CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
MENGOBROL DENGAN ART


__ADS_3

Akhirnya Yuda pergi lagi, padahal baru beberapa jam ada di rumah, laki-laki itu kembali pergi dengan membawa kemarahannya. Sudah lebih dari 10 tahun Arin menikah dengan Yuda, dan Arin sudah sangat mengenal wataknya. Begitupun dengan hari ini, Arin tidak ingin menunggu Yuda pulang, karena jika menunggunya sudah pasti Arin akan merasa sangat kecewa, karena tidak mungkin Yuda tidur di rumah setelah pertengkaran mereka tadi.


Sebenarnya hati Arin sangat sedih, kenapa Yuda tidak pernah bisa menguasai emosinya, sebentar-sebentar marah dan terus saja membuat masalah dengannya. Jika ada di dekat Yuda, mereka berdua sudah mirip kucing dan tikus yang selalu ribut jika bertemu, walaupun pada akhirnya Arin akan lebih memilih diam dan mengalah.


Arin lalu berjalan menuju ruangan asisten rumah tangganya. Saat ini hanya mereka berdualah yang selalu menemani hari-hari Arin.


" Kok ibu lihat tv di sini? Emang bapak belum pulang ya bu?" Tanya asisten rumah tangganya saat Arin bergabung bersama mereka di belakang sembari melihat siaran televisi.


" Biasa mbak, penyakit lama."


" Marah lagi bu? Tadi kan udah balik ke rumah?"


" Ya gitu deh."


Dua asisten rumah tangganya, bahkan hafal sekali watak majikan laki-lakinya.

__ADS_1


" Bapak apa nggak capek ya bu sedikit-sedikit marah? Saya yang lihat aja capek. Marah itu menguras tenaga dan fikiran lho bu, belum lagi pasti bawaannya tegang terus, urat leher rasanya kayak mau putus aja."


" Kalau berani coba mbak tanya bapak aja, kalau dapat jawabannya nanti kasih tau saya ya?"


" Ahhh nggak-nggak..!! jangankan tanya begitu, kadang-kadang mau nyapa bapak aja saya takut bu. Makanya kalau negur bapak itu kalau ada omongan penting aja, kalau nggak, nggak mungkin berani saya bu."


" Hahaha..masak segitunya mbak?"


" Iya bu serius!"


" Tap nggak setiap hari kan bapak marah?"."


" Kan nggak mungkin bapak marahin kalian? mungkin cuma ngomel."


" Ya sama aja bu."

__ADS_1


Arin tersenyum. Sebegitu ngerinyakah sesosok Yuda, sehingga asisten rumah tangganya saja takut untuk menyapanya. Mungkin karena image Yuda yang terkenal pemarah itu, makanya mereka tidak berani mendekati majikan laki-lakinya. Apalagi mereka adalah orang kecil yang memiliki perasaan yang sensitif dan hanya sebagai pekerja di rumah mewah milik Yuda.


" Ya udah mbak, ngobrolnya sama saya aja, nggak usah sama bapak."


" Iya bu. Sama ibu ini enak. Ibu ini orangnya santai, nggak terlalu ribet."


" Ya ngapain mbak? hidup ini aja udah ribet, kenapa harus dibuat lebih ribet lagi? Hal kecil itu nggak perlu dipermasalahkan, saling legowo dan saling nerimo aja, pasti aman mbak. Yang penting, bagaimana caranya kita bisa bersyukur, itu udah cukup. Nggak usah terlalu dipusingkan dengan keinginan ini itu, jadinya bathin kita nggak bahagia, karena akan terus merasa kurang. Pas ada di atas jangan pernah lupa, pas ada di bawah, jangan pernah mengeluh. Karena Allah itu tau apa yang terbaik buat kita. "


" Iya ya buk, kalau mikirnya nggak sesimpel itu, lama-kelamaan jadinya stres hahaha." Arin ikutan tertawa. Dua asisten rumah tangganya itu sudah seperti teman bagi Arin. Tidak ada batasan antara majikan dan pekerja. Bagi Arin walaupun mereka akrab, yang penting bisa saling menghargai.


" Makasih ya mbak kalian udah betah tinggal di sini, meringankan pekerjaan saya, sudah membantu banyak buat keluarga saya."


" Sama-sama bu, kami juga terimakasih sudah diijinkan bekerja di sini."


" Iya mbak sama-sama. Kita saling membutuhkan, di sini saya memang majikan mbak, tapi buat saya kalian berdua sudah saya anggap jadi bagian keluarga saya, jadi maafin ya atas sikap saya dan suami saya kalau selama bekerja di sini, ada kata-kata kami yang kurang berkenan di hati mbak berdua."

__ADS_1


" Iya bu sama-sama, kami juga minta maaf jika hasil pekerjaan kami kurang maksimal di sini."


Mungkin seperti itu sebaiknya hubungan antara pekerja dan mempekerjaan. Saling menghargai dan menghormati. Karena walaupun status satunya lebih tinggi dari yg lainnya, namun pada prinsipnya hubungan mereka tetap saling membutuhkan satu sama lain.


__ADS_2