Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.61. Hampir Terjebak Oleh Nasya


__ADS_3

Pov. Farenzy


Siang ini aku menelpon Aini dan mengajaknya untuk makan siang bersama. Aku sengaja mengajaknya makan disalah satu restoran favoritku. Kurasa Aini akan suka bila ku ajak makan siang ditempat ini.


"[Halo Assalamualaikum Ai]" Aku menyapanya.


"[Iya Waalaikumsalam mas]" Jawab Aini dari seberang sana.


"[Sebentar lagi jam makan siang, kita makan siang diluar yuk. Kamu mau kan?]" Aku mengak Aini.


"[Emm.. gimana ya mas?]" Sepertinya Aini masih ragu dengan ajakanku atau bahkan mungkin ia hanya sedang pura-pura sok jual mahal saja padaku.


"[Ayo lah sayang, pokoknya sebentar lagi aku jemput kamu ya]" Aku membujuknya dengan sedikit memaksa.


"[Ya sudah lah, iya jemput saja aku kira-kira sepuluh menit lagi ya mas]". Hemm.. Terimakasih Tuhan, akhirnya dia mau aku ajak untuk makan siang bersamaku.


Sejenak kulirik jam pada arlojiku kemudian cepat-cepat aku membereskan meja kerjaku sebisanya saja kemudian aku segera keluar dari ruangan. Aku melangkah dengan penuh semangat untuk menjemput Aini makan siang bersamaku.


Kemudian sesampai di area parkir segera ku kemudikan mobilku keluar dari sumpeknya suasana pekerjaan dikantor hari ini. Ku harap sebentar lagi pertemuanlu dengan Aini akan semakin menumbuhkan dan menguatkan rasa cinta dan kasih yang ada diantara kami berdua.


Di perjalanan ku sempatkan untuk kembali menghubungi Aini. Aku memberitahunya bahwa sebentar lagi aku akan sampai di kantornya. Aku meminta Aini untuk segera keluar dan menunggu aku di lobi.


Sesampainya aku dikantor Aini, ternyata benar seperti yang tadi aku pinta Aini sudah menungguku di lobi. Kemudian akunlangsung saja mengajak Aini masuk kedalam mobilku. Lalu pergi menuju ke restoran yang tadi kumaksud.


"Ayo turun..!" Ajakku kepada Aini.

__ADS_1


"Sudah sampai ya mas?" Tanya Aini.


"Iya." Jawabku.


Lalu kami masuk kedalam restoran dan memesan menu untuk makan siang dan juga minumannya.


"Tempatnya bagus ya mas."


"Iya, kamu suka sayang?"


"Iya mas aku suka, nyaman sekali tempatnya. Menunya juga enak-enak."


"Syukurlah kalau begitu. Tadi aku khawatir kalau kamu tidak akan suka dengan tempat pilihanku ini.."


"Ya tidak mungkinlah mas apapun yang jadi pilihan mas pasti aku suka."


"Iya benar mas."


"Oke, syukurlah kalau begitu."


Setelah selesai makan siang dan bercengkrama, aku dan Aini bersiap untuk kembali melanjutkan pekerjaan kami masing-masing. Tapi disaat aku baru saja hendak bangun dari kursi dimana aku dan Aini duduk berhadapan tiba-tiba saja pandanganku terhenti disebuah sudut ruangan restoran ini. Ternyata disini juga ada Nasya adikku yang juga sedang makan siang bersama dengan kedua orang temannya.


Pikiranku sempat sedikit gelabakan karena khawatir Nasya akan curiga jika ia melihat kehadiranku bersama dengan Aini berdua saja makan siang. Ia pasti akan berpikiran yang bukan-bukan. Tapi sejurus kemudian otakku langsung menemukan cara untuk bisa keluar tanpa harus di curigai oleh Nasya.


Tapi aku juga tidak memberi tahu Aini jika sebenarnya direstoran ini juga ada Nasya yang juga sedang makan siang bersama dengan teman-temannya.

__ADS_1


Saat didepan kasir aku berhenti sejenak untuk membayar apa yang tadi sudah aku dan Aini makan dan minum. Sedangkan Aini aku suruh berjalan lebih dahulu beberapa langkah didepanku barulah kemudian aku menyusul dibelakangnya. Sedangkan aku berpura-pura saja tidak mengetahui akan kehadiran adikku Nasya. Dan sebenarnya aku juga tahu kalau Nasya sempat membuntuti aku dan Aini hingga kami masuk kedalam mobil.


