
Sembari menyeruput kopi panasnya, pagi itu Yuda yang sudah berpakaian rapi dan hendak pergi ke kantornya terlihat sedang menelfon seseorang.
" Iya pak!!" Terdengar suara seorang pria yang langsung mengangkat panggilannya.
" Posisimu dimana sekarang??" Sambil berusaha menjauh dari tempat duduknya sekarang, karena Arin terlihat sedang sibuk mempersiapkan sarapan pagi dengan menatanya di atas meja makan.
" Saya sedang mencari informasi tentang Pak Surya."
" Bagaimana? apa ada hasil yang kau dapatkan?" Tanyanya penasaran.
" Iya pak, seperti dugaan bapak, ternyata Pak Surya bukanlah orang yang bersih dari dosa, dia itu memiliki beberapa kasus yang bisa bapak jadikan senjata untuk menekannya."
" Yesss!! sesuai sekali dengan perkiraanku. Apa saja itu? coba sebutkan." Tanyanya lagi antusias
" Dia itu terlibat banyak kasus penyuapan juga penggelapan dana proyek pemerintah pak."
" Oh ya??"
" Iya benar pak, bahkan dia tidak segan-segan menggunakan segala cara untuk memuluskan tujuannya."
" Woowww...ini kabar yang sangat baik!!"
" Iya, sama persis seperti anda saat ini." Lanjut asistennya namun dalam hati.
" Apakah bukti yang kau dapatkan lengkap? jangan sampai nanti dia melaporkan kita balik jika datamu tidak lengkap dan relevan."
" Bukan cuma lengkap pak, tapi sangat lengkap. Saya mendapatkannya dari sumber terpercaya. Dan saya dapatkan itu tidak secara cuma-cuma, saya harus mentransfer sejumlah uang ke rekeningnya pak."
" Baguss....kamu tunjukkan saja bukti semua dana yang sudah kamu keluarkan, biar nanti Lena yang mentransfernya juga bonusmu sekalian!!" Katanya menyebut nsma bendahara kantornya.
" Yeeesss!!!" Sorak asisten Yuda dalam hati.
" Lanjutkan tugasmu seperti yang sudah aku jelaskan kemarin. Jaman sekarang itu mana ada yang gratis. Aku tidak perduli dengan uang yang sudah kukeluarkan, yang penting usaha garmenku segera berdiri. Kamu urus semuanya, dan buat jadwal pertemuan dengan Pak Surya."
" Iya pak, tenang saja pasti semua beres, bapak bisa andalkan saya. Saya yakin dengan informasi yang saya dapatkan, bapak akan dengan mudah memukul mundur Pak Surya agar tidak mencampuri urusan bapak lagi."
__ADS_1
" Hahaha...aku tidak sabar melihat tampang bodohnya itu karena ketakutan dengan ancaman kita."
" Oh iya pak!! ada satu kasus yang saya jamin Pak Surya bakalan kelimpungan jika bapak menggunakannnya untuk menjatuhkan dia."
" Apa itu??" Sambil memicingkan matanya.
" Dia ternyata ada hubungan dengan salah satu istri pejabat di wilayah A, bahkan saya sudah dapatkan bukti videonya....hahaha....saya ingin tertawa jika melihat dia di video itu pak, ternyata cuma segitu tenaganya hahaha!!"
" Dan saya yakin, tidak ada seorang pria manapun yang berani berkutik jika perselingkuhannya diketahui istrinya."
" Hahaha....sangat menarik. Pokoknya besok saat pertemuan dengan Surya, jangan sampai ada satupun bukti yang tertinggal. Enak aja dia mau main-main sama aku!!" Katanya antusias.
" Siaap pak!! Pokoknya bapak terima beres dan duduk manis saja pak!!"
Yuda mengangguk-anggukan kepalnya. Dia tidak habis pikir dan hanya nyengir saja mendengar cerita asistennya tadi. Pasti akan sangat lucu jika membayangkan laki-laki bertubuh tambun itu menjadi pemain utama di video yang akan dia jadikan alat untuk menekan rivalnya tersebut. Dan yang lebih seru lagi, pasti dia akan memohon-mohon pada Yuda jika dia mengancam video mesumnya itu akan dibocorkan pada keluarganya.
Yuda hampir saja tergelak, namun langsung ditahannya, dia tetap harus menjaga wibawa di hadapan asistennya tersebut.
" Ehemmm....oke. Kamu nanti temui saya di ruangan ya, saya ingin lihat hasil kerja kamu. Jika hasilnya memuaskan saya kasih kamu bonus dua kali gaji."
