
setelah selesai ganti, wulan keluar, lalu merias wajahnya di depan meja rias barunya
lalu satrya pun keluar saat sudah ganti pakaiannya, ia memakai jas seperti biasa & kaos warna putih di dalam, di padu dengan celana jeas hitam yg membuatnya semakin tampan
wulan melirik suaminya dengan tatapan mengagumi
"tampan sekali dia" gumam wulan dalam hati
satrya pun merapikan rambutnya, lalu ia menyemprotkan parfumnya sambil berjalan kearah wulan yg sedang menyatok rambutnya agar terlihat lebih rapih lagi2
"ngapain catok lagi?" tanya satrya
"biar rapi, soalnya rambut wulan kayak berantakan gitu" jawab wulan sambil menyatok
"rambut sudah seperti itu jangan di catok-catok lagi, entar rambutnya rusak" ujar satrya
wulan pun melepaskan catokan rambutnya, lalu ia pun kembali memoleskan bedak serta tak lupa dengan lipstik nya
satrya melirik jam di tangannya sudah menunjukan 6 magrib, jadi ia tak perlu membuat wulan buru-buru
satrya pun hanya duduk menunggu wulan yg sedang merias wajahnya,
setelah selesai, ia hanya menggerai rambutnya yg sudah di blow ujungnya
wulan melihat satrya yg sedang sibuk dengan laptopnya,
"sudah rapi, tapi malah sibuk dengan laptopnya, apa nggak capek, apa nggak bosan setiap hari laptop mulu yg di lihat" gumam wulan dalam hati
satrya melirik wulan yg berdiri di samping, ia merasa terhipnotis dengan kecantikan & kemolekan tubuh wulan
karena dres yg wulan pakai sangat cocok di tubuhnya, di tambah lagi rambutnya yg di gerai serta bibir kecil nya yg di beri lipstik
"kak..jam berapa kita berangkat" tanya wulan
satrya sadar dari lamunannya "ah ia" ucapnya
satrya pun melirik jam di tangannya, lalu berkata "baru jam 6:30" ucapnya
__ADS_1
"owh..jam berapa kita berangkat kak" tanya wulan lagi
"jam 7" jawab satrya, wulan hanya berohria
mumpun belum berangkat wulan merapihkan alat make upnya serta merapikan baju yg berserakan akibat satrya mencari pakaiannya & dengan pakaian dirinya, padahal ia sudah rapi tapi masih repot membereskan
satrya yg melihat wulan sibuk-sibuk ia pun berkata
"ayok jalan sekarang" ajaknya karena ia melihat wulan sudah rapi tapi masih sibuk dengan barang-barang padahal ia tau pulang juga masih bisa bereskan
"ia kak" jawabnya sambil menutup pintu lemari
"pulang juga bisa bereskan, kenapa sudah rapi-rapi gitu malah bereskan pakaian-pakaian itu" ucap satrya ngomel
"aah ngomel lagi kan, sehari aja nggak ngomel bisa nggak" gumam wulan dalam hati
"wulan hanya pikir saja, dari pada wulan duduk nunggu, mending wulan kerjakan apa yg belum beres" jawab wulan, ada benarnya juga hanya saja wulan sudah rapi, jadi satrya tak mau lagi melihat wulan seperti itu, ia merasa wulan tersiksa tinggal denganya karna kerja terus
"ayok jalan" ucap satrya mengangkat kunci mobilnya lalu berjalan keluar,
wulan pun dengan buru-buru mengambil tasnya lalu berjalan mengikuti satrya keluar
prak wulan baru sadar bahwa ia menabrak seseorang yg sedang berdiri di depannya
"aah maaf kak, wulan nggak sengaja" ucap wulan cepat
"hati-hari kalo jalan" ucap satrya, wulan mengangguk
saat wulan ingin turun ia menginjak tangga, satrya lansung menariknya pelan & melingkarkan tanganya di pinggang wulan
wulan kaget, ia pun melirik tangan satrya yg ada di pinggang
satrya & wulan pun turun bersama kelantai bawah, alasan ia memeluk pinggang wulan karena ia melihat wulan memakai hils yg tinggi,
sampai di bawah satrya lansung melepaskan tangannya di pinggang wulan lalu ia berjalan meninggalkan wulan yg masih mematung dengan dadanya yg dag..dig..dug
wulan hanya memegang dadanya yg bergetar, lalu ia berjalan mengikuti satrya dari belakan
__ADS_1
saat sampai di teras depan, wulan melihat ternyata pak slamet sedang duduk di tangga teras itu
"oh iya pak slamet, maaf pak wulan jadi lupa, maaf yah pak nunggu lama" ucap wulan kaget ia baru inggat kalo ia menyuruh pak slamet tak pulang dulu sebelum bertemu dengannya
satrya yg sedang berada di dalam mobil itu ia melirik wulan seperti sedang mengobrol dengan pak slamet
"wulan, masih ngapain" tanya satrya, karna ia tak ingin lelaki lain dekat dengan wanita cantiknya
"tunggu kak" jawab wulan, lalu ia pun mengeluarkan uang kes untuk pak slamet, karna kebetulan uang kes di dalam dompetnya masih sejutaan lebih
"pak maaf sudah menunggu lama; wulan hanya ingin kasih sedikit uang ini, untuk berobat anak pak slamet" ucap wulan sambil memberikan uang itu
"aah nyoya, ini hari bukan hari gajian saya" ucap pak slamet tanpa menerimah uang dari wulan
"pak ini bukan gaji bapak bulan ini, ini uang saya kasih untuk berobak anak bapak, tolong terimah yah pak" ucap wulan sambil menaroh uang itu di tangan pak slamet
"nyoya terimakasih banyak nyonya" ucap slamet ia merasa bersyukur
"ia pak, kalo gitu saya pamit dulu, bapak juga pulang sekarang & jangan lupa besok bawah anak bapak ke RS terdekat oke pak" ucap wulan di angguk oleh pak slamet
satrya yv melihat wulan memberikan uang kepada pak slamet ia merasa bingung, karna belum waktunya pak slamet gajian karna ini masih pertengahan bulan
wulan pun berjalan kearah satrya lalu masuk kedalam mobil satrya
"emang pak slamet sudah gajian?" tanya satrya
"oh itu, nggak kak, wulan hanya memberi sedikit uang untuk berobat anaknya yg sedang sakit" jawab wulan sambil merapikan rambutnya
satrya pun lansung menjalankan mobilnya meninggalkan apartemennya.
****
sella sedang duduk di ruang kerjanya ia memikirkan ricko yg mengajaknya pulang ke jakarta
"aah kenapa aku malah memikarkannya" gumam sella
tak lama ponsel sella berbunyi, "astafirulloh" ucap sella kaget.
__ADS_1
bersambung