
"lain kali jangan seperti itu, saya bukan majikan/tuan kamu, saya suami kamu" ucap satrya setelah ia selesai makan
"maaf kak, takutnya kakak marah karna wulan belum mandi" jawab wulan yg masih makan
"saya memang jaga kebersihan, tapi nggak mungkin saya jorok dengan istri saya" ucap satrya dengan nada marah, wulan hanya diam
satrya masih menunggu wulan yg masih makan,
"kakak maaf" ucap wulan tiba-tiba ia takut di saat satrya berbicara pake nada tinggi
"yah sudah makannya cepat, saya mau berangkat" ucap satrya
wulan pun dengan cepat menghabiskan makanannya, setelah itu ia minum air
satrya yg melihat wulan seperti itu, ia hanya tersemyum, ia merasa bersalah + lucu wulan takut padanya
"kapan dia bersikap santai & dewasa melarang saya ini itu" gumam satrya dalam hati, ia ingin istrinya melarang hal-hal yg tak baik, seperti berkata kasar
"ayok kak" ujar wulan sambil membawah tas kantor satrya, satrya pun mengikuti wulan dari belakan sambil melihat wulan yg serius membawah tasnya
satrya lansung berjalan sejajar dengan wulan lalu memeluk pinggang wulan
wulan kaget saat satrya memeluk pinggang kecilnya
"kamu jangan kemana-mana yah" ucap satrya saat wulan melihat wajah satrya dengan kebingungan
"ia kak" jawabnya
sampai di mobil satrya, wulan memberikan tas itu padanya, lalu starya mengacak rambut wulan & berkata
"jangan kemana-mana yah, walaupun sahabat-sahabat gila kamu itu yg ngajak, saya nggak mau dengar dari orang suruhan saya, bahwa kamu di sini/di situ, saya mau kamu tetap di rumah oke" ujar satrya panjang lebar,
"ia kak" jawab wulan
"oke saya pergi dulu" ucap satrya lalu masuk kedalam mobilnya & membawah mobilnya keluar dari pekarangan apartemennya meninggalkan wulan
wulan pun kambali masuk dengan wajah berseri-seri karna pagi ini ia merasa satrya perhatian padanya, & satrya menganggapnya istri,
satrya selalu menganggapnya istri hanya saja rasa gensinya itu yg membuatnya cuek
****
sampai di kantor satrya lansung menuju ruangannya, ia bertemu kevin saat kevin ingin berjalan ke ruangannya membawah map
"kevin" panggilnya
"eeh bos sudah datang, ini bos saya mau menaroh ini di meja bos, saya pikir hari ini bos belum bisa masuk" ucap kevin panjang lebar
"kamu cerewet sekali yah kev" ucap satrya melihat kevin yg banyak bicara
satrya pun membuka pintu ruangannya lalu ia & kevin pun masuk sambil megobrol
"bos gimana sih, banyak bicara di bilang cerewet nggak banyak bicara di bilang sariyawan" ujar kevin
"heum ricko mana, apa dia sudah masuk kerja?" tanya satrya
"sudah bos, katanya bos yg nelpon dia yah, suruh pulang" tanya kevin
__ADS_1
"ia, emang kenapa dia ngamuk karna itu?" tanya satrya
"ia dia marah banget bos, marah saya juga, katanya kita berdua sama bos" ucap kevin melapor
"ngapain cuti lama-lama, karjaan banyak, nanti kalo sudah punya istri baru saya kasih izin cuti kalian sepuasnya" ucap satrya
"heum trus gimana keadaan istrinya bos, apa baik-baik saja?" tanya kevin
"sudah, oyah nanti kamu tolong suruh si ricko keruangan saya" ucap satrya, lalu kevin pun keluar dari ruangan satrya
satrya memeriksa berkas-berkasnya, tak lama ada yg mengetuk pintunya
"masuk" ucap satrya, ricko pun masuk dengan tampang kesal
"kamu kenapa mukanya seperti itu?" tanya satrya
"ada apa panggil saya kesini?" tanya balik ricko
"kenapa malah kamu yg tanya saya" ucap satrya, ricko hanya diam ia malas sekali berbicara dengan satrya karna masih kesal
"kamu seperti orang tua keriput tau nggak kalo wajah kamu di buat seperti itu" ucap satrya menggoda ricko
"gue itu belum puas cuti, kenapa malah telpon gue suruh pulang, kan bos sudah masuk hari ini" ucap ricko
"ini di kantor, bicara yang sopan" ucap satrya
"aah ia ia" jawab ricko dengan kesal
"saya besok mau cuti, saya menyuruh kamu pulang karna si kevin sendiri nggak bisa nangani rapat sendirian" ucap satrya
