
Tepat pukul 20.35 menit Yuda tiba di restoran. Dengan berjalan santai dan tanpa merasa bersalah, dia menegur Surya dengan begitu ramahnya.
" Selamat malam Pak Surya!! Ternyata anda sudah datang duluan ya?? Saya senang bekerjasama dengan orang yang sangat menghargai waktu." Sambil menyodorkan tangannya hendak mengajak bersalaman. Namun Surya bukannya menyambut uluran tangan itu, tapi justru langsung menampakkan muka masamnya.
" Luar biasa anda ya! Anda sendiri yang meminta saya datang jam 8, tapi anda sendiri juga yang datang terlambat. Lihat!! sudah jam berapa sekarang??" Sembari menunjukkan arloji branded berharga selangit yang menempel di pergelangan tangannya. Yuda melirik arloji tersebut sekilas, dan sesaat kemudian dia berdecak kagum.
" Ck ck ck...luar biasa...seorang pejabat pemerintah sekelas anda, dan mendapatkan gaji bulanan dari negara, tapi bisa membeli jam tangan mahal seperti itu, pasti bonus yang diberikan pemerintah sangat besar ya pak??" Sengaja menyindir sambil menarik kursi kosong yang ada di sampingnya diikuti asistennyya.
" Saya saja yang seorang pengusaha akan berpikir dua kali untuk membeli jam tangan seperti itu." Katanya merendah. Walaupun sebenarnya diapun mampu membelinya.
Wajah Surya spontan memerah. Dia tau bahwa orang yang ada di hadapannya itu bukan orang bodoh yang tidak tau berapa pemerintah menggajinya setiap bulan, dan merupakan tanda tanya besar dia bisa mendapatkan uang itu darimana, sehingga mampu membeli jam sekelas harga sebuah mobil mewah tersebut.
" Ahhhh...anda tidak usah basa basi, seharusnya anda meminta maaf karena sudah datang terlambat, dan bukannya menyindir saya."
" Heiii...buat apa saya menyindir anda? tapi apakah benar anda tersindir?? karena jika memang anda tidak melakukan kesalahan tidak akan mungkin anda tersindir. Betul begitu pak Surya??"
Wajah Surya kembali memerah, bahkan kini sudah seperti kepiting rebus. Rasanya emosi dia sudah di ubun-ubun. Jika tidak ingat keuntungan yang akan didapatkannya nanti, sudah dari tadi dia meninggalkan restoran itu.
" Hehhhhh...sialan ini orang!! Sepertinya dia memang sengaja mencari masalah denganku. Dia pikir aku akan mundur dengan gertakannya itu!!" Bathinnya.
" To the point saja pada masalah yang hendak kita bicarakan, saya sudah menunggu lama di sini!!"
__ADS_1
" Sabar Pak Surya, kenapa harus buru-buru? kita nikmati dulu hidangan di sini."
" Kamu tadi sudah pesan minumana dan makanan buat kita kan?" Sambil menengok ke arah asistennya.
" Sudah pak."
" Kamu pasti tau selera orang-orang seperti Pak Surya kan?? Orang penting seperti beliau ini jangan memberikan hidangan yang sembarangan, karena bisa menghilangkan mood baiknya."
" Ohhh tidak pak. Saya pilihkan menu bergizi dan yang pasti andalan di restoran ini."
" Tapi rendah kalori kan??? Jangan sampai gara-gara makan-makanan di sini darah tinggi kita naik hahaha!!" Sembari melirik Surya.
" Anda jangan terus mengulur waktu. Saya tidak memiliki banyak waktu Pak Yuda!!"
" Apa maksud anda?? saya itu paling tidak suka jika ada orang yang tidak tepat waktu!!"
" Ohhh jangan emosi Pak Surya, karena sayapun demikian."
" Lalu kenapa seolah anda tidak merasa bersalah membiarkan saya menunggu??"
" Hahaha...jangan beretorika Pak Surya. Orang-orang penting seperti anda ini tidak akan mungkin mau menunggu seseorang jika itu tidak menguntungkan anda. Betul begitu kan Pak Surya?? Jangankan setengah jam, 2 sampai 3 jam-pun pasti bapak lakukan, mengingat pundi-pundi rupiah yang akan segera masuk ke rekening bapak!!"
__ADS_1
" Apa maksud anda??" Surya sedikit terpojok dengan kalimat Yuda, karena Yuda seperti tau isi kepalanya.
" Hahhh...jangan bersandiwara Pak Surya. To the point saja, seperti kata anda tadi. Anda punya niat lain kan dibalik sikap anda yang tampil sok menjadi dewa penyelamat buat warga di kampung orang tua anda itu??"
" Saya tidak tau arah pembicaraan anda?" Wajah Surya semakin menegang dan langsung berdiri dari tempat duduknya.
" Eitss tenang Pak Surya, duduk dulu dong, anda tidak ingin kehilangan rejeki anda kan?? Katakan, berapa yang anda minta dari saya agar lahan itu bisa segera saya tempati??"
" Hemmmm...ternyata anda memang orang yang tidak terlalu suka bertele-tele ya??" Sambil kembali duduk, karena dia ternyata tidak perlu lagi berpura-pura di hadapan Yuda.
" Buat apa?? karena sebenarnya kita sudah sama-sama tau tujuan kita bertemu di sini. Jangan berlagak sok suci, saya sangat paham track and record anda selama ini."
" Anda memata-matai saya?"
" Bukan mematai-matai, hanya ingin tau siapa anda sebenarnya agar memudahkan saya untuk bekerjasama dengan anda."
" Dan kesimpulan anda?"
" Kesimpulan saya adalah...." Kemudian melirik arloji yang melingkar di tangan Surya.
" Jam tangan mahal itu tidak akan mungkin terbeli walaupun anda mengumpulkan 10 tahun gaji anda kan. Betul begitu Bapak Surya yang terhormat??"
__ADS_1
" Hemmmm....saya suka gaya bicara anda!!"
" Hahaha....saya itu sudah tau permainan orang-orang birokrat seperti anda Pak Surya, jadi anda tidak usah repot-repot lagi berlagak sok bersih didepan saya, karena itu akan semakin mempermudah kita untuk bernegosiasi. Betul begitu kan Pak Surya??"