
" Hehhhh....mana tuh orang?? Janjinya jam 8 tapi belum muncul juga. Kalau bukan karena lahan basah, sudah kutinggal dari tadi dia. Seorang Surya pantang menunggu orang selama ini!!" Mengomel dalam hati karena sudah dari sebelum pukul 8 tadi dia menunggu Yuda, bahkan sudah mundur setengah jam dari waktu yang dijanjikan, namun Yuda belum juga menampakkan batang hidungnya.
" Maaf nomor yang anda hubungi sedang sibuk, silahkan tunggu beberapa saat lagi....tut..tut..tut!!" Surya berusaha menelfon Yuda, tetapi sedari tadi hanya operator yang menjawabnya.
" Sialll...!!! Apa-apaan sih?? Kenapa hpnya malah dimatikan?? awas aja kalau sampai dia berani mempermainkan aku, dia belum kenal siapa aku, bakalan menyesal dia pernah mengenal orang yang bernama Surya!!" Sambil menahan amarah.
Sementara itu yang ditunggu terlihat masih menikmati secangkir kopi dan sebatang rokok yang entah kenapa malam ini terasa begitu nikmat ketika asap menyentuh rongga mulutnya.
" Kok belum pergi mas? udah jam 8 ini. Emang janjiannya jam berapa? apa nggak kemaleman?" Arin yang sedari tadi melihat suaminya santai-santai saja sedikit penasaran dan memberondongnya dengan kalimat pertanyaan. Karena sebenarnya Yuda sudah berpamitan dengannya dan bahkan siap sedari tadi, namun entah kenapa tidak juga pergi.
" Janjiannya sih jam 8, tapi biar saja menunggu sebentar kan nggak masalah."
" Nggak boleh gitu mas. Jangan biarin orang lain menunggu, sedangkan kita bisa datang tepat waktu. Kecuali memang keadaan yang tidak memungkinkan kita untuk bisa hadir di waktu yang telah dijanjikan." Kata Arin mengingatkan.
" Mas juga kan paling nggak suka kalau ada orang yang nggak on time, masak mas lupa?"
Yuda menatap Arin tidak suka, dia merasa sedang digurui oleh istrinya.
" Itu kamu tau kalau aku nggak suka kalau ada orang nggak on time."
" Lalu sekarang apa bedanya sama mas? mas malah seperti sengaja mengulur waktu. Kalau mas pergi sekarang kan urusannya cepat selesai dan bisa pulang ke rumah nggak terlalu larut!!" Sedikit kesal.
" Harusnya kamu itu paham dengan suamimu sendiri. Jika ada hal di luar kebiasaanku itu berarti ada maksud di belakangnya, aku nggak akan berbuat sesuatu jika itu tidak ada tujuannya. Jadi kamu nggak perlu mengingatkan aku untuk hal yang satu itu!!" Menatap tajam seolah sedang mengintimidasi Arin.
" Hehhhh...salah lagi."
" Ya emang salah!!"
" Aku kan cuma mengingatkan mas!!"
__ADS_1
" Ya udah ah aku masuk kamar." Sembari berjalan meninggalkan Yuda seorang diri.
" Itu lebih baik dibanding kamu di sini dan bikin aku darah tinggi!!"
" Dasar egois!!" Umpat Arin dalam hati.
Sepeninggal Arin, Yuda terlihat mengotak-atik hpnya. Dia sedari tadi memang mematikan ponselnya itu karena ingin membuat Surya tidak bisa menghubunginya.
" Hehehe...aku yakin saat ini dia sedang kebakaran jenggot karena lelah menungguku." Kata Yuda berbicara sendiri.
" Rasanya waktu setengah jam menunggunya sudah cukup membuat dia meradang. Ini baru permulaan karena sudah berani mencampuri urusanku. Kau pikir kamu akan dengan mudah mempermainkanku?? Aku sudah tau bahwa sebenarnya kau ingin menekanku, lalu memerasku dengan kasusku itu kan?? kita lihat saja nanti, pasti kamu yang akan berlutut dan memohon di kakiku untuk tidak menyebarkan semua bukti kebobrokanmu selama ini. Hehhh....orang-orang akan tau siapa kamu sebenarnya. Seorang Surya yang selama ini mereka pikir adalah orang bersih dan bisa menyelamatkan desa mereka, namun sebenarnya dia sendiri yang akan menjual harga diri warga di lingkungan yang selama ini membesarkannya. Cihhh!! Orang-orang seperti kamu itu sebenarnya lebih berbahaya karena menggunakan kedok orang baik dibanding penjahat yang sebenarnya Surya!!"
