
" Flo udah besar lho, kenapa kalian nggak segera beri dia adik? rumah ini cukup luas jika buat kalian berdua." Tiba-tiba mertua Arin membuka obrolan yang membuat Yuda langsung menghentikan kegiatan makannya.
Sedangkan Arin saat mendengar kalimat mertuanya itu, mendadak makanan yang sedang dikunyah langsung tersedak di tenggorokan, dan otomatis dia langsung terbatuk-batuk.
" Arin...!!!"
Yuda spontan melotot tajam ke arah Arin, dia paling tidak suka jika mendengar ada orang terbatuk-batuk jika sedang makan, tanpa alasan apapun. Bahkan dia lupa bahwa saat ini sedang berpura-pura sedang tidak ada masalah di depan mamanya.
" Yuda apa-apaan sih kamu?? istri tersedak bukannya diambilkan minum, malah kamu bentak kayak gitu, kasar banget kamu jadi laki-laki!!"
" Aduhh maaf-maaf aku buat kekacauan di meja makan!!" Kata Arin sembari mengambil gelas yang berisi air yang ada di depannya.
Yuda hanya menatap tajam pada Arin, seolah ingin melontarkan kalimat pedas akibat perbuatan istrinya tadi, sehingga ditegur mamanya sendiri.
" Kamu nggak papa Rin?" Sambil menepuk-nepuk punggung Arin.
" Nggak ma, ini cuma tersedak daging sedikit." Kata Arin.
" Udah lanjutin makannya ma, jangan sampai selera makan kita hilang." Kata Yuda sambil melirik sebal pada Arin, yang dilirik bukannya menunduk, tapi justru ganti menatap Yuda dengan tatapan penuh kemarahan.
__ADS_1
" Ehhh nih orang, berani menatap sadis kayak gitu sama suami sekarang ya!! awas aja kalau mama udah pulang." Bathin Yuda.
" Apa??? kamu pasti dendam kan sama aku karena ditegur mama tadi? aku tunggu omelanmu jika mama pulang nanti. Istri tersedak bukannya ditolongin, malah dimarahin!!" Kata Arin juga dalam hati.
Sepasang suami istri itu sudah seperti dua orang yang memiliki ilmu kanoragan tinggi dan sedang berkomunikasi melalui alam bawah sadarnya. Hanya melalui tatapan mata saja, mereka sudah bisa menebak isi hati masing-masing.
" Kamu tuh Yud, bisa-bisanya membentak istrimu seperti tadi." Kata mama Yuda masih sedikit jengkel dengan sikap Yuda terhadap Arin tadi.
" Iya maaf ma, Yuda tadi spontan teriak karena Yuda paling nggak suka dengar orang terbatuk-batuk di depan meja makan yang penuh makanan seperti ini, rasanya jadi nggak berselera gitu." Sambil melirik sebal pada Arin.
" Ya Arin kan nggak sengaja, siapa juga yang pengen batuk kayak tadi. Kamu tuh ya, belajar sabar kenapa? Contoh tuh papamu, selama kami hidup bersama mana pernah kamu lihat satu kalipun papa membentak mama? nggak kan?" Yuda langsung menggeleng.
" Ingat pesan mama!! jangan sekali-kali bentak istri lagi kayak gitu ya!!"
" Iya ma."
" Ma..maafin Mas Yuda, Arin nggak papa kok. Udah ya, kita makan lagi." Kata Arin berusaha menenangkan ibu mertuanya.
" Hehhh..nggak usah berpura-pura!! kamu pasti seneng kan dibelain mama kayak gitu? menyebalkan!!"
__ADS_1
" Hemmmm...Mas Yuda pasti mengira aku bahagia dia dimarahin mertuanya, padahal sikap mamanya itu justru ancaman buatku, karena pasti Mas Yuda akan menyidangku di kamar nanti." Kata Arin dalam hati.
Makan malam kembali dilanjutkan, namun selera makan Arin sudah hilang, mendadak perutnya terasa kenyang, namun demi menghargai mertuanya, diapun tetap melahap steak itu hingga habis
Sedangkan Yuda sendiri, dari awal dia tau menu makan malamnya itu tidak sesuai dengan yang dibayangkan, terlebih ditambah dengan omelan mamanya, bukannya menikmati steak yang lezat itu, namun rasa steak tersebut tiba-tiba berubah pahit dan membuat mual di perut.
Tiba-tiba Yuda berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar, padahal steak di piringnya masih separuh yang belum dihabiskan.
" Lho Yud mau kemana?"
" Kenyang ma perut Yuda, tadi di tempat kerja udah makan, kebetulan ada anak buah yang hajatan, dan tadi kirim makanan banyak banget." Kata Yuda beralasan.
" Hehhh..pasti selera makannya langsung hilang. Untung ada mama, kalau nggak ada mama, makan masakan yang kurang cocok begini, bisa-bisa cuma diambil saja, terus ditinggalin tanpa dimakan sedikitpun. Ditambah lagi aku batuk tadi, udah pasti langsung ngomel-ngomel nggak karuan dia." Kata Arin dalam hati.
" Udah Rin, kita habisin aja berdua. Laki-laki mah memang suka begitu, kadang cuma karena makanan saja bisa jadi masalah. Seandainya ga cocok dengan selera, main tinggal aja begitu, mama hafal sifat dia. Biar aja nanti palingan dia minta makanan lain."
" Iya ma." Jawab Arin singkat.
Kaum pria itu kadang memang sering begitu. Dalam satu minggu, jika sehari saja makan yang tidak sesuai selera, langsung jadi masalah. Mereka tidak tau betapa sulitnya menjadi perempuan yang harus memikirkan menu sesuai lidah anggota keluarganya. Terkadang dia sendiri makan seadanya dan tidak memikirkan perut sendiri, yang penting anggota keluarga, terutama suami dan anak-anak selalu puas menikmati masakannya.
__ADS_1
Arin sendiri seringkali dibikin stres memikirkan menu masakan Yuda, apapagi Yuda itu orang yang perfeck dalam segala hal, tidak terkecuali makanan. Dia bahkan sering searching hanya untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan sayuran dan buah-buahan tertentu, sehingga dia sering memantang makanan dengan alasan kesehatan. Efeknya Arin yang kelimpungan akibat Yuda pantang dengan banyak makanan dan sayuran.