"tapikan cuti saya belum habis bos" jawab ricko
"alaa bohong, palingan juga cuti lama-lama di ancam" ucap ricko tak percaya
"terserah kamu, mau percaya atau tidak" ucap satrya santai
"ini orang benar-benar bikin emosih yah" gumam ricko dalam hati
"oyah hari ini jadwal rapat jam berapa & ada berapa rapat hari ini?" satrya menanyakan jadwalnya hari ini
"hari ini ada 2x rapat pak, ada jam 9 pagi ini sama jam 3 sore, oyah sekalian makan malam bersama CEO pak fernandes dari perusahaan XXX jam 7 malam bos" ucap ricko membaca jadwal dari mapnya
"oke baiklah, kamu boleh keluar" ucap satrya, ricko pun pamit keluar dari ruangan satrya
satrya menelpon wulan "Apa barangnya sudah di antar" ucap satrya saat panggilan tersambung
"yah kak, udah di antar kok" jawab wulan
"oke..saya tutup dulu" ucap satrya lalu ia pun lansung mematikan telpon begitu saja, padahal wulan masih ingin berbicara dengannya
****
"huu suami minta di tabok, untung dia jahat, kalo aku yg jahat udah aku tabok" ucap wulan pada ponselnya karena satrya mematikan telpon begitu saja
"gimana mau bawah naik keatas yah, barangnya aja besar, berat lagi" gumam wulan saat ia mencoba mengangkat meja rias itu
karena cerminnya masih terpisah, ia pun kembali mencoba mengangkat cermin itu, namun sama berat
__ADS_1
"kalo aku paksain bawah ini, yg ada ini jatuh & pecah, yg jelas nanti aku akan di marahi sama si dia" ucap wulan
ia bingung mau minta tolong pada siapa, karena pembantu tak ada, sekuriti pun pria, tak mungkin ia membawah pria masuk kedalam kamar saat ia hanya sediri dalam rumah itu
"huuh susah yah nggak ada pembantu" gumamnya lalu ia pun kembali duduk di sofa itu sambil melirik meja itu
****
jam menunjukan 4 sore, satrya baru selesai rapat, ia pun bertanya kembali pada ricko
"Rick jam berapa tadi kamu bilang, makan malam bersama CEO fernandes nya" tanya satrya
"jam 7 malam bos" jawab ricko
"apa saya perlu membawah istru saya" tanya satrya lagi
"dari bos saja, tapi Pak fernandes belum tau kalo bos sudah punya istri, karna ia ingin menjodohkan anda dengan putrinya, mungkin putri nya juga sebentar malam akan ikut" ucap ricko
"gitu yah, oke kalo gitu, kamu nggak usah ikut. biar saya sama istri saya saja" ucap satrya, ricko pun mengiyahkan
****
di dapur wulan sedang siap untuk memasak makan malam, ia ingin bertanya pada satrya, mau makan apa malam ini, namun ia takut
ia memikirkan masak apa untuk makan malam nanti
tak lama ia mendengar suara sepatu bunyi, berjalan memasuki ruang tamu
"siap yah, dia nggak mungkin pulang jam segini, ini baru jam 4 perasaan" gumam wulan
"wulan" panggil satrya, wulan kaget
"aah dia ternyata" ucap wulan sambil mengelus dadanya karena ia sudah takut bahwa itu orang lain bukan suaminya
"kamu kenapa" tanya satrya melihat wulan yg kaget
"wulan pikir maling kak, makanya wulan kaget" jawab wulan
"bagaimana bisa maling masuk kesini, sedangkan apartemen ini di jaga ketat sama bodyguard saya" ucap satrya
"hah emang banyak yah penjaga di sini kak" tanya wulan, karena selama ia tinggal di sini ia tak melihat orang lain selain sekuriti nya
"sudah jangan mikir yg aneh-aneh" ucap satrya
"oyah kak, wulan mau tanya, kakak mau makan apa malam ini? biar wulan masak" tanya wulan
"nggak usah masak, malam ini kita akan keluar makan bersama rekan bisnis saya" ucap satrya
"owh gitu yah kak" jawabnya
"kamu seperti orang kebingungan, saya mau kamu ikut saya, kita makan bersama rekan bisnis saya, apa kamu nggak ngerti" ucap satrya bertanya lagi
"ngerti kok kak, yah sudah kalo gitu wulan nggak masak" jawab wulan
wulan pun lansung mengambil tas dari tangan satrya lalu membawah naik keatas kamarnya
satrya melihat wulan malah dia yg jadi kebingungan
__ADS_1
"aneh" gumam satrya lalu ia mengikuti wulan pun naik keatas kamar mereka
"bersambung"