
setelah sampai di ruangan kevin duduk "waduuu gue lupa mau telpon bos satrya" gumamnya, lalu ia mengeluarkan ponselnya , & mencari nomor satrya lalu menelpon satrya,
"halo ada apa kevin, kamu sudah tak bisa kerja kantor sendiri lagi" ucap satrya kesal lewat telpon
"bukannya nggak bisa bos, hanya bos mau ke bali juga nggak ngabarin kita, makanya sebagai karyawan yg baik, yah saya harus mengabari bos" ujar kevin
"jangan so lebay kamu di situ, kerja bukan telpon saya, saya mau liburan refresing diri" ucap satrya
"bos jangan lupa pulang bawah bebi" gida kevin
"gila loe, loe pikir anak orang sebarangan gue hamilin apa, gue juga tau batas tau nggak setan" ucap satrya kesal
"hehehe siapa tau bos, kan kita yg di bagian belakan nggak tau apa-apa, hanya bos dengan si dia yg tau" goda kevin lagi
"goda trus, nanti nggak terimah gaji baru loe mohon-mohon mah gue" ucap satrya
"hehehe bercanda bos, ya sudah bos, saya mau kerja dulu" ucap kevin
"oyah kevin, bilang ke ricko, semua yg penting loe sama ricko temui saja rapatnya, tapi yg nggak terlalu penting di cancel saja, bilang saja gue lagi keluar kota urusan bisnis" ucap satrya, kevin pun mengiyahkan lalu mematikan telpon.
"perintah enak banget, tapi gaji ngancam mulu, dasar bos sinting" gumam kevin kembali menyimpan hp nya lalu melanjutkan aktifitasnya pagi ini
****
bali
setelah terimah telpon ia pun bangun untuk mandi, karna ia melihat di sampingnya sudah tidak ada wulan,
"kamana dia pagi-pagi begini" gumam satrya
saat hendak masuk kamar mandi, wulan pas pulang membawah kresek yg ada di tangannya "dari mana?" tanya satrya
"beli ini, buat sarapan" ucap wulan
"kenapa pagi-pagi sekali, pergi juga sendiri-sendiri nggak mau bangunin kakak biar temani"
"ia kan kakak semalam datang lansung tidur nggak makan, makanya pagi-pagi wulan sudah pergi beli ini tanpa membangungkan kakak" ucap wulan
"tapi seharusnya kamu bangunin kakak, supaya kakak bisa ngantar kamu"ujar satrya
"udah ah, kakak mandi gi sana, supaya kita sarapan" ujar wulan
"ayook kita mandi bareng" goda satrya
"iiih kakak" ujar wulan cemberut sambil ingin melempar dengan benda yg ada di tangannya saat ini
satrya lansung berlari masuk, setelah menggoda wulan, "hahah lihat saja, setelah nikah baru gue kurung kamu berhari-hari" gumam satrya
10 menit berlalu, selesai mandi satrya lansung mengganti pakaiannya di dalam kamar mandi, setelah itu baru ia keluar dengan rambut basahnya,
__ADS_1
melihat satrya keluar dengan baju lengkap wulan meresa tenang "syukurlah untung sudah ganti dari dalam" gumam wulan dalam hati
"kak ayok kita sarapan pagi" ajaknya, satrya berjalan kearah wulan, lalu duduk di samping wulan untuk sarapan pagi bersama,
wulan pun mengeluarkan nasih goreng & black coffe, karna ia tau satrya selalu minum kopi kalo pagi-pagi
"ini kak, ayok makan" ujar wulan sambil memberikan sekotak nasih goreng mahal, karna ia tau juga satrya tidak sembarang makan makanan pinggir jalan
"ini makanan restoran kok kak, wulan nggak beli di pinggir jalan" ujar wulan saat melihat satrya hanya menatap nasi goreng dengan kopi panas itu
"ngga, maksud kakak bukan begitu, kamu kok bisa beli kopi" ucap satrya bertanya
"bukannya kakak suka minum kopi, makannya wulan beli" ujar wulan
"kamu tau dari mana kakak suka ngopi" tanya satrya lagi
"tau waktu wulan yg ngatarin kakak kopi, waktu wulan masih kerja di kantor kakak" ujar wulan
"oh gitu, makasih yah, kalo gitu ayok makan" ucap satrya
"iyah kak" jawab wulan, lalu mereka pun sarapan pagi bersama
*** kantor satrya
ricko sedang mengganggu semua karyawan kantor, ricko menggombali karyawan wanita centil-centil itu, sella hanya melirik ricko dari jauh, ricko tau kalo sella sedang meliriknya, namun ia sengaja tak melihat,karna ia tampan jadi cari perhatian ke banyak wanita.
