CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
BERSAMA SISI


__ADS_3

Waktu terus berjalan. Hari-hari Arin semakin disibukkan oleh aktivitas tokonya yang semakin ramai, ditambah resellernya yang bahkan berasal dari luar daerahnya. Arin sangat bersyukur. Dengan adanya toko itu dia jadi lebih terhibur, dan yang terpenting dia sudah tidak lagi bad mood dengan sikap Yuda yang tidak jelas itu. Arin tidak pernah melupakan kewajibannya sebagai seorang istri, dia pergi ke toko jika Yuda sudah berangkat kerja, dan kembali sebelum Yuda pulang ke rumah.


Berbanding terbalik dengan Yuda, sikapmya justru semakin parah saja. Bahkan tidak jarang dia pulang malam dengan alasan pekerjaan. Padahal saat itu dia hanya mencari-cari kesempatan untuk bisa terus berdekatan dengan Maya. Ada saja alasannya sehingganya bisa membuat Maya meluangkan waktu untuk bertemu dengan dengannya.


Walaupun kadang Maya merasa tidak nyaman, dan seakan sudah tau jika Yuda hanya mencari celah agar mereka bisa kembali dekat, namun Maya yang memang sudah tidak memiliki perasaan apa-apa lagi pada Yuda hanya berharap agar bisnisnya itu bisa menjadi salah satu jalan untuk bisa mengembangkan usahanya demi masa depan anak semata wayangnya, maka dengan terpaksanya dia mau menemui Yuda, walau tidak jarang obrolan mereka berdua sangat membosankan.


Perubahan Yuda sebenarnya disadari oleh Arin, namun dia tidak mau cari masalah dengan banyak pertanyaan yang pasti akan memicu kemarahan suaminya. Bahkan Arin sering mendapati Yuda tersenyum-senyum sendiri sembari memainkan androidnya. Sebagai seorang istri Arin sebenarnya curiga, namun tidak akan mungkin bertanya langsung pada suaminya, dia hanya sedang mencari cara untuk mencari tau ada apa sebenarnya yang membuat suaminya selalu tersenyum dengan benda mati itu, tidak mungkin jika itu hsnya sekedar cerita lucu yang kebetulan setiap hari suaminya baca, pasti ada sesuatu hal yang memang sedang membuat hati suaminya itu berbunga-bunga. Namun anehnya jika sedang ada di dekat Arin, Yuda akan bersikap normal dan tidak pernah tersenyum sendiri.


" Kamu harus hati-hati Rin, jangan santai aja dan berlagak nggak terjadi apa-apa. Mbak curiga dia pasti sedang berhubungan dengan seseorang sehingga bersikap seperti itu." Kata Sisi ketika dia sedang berkunjung kesana dan menemani kakak perempuannya itu masak di dapur.


" Aku juga curiga mbak. Sikapnya emang sedikit aneh. Bahkan sepertinya setiap dia sedang bermain hp, terlihat sekali dari gesturenya kalau dia merasa tidak nyaman jika aku ada di sebelahnya. Entahlah kak, aku juga belum menemukan penyebabnya. Tapi aku pasti akan cari tau mbak." Sambil mencomot tempe goreng yang baru saja diangkat dari penggorengan.


"Jangan lama-lama, keburu suamimu nanti hubungannya semakin dalam, itu akan lebih sulit untuk mengatasinya, apalagi hubungan kalian berdua tidak terlalu baik, mbak takut saat ini suamimu sedang menemukan kenyamanan bersama wanita lain."


" Deg...!!" Tiba-tiba perasaan Arin begitu sakit ketika mendengar kalimat kakaknya itu. Dia tidak sanggup membayangkan Yuda sedang menduakannya. Padahal apa yang dilakukannya bersama Brian selama inipun pasti juga sangat menyakiti Yuda, walaupun itu belum diketahui suaminya.


Arin diam saja sembari menunduk.

__ADS_1


" Padahal aku belum tau kebenarannya, tapi kenapa sesakit ini??" Walaupun cintanya sudah terbagi, namun ternyata Arin tidak rela jika Yuda sampai mencintai wanita lain.


" Rin kamu melamun??"


" Rin!!!"


