
Malam ini aku mempersiapkan segala kebutuhan yang besok akan kubutuhkan saat upacara kelulusan dari kursusku. Aku menyiapkan dua stel baju yang berbeda sesuai instruksi yang di sampaikan oleh pihak lembaga penyedia layanan kursus bahasa Asing (bahasa ingris) dan Komputer. Bu Tri dan pak Saeful sudah sepakat akan datang besok sebagai waliku di upacara kelulusan. Bahkan bukan hanya mereka berdua melainkan nenek dan Nasya juga akan hadir. Serta Farenzy sudah berjanji padaku bahwa ia pasti akan hadir besok. Setelah menyiapkan segala.kebutuhan yang mungkin akan ku perlukan besok, aku menelfon ke indo. Aku mengabari keluargaku ayah, ibu, dan juga kedua adikku.
"Halo.. Assalamualaikum..".
"Iya halo.. waalaikumsalan. Ayah.. ibu.. ini kak Aini menelfon..." Suara adikku Aziz di seberang sana.
"Kak wirda.. panggilin ayah sama ibu.. ada kak Aini menelfon..". Kembali terdengar suara Aziz.
"Zis, memangnya ayah dan ibu sedang ada di mana? Kok kamu teriak-teriak seperti itu memanggilnya?".
"Hehe.. ayah dan ibu sedang ada dirumah kak, aku sedang bermain didepan rumah."
"Kamu main bawa hp Zis?"
"Hehe.. iya kan Azis main game di hp kak.."
Lalu adikku Azis memberikan hp nya pada ibuku. Aku memberi tahu ibu bahwa besok adalah hari kelulusanku dari kursus yang diberikan oleh majikanku.
"Bu, besok upacara kelulusan du tempat Aini kursus. Minta doanya ya bu semoga semua dilancarkan."
"Iya, Ai pasti ibu doakan. Oya disana ada upacara kelulusan semacam itu? Bulankah kamu cuma kursus nak bukan sekolah?"
"Iya bu.. disini memang ada upacara kelulusan layaknya sekolah ataupun kuliah. Disini pemerintahnya sangat menghargai pendidikan. Bahkan kursus sekalipun."
"Owh.. syukurlah nak kalau begitu."
"Oya ayah mana bu?"
"Ayahmu sedang sholat isya."
__ADS_1
"Owh.. salam dengan ayah ya bu. Wirda mana?"
"Ini wirda sedang makan."
"Oke.. sudah dulu ya bu. Aini matikan telephone nya besok Aini telephon lagi."
"Iya Ai. Jaga diri baik-baik ya nak. Jaga kesehatan."
"Iya bu. Assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
Aku menutup saluran telepon dengan ibuku di indonesia. Alhamdulillah, sangat senang rasanya bisa mendengar suara ibuku meski dari kejauhan. Keheningam malam menyapa ku dengan kehangatannya. Berjanjilah wahai malam bahwa esok pagi akan datang menyapa dengan sejuta keindahannya yang tak kau miliki saat ini. Ku pejamkan dan aku terhanyut dalam lelap pada dekapan sang malam.
Pagi hari datang dengan kesejukan embunnya. Aku bersemangat karena akan menghadapi upacara kelulusanku. Aku membayangkan akan mendapat nilai pencapaian yang maksimal sehingga tidak mengecewakan keluarga majikanku yang sudah dengan ikhlas mengeluarkan materi mereka demi aku. Selama kursus aku menjalaninya dengan sepenuh hatiku. Meski sebenarnya aku sendiri tidak terlalu jelas tahu untuk apa majikankun mendaftarkan aku ke dua kursus ini.
"Sudah bu.." jawabku.
"Ayoklah kita pergi sekarang kalau semua sudah siap." Kata bu Tri lagi."
"Tunggu dulu.. nenek mana ma?" Tanya Nasya.
"Oya, coba panggil dikamarnya.."
Lalu Nasya memanggil nenek dikamar. Tak lama kemudian Nasya keluar bersama nenek. Lalu kami pergi bersama. Sesampainya di tempat kursus pak daeful langsung memarkirkan mobilnya. Lalu kami turun dan masuk kedalam ruangan aula yang sudah disediakan. Pak Saeful dan Bu Tri duduk di kursi wali. Sedangkan Nasya dan nenek duduk dikursi tamu. Aku melirik sekeliling untuk mencari keberadaan Farenzy. Tapi tak ada. Aku mencoba untuk menghubunginya lewat telephone tapi tidak ia angkat. Ah.. mungkin dia sedang dalam perjalanan kesini. Pikirku. Dan benar saja beberapa menit kemudian Fatenzy nampak datang dari arah pintu ku lihat ia datang dengan menggunakan pakian yang sangat rapi. Tampan sekali.
Upacara kelulusan pun dimulai. Semua peserta yang berjumlah enam puluh lima orang semua sudah mengenakan pakaian seragam sesuai yang diinstruksikan sebelumnya. Aku duduk di kursi barisan kedua dari depan. Satu persatu susunan acara dilaksanakan. Semua yang berada didalam ruangan itu mengikuti dengan penuh khitmat.
