Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.59. Terpaksa Berbohong Pada Mama


__ADS_3

Pov. aini


Kejadian sore hari ini sepulangku dari kerja sungguh bamyak yang menegangkan. Aku tak menyangka hanya dalam hitungan dua jam saja dunia ini seakan terasa hancur luluh lantah. Bagaimana tidak tadi sepulang kerja Farenzy menjemputku, lalu ia mengajakku ke salah satu pasar swalayan untuk berbelanja bulanan ketanya untuk stok dirumahnya selama satu bulan kedepan.


Aku menuruti saja permintaannya itu, kemudian Farenzy juga mengajakku untuk mampir sejenak kerumahnya sambil ia akan menaruh dahulu barang belanjaanya yang tadi kami beli.


Kupikir itu tidak masalah sekalian aku juga ingin tahu dimana selama ini Farenzy tinggal. Dan ternyata ia tinggal di salah satu kawasan apartemen mewah di kota Hong Kong ini. Apartemennya sangat besar, mewah dan juga penuh dengan barang-barang mewah dan berharga. Juga arsitektur pada setiap sudut ruangannya sangat nyaman dipandang mata.


Ada salah satu yang hingga saat ini masih menjadi pertanyaan sendiri di hatiku. Yaitu tentang poto keluarga yang terpasang di salah satu dindingnya. Sepertinya aku sudah tidak asing lagi dengan orang-orang yang ada di poto tersebut. Namun saat aku hendak mendekat ke arah poto dan memastikan siapa saja orang-orang yang ada di poto itu tiba-tiba saja Farenzy mengagetkan aku.


Hingga sesuatu yang sebenarnya sama sekali tidak aku inginkan terjadi. Farenzy melayangkan cum**annya kepadaku dan itu sungguh membuat aku tak berdaya karenanya. Meski hatiku diselimuti oleh rasa was-was dan takut serta khawatir tapi sejujurnya aku menikmati dalam setiap inci gerakan yang terjadi saat itu.


Sungguh ini adalah cum**an yang pertama kali seumur hidupku. Sekaligus juga yang terindah dan mungkin selamanya tak akan pernah terlupakan. Farenzy sudah berhasil memberikan warna baru untuk kusimpan sebagai kenangan terindah hingga masa tua nanti, semoga Tuhan tak akan pernah memisahkan kami kecuali hanya dengan ajal. Itu harapanku yang selalu kusematkan dalam setiap doaku.


Saat aku masih hendak ingin menanyakan tentang siapa sajakah orang-orang yang ada didalam poto itu tiba-tiba saja mama menelpon ke telepon rumah Farenzy dan menanyakan keberadaanku. Farenzy mengatakan yang sejujurnya bahwa saat ini aku sedang bersama dengannya dirumah. Tapi Farenzy berbohong, ia mengatakan kalau kami baru saja berjalan-jalan sore menikmati keindahan kota Hong Kong disore hari. Padahal yang sebenarnya tadi kami baru saja.beebelanjaan stok makanannya untuk satu bulan kedepan.

__ADS_1


Ada raut kegelisahan diwajah Farenzy sesaat setelah menerima telepon dari mama saat itu. Entah apa hal lain yang mereka katakan. Yang jelas Farenzy mengatakan padaku bahwa ia harus mengantarkan aku pulang sekaraang juga.


Tanpa banyak berkata-kata aku pun pulang diantar oleh Farenzy, dalam hati ada rasa takut bagaimana kalau mama akan memarahiku. Atau mama justru curiga akan hubunganku dengan Farenzy. Entah apa yang akan terjadi nanti aku hanya bisa pasrah dan tetap berharap semoga tidak akan ada hal lain yang terjadi. Semoga mama tidak akan memarahiku.


Karena rasa takut dan khawatir itu sejenak aku bksa melupakan akan kebahagiaan dan keindahan yang tadi telah tercipta saat sedang berduaan dengan Farenzy. Saat aku keluar dari lift, dengan langkah ragu-ragu berjalan menuju kearah pintu apartemen kami. Berulang kali aku berpikir bagaimana alu harusenghadapi mama. Hingga akhirnya aku nekat, untuk tetap melangkahkan kakiku masuk kedalam rumah.


