Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.80. Tempat Tinggal Baru


__ADS_3

Pov. Penulis


Malam berlalu dengan angkuhnya, membalut luka-luka para wanita pekerja yang berhati baja dan


berjiwa tegar setegar batu karang dengan hangatnya selimut tebal keyakinan. Pagi hari menyapa


seolah kembali memberi berjuta harapan baru bagi mereka. Melerai duka lara dengan semangat


perjuangan yang tak terkalahkan.


Aini yang datang sejak kemaren sore sudah membaur dengan kawan-kawan seperjuangannya.


Memang bagi Aini ini adalah kali pertama bertemu dengan mereka namun itu bukanlah sebuah


penghalang baginya untuk saling berkenalan. Dan juga saling menyapa juga berbagi cerita serta


pengalaman. Pertemuan dengan sesama TKW bermasalah membuat Aini merasa lebih kuat dari


sebelumnya.


Bagaimana tidak disini ia mendengar banyak bentuk cerita yang sebenarnya jauh lebih tragis dari


pada yang saat ini sedang ia alami. Disini ada rasa syukur dalam hati Aini. Ia bersyukur karena bisa


tahu dan mengenal banyak para wanita-wanita pejuang dengan segala permasalahan yang mereka


hadapi.


Pagi ini setelah sarapan pagi dan olah raga dipenampungan agen, Aini menwrima telepon dari


Nyonya Lili. Nyonya Lili mengatakan bahwa sebentar lagi akan ada seorang suruhan dari pihak


agensi akan datang menjemputnya, tapi Nyonya Lili tidak mengatakan akan dijemput kemana dan


untuk apa. Nyonya Lili hanya mengatan bahwa ia akan dijemput sebentar lagi. Hati Aini penuh


tanya tapi ia juga yakin dan percaya sepenuhnya pada Nyonya Lili. Baginya Nyonya Lili pasti akan


memberikan yang terbaik untuknya.


Hingga tiba waktu yang Aini tunggu seorang peria pesuruh dari agensinya datang mengendarai


sebuah mobil. Laki-laki itu menuju ke ruang penampungan dan memanggil Aini. Aini yang saat itu


sedang berbincang dengan beberapa kawannya yang baru saja ia kenali kemarin sore tapi mereka


seketika itu juga langsung akrab. Dan saat pesuruh itu memanggil Aini beberapa kawannya


tersebut juga seolah ikut merasakan keharuan, mereka tahu bahwa mereka akan kembali berpisah


dan entah kapan akan bisa bertemu kembali. Ataukah mungkin mereka tak akan pernah bertemu


lagi untuk semua waktu yang akan datang.


Berpisah. Aini kembali melangkah menuju kantor agensi yang bertanggung jawab atas dirinya di


Hong Kong ini. Dan sesampainya di kantor agensi ia langsung menuju keruangan Nyonya Lili dan


menemuinya disana.


"Nyonya..!" Sapa Aini kepada Nyonya Lili.

__ADS_1


"Ehem.. eh Aini kamu sudah sampai rupanya. Ayo kemari..! Saya ada berita bagus untukmu."


Aini melangkah masuk dengan lebih tenang daripada saat kemarin pertama kali ia menemui


Nyonya Lili. Sementara itu Nyonya Lili juga merasa jauh lebih lega saat melihat kedatangan Aini


karena ia merasa sudah bisa meringankan beban Aini. Lalu mereka duduk berhadapan dengan


dibatasi oleh meja kerja.


"


Aini, apa kamu tahu ada kabar apa hari ini?" Tanya Nyonya Lili kepada Aini. Sementara itu Aini


hanya menjawab pertanyaan Nyonya Lili tersebut dengan sebuah gelengan kepala pertanda bahwa


ia sama sekali tidak tahu.


"Baiklah Aini, tadi malam saya menemukan pekerjaan baru untukmu. Tapi ini mungkin sangat


berbeda dengan pekerjaanmu sebelumnya." Tutur Nyonya Lili kepada Aini.


Sejenak Aini menyipitkan matanya, seolah ia sangat penasaran dengan kelanjutan pembicaraan


dari Nyonya Lili. Pekerjaan apakah itu? Dan dimana? Tapi Aini lebih memilih diam dan menunggu


saja penjelasan Nyonya Lili selanjutnya.


"Pekerjaannya ialah sebagai kasir disebuah restoran halalfood tempatnya di Shelley street Ai.


