
Pov. Penulis
Malam berlalu dengan angkuhnya, membalut luka-luka para wanita pekerja yang berhati baja dan
berjiwa tegar setegar batu karang dengan hangatnya selimut tebal keyakinan. Pagi hari menyapa
seolah kembali memberi berjuta harapan baru bagi mereka. Melerai duka lara dengan semangat
perjuangan yang tak terkalahkan.
Aini yang datang sejak kemaren sore sudah membaur dengan kawan-kawan seperjuangannya.
Memang bagi Aini ini adalah kali pertama bertemu dengan mereka namun itu bukanlah sebuah
penghalang baginya untuk saling berkenalan. Dan juga saling menyapa juga berbagi cerita serta
pengalaman. Pertemuan dengan sesama TKW bermasalah membuat Aini merasa lebih kuat dari
sebelumnya.
Bagaimana tidak disini ia mendengar banyak bentuk cerita yang sebenarnya jauh lebih tragis dari
pada yang saat ini sedang ia alami. Disini ada rasa syukur dalam hati Aini. Ia bersyukur karena bisa
tahu dan mengenal banyak para wanita-wanita pejuang dengan segala permasalahan yang mereka
hadapi.
Pagi ini setelah sarapan pagi dan olah raga dipenampungan agen, Aini menwrima telepon dari
Nyonya Lili. Nyonya Lili mengatakan bahwa sebentar lagi akan ada seorang suruhan dari pihak
agensi akan datang menjemputnya, tapi Nyonya Lili tidak mengatakan akan dijemput kemana dan
untuk apa. Nyonya Lili hanya mengatan bahwa ia akan dijemput sebentar lagi. Hati Aini penuh
tanya tapi ia juga yakin dan percaya sepenuhnya pada Nyonya Lili. Baginya Nyonya Lili pasti akan
memberikan yang terbaik untuknya.
Hingga tiba waktu yang Aini tunggu seorang peria pesuruh dari agensinya datang mengendarai
sebuah mobil. Laki-laki itu menuju ke ruang penampungan dan memanggil Aini. Aini yang saat itu
sedang berbincang dengan beberapa kawannya yang baru saja ia kenali kemarin sore tapi mereka
seketika itu juga langsung akrab. Dan saat pesuruh itu memanggil Aini beberapa kawannya
tersebut juga seolah ikut merasakan keharuan, mereka tahu bahwa mereka akan kembali berpisah
dan entah kapan akan bisa bertemu kembali. Ataukah mungkin mereka tak akan pernah bertemu
lagi untuk semua waktu yang akan datang.
Berpisah. Aini kembali melangkah menuju kantor agensi yang bertanggung jawab atas dirinya di
Hong Kong ini. Dan sesampainya di kantor agensi ia langsung menuju keruangan Nyonya Lili dan
menemuinya disana.
"Nyonya..!" Sapa Aini kepada Nyonya Lili.
__ADS_1
"Ehem.. eh Aini kamu sudah sampai rupanya. Ayo kemari..! Saya ada berita bagus untukmu."
Aini melangkah masuk dengan lebih tenang daripada saat kemarin pertama kali ia menemui
Nyonya Lili. Sementara itu Nyonya Lili juga merasa jauh lebih lega saat melihat kedatangan Aini
karena ia merasa sudah bisa meringankan beban Aini. Lalu mereka duduk berhadapan dengan
dibatasi oleh meja kerja.
"
Aini, apa kamu tahu ada kabar apa hari ini?" Tanya Nyonya Lili kepada Aini. Sementara itu Aini
hanya menjawab pertanyaan Nyonya Lili tersebut dengan sebuah gelengan kepala pertanda bahwa
ia sama sekali tidak tahu.
"Baiklah Aini, tadi malam saya menemukan pekerjaan baru untukmu. Tapi ini mungkin sangat
berbeda dengan pekerjaanmu sebelumnya." Tutur Nyonya Lili kepada Aini.
Sejenak Aini menyipitkan matanya, seolah ia sangat penasaran dengan kelanjutan pembicaraan
dari Nyonya Lili. Pekerjaan apakah itu? Dan dimana? Tapi Aini lebih memilih diam dan menunggu
saja penjelasan Nyonya Lili selanjutnya.
"Pekerjaannya ialah sebagai kasir disebuah restoran halalfood tempatnya di Shelley street Ai.