" Kamu tunggu saja Surya, kedatanganku kali ini akan membuatmu hancur berkeping-keping!!"
Sementara itu asisten Yuda terlihat sedang melaju di jalanan menuju rumahnya. Dia sengaja meminta asistennya untuk menjemputnya, karena malam ini dia malas untuk berkendara sendiri.
" Apa-apaan sih bos ini?? Dia bilang janjian dengan Pak Surya jam 8 malam, ehhh tapi dia minta agar aku jemput dia jam 8.30." Gerutu asisten Yuda sembari terus melajukan kendaraannya.
Asisten Yuda tidak paham maksud bosnya memundurkan waktu kedatangan mereka itu, karena Yudapun tidak menjelaskan bahwa dia memang sengaja ingin memberi pelajaran terlebih dahulu pada Surya yang niatnya telah bisa ditebak olehnya.
" Kring...kring...!!!" Terdengar panggilan nyaring yang memekakan telinga.
" Iya pak!!"
" Kamu dimana?"
" Ini saya sudah masuk ke daerah rumah bapak, sebentar lagi saya sampai."
" Okkk saya tunggu di depan." Katanya sembari keluar.
__ADS_1
" Baik pak!!"
Tak berapa lama asisten Yuda telah tiba, Yuda terlihat sudah berdiri menunggu di depan. Tanpa harus menunggu lama, Yuda langsung naik ke dalam mobil yang dikendarai asistennya.
" Kita langsung ke Restoran M ya?"
" Baik pak!!"
" Hemmm...maaf pak, bukankah kita janjiannya jam 8, kenapa bapak minta saya jemput jam 8.30? sepertinya bapak sengaja ya?"
" Ya, aku memang sengaja ingin memberinya sedikit pelajaran. Pasti sekarang dia sedang begitu kesal menunggu kita hahaha."
" Kita lihat saja nanti, pasti mukanya sedang menahan marah, tapi kita pura-pura santai saja seolah tidak terjadi apa-apa, ok!!"
" Apakah ini tidak fatal akibatnya pak jika dia benar-benar marah??"
" Hahaha...tidak usah khawatir. Kita sudah mendapatkan kartu as. Dan aku yakin, dia itu memang sedang menjadikan kita sebagai sumber uangnya. Dia pikir aku bodoh. Kita lihat saja, jika memang dia tujuannya benar-benar tulus untuk membantu menyelamatkan lingkungannya, pasti dia sudah pergi dari Restoran itu, tapi sebaliknya jika memang tujuan dia itu ingin memeras kita, walaupun kita datang telat 1 jam-pun, pasti dia akan tetap menunggu kita."
" Begitu ya pak?? Ya...ya..ya saya baru paham maksud Bapak !!" Asisten Yuda baru tau apa yang dimaksud bosnya itu.
" Bapak itu memang paling bisa untuk membuat saingan bapak tidak bisa berkutik, saya salut dengan Bapak!!"
" Ya...dalam bisnis kita memang harus punya strategi agar tidak dipermainkan oleh lawan."
" Dia itu serigala berbulu domba. Seakan-akan dia muncul untuk menyelamatkan orang-orang itu, padahal dia sendirilah penjahatnya. Dia muncul seakan menjelma menjadi malaikat penolong, namun nantinya dia yang akan menjual tanah kelahirannya demi keuntungan pribadi. Kita buktikan saja nanti." Sambil tersenyum penuh arti.
" Iya Pak, saya juga sudah tidak sabar ingin melihat wajah Pak Surya saat tau bukti yang kita bawa nanti Pak, pasti dia akan terkejut sekali!!"
" Orang-orang munafik seperti itu justru yang paling berbahaya dibanding penjahat yang sebenarnya, karena orang-orang tidak akan menyadari keberadaan musuh dalam selimut, dan ketika tau semuanya sudah terlambat."
__ADS_1
" Dia harus kita beri pelajaran. Kamu tunggu saja Surya!!" Kata Yuda seraya tersenyum sinis.