
setelah mama & papa wulan pergi ke rumah satrya untuk makan malam bersama, wulan sendiri di rumah sedang sedih karena foto yg di kirim oleh no tak di kenal itu, wulan memikirkan bagaimana cara nya ia bisa hilangkan perasaannya terhadap satrya, "udahlah, percuma aku sedih sendiri di kamar ini, pasti kak satrya lagi bersenang2 dengan pacarnya di kamar itu" ucap wulan pada dirinya sendiri, tak lama foto kedua masuk lagi dari no yg sama satrya & wanita itu berpelukan, wulan lansung memblokir no baru itu agar tak mengiriminya foto2 tentang satrya lagi,
"Aaaaarrhhhh" teriak wulan sekencang2 di dalam kamarnya itu, bibi yg mendengar pun kaget & lansung berlari naik ke kamar wulan lalu mengetuk pintu "Nona..Nona wulan nggak apa-apakan, bibi khawatir loh" tanya bibi dari luarr
"wulan nggak apa-apa kok bi, maaf udah buat bibi khawatir" jawab wulan dengan suara yg serak sepeti orang sedang menangis
"yah sudah nona, jangan sedih yah kalo memang nona sedang sedih, bibi permisi dulu" ujar bibi dari luar karna bibi tau dari suara wulan yv serak itu,kalo nona nya sedang sedih
"ia bibi, sekali lagi maaf bi" ucap wulan, bibinya pun pergi dari pintu kamar itu lalu mengirim pesan kepada nyonya nya.
"gue nggak bisa di sini, gue harus membuang semua rasa sesak ini hiks..hiks" ucap wulan dengan tangisnya
wulan pun mengambil kunci mobil & jaketnya, lalu keluar dari kamar lalu kembali mengunci pintu kamar, supaya mama & papanya tak curiga kalo wulan sedang keluar, lalu ia pergi ke parkiran mobil & membawah mobilnya keluar dari pekarangan rumah, namun ia tak berfikir tentang mobil yg ia bawah, akan di curigai atau tidak, ia sudah tak berfikir sampai ke situ karena terlalu frustasi.
di rumah satrya
papa & mamanya di sambut oleh keluarga chevron "loh jeng wulan nya mana" tanya ketty
"wulan sedang sakit, jadi dia nggak bisa ikut jeng" ujar wuliana
"owh gitu yah, ya sudah jeng & pak wiliam ayok masuk, kita makan dulu" ucap ketty
"ayok pak wiliam" ajak mickael
"kita baru datang loh jeng masa lansung di ajak makan" ujar wuliana
"iya kita baru datang nyonya & tuan chevron" sambung wiliam
"nggak usah panggil formal gitu, panggil seperti biasa saja pak wiliam" ujar mickael mereka hanya tersenyum mengiyahkan
__ADS_1
kelly pun datang & kaget ternyata orang tua wulan datang kesini "pantas mama masak banyak, & pantas juga wulan beli dres baru, mungkin mau kesini" gumam kelly dalam hati
"malam om, malam tante" ucap kelly sambil menyalami orang tua wulan
"oyah, tante wulan mana" tanya kelly
"wulan nggak ikut kell, soalnya lagi sakit" kata wuliana
"owh gitu yah tan" ucap kelly patah semangat karena sahabatnya tak ikut
"perasaan tadi wulan baik2 saja deh, & ia juga membeli dres itu dengan semangat" gumam kelly dalam hati,
"ayok om tante kita lansung saja ke ruang makan" ajak kelly di angguk oleh orang tua wulan
mereka pun lansung menuju ruang makan, "berhubung makanannya sudah mau dingin, jadi kita makan saja sekarang yah" ujar ketty
"tapi satrya mana jeng" tanya wuliana
"oh, kalo begitu kita tunggu saja dia dulu, baru kita makan" ujar wiliam, lalu di angguk oleh semua orang yg ada di ruang makan itu
tak lama satrya pun sampai "Malam semua, malam om tante, apa kabar" ucap satrya sambil berjabat tangan dengan orang tua wulan & melirik, wulan tak ada
"seperti yg kamu lihat Sat, baik saja" jawab mama wulan di angguk oleh wiliam
