
Pov.Aini
Sejak malam tahun baru yang kelabu itu kami sekeluarga di Hong Kong ini dikejutkan dengan kabar bahwa papa ditahan dikantor kepolisian dikarenakan keterlibatannya dalam pengedaraan barang haram Narkotika. Dan paginya mama dan Nasya terburu-buru pergi kekantor polisi untuk menemui papa. Sedangkan aku, nenek dan Dina menunggu saja dirumah.
Sepulangnya mama dan Nasya dari kantor polisi, ada kemuraman yang sangat nyata di wajah Nasya. Awalnya aku hanya mengira ia sedih karena telah melihat keadaan papa yang ditahan dan mungkin ia tak bisa menerima kenyataan bahwa papa terlibat dalam kasus tersebut.
"Aini, kemari dulu..!" Mama memanggilku.
"Iya ma ada apa?" Tanyaku sambil mendekat kearah mama.
"Coba sana kamu ajak Nasya berbincang-bincang sekedar untuk menghibur hatinya." Kata mama dengan nada khawatir.
"Iya ma." Jawabku.
Kemudian aku menemui Nasya yang mengurung diri dikamarnya. Setelah mengetok pintu kamarnya beberapa kali barulah Nasya membukakan pintu untuk ku.
"Iya Ai, ada apa?" Tanya Nasya sepertinya dia sedang ada kekesalan di hatinya.
"Emm.. nggak ada apa-apa sih, cuma aku lagi pengen ngobrol aja sama kamu." Kataku pada Nasya sambil sedikit mencandainya.
"Ayo sini masuk." Ajak Nasya padaku.
"Tutup lagi pintunya Ai." Pinta Nasya padaku.
"Iya." Setelah akuenutup kembalinpintu kamar Nasya aku melangkah menghampiri Nasya di tempat tidurnya.
"Kamu kenapa Nas, kok kayaknya antara sedih dan kesal begitu? Apa sds masalah lain lagi selain masalah papa?"
__ADS_1
"Iya Ai, memang benar ada masalah lain. Tapi ini masih menyangkut tentang papa juga." Jawab Nasya dengan nada lesu.
"Masalah apa lagi Nas?" Tanyaku penasaran.
"Yah.. ku Ai mau tau aja."
"Iya lah Nas kasih tau aku. Ayo donk cerita." Aku semakin mendekatkan posisi dudukku dengan Nasya.
"Aku mau cerita tapi jangan kasih tau siapa-siapa ya. Terutama Dina dia orang baru di keluarga kita ini."
"Oke siap..!"
"Jadi begini Ai, ternyata saat malam tahun baru kemaren itu papa sedang bersama dengan wanita selingkuhannya. Mereka ditangkap di kamar sebuah hotel saat sedang berduaan."
Ada rasa terkejut dan sedih dihatiku saat mendengar cerita dari Nasya ini. Bahwa papa ditangkap di kamar hotel saat sedang berduaan dengan wanita simpanannya. Tapi masih ada rasa penasaran juga yang memaksaku untuk kembali bertanya pada Nasya.
" Iya tentu saja kami semua mengenalinya." Jawab Nasya.
"Siapa dia Nas?"
"Dia Lina Wong sekretarus papa di kantor Ai."
"Apa Lina Wong? Sekretaris papa? Seperti apa dia orangnya? Emmm.. maksudku apa dia cantik? Apa dia orang Hong Kong atau pendatang juga seperti kita?"
"Iya lah Ai, tentu saja dia cantik. Iya dia orang Hong Kong. Dia putih tinggi semampai rambutnya hitam panjang matanya sipit seperti orang Chinase kebanyakan." Yerang Nasya padaku.
Aku jadi ingat beberapa kejadian yang pernah aku alami. Beberapa kali aku pernah melihat papa berduaan dengan mesra bersama wanita lain. Bahkan aku sempat mau mengambil gambar dengan cara memotretnya dari arah yang lebih dekat tapi sayang waktu itu Farenzy menelponku. Dan kemudian aku kehilangan jejaknya. Aku semakin yakin kalau yang dulu pernah beberapa kali aku lihat adalah benar itu papa. Ya,kini terjawab sudah pertanyaan-pertanyaanku. Benar papa melakukan perselingkuhan tersebut. Dulu batinku sempat membantahnya karena aku pikir papa tidak mungkin melakukan hal serendah itu.
