
pagi hari
wulan mendengar alarm nya berbunyi, wulan mengucek matanya, ia melihat jam pukul 5:30 pagi
biasa dirumahnya ia paling malas bangun pagi, namun sekarang ia sudah bersuami jadi mau tak mau ia harus bangun pagi menyiapkan sarapan untuk suaminya.
wulan melihat satrya yg masih tidur di sampingnya tak ada pergerakan walau pun alarm sudah berbunyi
"dasar kebo" gumam wulan, lalu ia pun turun dari ranjang & menuju kamar mandi melaksanakan ritual mandi paginya
selesai mandi wulan pun turun kebawah, untuk membuat sarapan paginya bersama suaminya
setelah selesai menyiapkan wulan naik kembali keatas membangungkan satrya
wulan masuk kedalam kamar, "astafirullah" kagetnya saat melihat satrya sedang mencari pakaiannya dengan memakai handuk yg ada di pinggangnya
"ada apa, kenapa kaget gitu?" tanya satrya melihat wulan yg kaget
"en..nggak kak" jwb wulan terbatah-batah
"kamu belum siapin saya baju kantor?" tanya satrya
"maaf kak" ucap wulan berjalan cepat2 kearah satrya & mencari pakaian yg akan di kenakan hari ini oleh satrya
"yg ini saja kak" kata wulan setelah melihat pakaian mana yg cocok untuk satrya hari ini, & memberikannya pada satrya
satrya pun menerimahnya & berkata
"kenapa nggak dari tadi siapinnya, biar saya nggak capek-capek cari lagi" ujar satrya
"maaf kak, wulan lupa tadi, wulan lansung turun kebawah membuat sarapan untuk kita" jawab wulan
"lain kali nggak usah sibuk buat sarapan, karna saya cuma minum kopi" ujar satrya
wulan hanya diam, "yah sudah kamu juga siap-siap" katanya lagi
wulan pun bersiap-siap karna hari ini ia harus ikut satrya ke kantor, karna kemarin saja ia sudah tak ikut akhirnya satrya marah
"saya tunggu di bawah" kata satrya lalu keluar & turun ke bawah
setelah selesai wulan pun turun kebawah, ia melihat satrya sedang membuat kopi & susu di gelas masing-masing
setelah itu, satrya memanggil wulan saat melihat wulan sedang turun tangga
"nih minum" ucap satrya memberikan susu yg ia buat itu kepada wulan, dan kopi untuk dirinya
wula menerima gelas yg berisih susu itu, ia melirik karna terharu di buatin susu oleh satrya "kak satrya baik banget" gumamnya
"minum, jangan cuma di lihatin, kamu takut saya racunin kamu" ucap satrya
"nggak" wulan lansung memimunnya
"baru juga di puji baik hum" gumam wulan dalam hati
"kalo pun di racunin aku pasti akan tetap minum karna kamu yg bikinin" wulan bergumam lagi sambil tersenyum
baru saja satrya ingin memimun kopinya wulan lansung merampasnya, & berkata
__ADS_1
"makan dulu baru minum, karna kopi kurang baik untuk kesehatan tubuh" ucap wulan cepat
"apa-apa'an kamu" kata satrya
wulan tak merespon, wulan malah menyendok nasih & sub kacang merah untuk satrya
"makan dulu kak" ucap wulan, satrya hanya berdiri melirik wulan dengan tak percaya karna wulan berani mengambil kopinya dari tangan nya
"kamu..." ucap satrya ia ingin marah, namun wulan kembali berkata
"kenapa kakak mau marah karna kopi kakak wulan ambil, nggak apa-apa marah aja kak, wulan ingin yg terbaik untuk kakak, wulan juga ingin kakak sehat terus sama seperti kakak yg memberikan wulan susu agar wulan sehat ia kan kak" kata wulan
bukannya jawab, satrya malah berkata "heum, ayok makan"
wulan tersenyum karna satrya tak marah padanya, lalu ia dan satrya pun makan, sarapan pagi
selesai makan wulan membawah piring-piring itu kedapur
satrrya melihatnya & berkata "biarkan bibi yg angkat ngapain kamu masih repot-repot, ayok cepat" ujar satrya
wulan pun berkata pada pembantunya "Bi tolong cuci piring nya dulu yah"
"ia nyoya" jawab bibi
"jangan panggil nyoya bi, panggil non saja" wulan melarang bibi untuk tak memanggilnya nyonya karna ia merasa sangat terhormat hanya karna ia istri nya tuan mereka
"tidak nyonya nanti tuan marah" jawab bibi itu
"tapi kan non sama aja bi, nggak mungkin marah lah dia" ucap wulan
"cihh dasar laki-laki kasar" ucap wulan pelan, pembantunya mendengar karna wulan masih di dekatnya
wulan pun meninggalkan bibi, lalu berjalan keluar, wulan & satrya pun masuk kedalam mobil bersama'an & wulan lansung berkata
"ngomong yg baik-baik jangan kasar-kasar" ucap wulan karna sudah kesal
satrya hanya meliriknya, lalu menjalankan mobil menuju kantor nya.
