CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
ASISTEN


__ADS_3

Yuda segera memasuki ruangannya. Dia hempaskan tubuhnya di atas kursi, dan kembali memeriksa hpnya. Chatnya belum juga terkirim. Itu berarti Maya masih menonaktifkan hpnya.


Yuda menyandarkan tubuh di kursi kebesarannya, matanya terpejam. Saat ini kepalanya berdenyut kencang seolah ada ribuan batu yang sedang menimpanya. Dia pijat pelipisnya pelan untuk mengurangi rasa sakit yang kian menjadi.


" Huffff...!!" dilepaskan nafas panjang yang terasa sesak di dada.


" Tuuuttt...tuuuttt..!! Yuda kemudian menelfon asistennya.


" Mati aku..dia telfon lagi..hahhh..mungkin inilah yang disebut kiamat kecil, aku harus bersiap." Gumam asisten Yuda yang saat ini masih bersembunyi di ruang pentri.


" Iya hallo pak!!"


" Dimana kamu?"


" Saya sedang mengecek ulang laporan barang yang baru bapak tandatangani kemarin." Ungkapnya berbohong.


" Tinggalkan saja, serahkan pada karyawan lain, temui saya di ruangan."


" Baik pak, saya segera meluncur."


" Barang yang mana pak?" Seorang OB cewek menggodanya.


" Barang tak kasat mata, awas tuh di belakang kamu."


" Ahhhh santai aja pak, kan bentar lagi dia mau pergi nemuin bosnya." Jawabnya enteng.


" Sialan!! kamu pikir aku mahluk jadi-jadian??"


" Bukan sih pak, cuma mahluk setengah jadi."


" Awas ya aku laporin Pak Yuda biar gajimu diturunin 200 %."


" Yahhhh minus dong pak...Yakin bapak mau laporin saya?nggak takut?"


" Takut apanya??"


" Takut saya bilangin bapak sembunyi di sini dari tadi."


" Hiiihhhh...awas kamu ya." Sambil ngeloyor pergi.


" Hati-hati pak tebelin telinga, tapi habis itu cek tekanan darah ya hahaha."


" Nihhhh...!!" Mengacungkan kepalan tangannya.

__ADS_1


Walaupun dengan perasaan berkecamuk di dada, tugas harus terus berjalan. Dengan perasaan setengah hati, asisten itu segera melangkahkan kaki menemui bosnya, walaupun terasa berat karena sudah bisa membayangkan, jika Yuda sudah mengomel bakalan panjang kali lebar bak kereta expres, dan susah berhenti mirip nenek-nenek yang keilangan sirih atau mungkin memang remnya sudah blong sehingga sulit berhenti.


Saat di depan pintu, asisten Yuda berhenti sejenak, dia tidak langsung mengetuknya. Matanya terpejam dan mulutnya terlihat komat kamit seperti sedang membaca mantra.


" Sssttt...ngapain??" Sekretaris Yuda yang kebetulan akan masuk menepuk pundaknya.


" Allah hu akbar!!!"


" Leniiiiii....!!! ngagetin aja!! Bisa nggak sih lembut dikit??"


" Dikata tepung kanji kali lembut...!"


" Lagian kan aku pelan negurnya, kamu aja yang lagi tegang. Hayoooo ngapain?? lagi guna-gunain Pak Yuda ya? Atau lagi berusaha merapalkan ajian pengasih ke dia??"


" Sialan...kamu pikir aku lekong kaleng-kaleng Len!! Hina amat aku ya di mata kamu."


" Bukan cuma hina Ben, tapi sungguh tidak berharga hahaha."


" Hemmmm....ngajak perang nih nadanya."


" Ngapain komat-kamit? masuk ya masuk aja."


" Duuuhhhh....males dengerin dia ngomel, telingaku sayang banget kalau buat denger hal-hal yang nggak penting."


" Helloooo...indra pendengaranku ini gimana gaisss??"


" Tinggal aja di sini, nanti diambil lagi, susah amat." Sambil berbalik meninggalkan Beno sendirian.


" Sarap lho..!!"


" Heiiii...mau kemana?? nggak jadi masuk??"


" Balik ke ruangan, nanti aja, nunggu kamu puas diomelin dulu hahaha bye...!!"


" Sialan bahagia banget temennya menderita." Lalu Beno mengumpulkan semua keberaniannya untuk mengetuk ruangan Yuda.


" Selamat siang pak."


" Ada apa tadi kamu telfon saya? Hal penting apa yang mau kamu katakan?" Tanpa menjawab salam Beno dan langsung memberondongnya dengan pertanyaan.