Yuda tersenyum smirk membayangkan sebentar lagi dia akan segera menjatuhkan lawannya, dan tinggal selangkah lagi tanah itu bisa dia miliki dan juga.
Setelah tiba di kantor, asisten Yuda berjalan tergesa-gesa menuju ruangan bosnya, kali ini wajahnya terlihat sumringah membayangkan bonus yang akan diterimanya nanti. Dia amat yakin hasil kerjanya kali ini akan membuat Yuda tersenyum puas.
" Ssstttt.....tumben wajahnya secerah mentari, lagi falling in love ya?? Mau kemana sih??" Goda sekretaris Yuda.
" Mau ke ruangan bos. Doain aja ya kerjaku kali ini bikin si bos bahagia, dan bonusku cair."
" Pantesan semangat. Kalau bonus cair jangan lupa sedekahnya ya...!!"
" Tenang.....aku traktir somay Bang Suep sepiring dan boleh nambah kalau perutnya masih muat hahaha...!!"
" Idihhh....kelas lo nraktir abal-abal, nggak sesuai ama jabatan. Si Udin OB aja pdkt ama gebetannya nraktir di lesehan ayam bakar, masak asisten si bos nraktirnya somay keliling."
" Jangan ngikutin orang-orang, kita harus punya style sendiri biar nggak dibilang pengekor cinnn!!"
__ADS_1
" Hahhh...bilang aja ngirit pake ngeles segala."
" Hisss...jangan keras-keras kedengeran orang nggak enak."
" Ya kalau mau enak tambahin MSG aja." Sambil ngeloyor pergi.
" Dasar cewek....diajarin hidup sederhana malah nggak terima." Katanya sambil berjalan menuju ruangan Yuda.
" Permisi pak!!"
" Ya masuk." Jawab Yuda sembari masih terus menatap layar laptop di hadapannya.
" Sini cepat, aku tidak sabar ingin melihat sumber kehancuran dia yang sebentar lagi ada di depan mata si Surya itu." Katanya sambil kemudian mendekati asistennya.
" Ini pak." Berjalan mendekat sembari memberikan sebuah amplop berwarna coklat.
Yuda membukanya, dan terlihat beberapa lembar foto yang terlihat jelas diambil secara diam-diam, karena posisi kamera sedikit jauh dan terkadang ada obyek penting yang menghalangi pengambilan gambar sehingga harus difoto secara berulang-ulang."
" Mana video itu??"
" Ini pak." Sembari menyerahkan sebuah flash disk yang diambil dari saku bajunya.
Yuda segera mencolokannya pada laptop. Terlihat sebuah adegan yang memang tidak layak dikonsumsi untuk umum. Dua orang dewasa yang notabene memiliki jabatan penting sedang dimabuk asmara. Yuda menutup mulutnya, tak lama terlihat gelak tawanya yang menggelegar memenuhi ruangannya. Asistennya cuma senyum-senyum saja karena sebelumnya dia sudah tau apa yang membuat bosnya itu tertawa terbahak-bahak.
" Hahaha...mimpi apa aku semalam lihat adegan begituan." Katanya sambil terus tertawa bahkan semakin keras.
" Bagus sekali kerjamu...Kamu sekarang pergi ke ruangan Lena, dan cairkan ini." Katanya sembari mengambil sebuah cek dari dalam laci meja, dan menyerahkan pada asisstennya.
" Woww...beneran ini pak??" Membelalakan mata tak percaya.
" Mau nggak? apa aku ambil lagi?"
" Ehhh...nggak...nggak pak!! kalau begitu saya permisi pak!!" Sambil buru-buru pergi karena takut bosnya itu berubah pikiran.
" Hahaha....tamat riwayatmu Surya!!! Kamu mau main-main sama aku. Bukan aku yang hancur, tapi sebaliknya kamu akan memohon keselamatan di kakiku untuk kehancuranmu hahaha!!"
__ADS_1
Entah setan mana yang telah menjerumuskan akal sehat Yuda. Demi untuk bisa mendirikan usahanya bersama Maya, dia sampai melakukan hal-hal yang tidak semestinya, dan ini bahkan belum pernah dilakukan selama pengalsmannya menjadi seorang pengusaha yang bisa dibilang sukses karena sebuah kerja keras tanpa embel-embel permainan kotor ataupun perbuatan licik dengan menjatuhkan orang lain demi kelancaran usahanya.