Maka dari itu aku berusaha sebisa mungkin untuk bersikap biasa saja terhadap Aini. Aku tidak memperlakukan Aini seistimewa biasanya. Entah Aini sendiri menyadari akan hal itu ataukah tidak yang jelas aku melakukan ini semua untuk menghindari kecurigaan Nasya.


Setelah itu aku kemudian langsung kembali mengantarkan Aini kekantornya. Dan aku juga kembali melanjutkan pekerjaan dikantorku. Aku memberi tahu Aini bahwa sore ini aku tidak bisa menjemputnya untuk pulang bersamaku karena aku sudah ada janji dengan Nasya untuk berjumpa dirumahku katena ia memintaku untuk mengajarinya bagaimana cara mengerjakan tugas akhir kulaihnya. Dan Ainipun mengiyakan keputusanku itu.


Menjelang sore hari aku pulang dari kantor seperti yang sudah ku rencanakan. Aku langsung pulang kerumahku. Dan ketika aku sampai dirumah ku dapati adikku Nasya sudah menunggu di depan pintu. Ternyata ia lebih dahulu sampai daripada aku. Aku segera membukakan pintu untuknya. Lalu kami masuk kerumahku.


Adikku Nasya langsung masuk dan menuju ke lemari pendingin yang ada du dapur, sepertinya ia sangat kehausan sama seperti yang saat ini sedang aku rasakan juga. Kulihat Nasya langsung mengeluarkan sebotol jus jeruk yang aku buat tadi malam. Lalu ia membuka tutupnya dan meneguk jus jeruk tersebut. Aku yang juga merasakan haus tak tahan melihat ia seakan begitu menikmati kesegaran tersebut sehingga aku pun segera merampas botol jus itu dari tangan Nasya.


Kemudian setelah itu Nasya berlalu meninggalkanku menghilangkan dahaga dengan meneguk jus jeruk dan ia pergi kekamarku tanpa izin dan permisi terlebih dahulu padaku. Tapi aku sengaja membiarkannya supaya ia tidak menggangguku lagi. Kemudian aku juga menyusul Nasya ke kamarku dan meletakkan tas kerja juga jasku di atas meja kerjaku.


Aku memanggil Nasya untuk mengajarinya mengerjakan tugas akhir di ruangbkeluarga saja sambil aku bisa menonton acara televisi. Meski sempat menolak namun akhirnya Nasyapun menuruti apa yang aku mau.


Tapi sepertinya ada sesuatu yang baru saja ia lihat dikamarku. Ya, Nasya melihat poto Aini yang ku pajang didinding kamarku. Waduh, bagaimana ini. Jangan sampai ini malah menambah kecurigaan Nasya. Secepat kilat aku memutar otakku untuk segera mendapatkan alasan yang tepat jika sebentar lagi ia bertanya sesuatu tentang aku dan Aini.


Dan benar saja Nasya jeluar dari kamarku dengan membawa laptopnya dan bertanya ada apa sebenarnya hubungan antara aku dan Aini. Dengan lancar aku menjawab pertanyaannya itu karena memang sudah aku siapkan jawabannya sedari tadi.


Aku mengatakan pada Nasya kalau poto Aini sengaja aku pajang didinding kamarku supaya mantan pacarku tidak usah datang lagi seenaknya saja. Supaya ia berpikir bahwa saat ini aku sudah memiliki wanita lain dalam hidupku sehingga ia tak perlu terlalu banyak berharap untuk bisa kembali bersamaku lagi.


Itu alasan yang ku berikan pada Nasya, entahlah bisa ia terima ataukah tidak tapi dengan sedikit memaksanya untuk percaya padaku akhirnya ia pun menerima saja apa yang tadi kualasankan. Dan dia diam entah diam karena apa yang jelas dia tidak bamyak bertanya lagi.


"Ayo Nas, mana tugas akhir yang ingin kamu pelajari. Sini kakak ajari." Kataku oada Nasya dengan sedikit mengalihkan pembicaraan.


Kemudian Nasya mulai mencari-cari file di laptopnya. Hingga mungkin ia telah menemukan filenya barulah ia kemudian memperlihatkannya padaku. Aku mulai mengajrinya mulai dari cara pembuatan judul yang menarik hingga daftar isi dan cara penulisannya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2