
Asisten Yuda hanya duduk sembari memperhatikan bosnya itu bernegosiasi dengan lawan bicaranya. Dalam hati dia kagum dengan cara Yuda menjatuhkan Surya. Walaupun itu dilakukan secara halus, namun mampu membuat Surya menelan ludah beberapa kali.
" Baik Pak Surya, berapa yang anda minta untuk pembebasan lahan itu? Saya tidak ingin berlama-lama lagi. Saya bukan orang yang pandai bersandiwara apalagi bisa berperan baik bak serigala berbulu domba." Sembari menatap Surya dengan tajam.
Surya hanya bisa mengempalkan kedua tangannya, rahangnya mengeras, giginya gemeretak menahan emosi yang hampir meledak.
" Sial nih orang berani sekali dia melawanku!! baru kali ini aku dipermalukan seperti ini, awas aja sebentar lagi kamu akan kubuat gigit jari!!" Sembari tersenyum sinis.
" Oh iya, lahan itu penting untuk pendirian pabrik garmen saya, jadi jangan coba-coba untuk mempersulit saya." Sengaja memberi penekanan pada kalimatnya, agar Surya merasa di atas angin ketika tau bahwa Yuda memang benar-benar membutuhkan lahan tersebut, padahal Yuda ingin segera menjatuhkan Surya ketika dia berada di titik teratas itu.
" Hahahaha....sepenting apa sih sehingga anda begitu ngotot untuk segera mendirikan pabrik tersebut??" Surya yang tidak paham sedang dipermainkan oleh Yuda mulai memanfaatkan situasi tersebut.
Yuda yang tau bahwa Surya mulai terpancing dalam permainan katanya mulai melancarkan aksi. Dia ingin membuat Surya saat ini begitu penting untuknya, namun dalam waktu bersamaan dia akan membuatnya tidak bisa berkutik dengan semua bukti yang dibawanya.
" Yang jelas persiapan saya untuk mendirikan pabrik itu sudah 50 persen, dan saya tidak mau gagal gara-gara lahan tersebut tidak bisa saya ambil alih. Saya tidak mau rugi besar karena gagalnya proyek itu."
" Dengan kata lain tanpa lahan itu anda tidak mungkin kan bisa mendirikan pabrik?"
" Hehhhh asisten saya yang tidak terlalu pintar inipun pasti paham bahwa tempat itu adalah faktor penting, kalau kita tidak punya tempat memang peralatan pabrik saya akan ditaruh mana Bapak Surya yang terhormat??"
" Lhooo...kenapa aku jadi dibawa-bawa?? Aku memang tidak terlalu pintar, tapi aku juga tidak terlalu bodoh Ferguzo!!" Kata asisten Yuda dalam hati sembari menekuk wajahnya sedemikian rupa.
__ADS_1
" Hemmmm.....itu artinya kita memang harus berbicara dari hati ke hati Pak Yuda, dan anda harus membuat mood baik saya kembali agar saya bisa memberi sedikit kelonggaran pada anda."
" Hahaha....memang apa yang saya lakukan terhadap anda sehingga mood baik anda pergi begitu saja Pak Surya?? Sedari tadipun saya berbicara apa adanya, mungkin anda yang sedang sensitif. Kalau memang ada perkataan saya yang yang tidak benar, harusnya anda tidak perlu tersinggung jika memang anda tidak membuat kesalahan." Sambil melirik pada asistennya, dan disambut dengan senyum penuh arti.
" Ahhh sudah...sudah...Sepertinya saya tidak perlu lagi berbasa basi dengan anda."
" Yaaa...percuma basa basi dengan saya karena saya sudah tau semua tujuan anda."
" Berapa yang anda minta untuk pembebasan lahan itu??"
" Hahaha...anda sepertinya sudah menyiapkan semuanya??"
" Tapi sebelumnya, apakah bapak sudah menyiapkan semua dokumen itu? terus terang saya sudah membayar sebagian lahan dengan mahal, hanya tinggal beberapa saja yang bermasalah termasuk di dekat orang tua anda. Jadi saya ingin pastikan semua yang saya keluarkan tidak sia-sia dan menimbulkan permasalahan di kemudian hari.
" Tenang saja, semua surat penting ada di sini." Sembari menunjukkan koper besar yang sedari tadi ada di sebelahnya.
" Maaf, saya tidak ingin membeli kucing dalam karung, bisakah asisten saya memeriksanya??"
" Ohh silahkan...saya bukan orang licik yang ingin mengingkari sebuah kesepakatan dengan janji palsu." Katanya sembari menyerahkan koper tersebut ke hadapan Yuda.
" Tapi anda cukup pantas untuk mendapatkan sebutan penghianat buat warga desa anda hahaha!!"
__ADS_1
" Ya.ya..ya..kadang kita perlu bermain cantik agar tetap disebut pahlawan namun keuntungan tidak melayang!!" Katanya sembari tertawa bangga.
" Ciihhh....aku paling benci dengan orang sepertimu!! lihat saja nanti tawamu akan berubah menjadi rengekan meminta belas kasihku!!" Kata Yuda dalam hati sembari tersenyum smirk.
" Bagaimana? apakah semuanya lengkap??"
" Lengkap pak!!" Jawab asistennya yakin.
Sebelumnya Surya memang telah menyiapkan semuanya guna mengiming-imingi Yuda agar tidak bisa menolak lagi tawarannya dan bersedia membayar pembebasan lahan itu dengan nilai tinggi. Surya adalah pemain lama dan sudah terbiasa dalam urusan tersebut. Dengan jabatan yang dimilikinya, dia dapat dengan mudah membalikkan fakta dan memenangkan orang-orang yang memang mampu membayarnya mahal, tidak terkecuali dengan lahan yang saat ini sedang berusaha diambil alih oleh Yuda, walaupun itu harus mengorbankan kepentingan warga dimana dia dulu dibesarkan.
" Bagaimana? apakah anda masih belum percaya bahwa saya bisa membantu anda??"
" Hahaha....saya percaya Pak Surya, bahkan sangat percaya."
" Jadi berapa anda berani membayar uang lelah saya." Sembari tersenyum penuh arti.
" Hahaha...saya ini orang baru Pak Surya, bahkan baru satu kali ini terlibat urusan seperti sekarang, jadi lebih baik andalah yang membuka harga terlebih dahulu." Kata Yuda penuh taktik.
" Ya..ya..ya...saya suka orang kooperatif seperti anda." Kata Surya sambil tersenyum penuh arti.
" Kena kamu sekarang!! Kamu mau coba main-main dengan saya!! Padahal jika tidak saya akan beri kamu harga pertemanan, tapi yahhh apa boleh buat, harga diri saya terlalu tinggi untuk kamu permainkan!!" Kata Surya dalam hati.
__ADS_1