CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
PERJALANAN MAKAN MALAM


__ADS_3

" Aku lihat ibumu tadi seperti kurang suka dengan kedatanganku May?" Sambil menginjak pedal gasnya dalam-dalam.


" Ya iyalah Yud, ibu mana yang rela anaknya itu pergi makan malam dengan laki-laki yang sudah beristri, apalagi perginya cuma berdua."


" Ooohhh...jadi itu alasan ibu kamu?"


" Ya memang seperti itu. Wajarlah Yud, beliau pasti takut anak perempuannya akan menjadi duri dalam rumah tangga orang lain dan yang terpenting pasti setiap ibu tidak ingin anaknya jadi korban poligami hahaha."


" Busyeeettt...jauh amat mikirnya!!"


" Ya laki-laki seperti kamu, apalagi yang dicari ? Harta berlimpah, hidup udah mapan, mau beli apa aja bisa, paling-paling kalau udah punya semua, ujung-ujungnya pengen poligami. Iya kan?"


Yuda cuma garuk-garuk kepala. Mungkin buat sebagian pria mapan berpikiran seperti itu, tapi tidak dengan Yuda, karena dia pasti akan mengorbankan salah satu, dibanding harus menghidupi dua orang wanita. Satu saja sudah cukup membuat Yuda pusing, apalagi dua


" Anakmu tadi dari mana?"


" Ngerjain tugas kelompok di rumah temannya."


" Kelas berapa dia?"


" Kelas 1 SMU."


" Kelas 1 SMU? itu berarti usianya sekitar 15 tahunan ya. Jadi waktu kita putus itu kamu langsung nikah?"


" Ya gitu deh."


" Hemmmm...pantesan ngotot banget minta putus, taunya udah kebelet nikah."


" Udah deh nggak usah bahas masa lalu, ngerusak suasana tau."


" Kayaknya anakmu tadi nggak suka sama aku ya?"


" Mungkin trauma pernah ditinggalin papanya, jadi setiap ada lelaki asing yang dekatin ibunya, dia akan selalu begitu sikapnya."


" Lelaki asing? termasuk aku?"


" Ya iyalah, dia kan belum pernah bertemu kamu sebelumnya."


" Sepertinya kamu harus ceritain ke dia, kalau aku bukan lelaki asing buat kamu."


" Hahahaha kalau buat aku memang bukan...tapi buat Jenny, tetap saja kamu orang asing buatnya Yud."

__ADS_1


" Nasib...nasib..."


" Apaan sih." Sambil tertawa.


" Setelah 16an tahun lebih kita nggak jumpa, ternyata kamu nggak berubah May, masih seperti dulu."


" Tidak ada yang perlu dirubah Yud, aku begini dari dulu sampai sekarang."


" Setelah perceraianmu dengan suamimu, tidak merubahmu apa-apa?"


" Ada sih, mungkin aku harus lebih berhati-hati lagi memilih pasangan hidup."


" Coba dulu kamu nikah sama aku, sekarang kamu masih jadi istriku."


" Belum tentu juga Yud, siapa yang tau nasib orang ke depannya."


" Udah berapa lama kamu bercerai?"


" Sekitar 3 tahunan, saat Jenny masih SMP."


" Mantan suamimu masih sering mengunjungimu?"


" Lebih tepatnya mengunjungi anakku, karena dia bisa saja putus hubungan denganku, tapi tidak dengan Jenny."


" Ahhhh aku tidak ingin membahasnya Yud, biarlah itu jadi cerita masa laluku, dan pengalaman hidupku."


" Ok...maaf."


" Oh iya, kamu belum cerita tentang keluargamu."


" Istrimu orang mana?"


" Masih orang kota ini juga, cuma jaraknya sedikit jauh."


" Pasti dia wanita yang sabar."


" Ya begitulah."


" Hahaha...sudah kutebak, karena kalau istrimu bukan orang ysng sabar mana betah dia mendampingimu."


" Sialan...!!"

__ADS_1


" Anakmu kelas berapa sekarang?"


" Dia masih smp, tapi di pondok, ada di luar kota."


" Hebat...aku salut ada anak mau sekolah di pondok."


" Itu Arin yang meminta, untungnya anakku menurut. Sebenarnya aku kurang setuju sih."


" Kenapa?"


" Anakku cuma satu. Dan aku ingin dia selalu berada dalam pengawasan kami, bukannya di pondok yang jauh dari kami."


" Tapi itu kan demi kebaikan anakmu. Biar dia belajar mandiri. Dan dengan di pondok dia akan memiliki bekal agama lebih baik dibandingkan di rumah."


" Itu juga alasan Arin saat memasukan Flo ke pondok."


" Flo namanya? bagus, pasti cantik ya dia."


" Ya liat aja papanya."


" Hahaha...narsis banget."


" Tapi Yud, seandainya saja Jenny mau, aku juga ingin memasukkan dia ke pondok, dan sekarang aku agak kewalahan mendidik dia."


" Kenapa?"


" Kamu tau kan pergaulan anak sekarang? barang kalau nggak bermerk nggak mau, kalau nggak sama yang punya kayak temannya pasti ngambek. Kesalahan Mas Ardi juga sih dulu memanjakkan dia."


" Ardi??? oh iya Ardi, aku nggak akan lupa nama itu....gara-gara Ardi kamu ninggalin aku."


" Apaan sih? nggak usah dibahas deh udah 15 tahun yang lalu."


" Ingat masa lalu aja, betapa menyakitkan saat itu May, tapi yahhhh...mungkin kita tidak berjodoh."


" Jadi kamu kerja dimana sekarang?"


" Dari dulu aku punya usaha butik Yud. Untungnya dulu aku selalu menolak kalau disuruh diam di rumah. Alhamdulillah aku udah punya dua tempat, jadi aku nggak bingung saat aku cerai dengan Mas Ardi."


" Ohhhh....baguslah, jadi kamu nggak bingung buat sekolahin Jenny."


" Kalau masalah sekolah Jenny, Mas Ardi yang menanggungnya, cuma orang hidup kan butuh sandang pangan Yud, aku nggak mungkin ngandelin pemberian Mas Ardi terus. Iya kalau mas Ardi rejekinya masih bagus seperti sekarang, kalau nggak? bisa jadi kan dia akan menghentikan biaya sekolah Jenny? bisa pontang panting sendiri aku."

__ADS_1


" Yup bener juga."


__ADS_2