Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
ribet


__ADS_3

sampai di kamar, satrya masuk setelah wulan masuk


satrya melirik kesana kemari mencari meja rias wulan


"mana meja rias kamu?" tanya satrya saat tak menemukan meja rias wulan


"oh itu kak, masih di bawah, soalnya wulan nggak bisa bawah naik, terlalu berat" jawab wulan


"loh kenapa nggak nyuruh orangnya lansung bawah naik saja" tanya satrya


"aah wulan pikir wulan bisa bawah naik, makanya wulan menyuruh simpan saja di bawah kak" ujar wulan


"trus nggak bisa bawah naik kan, susah kamu, gimana sih" ucap satrya


"maaf kak, nanti wulan minta tolong sama bibi saja" ucap wulan


"kamu itu kayak orang nggak sekolah saja yah, gimana kamu bisa berfikir kalo itu nggak berat hah" satrya mengomel


wulan hanya diam tak menjawab


satrya yg melihat wulan hanya diam mematung itu, satrya pun kembali keluar lalu turun kebawah mengangkat meja itu


wulan pun ikut keluar, ia melihat satrya mengangkat itu dengan kesusahan karna terlalu berat


wulan pun berlari turun dari tangga untuk membatu satrya, malah dia di omelin lagi


"jangan lari, kamu itu berfikir dulu sebelum bertindak, bagaimana kalau jatuh dari tangga, kamu fikir nggak sakit, nggak mati, kamu fikir badan kamu itu besi hah" satrya mengomel


wulan pun lansung turun dengan diam, ia tak tau lagi harus jawab apa "huh salah mulu deh" gumam wulan dalam hati


"ngapain turun lagi kesini?" tanya satrya saat wulan sudah di depannya


"mau bantu kakak" jawab wulan dengan muka cemberutnya karena di omelin terus


"nggak usah, panggil pak slamet di depan, tadi saya lihat dia sedang nyiram tanaman" ujar satrya, pak slamet adalah suami dari pembatu apartemen ini, ia biasa kesini bersama istrinya untuk bantu-bantu


namun istrinya tak datang karena anaknya sedang sakit, jadi hanya dia sendiri yg datang untuk menyiram tanaman di apartemen satrya ini


"pak slamet datang yah kak" bukan nya pergi memanggil, wulan malah bertanya


"kalo nggak datang, trus siapa yg nyiram tanaman di depan, ayok sana panggilin" ujar satrya, lalu wulan pun pergi memanggil pak slamet


saat melihat pak slamet sedang menyiram, wulan pun berseru namanya


"pak slamet" panggilnya


"iyah nyonya" jawab pak slamet


"pak mau minta tolong" ucap wulan


"tolongin apa nyoya" tanya pak slamet


"tolong bantu suami saya pak, bantu angkat meja rias keatas kamar" ujar wulan, pak slamet pun mematikan airnya lalu berjalan mengikuti wulan yg sudah masuk lebih dahulu


"istri pak nggak dateng yah?" tanya wulan saat melihat slamet di belakangnya

__ADS_1


"maaf nyoya, anak saya sedang sakit, jadi dia izin tak masuk nyoya" jawab slamet


"yah sudah nggak apa-apa, udah bawah kerumah sakit pak?" tanya wulan lagi


"belum nyoya" jawab slamet


"oh, nanti pas mau pulang temui saya dulu yah pak, jangan asal pulang saja" ucap wulan


"baik nyoya" jawabnya lalu pak slamet pun membantu satrya mengangkat meja rias itu keatas


saat naik di tangga satrya & pak slamet kesusahan naik, wulan pun lansung membantu mengangkat meja itu


"berat bangat yah pak" ucap satrya saat kesusahan naik


"iyah Tuan" jawab pak slamet


satrya melihat wulan yg sedang membantu mereka, ia lansung berkata


"kamu buat minuman saja" ujar satrya,


"ia..tapi biar wulan bantu dulu" jawab wulan


"wulan" seruhnya


"ia..ia" jawab wulan lalu melepaskan meja itu, dan pergi kedapur membuat minuman untuk satrya & pak slamet


satrya & slamet pun mengangkatnya sampai di kamar, setelah itu mereka turun kembali, saat pak slamet ingin mengangkat cermin besar itu, satrya lansung berkata


"nggak usah pak, nanti saya saja yg angkat, ayok minum dulu" ucap satrya mengajak pak slamet ngopi