Yangmana disana adalah tempat terbanyak orang-orang muslimnya. Saya rasa ini adalah


"Tapi Nyonya, saya akan tinggal dimana?" Tanya Aini dengan nada khawatir.


"Tenang saja Ai, kami sudah menyiapkan asrama. Disana kamu juga akan bertemu dengan banyak


pekerja wanita lainnya, tapi disana tidak hanya dari Indonesia tapi dari berbagai negara didunia.


Disana kamu bisa bertemu dengan para pelajar yang menimba Ilmu di Hong Kong ini. Bagaimana


Aini kamu mau kan menerima pekerjaan ini?" Nyonya Lili menjelaskan kemudian bertanya kembali


kepada Aini.


"Iya Nyonya saya mau." Jawab Aini.


***


Siang itu Aini sampai dihalaman sebuah asrama yang tadi dimaksudkan oleh Nyonya Lili dengan


diantar oleh seorang supir yang merupakan pesuruh dari pihak agensi. Ada rasa senang, haru dan


juga khawatir menyelimuti hati Aini. Namun meski begitu tekadnya untuk tetap bertahan di Hong


Kong inilah yang mampu membakar semangat dalam diri gadis tersebut.


Aini tahu perjuangannya belum usai, jadi tidak ada kata menyerah bagi dirinya. Dan karena itu juga


ia harus bisa membuktikan kepada Bu Tri dan Nasya bahwa ia tidaklah selemah seperti yang


mereka kira. Dan dia juga tidak sehina dan serendah seperti yang pernah bu Tri katakan.

__ADS_1


Aini adalah seorang gadis mandiri dan juga berani serta kecerdasannyapun boleh diadu. Terbukri


bahwa ia pernah menjadi lulusan terbaik di dua tempat kursusnya di Hong Kong ini.


***


Tentang Farenzy, mungkin memang tidaklah mudah bagi Aini untuk melupakannya begitu saja.


Tapi sekurang-kurangnya Aini dalam waktu beberapa hari ini sudah terbiasa menjalani hidupnya


sendiri tanpa Farenzy. Tanpa kabar dari Farenzy.


Namun bagaimana dengan Farenzy sendiri? Apakah Farenzy bisa menjalani hidupnya tanpa Aini.


Jelas saja Farenzy bisa tapi tidak sesempurna ketika ada Aini bersamanya. Farenzyasih terus


menerus mencari keberadaan Aini. Semua tempat ia kunjungi. Semua orang yang ia temui dia


tanyai apakah pernah melihat atau bertemu dengan sosol Aini.


Tapi Farenzy tidak mempunyai keberanian jika harus membuat laporan kepada pihak kepolisian


Hong Kong. Karena ia juga tidak mau permasalahnya dengan mama dan juga adiknya ikut berlarut-


larut. Farenzy tahu jika ia membuat laporan kehilangan atas kepergian Aini nantinya pihak


kepolisian pasti akan mendalami kasus tersebit dan mau tidak mau mama dan juga adiknya


pastilah juga akan ikut terseret lalu kemudian kasus itupun akan semakin rumit dan menjadi lebih


besar lagi.


Bagi Farenzy nama baik keluarganya juga tak kalah berharga daripada hanya seorang Aini.


Sesungguhnya jauh direlung hati Farenzy ia juga saat ini sedang diselimuti berbagai macam


perasaan ya g berkecamuk membaur menjadi satu. Dan iapun masih saja kebingungan hingga


pekerjaannyapun beberapa hari ini semenjak kepeegian Aini menjadi terbengkalai.


***


Baiklah kita tinggalkan dulu Farenzy dan kita kembali kepada Aini. Sesampainya di asrama Aini lalu


diantarkan kesebuah kamar persegi empat yang akan menjadi tempat tinggalnya. Lalu setelah itu


seorang wanita muda yang juga merupakan pesuruh mengantarkan Aini kesebuah restoran


dimana Aini akan bekerja.


Setelah itu mereka kembali keasrama. Malam harinya Aini tertidur dengan sangat pulas. Ini kali


pertamanya ia merasakan sebuah ketenangan dan kedamaian yang mendalam semenjak ia terlibat


masalah dengan keluarga Tuan Syaeful. Aini merasa jauh lebih tenang di tempatnya yang baru ini


dari pada di rumah Tuan Syaeful yang sesak oleh segala macam permasalahan yang datang silih


berganti.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2