CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
BERTEMU ORANG TUA MAYA


__ADS_3

" May...!"


" Iya ma?"


" Ada Yuda di depan."


" Oh iya ma." Maya meraih tas yang ada di atas ranjang.


" Kamu sudah janjian mau pergi dengannya?" Sambil memperhatikan penampilan Maya yang telah rapih.


" Iya ma."


" Berdua?"


" Iya."


" Kamu tau bahwa Yuda beristri?"


" Tau mah."


" Kenapa mau diajak pergi berdua? kamu nggak takut bisa menimbulkan fitnah?"


" Tadi dia sudah sudah menjelaskan, bahwa dia cuma ingin mengobrol berdua saja denganku. Aku sudah memintanya untuk mengajak istrinya, tapi dia tidak mau."


" Dan kamu menurut? Ingat kamu seorang janda Maya, dan kalian itu pernah berpacaran."


" Iya mah, aku tau. Mama tenang aja ya, aku nggak akan merusak keluarga dia kok."


" May, mama harap cukup sekali ini saja kalian pergi berdua, karena mama tidak mau nantinya bisa menimbulkan masalah. Dia datang kemari tanpa istrinya saja mamah sudah kurang sreg."


" Iya ma, Maya tau. Tapi kita juga tidak tau kan ada cerita apa dibalik dia tidak mau mengajak istrinya itu?"


" Tetap itu bukan hak kamu untuk pergi berdua dengan laki-laki yang masih menjadi suami orang, walaupun dia sedang bermasalah dengan istrinya. Kecuali status dia seperti kamu, baru itu beda urusannya!!"


" May status janda itu sangat rentan. Jadi kamu harus berhati-hati melangkah, jangan sampai pengalaman gagal berumah tangga terulang lagi."


" Iya mah, Maya tau. Maya pasti dengar nasehat mamah."


" Maya, mama tidak pernah melarang kamu berhubungan dengan siapapun dan pria manapun, tapi satu hal yang mama minta dari kamu, jauhi laki-laki yang telah dimiliki oleh wanita lain. Ingat!! kamu punya Jenny, tanggung jawabmu kepadanya masih sangat besar, jadi hati-hatilah melangkah lagi."


" Iya ma, Makasih ya nasehatnya."


" Ya udah temui Yuda." Maya mengangguk.


Kemudian Maya berjalan diikuti ibunya dari belakang.


" Hay May!"

__ADS_1


" Hay Yud!"


" Udah rapih, langsung pergi nih?"


" Boleh."


" Ma, kami pergi ya." Sambil mencium tangan mamanya


" Tante pergi dulu ya." Yuda ikut berpamitan.


" Jangan terlalu malam ya Yud."


" Iya tante."


" Dan ingat!! tante tidak ingin ada cerita lain sepulang dari kalian pergi ini."


Yuda diam. Dia tau ada maksud lain di balik kalimat yang dilontarkan oleh orang tua Maya.


" Ayo Yud!" Ajak Maya seolah tau bahwa Yuda sedang merasa tidak enak hati dengan kalimat ibunya. Lalu mereka berdua berjalan keluar.


" Ma!!!" Seorang gadis remaja tiba-tiba menghampiri mereka.


" Lho kok sudah pulang? Katanya minta dijemput jam 9.00?" Sambil melihat arlojinya.


" Iya tadi nenek Kiki masuk rumah sakit, jadi mereka pergi semua."


" Bareng Dinda sama papanya."


" Mama mau pergi ya?" Sambil memperhatikan Yuda yang berdiri di sebelah Maya.


" Iya Jen, mama mau pergi sama teman mama dulu ya."


" Gitu kok bilang mau jemput Jenny." Jawab Jenny merengut.


" Ya kan ada kakek."


" Oh iya kenalin, ini Om Yuda teman mama."


" Hai Jen!!" Sapa Yuda.


Jenny hanya tersenyum tipis, lalu membuang muka. Rasanya tidak suka dia melihat mamanya pergi dengan pria yang baru saja dikenalnya itu.


" Kenapa mama nggak bilang sama Jenny kalau mau pergi?"


" Iya mama lupa, tadi mendadak Jen. Ya udah mama pergi dulu ya."


" Assalamualaikum." Sambil masuk ke dalam mobil, disusul Yuda yang langsung duduk di belakang kemudi. Jenny diam saja tidak menjawab.

__ADS_1


" Waalaikum salam." Jawab Jenny pelan, itupun sesaat setelah mobil berjalan sedikit jauh.


Jenny kemudian masuk ke dalam rumah. Dia membuka pintu yang belum terkunci, kemudian menutupnya kembali, dengan sedikit membantingnya. Hatinya kesal bukan main.


" Astagfirullah hal adzim!!" Terdengan teriakan dari dalam.


" Jenny...!! Kenapa membanting pintu segala?? Nenek kan kaget!!" Ibu Maya keluar dari dalam.


" Kenapa sih mama pergi nggak ada yang bilang Jenny? nyebelin!!" Sambil melemparkan tubuhnya ke sofa.


" Nenek juga baru tau Jen kalau mamamu mau pergi."


" Siapa itu Yuda?"


" Ohhhh itu teman lama mamamu?"


" Duda?"


" Hemmmm...." Ibu Maya bingung untuk menjelaskan pada gadis remaja yang emosinya masih labil itu.


" Ngapain sih mama cari masalah? udah pernah ngerasain sakit hati, ehhh ini malah mau cari penyakit lagi." Sambil pergi ke kamar meninggalkan neneknya.


" Kenapa Jenny ma?"


" Tanya papa Maya yang baru saja datang dari mushalla."


" Ngambek pah."


" Ngambek kenapa lagi?"


" Tau Maya pergi dengan teman lelakinya."


" Yang biasanya?"


" Bukan pa."


" Siapa?"


" Yuda."


" Yuda mantan dia dulu? kok bisa?"


" Entahlah pah. Papa kok baru pulang sih?" Mengalihkan pembicaraan.


" Iya tadi Ustad Ibrahim ngajak ngobrol papa bahas masalah acara pengajian besok."


" Ohhhh...papa mau kopi?"

__ADS_1


" Boleh." Sembari duduk lalu menghidupkan televisi


__ADS_2