tak lama kevin datang memanggil "Ricko" panggil kevin
"loe nggak makan siang, gue mau makan siang nih, kalian juga istrahat makan siang, sebelum jam kantor mulai, jangan dengarin gombalan pria seperti dia" ucap kevin kepada wanita-wanita itu
"Dasar loe, so cool loe" ucap ricko sambil menabok lengan kevin dengan keras
"sakit anjir" ucap kevin
"ayok jalan, bye cantik" ujar ricko kepada wanita-wanita yg ada di situ, ricko & kevin pun berjalan keluar mencari makan siang di restoran kantor
sella pun juga pergi makan siang di tempat yg sama, sella berjalan di belakan mereka, namun bukan bertujuan mengikuti mereka, "loe ngikutin kita" tanya ricko saat berbalik belakan melihat sella
"nggak pak" jawab sella cepat
"trus loe kenapa ngikut kita dari belakan" tanya ricko, sella hanya diam kevin lansung berkata
"Ricko, namanya juga dia mau makan, bukan berati dia mengikuti kamu dari belakan" ujar kevin
"tapi buktinya dia ada di belakan kita" ucap ricko
"iyah namanya juga dia searah sama kita ke restoran kantor, kalo misalnya dia yg deluan, berati kita juga ngikuti dia dari belakan dong" ujar kevin
"tapi kita kan didepan" ucap ricko
__ADS_1
"aah ngomong sama loe gue yg jadi kayak orang bego, padahal loe nya yg bego" ujar kevin jengkel,
"maaf pak, saya akan pindah kesebelah" ujar sella lalu berbalik arah ke kanting sebelah
"nggak apa-apa mbak, kita kan sama-sama mau makan siang, ayok" ujar kevin
"ia pak kevin sama pak ricko duluan saja" ujar sella, lalu ia lansung berbalik arah ke kanting sebelah
"tuh kan sella nya sudah nggak ngikut lagi, playboy tapi begok" ujar kevin jengkel
"biarin saja lah dia nggak ikut lagi, gue kan cuma nanya bukan berarti gue ngusir dia dari belakan, loe marah-marah nggak jelas, jangan-jangan loe suka sama dia" ujar ricko curiga
"gue tuh nggak suka sama dia, tapi dia suka sama loe begok" ucap kevin emosih
"udah biasa gue di sukai sama banyak wanita, siapa sih yg nggak terpana sama ketampanan gue" ujar ricko sombong
"cuiiih najis, ternyata sella begok yah, bisa menyukai orang macam kayak loe" ujar kevin kesal
"anjir loe" ucap ricko, sampai di rumah makan, mereka pun memesan makanan yg mereka suka, tak lama makanan pun datang, lalu mereka berdua pun makan.
***
dari pagi sampai siang wulan hanya duduk di ranjang, wulan pun malas duduk trus, akhirnya ia bangun & cepat-cepat ganti pakain untuk jalan-jalan, sedangkan satrya masih saja kerja lewat laptopnya, banyak berkas-berkas yg ricko & kevin krim lewat emailnya.
"kak, wulan keluar dulu" ucap wulan yg sudah berganti rapi
"kemana" tanya satrya
"jalan-jalan" jawab wulan singkat
"kamu mau jalan-jalan sama siapa, kenalan kamu atau pacar kamu"
"jalan-jalan sendiri lah, kan wulan datang kesini juga mau jalan-jalan, bukan mau kerung diri di kamar" ucap wulan cuek
"sore saja kenapa, ini masih sangat panas" ujar satrya
"nggak, wulan sudah bosan di dalam kamar" ucap wulan tegas
"kamu bisa nggak nunggu kakak sampai sore" ujar satrya
"nggak mau, wulan sudah malas di dalam kamar, nanti saja kakak nyusul wulan gimana" ucap wulan
"saya bilang nggak bisa, kamu tunggu saya sampai jam 3 baru kita keluar jalan, apa susahnya sih" sahut satrya dengan nada tinggi
"aah tau gitu, nggak usah datang, supaya wulan nggak di ganggu" ucap wulan tanpa sadar dengan kalimatnya. ia pun kaget sendiri lansung menutup mulutnya
"oh jadi, saya datang kesini itu saya mengganggu kamu gitu,oke baiklah" ujar satrya menahan emosih
"ma..ma.maksud wulan nggak kayak gitu kak" ucap wulan gugup
__ADS_1
bersambung...