****
di mensionnya
pagi ini kelly juga sedang siap-siap karna hari ini ia ingin melamar kerja di Rumah sakit, sebenarnya kelly tak perlu melamar capek-capek karna Rumah sakit itu punya mereka sendiri
rumah sakit itu di bangun oleh almarum kakeknya,
"kell mau kemana kamu, pakai pakaian rapi begitu?" tanya mamanya
"mau pergi ke rumah sakit mah" jawab kelly sambil menyendok nasih
"ngapain ke rumah sakit, siapa yg sakit?" tanya mamanya lagi
"mau lamar kerja mah, bukan mau jenguk orang" ucap kelly
"ngapain lamar kerja, kan kamu bisa lansung kerja di rumah sakit kakekMu," kata mickael papanya yg baru saja datang
"nggak pah kelly mau lamar saja, mau lolos murni bukan lolos karna pake nama kakek, percuma dong kelly kulia capek-capek pada akhirnya kelly gunakan nama kakek buat di terima" jawab kelly
__ADS_1
"yah sudah terserah kamu, papa juga mau lihat kemampuan kamu sampai mana" ujar papanya
"belum tau yah pah kemampuan kelly" ucap kelly dengan senyum bangga
"yah sudah makan, nanti kalian terlambat" tegur mamanya
mereka pun makan, sehabis makan kelly pamit
"mah kelly pamit, doa'in kelly biar di terimah supaya kelly bisa pamer ke papa yg nggak percaya sama kelly ini" ucap kelly sengaja agar papanya dengar
"iyah sayang mama doa'in" ucap mamanya kelly pun menyalim tangan orang tua nya lalu pergi meinggalkan orang tuanya
kelly di jemput oleh kevin, karna kevin sudah berjanji ingin mengantar kelly
"aku kira kakak nggak jadi dateng" ucap kelly saat masuk kedalam mobil kevin
"ia datanglah, aku kan sudah janji sama kamu" jawab kevin Sambil mengacak-acak rambut kelly
"iih kakak rambut ku jadi berantakan aah" kelly mengerucutkan bibirnya, kevin merasa gemas ia lansung mengecup bibir kelly dengan cepat
"kakak cari kesempatan dalam kesempitan" ucapnya salting, kevin pun menjalankan mobilnya lalu berkata
"yah sudah rambutnya di sisir lagi, kan ada sisir di dalam tas kamu" ujar kevin
kelly mencari sisirnya namun tak ada, ia lupa membawah sisir
"aah lupa kak" ucap kelly
"yah sudah ayok kita beli sisir oke sayang" ucap kevin
"aah sayang" kelly lansung memeluk lengan kevin dengan manja, karna baru saja kevin memanggilnya sayang
"nggak usah kak" katanya lagi, lalu kelly pun merapikan rambut nya dengan tangan, karena kelly berambut air yg lurus
"udah rapi kan kak" ucap nya, kevin yg melihat pun memgangguk
"kamu ikat aja, biar kelihatan lebih rapih lagi, masa lamar kerja kayak gitu rambutnya" ujar kevin
"emang nggak baik yah kak" jawab kelly polos
"aku biasa interview orang, rambutnya di ikat kell, jadi mereka terlihat rapi" ucap kevin sambil menyetir
"hehehe oke kak" ucapnya sambil jarinya di bentuk oke👌
tak lama mereka pun sudah sampai di tempat tujuan yaitu rumah sakit
kelly pun turun, lalu ia pamit pada kevin
"kak doa'in kelly biar bisa di terimah" ucap kelly, kevin mengangguk & berkata
"kamu nggak lolos pun pasti tetap dapat kerja di sini kok" ujar kevin
"iih kakak kelly ingin lolos dari hasil kerja sendiri gimana sih" ucap kelly cemberut
"hehehe yah sudah masuk sana, kakak juga kembali ke kantar" ujar kevin, kelly pun pamit & berjalan masuk kedalam rumah sakit besar itu.
bersambung
__ADS_1