" Ehhh iya mbak??"


" Hemmm...ngelamun beneran ya??"


" Nggak ngelamun dipanggil kok nggak denger."


" Hehehe...maaf mbak."


Sisi lalu memegang kedua tangan adiknya itu. Ada rasa yang tidak bisa dijelaskan saat menatap wajah sendu adiknya. Ingin rasanya dia melindungi adiknya seperti dulu saat mereka tumbuh bersama. Walaupun usia mereka terpaut tidak terlalu jauh, namun Sisi selalu berusaha menjaga kedua adiknya dengan baik. Sisi kecil selalu tampil di garda depan jika ada yang seseorang yang mengusik kedua adiknya itu. Namun sekarang apalah daya dia, Arin sudah memiliki seseorang lelaki yang seharusnya bisa menjaganya, namun justru sering membuat sedih adiknya. Sisi tidak memiliki hak sama sekali untuk ikut campur ataupun menjelma menjadi pahlawan kesiangan yang tiba-tiba menyelamatkan Arin dari sosok suami tak berperasaan seperti Yuda. Karena apapun yang terjadi Sisi hanya bisa memberi nasehat saja, kecuali Arin benar-benar sudah menyerah, dan meminta bantuannya untuk memecahkan persoalan rumah tangganya.


" Rin...mbak tau perasaan kamu. Bukannya mbak mau manas-manasin kamu. Tapi ada baiknya kamu coba cari tau entah bagaimana caranya. Kalau bisa jangan sampai membuat Yuda marah, karena jika itu tidak terbukti, semua resiko kemarahan Yuda kamu yang menanggungnya. Lakukan dengan cantik tanpa sepengetahuan suamimu. Sebagai seorang istri wajib hukumnya untuk mengingatkan suami jika dia sudah melakukan hal-hal yang sekiranya melanggar aturan agama. Jika memang kecurigaan kita benar adanya, kamu bisa cepat bertindak. Tapi mudah-mudahan apa yang kita khawatirkan tidak terjadi. Selamatkan rumah tanggamu Rin." Kata Sisi pelan sembari menatap wajah adiknya.

__ADS_1


" Iya mbak. Aku akan coba cari tau. Aku juga nggak mau hubunganku dengan Mas Yuda semakin hari semakin jauh. Bahkan kami sudah tidak pernah ngobrol sama sekali. Hanya sesekali berbicara yang penting saja."


" Lalu gimana bisnis kamu?"


" Alhamdulillah mbak usahaku mengalami perkembangan yang luar biasa. Aku sedang coba melobby pemilik ruko itu agar mau menjualnya. Karena jika tempat itu sudah kumiliki, aku nggak akan kebingumgan lagi cari tempat lain jika masa kontraknya habis. Dan belum tentu di tempat lain akan seramai sekarang."


" Belum tentu juga Rin. Tokomu kan udah punya nama, apalagi kamu lebih banyak melayani grosiran daripada eceran. Ya udah ngapain susah-susah cari tempat strategis? Mending kamu cari lahan kosong, buat gudang yang besar dan reselermu langsung suruh ambil ke sana aja. Kamu juga harus mulai cari armada sendiri buat kirim ke daerah lain yang belum kamu jangkau."


" Iya juga ya mbak."


" Ya iyalah. kalau kamu beli tempat itu, mbak jamin pasti pemiliknya akan menjualnya dengan harga tinggi. Mending gini aja Rin, kamu mulai sekarang harus cari lahan, lalu bangun gudang yang seperti mbak bilang tadi. Kemudian arahkan semua pembeli grosir kesana, otomatis mereka akan terbiasa dan setelah kontrakanmu habis, kamu nggak akan kesusahan untuk memberitahu pelangganmu lagi. Dan kalau kamu mau jual eceran juga, kamu bisa beli lokasi lain tapi jangan buru-buru agar bisa mendapatkan harga yang tepat."


" Kenapa aku nggak kepikiran seperti itu ya mbak??"


" Kamu kebanyakan mikirin Arjunamu sih, jadi otak cerdasmu hilang kebawa angin."


" Hahaha.. mbak ini bisa aja."

__ADS_1


__ADS_2