CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
PERJALANAN KE KANTOR


__ADS_3

Sementara itu, asisten Yuda terlihat sedang kebingungan karena mendapat teguran dari klien perusahaan, karena hari ini Yuda membatalkan sepihak janji untuk menemui mereka di kantornya.


" Kemana bos kamu? saya telfon hpnya tidak diangkat-angkat? sama sekali tidak profesional...!! Kamu tau, saya paling tidak suka dengan orang yang tidak profesional, dan suka ingkar janji!!"


Yuda memang memiliki nomor hp berbeda. Dia memang sengaja hanya memberikan no hp pribadinya sendiri pada orang yang dianggap benar-benar penting dan sanak keluarganya saja. Sedangkan untuk rekan kerjanya, dia berikan nomer yang lain lagi. Karena begitu senang hendak bertemu Maya, dia lupa membawa hp yang satunya saat berangkat tadi.


" Ma...maaf Mister...Bukankah bapak Yuda sudah menuju kantor anda?? saya lihat beliau sudah meninggalkan ruangannya dari jam 11.30 tadi." Kata asistennya takut. Karena dia khawatir, jika salah berbicara bisa berakibat fatal pada perusahaan bosnya.


" Kalau dia sudah di sini, tidak mungkin saya bertanya dengan kamu. Dia pikir waktu saya tidak berharga jika hanya untuk menunggu dia. Katakan padanya, saya sangat kecewa dengan kinerjanya yang tidak profesional. Selamat siang!!"


" Mister......ma.....!!" Kalimat maaf yang hendak keluar menguap begitu saja, karena telfon ditutup mendadak.


" Hahhhhh....kena lagi aku!!! Gini amat ya nyari uang halal." Gumamnya sambil melangkah gontai.


" Kenapa? kena semprot lagi?" Sekretaris Yuda menyapa asisten tersebut saat berpapasan dengannya.


" Hehhhh...kenapa selalu aku yang kena sasaran kemarahan sih? apa salah dan dosaku Len?"


" Nggak ada yang salah Ben, cuma mukamu yang sedikit salah hahaha."


" Hehhhh...kalau bukan karena aku butuh pekerjaan ini buat menghidupi keluargaku, aku memilih jadi bos, nggak mau jadi karyawan." Gerutunya tidak jelas.


" Hahaha...aku juga maunya gitu brow, bila perlu nggak usah kerja tapi duit dateng sendiri." Sambil ngeloyor pergi.

__ADS_1


" Tungguin lilin tuh malem-malem yang banyak!!" Sambil mengacungkan kepalan tinju.


" Ehhh..siapin tenaga ekstra ya!! Bentar lagi bakal ada bonus tambahan dari bos besar hahaha." Lalu kemudian menghilang dibalik pintu.


Beno merengut kesal, dia tau apa yang dimaksud bonus oleh sekretaris cantik itu. Sebentar lagi Yuda bakalan ganti ngomel-ngomel padanya.


Yuda terus memacu kendaraannya. Tidak peduli dengan kendaraan lain yang merasa terganggu dengan cara menyupirnya yang ugal-ugalan.


Tiba-tiba hpnya berdering nyaring, Yuda sedikit girang berharap itu Maya. Dia segera mengangkatnya tanpa melihat nama penelfon yang tertera di layar.


" Halo." Berusaha sok manis.


" Pak, bapak ada dimana??" Brian segera menarik hpnya dan mengarahkan pandangan ke layar hp.


" Sejak kapan kamu kepo keberadaan saya??" Semakin meradang, karena baru saja dia bahagia mengira yang menelfon Maya, namun kembali kecewa karena ternyata itu adalah asistennya.


" Ma..maaf pak...sa...!!"


" Aaahhh...saya sedang di jalan, nanti saja kalau saya sudah di kantor!!"


Asisten Yuda bengong saat tau telfonnya diputus.


" Lahhh..saya kan memang asisten anda pak. Dari pertama saya kerjapun tugasnya selalu ngepoin keberadaan bapak, tapi bukan berarti saya jatuh cinta dengan bapak ya!! Jangan pede bapak, enak saja, emang saya cowok apaan!!" Gerutu asisten Yuda sembari memelototi hpnya, dan dengan kalimat yang sedikit absurd.

__ADS_1


" Klik...!!" Yuda langsung melog-off hpnya dan melemparkan ke kursi di sebelahnya.


Yuda bertambah jengkel bukan kepalang. Dia semakin mempercepat laju kendaraannya. Hingga saat berbelok masuk ke arah kantorpun, tidak sedikitpun mengurangi kecepatannya, sehingga saat berhenti, suara berdecit akibat gesekan roda dengan tanah terdengar nyaring hingga memekakkan telinga. Satpam penjaga langsung berubah pucat pasi, karena dia paham benar dengan sikap bos besar itu. Jika sudah begitu, berarti big bos sedang marah besar, dan tidak ada satupun karyawan yang bakal lolos dari murkanya.


Beberapa karyawan yang mengetahui hal tersebut langsung memilih menghindar dan berbalik arah mencari jalan yang beda agar tidak berpapasan dengan Yuda jika tidak mau jadi sasaran empuk. Maya belum juga menelfonnya sama sekali.


Asisten Yuda yang mengetahui kedatangan bosnya dari kejauhan dan menampilkan wajah seramnya, segera melipir mencari selamat, masuk ke dalam ruangan pentri.


" Pak ngapain celingak celinguk begitu?"


" Ada big bos."


" Kok malah sembunyi di sini?"


" Ada aura yang buruk di wajah big bos."


" Hahaha....siap-siap aja tebelin telinga."


" Udahhhh sono pergi ntar ketahuan lagi."


" Mau sebunyi di lobang closetpun bakal ketemu pak, anda kan asistennya Pak Yuda, kalau beliau manggil emang bisa bapak menghindar? hahaha." Sambil pergi membawa beberapa kopi untuk karyawan.


" Ohhh iya..ya..!!" Sembari garuk-garuk kepala.

__ADS_1


" Jadi ngapain aku di sini?? Ah biarin aja, kalau Pak Yuda telfon, baru aku temuin dia." Gerutunya.


__ADS_2