Ceo Tampan Yang Galak

Ceo Tampan Yang Galak
apartemen


__ADS_3

wulan celingak-celinguk mencari satrya, namun tak melihat satrya, wulan pun bergumam "di mana sih, katanya sudah lama nunggu" sambil melihat kiri kanan.


wulan merasa malu karna semua orang melihat kearahnya "aduu malu banget gue, kanapa gue kayak orang bego yg sedang mencari orang sih" gumam wulan


tak lama satrya memanggilnya "wulan" panggil satrya sambil melambaikan tangan kepada wulan, wulan pun berjalan kearah satrya, "kenapa malah berdiri di sana" tanya satrya


"tadi pak kemana saja sih" wulan bertanya balik


"saya di toilet, kan sudah saya bilang nggak boleh panggil2 pak kalo di luar begini, nanti di kira orang, kamu selingkuhan sama bapak2" ucap satrya


"maaf..sudah biasa panggil pak" ucap wulan


"sudah biasa dari mana, perasaan baru hari ini kamu kerja, dulu kan sudah terbiasa panggil kakak kanapa sekarang berubah" ucap satrya


"iyah maaf" ucap wulan


"ada apa kakak ngajak saya ke kafe ini" tanya wulan


"emang salah saya mengajak calon istri saya ke kafe" ucap satrya,


"heeum, calon istri itu nggak ngajak lewat telfon, tapi lansung ke rumah biar orang tua tau kalo gue keluar sama loe" gumam wulan pelan sekali, namun masih di dengar oleh satrya, satrya tersenyum & berkata


"yah sudah nanti saya akan ngajak kamu lansung ke rumahmu, nggak lewat telfon lagi" ucap satrya wulan hanya diam.


"kamu mau minum apa, mau sekalian dengan cake coklat atau apa gitu?" tanya satrya


"nggak,,,wulan lagi lapar, soalnya tadi wulan belum makan" kata wulan


"oke,,, kalo gitu ayoh kita ke restoran XX saja" ajak satrya


"nggak usah kesitu, ikut wulan saja, wulan tau tempat yg enak makanannya" ucap wulan, satrya pun mengangguk,


satrya dan wulan menuju ke tempat yg di rekomendasikan wulan tadi, dengan mobil satrya

__ADS_1


"di bagian mana wulan" tanya satrya yg menyetir mobil


"itu kakak lurus saja, kita makan nasi goreng saja kak" kata wulan


sampai di tempat nasi goreng itu wulan berkata "kak berenti, di sini tempatnya" kata wulan


"haah di pinggir jalan ini wulan" tanya satrya kaget, karna wulan menyuruh satrya berenti di pinggir jalan yg banyak penjual nasi goreng & lain sebagainya


"iyah kak, ayoh turun" kata wulan


"kamu yg benar saja wulan makan di tempat seperti ini" kata satrya,karna satrya tidak biasanya dia makan di pinggir jalan, karna makanan yg biasa dia makan itu dari restoran yg berbintang.


"kak ayoh nggak apa2 tempat seperti ini, di sini itu manakannya murah2 tapi enak sekali, lebih dari yg biasa kakak pesan di restoran mahal" kata wulan


"nggak, saya nggak bisa makan di tempat seperti ini wulan" ucap satrya tegas


"oke kakak tunggu wulan di sini yah 5 menit" ucap wulan lalu turun dari mobil satrya, "ini anak benar2 yah aneh, anak orang kaya tapi suka makan di tempat yg seperti ini" gumam satrya sambil mengeleng kepalanya


satrya pun berkata "ke apartemen saja, kita makan di sana" katanya, wulan hanya diam,satrya kembali bertanya "apa kamu takut, di apartemen saya" tanyanya


