Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part. 54. Kebiasaan Baru dan Harapan Baru pula.


__ADS_3

Pov. Aini


Ini adalah awal dibulan April. Pemerintah Hong Kong telah memberi kebebasan untuk semua yang ada di Hing Kong ini beraktifitas kembali di luar rumah. Semua seolah terlahir kembali, ada banyak kebiasaan-kebiasaan baru yang sebelumnya tak ada dan meski


ini ada namun tidak seutuhnya dijalankan namun kini semua harus taat pada peraturan yang telah ditentukan demi kelangsungan hidup setiap orang.


Proses persidangan papa sudah berakhir dengan lancar. Papa pun kini sudah menghirup udara bebas meski sebelumbya juga sempat melakukan isolasi pada sevuah rumah sakit yang telah ditentukan juga oleh pihak kepolisian. Dan sekarang papa sudah bebas seutuhnya dari segala macam tuntutan karena papa terbukti tidak terlibat dalam masalah yang telah menjerat sekretarisnya yang bernama Lina Wong.


Dan saat ini kedudukan papa di perusahaan telah digantikan oleh mama. Mama juga kini memiliki seorang sekretaris baru yang telah ia pilih melalui serangkaian tes yang mama laksanakan secara online beberapa waktu yang lalu. Namun sekretaris mama saat ini adalah keponakan papa dari Turki. Selain karena kemampuannya mama juga sengaja memilihnya sebab agar tidak ada kecemburuan dari keluarga pihak papa dalam urusan mengelola perusahaan.


Meski kami di Hong Kong ini sudah bisa dikatakan bebas beraktifitas diluar rumah walaupun belum seutuhnya, namun kemaren sewaktu aku menelpon keluargaku di Indonesia ayah dan ibu mengatakan bahwa wabah ini baru saja masuk ke Indonesia.


Dan di Indonesia masih merupakan masalah baru, dimana setiap orang seakan dihantui oleh rasa takut yang tak biasa. Tapi ada juga yang bahkan belum mengetahuinya. Dan ada pula yang memang sudah tahu namun bersikap seolah tidak tahu. Yah, ada apa dengan I donesiaku? Semoga suasana disana segera membaik. Jangan sampai berlarut dalam cengkraman wabah penyakit ini.


Dina asisten baru dirumah keluarga angkatku juga mengatakan kekhawatiran dengan keluarganya yang ada di Indonesia. Tapi aku memintanya untuk tidak terlalu khawatir dan berdoa saja untuk kebaikan dan keselamatan keluarga yang ada di Indonesia.


"Kak Aini, semoga saja keluarga kita yang disana selalu sehat ya." Kata Dina padaku.


"Iya Din, kamu jangan terlalu khawatir lebih baik banyak-banyak berdoa semoga mereka semua selalu sehat dan kamu disini juga bisa menjalankan tugas dan pekerjaanmu dengan baik." Pintaku pada Dina.


"Iya kak. Teeimakasih kak atas nasehat kakak."


"Iya Din."


"Ya udah kak Dina lanjut kerja dulu ya, kamar nenek belum Dina sapu."


"Iya, sana lanjutkan dan bereskan. Hehehe."

__ADS_1


"Oke. Siap kak Aini.hehee"


Ya, semenjak kedatangan Dina di keluarga ini suasana rumah seakin ramai. Aku jadi memiliki dua sahabat yaitu Nasya dan Dina. Kadang aku hampir lupa jika saat ini sedang berada di tanah rantauan. Sangkin tak ada bedanya dengan di tanah air sendiri karena aku beruntung barada di sekeliling orang-orang yang sejatinya memang saudara sebangsaku.


Hubunganku dengan Farenzy sampai sekarang masih lancar-lancar saja. Tadi malam ia menelpon ia mengatakan bahwa hari ini sepulang kerja ia akan menjemputku di kantor. Aku sangat senang menunggu pertemuan dengannya. Semenjak dibukanya New Nowmal di Hong Kong ini aku dan Farenzy sebenarnya sudah beberapa kali bertemu.


