
Yuda dan asistennya membelalakkan mata tak percaya. Bagaimana bisa hanya untuk sebuah pembebasan lahan yang terkendala oleh tanah yang hanya beberapa meter saja, bahkan secara nalarpun jika dibeli secara bebas, harganya akan sangat murah karena memang lokasinya jauh dari akses manapun, Surya mematok harga sebesar 3 M.
" Gila nih orang, otaknya benar-benar kriminil..!! enak aja memintaku membayar semahal itu!! Awas aja, aku tidak akan memberikanmu sepeserpun. Dasar serakah!!" Bathin Yuda.
" Waduhhhh...setres nih orang kayaknya. Tanah itu kalau dijual 800 jutaan aja udah paling mahal, ehhh minta 5 M, muke gile, padahal Pak Yuda udah membeli tanah yang lain dengan harga di atas rata-rata, ehhh ini malah seenaknya sendiri. Pemerasan nih namanya!!" Kata asisten Yuda dalam hati.
" Hehehe....tanpa 5 M kamu nggak akan dapat apa-apa Yuda, lihat aja. Apalagi lokasi tanah yang bermasalah itu berada di tengah-tengah, nggak akan mungkin kan kamu nggak membayarnya??" Sambil tersenyum smirk.
" Pak Surya, kenapa semahal itu?? bukankah harga aslinya tidak setinggi yang bapak minta ke saya?"
" Yahhh...benar..tapi anda tau sendiri, lokasinya ada di poros utama lahan lainnya, bagaimana anda bisa menjadikannya satu jika lahan yang ditengah tidak anda beli?? Mana bisa anda mendirikan pabrik?? itu sebabnya saya kasih harga tinggi. Lagian saya setelah ini masih harus berurusan dengan warga lho, meyakinkan mereka dan membuat mereka percaya bahwa lahan itu sudah tidak bisa dipertahankan. Resikonya lebih besar lho Pak Yuda, nama baik saya jadi taruhannya."
" Tapi tidak bisa begitu juga Pak Surya....sa....!!"
" Kalau anda bersedia silahkan bayar, kalau tidak kita bertemu di meja hijau!! Saya permisi!!" Memotong kalimat Yuda, kemudian berdiri hendak meninggalkan mereka berdua
" Sialan nih orang, dia merasa berada di atas angin!! sepertinya aku harus bertindak sekarang." Sambil menatap asistennya dan memberi kode. Asistennya paham yang dimaksud Yuda.
" Tunggu Pak Surya!! Apa anda tidak ingin membicarakannya baik-baik dengan kami??"
__ADS_1
" Saya tidak ada tawaran lagi, jika iya saya tidak ingin pulang dengan tangan kosong, itu sepadan dengan waktu saya yang sia-sia saat menunggu anda tadi!!"
"" Okk...kami bayar!!" Kata Yuda lagi.
Surya lalu membalikkan badan.
" Hehhh....akhirnya. Enak aja mau mempermainkan aku. Kamu belum tau bahwa aku bukan orang yang bisa kamu remehkan!!" Katanya sembari duduk kembali.
" Baiklah Pak Surya, 5 M kan??"
" Saya tidak perlu mengulanginya lagi kan??"
" Oke!!" Kemudian menatap asistennya.
" Baik pak!!" Sembari membuka sebuah koper, dan mengeluarkan semua data yang telah dia kumpulkan, lengkap beserta foto-foto yang bisa membuat rivslnya itu spot jantung.
" Bapak minta 5 M kan??"
" Apakah semua ini sepadan dengan harga itu??" Melemparkan semua bukti di atas meja yang masih rapat terbungkus dalam amplop berwarna coklat.
__ADS_1
Surya memicingkan matanya, tidak paham dengan yang dikatakan Yuda.
" Apa maksudnya ini?? itu bukan uang kan?? tidak mungkin uang 5 M cukup di dalam amplop itu." Katanya sedikit bingung.
" Yaaaa...itu memang tidak seharga 5 M, tapi jika saya sebarkan, bahkan sebanyak apapun harta yang anda miliki, maka akan bisa langsung lenyap dalam waktu singkat. Bukan hanya harta anda saja, bahkan harga diri dan keluarga anda akan lenyap seketika!! Silahkan anda buka sendiri!!" Jawab Yuda dengan tatapan matanya yang begitu tajam.
" Hahhh...kalian berdua ternyata sedang berencana mempermainkan saya, ingat saya bisa membuat kasus ini panjang!!"
" Silahkan pak, bapak mau bawa kasus ini ke meja hijaupun saya siap, tapi ingat semua bukti kecurangan bapak selama ini ada di tangan saya, dan siap-siap saja bapak menemani saya di penjara. Tapi saya yakin hukuman bapak akan lebih lama daripada saya." Jawab Yuda sembari tersenyum mengejek.
" Sialan!!" Umpat Surya sembari siap meninggalkan tempat duduknya.
" Eits mau kemana anda Pak Surya??"
" Sepertinya tidak ada gunanya saya berlama-lama di sini!!"
" Anda memang tidak ada gunanya, tapi, dokumen yang anda bawa itu sangat berguna, jadi saya mohon dengan sangat, tinggalkan saja di sini, semuanya akan aman kok, tenang saja." Kata Yuda dengan sorot mata tajam sembari tersenyum sinis.
" Cihhh!!" Kata Surya kemudian segera pergi dengsn meninggalkan semua dokumen penting pembebasan lahan tersebut.
__ADS_1
" Hahaha...dasar bodoh!!" Tawa Yuda begitu bahagia diiringi senyum puas asistennya, karena sebentar lagi rekeningnya akan segera luber oleh bonus yang telah dijanjikan oleh Yuda.
" Oh iya Pak Surya, nanti saya transfer uang ke rekening anda seharga tanah itu yang seharusnya!!" Teriak Yuda kembali.