****


jam menunjukan pukul 5 sore, wulan sedang merapihkan alat make upnya


satrya hanya melihat wulan yg serius merapikan itu, satrya bertanya


"kamu nggak mau ikut makan malam" tanya satrya


"hah ikut kak" jawab wulan


"kamu sudah punya gaunkan untuk makan malam nanti" tanya satrya lagi


"gaun, aah kenapa harus gaun kak" tanya balik wulan, karena ia tak biasa ikut makan malam seperti yg satrya bicara ini, jadi ia masih bingung


"emang kamu mau pake apa, nggak pake gaun" tanya satrya lagi, wulan bingun dengan pembicaraan satrya


"emang harus gaun ya, kan cuma makan malam" gumam wulan dalam hati


"oh iyah wulan ngerti, udah punya kok kak" ucap wulan saat memikirkan makan malam seperti yg Ada di TV bersama suami-suami orang kaya itu,


"heum yah sudah, nanti baru beresin itu, ayok mandi, biasanya wanita itu yg paling ribet


wulan pun melepaskan itu, lalu ia pun pergi mandi, dari pada di omelin lagi


setelah 20 menit mandi, wulan pun keluar dengan handuk yg masih membaluti tubuhnya,

__ADS_1


satrya melihat pemandangan seperti itu, ia merasa terganggu, "kenapa dia begitu menggoda" gumam satrya dalam hati


wulan seperti itu hanya ingin terbiasa dengan suaminya, namun rasa gugup serta rasa malunya tinggi, ia memaksakan diri untuk tetap berjalan di depan satrya walaupun dengan setengah mati menahan rasa malu


"hhumm" wulan menarik nafas kasar saat sudah melewati satrya & lansung masuk kedalam ruang ganti (walk in closed)


"mau pake apa?" gumam wulan sambil memikirkan dres apa yg harus ia pake


****


setelah wulan berlalu dari depannya, satrya pun bergantian masuk mandi,


15 menit berlalu satrya sudah selesai mandi, namun tidak dengan wulan yg masih mencari dres mana yg ia harus pakai, handuknya masih di tubuhnya karena belum menemukan dres yg cocok ia pakai


satrya yg sudah selesai mandi berjalan kearah ruan ganti dengan hanya handuk yg melilit di pinggangnya


satrya kaget ia melihat wulan masih dengan handuk di tubuhnya, tubuh bagian bawah satrya sudah mulai beraksi, terangsang dengan tubuh mulus wulan


"ka.kamu kenapa belum ganti?" tanya satrya dengan suara yg serak akibat terganggu dengan pemandangan itu


"aa.anu..itu kakak nggak boleh masuk dulu" ucap wulan salting melihat satrya hanya memakai handuk yg di pinggangnya


satrya tak menjawab ia mencari pakaiannya dengan wajah memerah, karna telalu menahan sesuatu


"wulan kamu mau menggoda saya" ucap nya emosih karena ia sudah tak bisa menahan sesuatu itu


"nggak...wulan.." ucapan wulan terputus karena satrya lansung membumkan mulut wulan dengan mulutnya


ia menci**m wulan membabi buta, ia benar-benar tak tahan lagi m***mat b**ir ranum wulan dengan rakus sambil tangannya terus meramas punggung wulan yg telanjang


wulan hanya diam, ia seperti di sengat listrik, tibuhnya jadi patung, bibirnya diam tak membalas lu***tan satrya


melihat wulan yg hanya diam satrya lansung berkata "balas wulan" bisikannya


wulan tak membalas ia malah berkata "kak nanti kita terlambat" ucapnya


satrya lansung melepaskan lu***matan nya dan menghapus air luir dari bibir wulan lalu berkata


"jangan marah yah, saya melakukan karena kamu istri saya" ucapnya, wulan hanya mengangguk malu wajahnya memerah seperti kepiting rebus, lalu satrya pun mengecup pucuk kepalah wulan dengan manja


"ayok ganti" ucap satrya, wulan mengangguk lalu ia kembali berkata


"kak wulan nggak tau mau pake yg mana?" ucap wulan


bukannya menjawab satrya malah membantu wulan mencari dres yg bagus, dengan handuknya masih di pinggangnya


satrya mencari dres yg ia lihat hanya bertali satu semua "untuk apa baju-baju ini, kenapa semua seperti ini?" ucap satrya kesal karna ia melihat semuanya bertali satu


wulan hanya diam, ia juga sudah pikir kalau berani ia memakai dres bertali satu itu, pasti akan di marahi,


mata satrya tertuju pada dres yg maron itu sedikit tertutup,, ia pun berkata


"pakai ini saja" ucapnya, wulan pun menerimah dres itu lalu berlari ke kamar mandi dan ganti.


"bersambung"

__ADS_1


__ADS_2