CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
MENEGUR YUDA


__ADS_3

Semenjak kepulangan dari rumah Sisi, Arin mulai mengawasi gerak gerik Yuda. Tingkah Yuda semakin aneh saja, bahkan dia berani sembunyi-sembunyi menelfon seseorang di belakangnya. Dan yang lebih parah lagi akhir-akhir ini Yuda mulai mengurangi uang jatah bulanan pada Arin tanpa menjelaskan alasannya. Sebagai seorang istri yang punya penghasilan sendiri, sebenarnya Arin tidak merasa keberatan seandainya memang Yuda mengalami kesulitan ekonomi sehingga harus mengurangi uang nafkah untuk istrinya, namun Arin tidak melihat adanya kendala tersebut. Arin bahkan mencari tau sendiri ke perusahaan Yuda tanpa sepengetahuan suaminya itu. Bahkan usaha Yuda mengalami peningkatan penghasilan yang significant. Namun yang tidak Arin mengerti, kenapa Yuda justru mengurangi uang nafkahnya dan bukan malah menambahnya.


Arin tidak ingin tinggal diam, dia harus segera menegur suaminya, karena selama pernikahannya sesulit apapun Yuda tidak pernah mengganggu nafkah yang diberikan pada Arin. Satu persatu masalah harus diatasi. Hal yang pertamakali yang ingin ditanyakan pada Yuda adalah mengenai uang bulanannya, karena hingga detik ini Arin belum belum memiliki kesempatan untuk mencari informasi yang membuat Yuda begitu ceria ketika sedang berduaan dengan androidnya, selama ini Yuda tidak pernah meninggalkan sedetikpun benda segiempat itu.


Seperti sore ini, selepas kerja Yuda kembali asyik senyum-senyum sendiri. Arin semenjak tadi memperhatikan tingkah suaminya itu Bisa saja Arin merebut hpnya langsung, namun itu tidak mungkin dilakukannya, atau bisa menimbulkan kemarahan yang luar biasa.


Arin segera mendekati suaminya pelan-pelan, lalu duduk di sebelahnya. Yuda belum menyadari kehadiran Arin. Benar saja, ketika Arin pura-pura batuk, Yuda spontan menengok dan wajahnya memerah karena terkejut. Dan entah kenapa dia buru-buru memasukkan hpnya ke dalam saku celana.


" Kok kaget mas? lagi seru ya?" Sengaja menyindir.


" Kamu itu jalan apa nggak napak di tanah?"


" Kenapa? nggak denger ya?? ya iyalah lagi senyum-senyum sendiri sama hpnya, pasti nggak bakalan tau walaupun ada kebakaran di sebelahnya."


" Nggak usah nyindir!!" Wajah Yuda berubah tidak senang.


" Nggak nyindir, aku kan ngomong kenyataan. Dari tadi mas senyum-senyum sendiri. Di hp ada apanya kok kayaknya seneng banget?" Mulai kesal namun tetap berusaha mengontrol diri waulaupun detak jantungnya sudah mulai berpacu dengan rasa emosi.


" Emang harus aku ajarin ya cara liat komedi di hp biar kamu tau kalau cuma liat hp aku bisa senyum sendiri?"


" Ohhh nggak perlu mas, mending aku tersenyum karena kelucuan di dunia nyata daripada di dunia maya, karena itu semua hanya semu. Kebahagiaan yang didapatkan di dunia maya itu bohong, kenapa mas nggak coba ciptakan kebahagiaan sendiri di dunia nyata??" Kalimat Arin kembali menohok perasaan Yuda.


" Kamu kenapa sih dari tadi kalimatnya nggak ngenakin banget? pakai bandingin kebahagiaan di dunia nyata dan maya. Kamu mau bilang kalau kamu nggak bahagia?"


" Aku cukup bahagia mas, tapi itu dulu. Saat kita belum punya apa-apa namun keberadaan aku begitu berarti buat mas."


" Maksudmu apa? Jangan memancing keributan lagi ya. Belum lama ini kamu bikin aku emosi, kamu mau ulangin lagi??"

__ADS_1


" Mas aku mau tanya. Apa artinya aku buat mas?"


" Kamu itu istriku, ibu dari anakku. Kenapa?"


" Lalu peran aku sebagai istri apa?"


" Harusnya kamu udah tau peranan kamu sebagai seorang istri, bukannya nanya aku."


" Mas seorang istri itu bukan cuma untuk melayani suami saja. Namun arti aku sebagai seorang istri selama ini seperti tidak mas anggap."