" Iya pak maaf, itu pak tadi Mister John menelfon. Beliau menanyakan kenapa bapak membatalkan janji sepihak dan tidak mengabarinya?"


" Maksudmu??" Gara-gara ingin memenuhi undangan santap siang Maya, Yuda lupa bahwa dia memiliki janji dengan kliennya.

__ADS_1


" Katanya sedari tadi Mister John menelfon bapak tapi tidak diangkat, bukankah bapak sudah janji akan menemuinya siang tadi??"


Yuda baru ingat karena terlalu semangatnya memenuhi undangan makan siang Maya, dia jadi lupa membawa hp yang satunya, dan saat dicek ternyata ada beberapa panggilan dan juga chat dari Mister John. Fatalnya, dia sama sekali lupa bahwa ada janji untuk menemuinya.


" Kenapa kamu tadi tidak mengingatkan saya saat saya pergi?" Lagi-lagi Yuda mencari kesalahan orang lain atas kecerobohannya sendiri.


" Lho saya pikir tadi bapak langsung meluncur ke sana, karena saya lihat sebelum jam 12 bapak sudah meninggalkan ruangan. Kan bapak sendiri kemarin yang bilang ingin menemui Mister tanpa ditemani saya, karena ingin melobby beliau untuk proyek yang lebih besar ke depannya."


" Ahhhhh kamu itu tidak becus bekerja..!! Besok-besok lagi saya minta ataupun tidak saya minta, kamu harus tetap harus mengingatkan semua jadwal saya. Kalau begitu saja kamu lalai, buat apa saya bayar mahal kamu untuk mendampingi saya?? Dasar tidak bisa diandalkan..!!"


" Iya pak maaf sekali lagi."


" Kamu harus baca lagi kontrak perjanjian yang kamu tanda tangani dulu mengenai job description kamu, biar paham!! Itu kamu tandatangani agar kamu pelajari dan bukan malah buat bantal tidur!!"


" Iya pak."


" Hehhhh....nanti kalau aku ingetin salah lagi. Yang bilangin aku cerewetlah, kepolah, yang ngomong : Iya saya tau, nggak usah kamu ingetin terus, saya belum pikun, hehhhh...jadi aku harus bagaimana Ya Allah..!!" Gumam Beno dalam hati, karena merasa kerepotan melayani bos rempongnya itu.


" Ya udah, sana keluar!!"


" Baik pa, maaf saya permisi."


Membungkuk sebentar dan tanpa kelamaan segera mengambil keputusan keluar, sebelum kemarahan bosnya semakin meledak.


" Sssttt...gimana? kena omel lagi?? Seru nggak??" Sapa sekretaris Yuda saat di depan.


" Dikata lagi nonton film action pake seru segala...!!"


" Hahahaha...yang sabar ya, jantung aman kan?? "


" Amannnn....udah terbiasa....yang penting nggak sampai potong gaji, anjing menggonggong kafilah tetap berlalu." Dibalas senyuman manis asisten Yuda sembari menyelamatkan diri agar tidak kena damprat bosnya untuk yang kedua kali.


" Pinterrrr...!!"


" Woyyyy boy...." Panggil sekretaris Yuda lagi. Sang asisten membalikkan badan sebentar.


" Senior selalu benar hahaha." Kata mereka bersamaan lalu segera berlalu.


Candaan ringan di tengah hawa panas, untuk sekedar menyegarkan otak agar tidak terlalu stres memiliki Bos seseram Yuda.


Sementara itu di dalam ruangannya Yuda memijit keningnya yang tiba-tiba pusing bukan kepalang. Bukan hanya gagal makan siang bersama Maya, namun proyeknya yang sudah berjalan bersama Mr. John terancam putus di tengah jalan.


Yuda ingat, memang kemarin dia yang melarang asistennya untuk menemani ataupun menggantikan dia, karena dia harus melobby sendiri perusahaan A, harapannya perusahaan A yang dimiliki Mr. John akan membuka peluang bisnis baru dengannya. Namun entah kenapa, dia benar-benar lupa dengan janjinya itu saat Maya menghubunginya dan meminta dia untuk menemuinya di Cafe X. Melayang sudah keuntungan berlipat-lipat yang dia impikan.

__ADS_1


" Ahhhh besok saja aku akan menemui Mr, John Karena selama ini yang aku tau, dia orang yang begitu mudah untuk diajak kerjasama. Masak cuma karena aku lupa janjiku untuk menemuinya, dia langsung saja memutus kontrak kerja denganku, padahal dia juga dirugikan sudah menyalurkan dana banyak padaku." Gumam Yuda, mencoba menghibur diri sendiri, dan lagi-lagi menganggap semuanya gampang untuk ditanganinya.


__ADS_2