
jam 7:35 satrya sudah sampai di kantornya, satrya lansung masuk kedalam ruangannya, lalu menelpon ricko "rick meeting pagi ini jam berapa" tanya satrya
"jam 8 bos" kata ricko lewat telpon
"oke, kamu siapkan berkas-berkasnya, kalo sudah jm 8 pas beritahu saya" kata satrya mematikan telponnya
jam 8:00 ricko mengetuk pintu rungan satrya "masuk" ucap satrya dari dalam
"bos, sudah jam 8, pak fernandes dari perusahaan XX sudah menunggu anda di ruang meeting tamu" ucap ricko
"baiklah, ayok" ujar satrya, satry & ricko pun berjalan keluar menuju ruang meeting tamu, karena kantornya satrya punya ruangan meeting yg berbeda untuk tamu & untuk karyawan kantor.
sampai di sana satrya menyapa "selamat pagi pak fernandes &.." ucap satrya kepada mereka berdua namun satrya tak tau nama wanita di samping pak fernandes dari perushaan XX itu
"selamat pagi juga Pak satrya,oyah ini katryn namanya, ibu katryn sekertaris saya, pak satrya" jawab pak fernandes, ketrin pun tersenyum genit kearah satrya
"pagi pak satrya,kenalkan, nama saya katryn, pak satrya" ucap katryn menyodorkan tangannya kearah satrya agar berjabat tangan dengan satrya
"iyah ibu katryn, selamat pagi" ucap satrya berjabat tangan dengan katryn
katryn benar2 merasa melayang karena di senyum balik oleh satrya & tak ingin melepas tangan satrya "benar2 tanpan dia, pria idaman para wanita banget, ganteng, tinggi, kaya lagi gue harus dapetin dia gimana pun caranya" gumam katryn dalam hati, satrya merasa risih dengan sekertaris pak fernandes itu, satrya pun lansung membuang tangan ketrin yg tak ingin melepas tangannya dengan kasar.
"ayok pak fernandes, ibu ketrin & pak satrya, kalo begitu meetingnya kita mulai sekarang yah" ucap ricko yg berdiri di depan layar tancap besar itu
lalu meeting pun mulai, setelah membahas semuanya, jam 9:30 baru selesai meeting, setelah selesai meeting satrya berucap "terimakasih pak fernandes atas kunjungan & mau bekerja sama dengan chevron corp" ucap satrya, sambil berjabat tangan dengan pak fernandes
"sama-sama pak satrya, karna sudah mau menerimah kerja sama ini, kapan2 saya mengajak pak satrya & pak ricko makan bersama apa boleh"? kata pak fernandes & bertanya.
"iyah pak, boleh saja pak fernandes" ucap satrya, ricko mengangguk sambil tersenyum
"oke pak kalo begitu kami permisi pulang, mari pak satrya, pak ricko" ucap pak fernandes,
sebelum berjalan mengikuti pak fernades, katryn berbisik kepada satrya "pak satrya, kapan2 saya mengajak makan berdua bisa" ujar ketrin, satrya hanya tersenyum, karena tak tau harus berkata apa dengan wanita centil itu
pak fernandes & sekertarisnya pun pulang.
"ricko, apa lagi agenda2 hari ini" tanya satrya
__ADS_1
"masih ada meeting dengan karyawan jam 2 siang pak" ucap ricko
"meeting apa, kalo nggak terlalu penting kamu sama kevin saja yg urus, soalnya saya mau keluar saat jam makan siang nanti" ucap satrya
"pak ini penting, karena ini rapat bulanan" ujar ricko
"heum bulanan yah, ya sudah kalo begitu, ayok lanjut kerja" ucap satrya lalu berjalan menuju ruangannya.