" Aku butuh diajak sharing mas, diajak bertukar cerita denganmu, dan bukan seperti selama ini kita jalani. Mas justru asyik dengan hp mas, dan tidak pernah sekalipun mengajak aku berbicara. Mas berbicara jika hanya membutuhkan aku saja."


" Ohhh kamu mau protes?"


" Nahhh kan selalu salah paham. Mas akan berdosa jika memperlakukan aku seperti itu, mas sama aja mendzolimi aku sebagai seorang istri. Dan sekarang aku mau tanya. Apa alasan mas mengurangi uang nafkahku? apa mas udah terlalu banyak memberi aku sehingga harus menguranginya tanpa aku tau penyebabnya."


" Ohhh jadi itu inti permasalahannya. Bicara kesana kemari ujung-ujungnya karena masalah uang nafkah?"


" Jadi itu alasannya mas? karena aku udah punya penghasilan sendiri begitu?"


" Kenapa? kamu nggak terima?"


" Dari semenjak menikah hingga sekarang kamu belum pernah yang namanya protes dengan materi yang aku kasih ke kamu."


" Ya aku nggak akan protes jika memang mas mengatakan alasannya dan alasan itu bisa aku terima dengan akal sehat."


" Karena aku tau kondisi usaha mas, makanya aku bingung kenapa mas harus mengurangi jatah bulananku yang jika dibandingkan dengan penghasilan mas itu tidak ada apa-apanya."

__ADS_1


" Kamu kan nggak tau apa yang sedang aku hadapi dengan usahaku. Selama ini kamu taunya cuma terima uang aja!!"


" Sekarang mas nyalahin aku. Gimana aku bisa tau seandainya mas nggak pernah ngajak aku ngobrol. Mas keluar rumah malem-malem aja kalau aku tanyain langsung marah dan menganggap aku mau ikut campur urusan mas. Mas nggak pernah melibatkanku sedikitpun apalagi yang berkaitan dengan usaha mas. Dan sekarang ketika aku protes, mas bilang aku taunya cuma terima uang aja!!"


" Ahhh kamu itu tau apa!!"


" Ya aku nggak tau apa-apa. Tapi aku bukan wanita bodoh yang tidak bisa mencari informasi apa-apa mengenai perkembangan pekerjaan suamiku."


" Aku bisa aja cari tau semuanya, tapi itu nggak pernah aku lakukan, karena aku sepenuhnya percaya mas sebagai seorang kepala rumah tangga!!"


" Sikap kamu semakin hari semakin berani ya Rin!!"


" Karena yang mas lihat itu cuma kejelekanku aja dan nggak pernah lihat kebaikanku, hingga akhirnya yg nampak ya cuma kekuranganku. Mas yang selalu melarangku dan tidak boleh tau apa-apa, dan jika aku menanyakan tentang kegiatan mas, mas bilang aku istri yang kepo dan sekalinya aku protes mas mengataiku istri yang berani!!"


" Ohhh jadi selama ini kamu tidak suka dengan semua aturanku?"


" Bukannya aku tidak suka!!"


" Lalu buktinya sekarang kamu protes?"


" Karena sikap mas semakin keterlaluan!!"


" Bahkan sekarang mas mengurangi uang nafkah yang wajib mas berikan padaku tanpa mengatakan alasannya. Kalau alasannya jelas aku nggak protes mas!!"


" Tapi bukankah kamu sudah punya penghasilan sendiri?? Tujuan kamu buat usaha kan untuk membantu ekonomi kita kan?? Lalu untuk apa kamu kerja sekarang?? uang jatah aku kurangi sedikit kamu protes!!"


" Ooohhh jadi itu maksudnya??? Okk kalau memang itu mau mas. Tapi ingat!! mas masih punya kewajiban terhadap biaya sekolah Flo!!" Kata Arin sambil meninggalkan.

__ADS_1


Arin terkejut dengan apa yang dikatakan suaminya. Entah apa yang ada di dalam kepalanya sehingga mempunyai pikiran seperti itu. Benar apa yang dikatakan Yuda, namun alasan Yuda yang tidak masuk akal itu cukup membuat Arin semakin curiga bahwa Yuda sedang menyimpan rahasia besar di belakangnya.


Arin hanya berharap punya kesempatan untuk mencuri informasi dari hp Yuda, sehingga dia bisa tau akar dari masalahnya itu. Tidak mungkin Yuda begitu perhitungan dengan istrinya, karena Arin sangat mengenal suaminya.


__ADS_2