CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
KETAHUAN


__ADS_3

Maya kembali mengernyitkan dahinya, dia sedikit bingung dengan kalimat yang baru ditulis Yuda.


" Apa sih Yud maksudmu? Aku nggak paham sama sekali, Janji apa? Kapan aku bikin janji sama kamu?"


" Hemmm orang yang aneh....nggak ada angin nggak ada hujan, marah-marah nggak jelas. Habis makan apaan sih tuh orang!!" Omel Maya dan masih sempat terdengar Jenny.


Setelah membalas chat pada Yuda, kemudian Maya meletakkan hpnya namun masih dengan ekspresi wajah yang sedikit bingung dan sedikit kesal


" Duhhhhh....semoga Om Yuda nggak langsung membalas chat mama, biarkan aku nikmati pizza dulu ya Allah, sebelum mama memarahiku dan mengomel panjang lebar." Doa Jenny dalam hati.


Dia pura-pura tidak tau yang sedang dipikirkan mamanya. Karena lambat laun, semua pasti akan terbongkar juga. Namun Jenny tidak ingin merusak suasana makan siangnya dan berharap mamanya jangan mengetahui dulu persoalan sebenarnya.


Tak lama pesanan mereka datang.


" Harummm...!!" Gumam Jenny sembari menghirup aroma yang keluar dari pizza yang masih panas, sambil tangannya siap mengambil potongannya yang terlihat menggoda iman.


" Doa dulu Jenny." Menjauhkannya dari anaknya yang siap meraih potongan pizza itu.


" Hehehe....khilaf mah liat yang begituan."


" Kebiasaan!!"


Setelah berdoa dan menyemprot tangannya dengan cairan khusus pembersih kuman, Jenny segera menarik potongan pizza yang terlihat mangih mengeluarkan asap itu.


" Hemmmm...enaknya mah." Gumam Jenny. Maya hanya tersenyum saja melihat anak semata wayangnya itu begitu menikmati makanan yang baru mereka pesan.


" Enak mana sama masakan mama?"


" Masih enak masakan mama sih..."


" Terus kok malah minta pizza?"


" Ya kan Jenny pengen cari suasana baru mah biar nggak monoton."


" Kamu tuh bisa aja."


" Ingat!! Habisin ya." Katanya lagi.


" Tenang aja mah, pasti Jenny habisin."


Maya mengambil satu potongan pizza kemudian memasukkan ke dalam mulutnya, dengan satu tangan kembali memegang hpnya, karena dilihat chat yang dia kirim telah dibalas.


" Apalagi sih ini?"


" Kapan aku di daerah X? sedari pagi kan aku rapat di sekolahan Jenny. Lagi mimpi buruk nih orang kayaknya. Sembari membalas kembali chat yang baru dikirim Yuda.


Jenny yang mendengar gerutuan mamanya langsung terbatuk-batuk.


" Jenyyyy....pelan-pelan dong makannya, nggak ada yang mau ngerebut makanan kamu juga."


" Iya mah maaf, Jenny terlalu semangat...enak banget mah." Sembari menenggak minuman di gelasnya.


" Kamu tuh kayak nggak pernah makan pizza aja, sampe kemaruk gitu."

__ADS_1


" Hihihi." Jenny hanya nyengir kuda aja.


" Duuuhhhhhh...aku harus cepat habisin makanan ini, sebelum perang terjadi. Kayaknya mama lagi chatan sama Om Yuda." Kata Jenny dalam hati.


Jenny memang sengaja makan dengan cepat, karena dia paham, jika sampai ketahuan dialah si pembuat onar itu, maka tanpa basa basi Maya akan mengajaknya pulang, dan tidak perduli dengan pizza yang dipesannya tadi. Itu artinya, Jenny akan kehilangan sisa pizza yang masih ada.


" Mama kok cuma dikit gitu makannya? Ayo habisin, sayang kan udah beli mahal-mahal? Mama ngga suka ya?" Masih dengan mulut penuh.


" Bukannya nggak suka, mama sengaja menghindari makanan yang begituan, usia mama ini kan nggak muda lagi, harus pilih-pilih kalau makan, nggak bisa sembarangan. Lagian mama liat kamu doyan banget, jadi mama nggak tega kalau kamu nanti nggak puas."


" Susah amat sih mah, yang penting positif thinking, pasti penyakit pada jauh."


Maya senyum saja melihat Jenny begitu lahap. Dia sudah cukup bahagia jika bisa membuat Jenny tetap tersenyum walaupun tanpa didampingi sesosok ayah. Untungnya Maya tidak kekurangan dan masih bisa mengabulkan apapun permintaan Jenny.


" Derrrttttt...derttttt..!!" Hp Maya bergetar.


" Siapa ma??"


" Om Yuda Jen." Wajah Jenny berubah cemberut, dia bener-bener benci mamanya berhubungan dengan Yuda.


" Ngapain sih masih telfon mama terus? sepenting apa urusannya? palingan cuma nanya, lagi dimana? udah makan apa belum? basi banget!!"