***
di rumah wulan, wulan hanya kesal sendiri di kamarnya, karena pagi tadi satrya menjawab telponnya dengan kasar "dasar manusia Kasar" gumam wulan
"kalo udah punya pacar kenapa juga harus lamar gue, kenapa juga gue berharap banget sama orang kasar itu sampe2 gue ngorbanin air mata gue"
"iihh pengen gue lempar tu kepalahnya biar bocor, & nggak pikirin buat sekingkuh mah gue lagi"
tak lama telpon wulan berbunyi, wulan pun mengangkat "iyah cika, ada apa" tanya wulan, ternyata yg telpon cika
"Lan katanya loe lagi sakit yah" tanya cika
"iyah cik, tapi agak baikan kok, karna cuma kepala yg sakit karena pusing" ujar wulan
"heum kapan nikah, kenapa nggak antar undangan ke rumah cik, entar mama marah lagi kalo kamu undang tapi nggak datang di rumah" ujar wulan
"iyah nanti gue antar karena gue takut loe nggak di rumah, jadi gue telpon memang dari sekarang, acara nya masih lusa Lan" ucap cika
"oke beb, tapi gue pergi sendiri bolehkan, soalnya gue takut, pacarnya kak zatrya marah" ucap wulan
"Hah..emang kak satrya punya pacar" tanya cika kepo
"iyah..punyalah orang ganteng, kaya, gimana nggak punya" ujar wulan
"kamu yg betul saja, apa kamu sakit kepala karena nangis mikirin itu yah Lan" tanya cika
"udah ah..nggak usah bahas lagi, gue mau istrahat, karna baru habis minum obat bye" ucap wulan lalu ingin mematikan telponnya namun di tahan cika
"tunggu dulu Lan, gue mau bilang, sore gue kerumah, mau kesitu sekarang sekalian jenguk loe, tapi gue masih sibuk, jadi jangan marah yah Lan" ujar cika
__ADS_1
"iyah nggak apa2 cika, kalo gitu gue matiin yah loe kan lagi sibuk" ucap wulan
"iyah Lan, jangan mikirin kak satrya, mikirin aja bagaimana kamu seperti dulu yg tak merasa tertekan dengan cinta" ujar cika lalu mematikan telponnya
wulan kembali memikirkan ucapan cika "iyah benar, gue nggak boleh sedih, gue harus jadi wulan yg dulu lagi" ucap wulan pada dirinya sendiri
**
di kantor satrya, jam sudah menunjukan jam makan siang satrya masih sibuk dengan berkas-berkasnya,
tak lama kevin masuk tanpa mengetuk
"bos, nggak makan siang" tanya kevin, satrya hanya heum.
"bos, nona wulan hari ini nggak masuk yah" tanya kevin lagi,& satrya tetap heum
"terserah bos deh, mau jawab apa, mending saya makan siang" kata kevin lansung keluar karena sudah malas dengan satrya yg cuek tanpa menjawabnya
setelah kevin keluar barulah satrya sadar kalo wulan tak masuk, karena tadi pagi izin lewat telpon. satrya pun menelpon wulan untuk menanyakan kenapa nggak masuk kerja
"wulan, kenapa hari ini kamu izin tak masuk" tanya satrya setelah panggilan tersambung
"owh satrya yah, maaf nak ini tante mamanya wulan" ujar mamanya wulan lwt telpon
"oh iyah tante, maaf saya pikir ini wulan" kata satrya
"owh iyah satrya, wulan tak masuk karena wulan lagi tak enak badan" ujar mamanya wulan
"owh gitu yah tante" kata satrya
"oh yah, kalo satrya mau bicara dengannya, tante bangunin dia, soalnya dia lagi tidur sehabis minum obat" ujar mamanya wulan
"nggak usah tante, saya cuma mau tanya itu saja tante, kalo gitu saya matiin dulu tante" ujar satrya "iyah satrya" ucap mamanya wulan, lalu satrya mematikan telponnya
satrya kembali melanjutkan aktifitasnya, saking cueknya ia sama sekali tak memikirkan wulan sakit apa, sama sekali tak berfikir tentang wulan sedikit pun, wulan sakit juga karena ulahnya,& padahal hatinya berkata kalo dia sudah benar2 mencintai wulan.
bersambung.
__ADS_1
teman2 terimakasih karena masih mau sabar menunggu kelanjutannya.
maaf masih banyak tipo yeorobun ❤ saranghe