Aku mengetok pintu beberapa kali namun tak ada jawaban dan saat ku dorong pintu ternyata tidak terkunci. Aku melangkah masuk kedalam rumah dengan perlahan, saat tiba diruang tengah kulihat ada mama yang sedang duduk di sofa dengan masih mengenakan pakaian yang tadi ia pakai kekantor masih lengkap juga dengan tasnya.


"Assalamuaikum..!" Sapaku kepada mama.


"Dari mana saja kamu Ai? Bikin mama khawarir saja. Tadi mama jemput kamu di kantor orang kantor mengatakan kalau kamu sudah pulang. Tapi saat mama sampai rumah Dina dan nenekmu mengatakan kalau kamu belum pulang. Mama jadi bingung kemana kamu pergi. Mana satupun kami tak ada yang tahu kontak teman-temanmu entah itu yang sesama orang kita ataupun yang bukan." Mama.mengatakan itu penjang lebar seakan tanpa jeda padaku. Kemudian ia berhenti sejenak lalu baru melanjutkan pembicaraannya padaku.


"Lain kali kalau pulang kerja langsung pulang ya. Jangan keluyuran lagi. Mama ini orangtuamu. Mama bertanggung jawab atas keselamatanmu Aini. Kalau ada yang mengajakmu pergi kemana-mana kasih kabar mama, atau Dina dan nenek dirumah. Jadi kami tahu kemana kamu pergi." Lanjut mama.


Sementara itu Aku hanya diam dan tertunduk berdiri didepan mama tak tahu lagi harus apa. Kudian aku baru menjawabnya.

__ADS_1


"Iya ma. Maafkan Aini ya ma. Tadi Aini lupa nggak pamit dulu. Aini juga nggak tahu kalau mas Farenzy akan mengajak Aini pergi-pergi dulu. Aini kira kami mau langsung pulang. Maafkan Aini ya ma. Tolong mama jangan marah dengan Aini ya ma..! Aini mengaku ini semua kesalahan Aini." Terangku pada mama, kepalaku terasa berat untuk aku angkat sehingga akupun masih tetap tertunduk didepan mama.


Tak tahan rasanya berada disituasi ini sehingga tanpa tetasa mataku terasa panas dan butiran bening itupun menetes tak mampu lagi untuk aku bendung. Aku menyesal karena tadi telah melakukan suatu kesalahan yang ternyata memancing kemarahan mama.


Aku menyesaltelah mengikuti ajakan Farenzy. Meski dia kekasihku namun mama sebagai orangtua angkatku lebih berhak untuk dihargai. Tapi tadi aku mengikuti ajakan Farenzy karena aku sungguh tidak tahu kalau mama akan menjemputku juga sebab mama belum mengabariku sebelumnya.


Karena aku pikir dari pada aku pulang sendirian dengan kendaraan umum maka aku terima saja ajakan dari Farenzy tersebut. Dan aku juga mengira Farenzy akan langsung mengantarku pulang namun ternyata berbelanja dahulu kemudian mampir juga sejenak kerumahnya mungkin ini yang membuat mama kesal dan marah padaku.


Setelah itu mama menyuruhku untuk segera mandi dan mengganti pakaianku, aku mengikuti saja apa yang mama pinta. Kemudian aku keluar dari kamar dan menemani nenek duduk di balkon. Setelah malam tiba kami semua bersiap-siap untuk makan malam. Saat makan malam berlangsung, mama mengeluh kalau ia sedang tidak enak badan, papa mengusulkan untuk berobat ke dokter namun mama menolaknya. Mama meminta aku untuk memijitinya setelah selesai makan malam ini. Aku mengiyakan permintaan mama itu.


Setelah makan malam selesai aku dan mama pergi kekamarku, seperti yang tadi mama pinta aku pun memijit sekujur tubuhnya. Saat itulah mama menanyakan sesuatu padaku. Mama bertanya tentang apa hubunganku dengan Farenzy.


Disini aku terpaksa berbohong pada mama. Sebenarnya aku sama sekali tidak mengingikan kebohongan itu tapi ini demi hubunganku dengan Farenzy. Dan demi menjaga kepercayaan mama kepada kami berdua.


Aku mengatakan pada mama bahwa aku dan Farenzy tidak ada hubungan apa-apa kecuali hanya berteman biasa saja. Tidak lebih dari itu. Dan syukurlah mama mau percaya padaku. Dan karena ini mama tidak lagi bersikap marah padaku. Maafkan Aini ma, terpaksa Aini berbohong pada mama.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2