Yangmana disana adalah tempat terbanyak orang-orang muslimnya. Saya rasa ini adalah
"Tapi Nyonya, saya akan tinggal dimana?" Tanya Aini dengan nada khawatir.
"Tenang saja Ai, kami sudah menyiapkan asrama. Disana kamu juga akan bertemu dengan banyak
pekerja wanita lainnya, tapi disana tidak hanya dari Indonesia tapi dari berbagai negara didunia.
Disana kamu bisa bertemu dengan para pelajar yang menimba Ilmu di Hong Kong ini. Bagaimana
Aini kamu mau kan menerima pekerjaan ini?" Nyonya Lili menjelaskan kemudian bertanya kembali
kepada Aini.
"Iya Nyonya saya mau." Jawab Aini.
***
Siang itu Aini sampai dihalaman sebuah asrama yang tadi dimaksudkan oleh Nyonya Lili dengan
diantar oleh seorang supir yang merupakan pesuruh dari pihak agensi. Ada rasa senang, haru dan
juga khawatir menyelimuti hati Aini. Namun meski begitu tekadnya untuk tetap bertahan di Hong
Kong inilah yang mampu membakar semangat dalam diri gadis tersebut.
Aini tahu perjuangannya belum usai, jadi tidak ada kata menyerah bagi dirinya. Dan karena itu juga
ia harus bisa membuktikan kepada Bu Tri dan Nasya bahwa ia tidaklah selemah seperti yang
mereka kira. Dan dia juga tidak sehina dan serendah seperti yang pernah bu Tri katakan.
__ADS_1
Aini adalah seorang gadis mandiri dan juga berani serta kecerdasannyapun boleh diadu. Terbukri
bahwa ia pernah menjadi lulusan terbaik di dua tempat kursusnya di Hong Kong ini.
***
Tentang Farenzy, mungkin memang tidaklah mudah bagi Aini untuk melupakannya begitu saja.
Tapi sekurang-kurangnya Aini dalam waktu beberapa hari ini sudah terbiasa menjalani hidupnya
sendiri tanpa Farenzy. Tanpa kabar dari Farenzy.
Namun bagaimana dengan Farenzy sendiri? Apakah Farenzy bisa menjalani hidupnya tanpa Aini.
Jelas saja Farenzy bisa tapi tidak sesempurna ketika ada Aini bersamanya. Farenzyasih terus
menerus mencari keberadaan Aini. Semua tempat ia kunjungi. Semua orang yang ia temui dia
tanyai apakah pernah melihat atau bertemu dengan sosol Aini.
Tapi Farenzy tidak mempunyai keberanian jika harus membuat laporan kepada pihak kepolisian
Hong Kong. Karena ia juga tidak mau permasalahnya dengan mama dan juga adiknya ikut berlarut-
larut. Farenzy tahu jika ia membuat laporan kehilangan atas kepergian Aini nantinya pihak
kepolisian pasti akan mendalami kasus tersebit dan mau tidak mau mama dan juga adiknya
pastilah juga akan ikut terseret lalu kemudian kasus itupun akan semakin rumit dan menjadi lebih
besar lagi.
Bagi Farenzy nama baik keluarganya juga tak kalah berharga daripada hanya seorang Aini.
Sesungguhnya jauh direlung hati Farenzy ia juga saat ini sedang diselimuti berbagai macam
perasaan ya g berkecamuk membaur menjadi satu. Dan iapun masih saja kebingungan hingga
pekerjaannyapun beberapa hari ini semenjak kepeegian Aini menjadi terbengkalai.
***
Baiklah kita tinggalkan dulu Farenzy dan kita kembali kepada Aini. Sesampainya di asrama Aini lalu
diantarkan kesebuah kamar persegi empat yang akan menjadi tempat tinggalnya. Lalu setelah itu
seorang wanita muda yang juga merupakan pesuruh mengantarkan Aini kesebuah restoran
dimana Aini akan bekerja.
Setelah itu mereka kembali keasrama. Malam harinya Aini tertidur dengan sangat pulas. Ini kali
pertamanya ia merasakan sebuah ketenangan dan kedamaian yang mendalam semenjak ia terlibat
masalah dengan keluarga Tuan Syaeful. Aini merasa jauh lebih tenang di tempatnya yang baru ini
dari pada di rumah Tuan Syaeful yang sesak oleh segala macam permasalahan yang datang silih
berganti.
Bersambung...
__ADS_1