Dan pada setiap pertemuan selalu meninggalkan kesan tak terlupakan. Segalanya terasa begitu indah. Seakan ingin rasanya selalu bersama melalui sepanjang sisa perjalanan dalam hidup kami. Melampaui sepenggal kisah asmara yang tak berujung. Hanya ingin bersamanya selamanya. Mas Farenzy, aku tak bisa membayangkan andai aku harus melalui hidupku sendiri tanpamu. Entah akan seperti apa diriku.


"[Sayang aku sudah didepan]." Tiba-tiba hpku berbunyi dan ternyatanada pesan dari Farenzy. Dan itulah bunyi pesannya.


Aku segera bergegas bersiap-siap untuk pulang. Setelah merapikan semua alat-alat kantorku aku cepat-cepat langsung keluar kantor dan menemui Farenzy yang sudah menungguku diparkiran.


"Sudah lama menunggu mas?" Tanyaku pada mas Farenzy saat aku menemuinya di area parkir.


"Ya, sudah lumayan lama. Ayo sini!" Ia membukakan pintu mobilnya untukku dan mempersilahkan aku untuk masuk.


"Iya mas Alhamdulillah semua baik-baik saja dan berjalan lancar. Bagaimana pekerjaan mas sendiri?" Aku bertanya balik padanya.


"Iya sama. Pekerjaanku juga semua baik-baik saja dan lancar-lancar saja semuanya sayang. Oya kita belanja dulu yuk." Ajaknya.


"Belanja apa mas?"


"Belanja keperluan bulanan. Stok makanan di rumahku sudah habis. Sekalian aku mau ajak kamu lihat tempat tinggalku. Supaya kamu juga tahu seperti apa rumah yang selama ini aku tempati dan dimana tempatnya. Kamu mau kan sayang?"


Tak tahu lagi aku mau apa jawaban yang harus kuberikan pada Farenzy selain mengiyakan ajakannya.


"Iya mas aku mau." Jawabku pasti.

__ADS_1


Setibanya didepan sebuah pasar swalayan, Farenzy memutar mobilnya menuju ke area parkiran. Setelah memarkirkan mobilnya lalu kami masuk dan mulai berbelanja. Sekarang aku tahh dan semakin yakin bahwa Farenzy adalag sosok pria mandiri. Aku bertanya padanya apakah dirumahnya ia memiliki seorang asisten untuk mengurus rumah dan segala keperluannya. Lalu Farenzy menjawab bahwa ia tidak membutuhkan jasa seorang asisten hanya untuk mengurus rumahnya. Semua masih bisa ia kerjakan sendiri.


"Wah.. hebat sekali kamu mas!" Seruku bangga.


"Apanya yang hebat sayang?"


"Ya, kamu hebat lah mas. Jarang sekali ada laki-laki yang bisa mengurus segala keperluan rumah seperti kamu ini."


"Ah, kamu sayang bisa saja. Banyaklah diluaran sana laki-laki yang seperti aku."


"Tapi aku salut sama kamu mas."


"Baiklah, terimakasih atas dukunganmu itu."


Setelah selesai berbelanja segala macam keperluan untuk rumah Freanzy, kemudian ia mengajakku untuk membantunya menaikan semua barang-barang tersebut keobilnya. Sangat menyenangkan sekali, pertemuan kami ini dimana aku bisa tahu sisi lain dari kekasihku ini. Ia adalah seorang pemuda yang sangat mandiri. Begitu penilaian baruku tentangnya.


Lalu setelah kami berdua didalam mobil ia kembali bertanya padaku.


"Sekali lagi sayang, apa kamu mau aku ajak kerumahku?" Tanya Farenzy padaku.


"Iya mas, aku mau. Kenapa mas seperti meragukan jawabanku tadi?" Aku bertanya balik padanya.


"Ah, tidak. Aku hanya ingin menanyakannya ulang saja." Jawabnya.


Sementara itu Farenzy memacu laju mobilnya.aku menelpon memberitahukan kepada nenek bahwa aku sore ini pulang terlambat karena akunakan kerumah temanku terlebih dahulu.


Tanpa aku sadari ternyata mobil yang Farenzy kendai tadi sekarang sudah memasuki sebuah area parkiran. Setelah memarkirkan mobilnya ia mengajakku turun. Ternyata ia selama ini juga tinggal disebuah apartemen mewah yang ada di Hong Kong ini.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2