"oyah satrya ayok duduk, kita tadi hanya nungguin kamu saja" ujar ketty mamanya satrya, lalu mereka pun makan, namun satrya tak menanyakan sama sekali kenapa wulan tak ada, padahal ini makan malam bersama keluarganya & keluarga wulan, "kenapa dia nggak ikut" gumam satrya penasaran
wuliana hanya melirik sedikit satrya "apa benar dia punya pacar, kata wulan kan dia sedang bersama pacarnya" gumam wuliana
"mungkin benar dia punya pacar, soalnya sedari tadi dia nggak menanyakan wulan sama sekali" gumam wuliana dalam hati, ia sedih kenapa satrya harus melamar putrinya & membuat putri jatuh cinta kalo satrya sudah punya pacar" pikirnya
__ADS_1
selesai makan satrya pamit untuk berganti pakaiannya, karena ia perasaan kalo ganti pakaian dulu baru makan, jadi tamba nunggu lama, makannya ia makan dulu ganti, supaya tamu nya tak menunggu lama lagi
lalu mereka semua pun pindah ke ruang tamu untuk membicarakan bagaimana satrya & wulan kedepannya, satrya turun lagi ke ruang tamu untuk bergabung, karena papanya yg menyuruh
"sat mama mau nanya, bagaimana saja hubungan kamu dengan wulan" tanya ketty
"hubungan kita seperti biasa" ucap satrya santai
"apa kamu nggak ada berfikiran untuk bertunangan dengan wulan gitu atau lansung nikah gitu" tanya ketty lagi
"ada" jawab satrya singkat
"tapi satrya maaf yah, tante cuma mau bilang, kalo kamu punya pacar, nggak apa2 kamu batal kembali lamaran kamu yg waktu itu" ucap wuliana
"maksud tante" tanya satrya tak mengerti
"tante cuma mau bilang, tante tak ingin anak tante terluka seterusnya, karna tante paling nggak bisa melihat wulan menangis" ucap wuliana dengan penuh air mata mengingat putri yg tadi menangis & tadi juga bibinya sempat mengirim pesan bahwa wulan tiba-tiba berteriak kencang seperti orang lagi patah hati, jadi dia juga berfikir mungkin karena itu wulan tak ingin bertemu satrya, wiliam ayah wulan hanya diam ternyata ia tak tau anaknya yg selalu ceria itu sedang patah hati
"satrya apa kamu punya pacar, & kamu benaran berpacarn dengan laura" tanya ketty
"nggak mah, sartya nggak berpacaran dengan siapapun mah, tante" ucap satrya
"nggak apa-apa sat, tante ngerti pria setampan & sesukses kamu banyak pacar & pastinya juga nggak ada wanita yg menolak kamu, jadi tante nggak marah, hanya tante nggak mau aja anak tante sedih terus, akhir-akhir ini dia udah nggak seceria dulu, kali sudah pulang kerja dia hanya kurung diri dalam kamar, hari libur pun sama, makan juga jarang, padahal waktu ia belum mengenal cinta ia tak seperti itu, itu pun mengenal kamu baru ia kenal cinta, ia kan kelly kamu tau kan wulan dulu & sekarang" ujar wuliana sedih sambil bertanya pada kelly, kelly terlihat sedih akan cerita mama wulan hanya mengangguk karna benar kata mama wulan & berkata
"ia kak, kakak adalah orang pertama yg wulan suka & wulan cinta, dari dulu wulan tak perna berpacaran, & kelly mohon jangan buat wulan sedih, kelly sudah bilang ini ke kak satrya berkali2 kak," ujar kelly sedih
"kakak tau nggak wulan itu sudah mencintai kakak, ia sangat ingin dengar penjelasan dari kakak tentang wanita itu, tapi kakak nggak perna jelasin apa-apa padanya, kak wanita mana yg nggak patah hati melihat orang yg dia sayang cuek saja membiarkan dia patah hati, & tak perna menjelaskan apa-apa" ucap kelly
satrya hanya diam, ia merasa ia benar2 egois, tak perna menjelaskan apa-apa pada wulan "ia kakak salah kakak minta maaf" ucap satrya merasa bersalah
__ADS_1
bersambung...