Kemudian tibalah waktu yang kami tunggu-tunggu yaitu penyerahan ijazah dan sertifikat kelulusan kursus. Semua peserta mulai merasa tegang karena masing-masing ingin segera tahu seperti apa nilai yang didapat. Dimulai dari kelulusan terbaik ketiga. Lalu terbaik kedua. Dan kemudian terbaik pertama. Perasaanku biasa saja karena memang benar aku sudah berusaha semaksimal mungkin tapi kalau untuk mendapat peringkat pertama sepertinya sangat tidak mungkin. Dan ternyata..
__ADS_1
Suara pemandu acara itu seperti menggema. Ia menyebut nama NURAINI. Sejenak aku terpaku sepertinya aku salah mendengar apa yang baru saja pemandu acara itu sebutkan. Ataukah ada nama lain yang sama dengan namaku. Tapi sepertinya tidak.
Ya, itu namaku yang baru saja dipanggil untuk segera maju dan menerima peringkat terbaik pertama. Sebelum maju ku oandangi dulu sekeliling, masih belum yakin dengan apa yang baru saja aku dengar. Lalu pemandu acara itu kembali mengulangi menyebutkan namaku. NURAINI.
Kali ini aku yakin bahwa memang benar peringkat pertama jatuh kepadaku. Ini untuk kelulusan kursus Bahasa Ingris. Karena kedua kursus diadakan ditempat yang berbeda dan dengan jarak waktu satu jam. Aku maju ke hadapan semua peserta,wali, dan juga tamu-tamu yang ada. Aku menerima penghargaan berupa piala, piagam dan sejumlah uang tunai. Suasana haru sangat aku rasakan. Hingga aku tak mampu membendung air mataku. Iringan tepuk tangan dari semua orang yang ada dalam ruangan itu menambah kekuatan tersendiri untukku.
Setelah selesai acara kelulusan di tempat kurus Bahasa Ingris lalu kami langsung menuju tempat kelulusan komputer. Sama seperti sebelumnya pemandu acara mulai menyebutkan susunan acara satu persatu. Pak Saeful dan Bu Tri duduk di kursi wali sementara nenek, Nasya, juga Farenzy duduk di kursu tamu.
Tapi saat acara sedang berjalan dengan penuh khitmat, sesuatu tetjadi. Gedung setinggi lima puluh tingkat tempat kami melangsungkan acara kelulusan itu sepertinya bergoyang. Ruangan yang kami gunakan berada di lantai empat, memang bukan berada di tempat yang sangat tinggi tapi setidaknya kami semua merasakan bahwa saat ini kami sedang ada dalam bahaya. Makin lama goyangan makin jelas terasa. Ada apa ini?
Orang-orang mulai menunjukan kepanikan. Gempa bumi, ya saat ini sedang terjadi gempa bumi. Orang-orang yang ada didekat pintu keluar itu segera bamgun dan berlari keluar. Lalu disusul dengan yang lainnya. Semua kacau. Aku mencoba mencari keluargaku. Pak Saeful, Bu Tri, nenek, Nasya, dan juga Farenzy. Dimana mereka. Satupun dari mereka tidak nampak ku lihat. Semua orang penuh berdesak-desakan ingin segera keluar.
Kini aku sudag berada dalam kerumunan orang-orang yang berdesakan itu. Aku sudah berada dipintu keluar. Lalu aku ikut terdorong keluar. Dengan berjalan sempoyongan karena goyangan gempa yang semakin lama semakin kuat akhirnya aku sampai didepan lift. Disana juga sudah penuh dengan orang-orang yang mengantri di lift. Aku berjalan menuju tangga darurat. Dan saat aku sedang berjalan di tangga itu tiba-tiba..
Bruuuuuukkk...
Tum..
Bruuuuuukkk..
Suara bangunan runtuh itu membuatku semakin ingin menangis. Kulihat dibelakangku semua orang menjerit.
Bangunan tinggi ini masih tetap bergoyang dan entah laintai berapa diatas kami yang sudah lebih dahulu runtuh. Aku tetap berjalan dengan berpegangan padi apa saja yang ada didekatku. Terkadang aku jatuh karena tidak mampu menahan goyangan gempa yang sangat dahsyat.
Kini aku berada di lantai dua. Sebentar lagi. Bisikku dalam hati. Aku kembali menuju tangga darurat selanjutnya menuju lantai dasar. Pikiran ku kacau. Disatu sisi aku ingin segera menyelamatkan diri. Dan disisi lain aku ingin mencari keluarga majikanku. Dan juga mencari Farenzy kekasihku.
Tapi aku belum sampai pada tangga darurat menuju ke lantai dasar tiba-tiba guncangan dahsyat kembali terjadi. Dan diikuti dengan suara runtuhan bangunan lagi. Kali ini aku tak sempat menengok ke belakang karena benturan benda keras dan besar mengenai punggungku hingga membuat aku jatuh dan tersungkur. Benda ini sangat berat aku tak mampu mengangkat tubuhku. Nafasku terasa sesak. Perlahan dalam hitungan detik semua berubah menjadi gelap dan sunyi. Aku tak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya.
Bersambung...
__ADS_1