" Jenny...nggak boleh gitu dong. Mama udah jelasin kan kalau mama nggak ada hubungan apa-apa sama Om Yuda."


" Mamanya yang nggak ada apa-apa, Om Yudanya tuh yang ada apa-apa. Harusnya sebagai wanita, naluri mama lebih jeli dong membaca apa maksud Om Yuda, sampai begitu gencar menghubungi mama terus." Oceh Jenny sambil terus mengunyah pizza.


" Udah habisin dulu makanannya, jangan ngomel terus, nyemprot tuh nanti mulutnya penuh gitu. Mama angkat telfon Om Yuda bentar ya, kayaknya lagi ada kesalahpahaman dikit Jen." Meminta ijin pada anaknya. Dan Jenny melengos aja.


" May kamu kemana sih? aku udah nungguin kamu hampir 2 jam, kok kamu bilang janji yang mana!!" Belum sempat Maya mengucapkan satu kata, Yuda sudah langsung memberondong Maya dengan kalimatnya.


" Heyy...wait...wait..!! apa maksudmu? aku bener-bener bingung nih Yud!"


" Gleg...!!" Jenny langsung menelan air liurnya.


" Ya Allah kenapa musti sekarang sih? pizzaku masih separuh nih...!!" Gerutu Jenny dalam hati.


" Maya...?? kamu lupa?? kamu lho yang buat janji sama aku tadi pagi, kamu nggak lagi ngerjain aku kan?"


" Aku ngerjain kamu? Ngapain juga keuntunganku ngerjain kamu?"


" Tunggu Yud, pasti ini salah paham. Beneran deh, tadi pagi aku nggak ngajak kamu janjian lho. Aku tadi menghadiri rapat di sekolah Jenny."


" Okkk...aku kirim nih ya chat kamu." Kemudian Yuda mengirim screen shot percakapan mereka berdua, dan Maya segera membacanya.


Maya langsung langsung terbelalak saat membaca percakapan mereka berdua.


" Whaaattt???? Cafe X??? kapan aku nulis ini?? Apa aku udah amnesia, sampai lupa kalau tanganku sendiri yang mengirim chat ini pada Yuda??"


" Nooo....nggak mungkin. Tadi pagi aku nggak chat siapa-siapa."


Kemudian Maya melirik Jenny.


" Hemmmm pasti dia pelakunya, dia kan tadi pagi pinjam hpku."

__ADS_1


" Jennyyyy.....!!"


" Ehhh mahh...ayo mah habisin pizzanya enak lho mah, beneran." Merasa sok tidak bersalah.


" Jenny.....stop makannya!!!"


" Uhuk..uhukk....!!" Jenny segera menenggak air minum yang ada di depannya.


" Apaan sih mah, tersedak kan akunya." Sambil menepuk-nepuk dada.


" Ayo ngaku!!" Sambil menunjukkan chat yang dikirim Yuda.


" Apa itu mah??" Sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.


" Jenny stop berpura-pura!! Siapa yang ngajarin kamu kayak gini. Mama nggak suka, itu nggak sopan Jenny."


" Ayo ngaku apa maksud kamu ngerjain Om Yuda kayak gini?"


" Jenny nggak suka mama terus berhubungan sama Om Yuda, dan Jenny nggak suka Om Yuda terus gangguin mama."


" Om Yuda itu cuma teman mama Jenny!!"


" Tapi dia terus chat mama yang nggak penting, padahal dia sudah beristri mah!!"


" Itu mama tau, tapi mama hanya sekedar berteman dengan dia, nggak lebih!!"


" Tapi dia mantan mama kan?"


" Mah...pleas...jauhi Om Yuda. Mama menganggap dia sebagai teman, tapi apa mama tau Om Yuda itu udah move on belum dari mama. Siapa tau dia masih mengharapkan mama."


" Jenny nggak mau mama nantinya kenapa-kenapa!!"


" Tapi bukan berarti kamu bisa ngerjai Om Yuda kayak gini Jenny!! Ini keterlaluan!!"


" Jenny nggak perduli!! Dia itu harus tau diri, dan Jenny nggak suka mama dekat-dekat sama Om Yuda, titik!!" Kemudian Jenny berdiri dan meninggalkan Maya. Pizza yang masih tersisa separuh ditinggalkan begitu saja.


Keadaannya terbalik, sekarang ganti Jenny yang lupa akan sisa pizzanya yang masih separuh.


" Heyyy...Jen...mau kemana??"


" Jenny mau pulang!!"


" Heyy..parkiran mobil di sana."


" Jenny mau naik taksi."


" Nggak....!!" Sambil menarik tangan Jenny.


" Pulang bareng mama!!"


" Nggak mau, mama pulang aja sendiri. Emang mama nggak pengen temui Om Yuda, dan minta maaf sama dia??"


" Jenny!! Pulang bareng mama!!" Sambil menarik tangan anaknya, kemudian menuju parkiran

__ADS_1


__ADS_2