"heum yah, yaudah di apartemen kakak saja" ucap wulan dengan nada yg takut


"jangan takut, saya nggak akan apa-apain kamu kok" kata satrya, satrya tau kalo wulan masih takut dengan ancamanya tadi sore lewat telpon, wulan hanya mengangguk, satrya pun melajukan mobil ke apartemennya,


sampai di apartemen, wulan & satrya pun turun, setela melihat wulan hanya berdiam diri di sampingnya satrya pun mengajak wulan masuk "ayok" kata satrya, satrya pun mengetik sandi pintunya setelah pintu terbuka satrya mengajak wulan masuk "ayok masuk wulan" kata satrya, wulan pun masuk


"oyah sandi pintunya ulang tahun kamu, kalo ada waktu2 kamu mau singgah main di sini" ucap satrya karna waktu setelah melamar wulan satrya pulang lansung mengganti kata sandi pintu dengan hari ulang tahun wulan, wulan kaget


"haah" wulan kaget


"jangan terlalu kaget, ayok, tunggu di ruang makan, saya ambil sendok sama piring" kata satrya, namun wulan mengikuti satrya yg berjalan kearah dapur dari belakannya, lalu satrya melirik


"kenapa kamu ikut, kamu tunggu saja di ruang makan" kata satrya

__ADS_1


"biar wulan yg ambil saja kak, kakak nunjukin saja tempat naroh piring & sendok" ucap wulan satrya hanya tersenyum & menunjukan letak piring & sendok2 nya setelah itu mereka berdua bersiap makan nasi goreng yg wulan beli tadi


"gimana kak, enak kan nasi gorengnya" tanya wulan, satrya hanya tersenyum & menganggukan kepalanya, setelah berapa menit nasi goreng pun habis, wulan membawah piringnya & piring satrya ke dapur untuk mencuci.


"kamu simpan saja di situ, nanti baru saya cuci" kata satrya


"nggak apa-apa wulan cuci sekarang saja" ucap wulan,


"nggak usah sibuk Lan, bairkan di situ nanti saya cuci" kata satrya lagi


"heum.." wulan tak menghiraukan omongan satrya, dia mencuci piring dengan malas tau , satrya hanya melihat wulan yg terus mencuci piring tanpa mendengar ucapan satrya,


satrya berguman "makin hari, bikin gue makin cinta ini cewek" ucapnya dalam hati sambil melirik wulan,


setelah selesai cuci piring wulan pun keluar dari dapur menuju ke ruang tamu, wulan melirik kiri kanan namun satrya tak ada "di mana dia" gumamnya


"kenapa, ayok duduk, atau kita nonton saja" ucap satrya yg baru saja turun dari kamarnya, wulan hanya diam


"ayok kita nonton saja, bagaimana?" tanya satrya, wulan mengangguk, satrya & wulan pun menuju ruang tv sampai di sana mereka menonton film barat, wulan & satrya sangat serius menonton film itu tak lama ada adengan ciuman, wulan malu & bergumam dalam hati, "kenapa ada adengan seperti itu saat gue dengan kak satrya sendiri yg nonton" ucap wulan dalam hati


satrya serius mononton film karna dia sudah terbiasa nonton film yg ada adengan2 seperti itu, malah lebih dari itu namanya juga pria dewasa, satrya melirik wulan yg sudah merah merona di pipi kanan & kirinya karna malu,


"wulan" panggil satrya, wulan hanya diam, satrya pun duduk menggeser sedikit kearah wulan. wulan yg melihat pergerakan satrya dengan mata sebelahnya, dia sudah benar2 gugup "apa yg akan di lakukan kak satrya" ucapnya dalam hati


"wulan kamu nggak apa2 kan" tanya satrya, wulan hanya menggelengkan kepalanya tanpa melihat satrya, karna dia benar2 gugup sekarang.


bersambung....


maaf kalau masih banyak tipo🙏


tolong koment, like & vote yah🙏


biar author semakin maju untuk menjadi penulis, karna ini novel pertamaku

__ADS_1


__ADS_2