CINTA DI DUNIA MAYA

CINTA DI DUNIA MAYA
TELFON BRIAN


__ADS_3

" Yank? melamun lagi?"


" Ehhh...nggak itu...duuhhhh maaf yank."


" Kamu udah minta maaf untuk yang kedua kalinya lho."


" Iya, aku bener-bener nggak fokus nih."


" Kamu berantem sama suamimu? atau ada masalah yang lebih pelik lagi?" Tiba-tiba Brian melontarkan pertanyaan pada Arin. Arin bengong sesaat. Dia bingung antara menjawab iya dan tidak.


" Kalau kamu cerita, aku nggak akan ngasih ide buruk ke kamu kok. Seperti kesepakatan kita berdua, seandainya kita berjodoh nggak ada satupun yang tersakiti. Kamu takut kalau cerita ke aku, terus aku akan mempengaruhi yang tidak-tidak sama kamu kan?"


" Eh bukan begitu yank."


" Terus kenapa?"


" Aku cuma nggak mau aja masalah rumah tanggaku diketahui orang lain."


" Jadi aku orang lain buat kamu?"


" Bukan begitu yank maksudku itu..."


" Lalu?" Brian memotong kalimat Arin.


Arin menarik nafas panjang. Kasihan Brian, dia tidak tau apa-apa, namun karena masalahnya dengan Yuda, pria di hadapannya ini merasakan juga atas kesedihan yang dirasakan Arin.


" Yank, aku nggak mau saat aku ada masalah kayak gini, lalu kamu memberiku kenyamanan, sehingganya bikin aku nggak bisa berpikir obyektif. Aku cuma mau masalah yang aku hadapi ini selesai tanpa dipengaruhi perasaanku sama kamu. Itu aja."


" It's ok kalau itu maumu, aku paham. Aku juga nggak mau cuma jadi tempat pelarianmu waktu kamu ada masalah sama suamimu."


Arin diam saja, walaupun sebenarnya secara tidak langsung dia jatuh cinta pada Brian karena diawali oleh rasa tidak nyaman lagi bersama suaminya. Namun ternyata tanpa dia sangka, cintanya tumbuh terus hingga pada titik dimana dia sangat membutuhkan Brian.


" Lalu kalau aku lihat kamu bengong terus begini, kamu pikir aku nggak bingung?"


" Iya maaf...ya udah kita ngobrol yang lain aja ya, biar aku bisa lupain masalahku dan nggak bengong lagi."


" Misalnya ngobrolin apa?"

__ADS_1


" Ya nanya apalah terserah kamu."


" Kalau nanya kapan kamu mau jadi istriku gimana?"


" Hahaha...kalau itu tanya aja ama Allah."


" Lahhh katanya terserah, giliran dikasih pertanyaan diserahin ama Allah."


" Ya lagian nanyanya malah bikin aku makin puyeng."


" Hahaha..."


" Dasar nyebelin!!"


" Udah makan belum yank?"


" Jam segini tanya makan."


" Oh iya ya."


" Udah mandi belum?"


" Di Pemilu yang akan datang, calon pemilih perlu diberi pemahaman tidak sih bagaimana menggunakan hak pilihnya? terutama menentukkan calon pemimpin bangsa kita. Karena kita kan tau, pemimpin itu menentukan sekali masa depan negara kita. Jika diteliti lebih lanjut, rata-rata pemilih di negara kita ini kurang sekali informasi. Banyak yang hanya ikut-ikutan dan tidak mengenal kepribadian calon pemimpinnya. Itu bahaya sekali yank, bisa-bisa kita seperti membeli kucing dalam karung."


" Yank, kamu ngomong apa sih?"


" Ngomong penting yank."


" Kok ngomongin Pemilu?"


" Ya Pemilu itu penting."


" Yaaankkk....ihhh apaan sih?"


" Kata kamu tadi bilang, pertanyaanku ada yang lebih penting nggak, nah ini penting yank, beneran deh, serius." Sambil mengacungkan dua jarinya ke atas.


" Yaaankkk...kamu nyebeliiiinnnn!!!" Kata Arin.

__ADS_1


" Hahhaha...!!" Brian tertawa, Arinpun ikut tertawa.


" Nah gitu dong!!"


" Kamu tuh ya selalu bisa bikin aku ketawa."


" Kalau kamu sedih, aku juga ikutan sedih. Kalau kamu ceria kayak gini, aku juga ikut seneng lihatnya."


" Iya, harusnya aku nggak boleh terlalu terbawa suasanya ya."


" Semua manusia itu punya masalah, tapi gimana caranya kita bisa menyikapinya. Jangan sampai menyita pikiran kita, itu bisa ganggu kehidupan normal kita."


" Iya sih, tapi manusiawi kan?"


" Ya iya, tapi cuma kita yang bisa menghandle itu semua."


" Tadi siang kemana aja? Kok nggak bikin status sama sekali? aku bingung nungguin, khawatir kamu kenapa-napa. Kalau ada apa-apa sama kamu, terus aku nyari informasinya sama siapa coba?"


" Kalau aku nggak kasih informasi ke kamu, ada beberapa alasan."


" Alasan apa?"


" Pertama kita udah putus. Kedua aku ketahuan suamiku, tapi kalau yang ini aku masih punya kesempatan kasih kabar ke kamu. Yang terakhir yang nggak ada ampun."


" Apa itu?"


" Kalau aku udah dipanggil sama yang kuasa yank, itu yang aku nggak akan mungkin ngabari kamu."


" Ngomong apa sih kamu? bahas yang lain aja deh."


" Ehhh tapi seandainya emang terjadi bener, kamu wa aja ke hpku, pura-pura nanyain kabarku, siapa tau nanti dibalas suamiku."


" Sayang...udah dong, ngobrol yang lain aja ya."


" Bahas PEMILU lagi nih?"


" Hahaha biar tambah puyeng ya."

__ADS_1


Arin dan Brian mengobrol hingga malam hari. Sesaat Arin lupa dengan masalahnya. Brian terus membuatnya tertawa dan mengajaknya membicarakan banyak hal. Hal yang jarang sekali dilakukan bersama Yuda suaminya.


__ADS_2