__ADS_1
"Lalu bagaimana reaksi mama dan tuan muda Nas?" Aku kembali bertanya pada Nasya.
"Tentu saja aku dan kakak sangat terkejut dengan apa yang baru saja kami ketahui. Sedangkan mama sepertinya mama sudah tahu sejak lama. Hanya saja mama selama ini mencoba untuk menutup rapat-rapat perselingkuhan papa yang mama ketahui tersebut. Jujur aku sangat sedih Ai. Aku kecewa dengan papa. Papa yang selama ini sangat aku percaya ternyata penghianat." Nasya bercerita padaku,lalu butiran bening itu menetes di kedua pipinya.
Aku tahu dan aku memaklumi perasaan kecewa yang saat ini sedang dialami oleh keluarga angkatku ini. Dan aku kagum dengan keteguhan hati mama. Dia begitu kuat sehingga tetap bisa menerima kehadiran papa meski ia sendiri tahu bahwa papa sudah menghianatinya. Bahkan mama menyembunyikan kebusukan yang papa lakukan padanya. 'Sungguh kamu wanita yang hebat ma.' Bisikku dalam hati.
Kuulurkan tanganku dan kuseka air mata Nasya. Seakan aku ikut larut dalam kesedihan yang dirasakan olehnya.
"Sudahlah Nas, jangan sedih lagi ya. Semoga akan ada hikmah dari semua kejadian ini. Semoga papa akan sadar dan bertaubat. Serta kembali menjadi papa yang dulu lagi." Aku berusha untuk membujuk Nasya.
"Iya Ai, semoga saja." Jawabnya dengan nada lesu kemudian Nasya kembali membaringkan badannya dengan kedua telapak tangannya menutupi mata.
Hari itu berlalu dengan muram, mama hingga malam tak banyak bicara seperti biasanya. Begitupun dengan Nasya ia seharian hanya mengurung diri dikamar saja. Bahkan beberapa kali aku dan nenek membujuknya untuk keluar dan makan tapi ia masih tetap saja tidak mau.
Sedangkan Farenzy, dia sama sekali belum mengabariku sejak malam tahun baru kemaren. Ada apa sebenarnya. Sungguh aku sama sekali tidak mengerti akan hal ini. Oya, aku lupa tidak bertanya pada mama ataupun Nasya apakah mereka tahu apa dan bagaimana kabar juga keadaan Farenzy karena mungkin saja mereka tahu. Atau apakah ia tidak bekerja dengan keluarga ini lagi semnejak papa terjerat kasus kemarin? Ah, sepertinya itu juga tidak mungkin.
Tapi mengpa setiap aku yang menghubunginya baik melalui telepon ataupun pesan WA ia sama sekali tidak pernah mau mengangkat telepon dariku ataupun membalas pesan-pesanku.
'Mas Farenzy aku kangen.. kamu dimana mas? Apa kamu baik-baik saja? Aku sangat mengkhawatirkanmu mas.' Batinku bertanya sendiri namun tak pernah ada jawaban yang kuterima. Entah apa yang terjadi dengannya. Ia sama sekali tidak pernah mengabariku.
Apakah cinta memang seperti ini? Sering bertanya sendiri berharap ada jawaban yang datang namun waktu habis hanya untuk menunggu dan tak pernah ada jawabnya. Apakah cinta setega ini yang satu merindu dan yang lain tak peduli. Apakah cinta memang seperti ini menghilang tanpa mengabari? Ah, dasar payah. Semua ini hanya akibat dari sebuah perasaan cinta yang angkuh. Membuat semua menjadi kacau balau tak menentu.
Ditengah lamunanku tiba-tiba gawaiku berbunyi. Pertanda ada pesan.yang masuk. Aku segera beranjak mengambil gawaiku tersebut. Emm.. mungkin saja dari orang yang baru saja aku pikirkan. Mungkin angin membisikkan padanya, memberitahunya akan beratnya kerinduan yang aku simapan dihatiku, terlalu lama menunggu kabar darinya.
"[Sayang apa kabar?]" Itu bunyi pesan yang masuk dari Farenzy. Seketika jantungku berdegup kencang. Meski hanya sekedar sapaan menanyakan kabar seperti itu saja sudah sangat berarti bagiku. Bisa mengobati sedikit kerinduanku padanya.
Bersambung..
__ADS_1