & wulan masuk, ketty lansung memanggil "sat, wulan ayok sini" kata mamanya sambil melambaikan tangan kepada satrya & wulan, saatrya & wulan pun berjalan kearah mamanya
"duduk sini Nak" ujar mamanya menyuruh wulan & satrya duduk
"wulan, ayok pesan sayang" ucap mama satrya sambil memberi buku menu makan
"iyah tante" ucap wulan
sambil menunggu pesanan datang mamanya satrya bertanya "satrya yg ngajak wulan kesini yah"
__ADS_1
"iyah tante" jawab wulan
"sat emang kamu ketemu wulan dimana" tanya mama satrya
"yah di kantorlah mah" jawab satrya
"wulan ke kantor satrya yah" tanya mama satrya kepada wulan lagi
"wulan kerja di kantor kak satrya tante" ujar wulan
"owh jadi wulan sudah kerja di sana, baguslah satu kantor lebih bagus supaya nggak ada pelakor di belakan kamu Lan" ucap mama satrya sambil melirik sinis kearah satrya, karna ada wanita model satu yg sedang mengejar2 satrya, takut satrya kecantol model
"maksud mama apa'an sih" ujar satrya
"wulan kan harus waspada Sat" ucap mamanya, satrya kesal kepada mamanya "tau begini gue nggak kesini" ucap satrya dalam hati
setelah 10 menit ngobrol pesananpun datang
"ayok sayang makan" ucap mama satrya kepada wulan, wulan hanya mengangguk
mereka pun makan bersama, setelah makan, wulan & satrya kembali ke kantor karna jam istrahat sudah selesai
sampai di parkiran wulan & satrya pun naik mobil satrya, dalam mobil wulan hanya berpikir apa kata mamanya satrya "mungkin kak satrya punya pacar, makanya tante ketty ngomong gitu" pikir wulan
"namanya juga orang ganteng, kaya, nggak mungkin nggak ada pacar" ucap wulan dalam hati, karena patah hati wulan sendiri berfikir kalo itu semua benar
dalam perjalanan pulang satrya & wulan hanya diam tak bicara apapun sama sekali wulan kembali berpikir "kak satrya kok diam saja sih, kenapa nggak menjelaskan sama sekali ke wulan tentang perkataan mamanya sih" ujar wulan dalam hati sambil melirik sedih kearah satrya, satrya yg dilirik sama sekali tak melirik balik ke arah wulan
wulan benar2 sedih, baru kali ini wulan merasa sesak di dada, "kenapa sih dada wulan sesak gini, apa wulan sakit hati, atau wulan benar2 cemburu" gumam wulan dalam hati
tanpa wulan sadar satrya berkata "ayok turun" ucap satrya, wulan pun kaget "oh iyah pak" jawab wulan lansung turun & berjalan masuk tanpa berbicara kepada satrya, satrya bingung "ada apa dengannya, kenapa dia pergi begitu saja" ujar satry dalam hati
satrya pun keluar & berjalan mengikuti wulan dari belakan, sampai di dalam semua karyawan kaget melihat bos mereka masuk dalam kantor bersama wulan namun wulan berjalan lebih dulu "apa pak bos sama anak baru itu!!" bisik mereka
"jangan2 pak bos ada hunbungan lagi sama cewek itu" bisik yg lain pokoknya banyak berbagai pembicaraan, satrya yg mendengar pembicaraan pun hanya diam melewati mereka begitu saja selagi gosipnya masih baik2 saja
__ADS_1
sampai di ruangan masing2 satrya & wulan kembali melanjutkan aktifitas mereka.
bersambung..