
Pov. Bu Tri
Setelah mobil yang di bawa oleh seorang laki-laki yang mirip dengan suamiku bersama dengan Lina Wong sekretarisnya di kantor melaju aku segera berlari menuju mobilku dan segera mengikuti mobil itu dari arah belakang. Aku mencoba untuk memacu mobil yang ku kendarai agar tidak kehilangan jejak mereka. Keluar dari parkir dan menuju jalan besar memang saat ini aku berada sedikit jauh dengan mobil mereka tapi aku berusaha agar mataku tidak ada selip walau sedikitpun dari mengawasi mobil tersebut sehingga jarak yang ada tetap terjaga, aku tidak perlu terlalu dekat sekarang aku berada di jarak mobil ke tiga setelah mobil itu.
Moodku seketika berubah, niat ku tadi untuk merefresh otak berwisata belanja di swalayan malah menjadi semakin tegang dengan pemandangan yang menggeramkan. Tiba di sebuah lampu merah, dan tak ku sangka lampu penyeberangan itu menyala berwarna hijau tepat di hadapanku. Sehingga aku tak bisa melanjutka lajunya mobil yang sedang ku kendarai. Sedangkan mobil yang dikendarai oleh suamiku dan Lima Wong sekretarisnya sudah melaju jauh didepan sana. Sia*an..! Aku semakin geram. Emosiku meningkat sererus persen seketika itu juga. Aku kehilangan jejak mereka.
Selama beberapa menit kemudian lampu penyeberangan itu kembali menyala berwarna merah itu berarti semua kendaraan yang ada di jalan boleh berjalan kembali. Aku memacu mobilku menuju kantor. 'Awas kalian kali ini kalian tidak akan bisa lepas dari gerbakanku' aku bergumam dengan geram.
Sesampai di parkiran kantor, aku segera memarkirkan mobilku. Aku buru-buru langsung masuk dan menuju ruangbkerja suamiku.
Ckrek..
Ku buka pintunya.
__ADS_1
Dan ternyata didalam ruangan itu sedang ada beberapa orang disana. Suamiku sedang meeting dengan beberapa klien kami. Dan tidak ada Lina Wong disana. Ada apa ini? Sontak wajahku memerah dengan sendirinya. Aku sangat merasa malu karena semua orang yang ada didalam sana sontak menoleh kearahku dengan tatapan tidak menyenangkan.
"Lei co kan met ye dai dai?(apa yang kau lakukan nyonya?)." Tanya seorang klien secara tiba-tiba pada ku.
"Hemmm.." Aku hanya menjawab dengan berdehem dan menunduk pertanda minta maaf. Lalu ku tutup kembali pintu itu. Aku berjalan menuju ke tempat Scurity, karena aku yakin kalau karyawan yang lain mungkin saja bisa berbohong kalau aku tanya tentang suamiku. Tapi kalau scurity sepertinya tidak. Dan salah satu scurity itu adalah orang indonesia juga namanya Lukman, dia akrab dengan ku. Karena aku yang menerimanya bekerja disini.
"Lukman..!" Aku memanggilnya. Kemudian ia menoleh kearahku. Aku melambaikan tangan pertanda supaya ia datang menghampiri ku. Ia langsung lari mendekati ku.
" Iya nyonya, ada apa ya?" Tanya Lukman.
"Iya nyonya, silahkan nya mau tanya apa?"
"Kamu lihat tadi Tuan datang jam berapa, lalu keluar lagi jam berapa, dan kembali lagi jam berapa juga?" Tanya ku secara tegas kepada Lukman.
__ADS_1
"Iya nya, saya tahu." Jawab Lukman.
"Ayo coba kasih tahu saya sejelas-jelasnya." Perintahku.
"Tadi tuan datang sekitaran pukul sembilanan nyonya, tuan datang telat. Dan setelah itu tuan tidak pernah keluar lagi nyonya. Tuan mengadakan meeting mendadak dengan beberapa klien karena jadwalnya yang mengisi adalah Lina Wong, tapi hari ini dia cuti kerja. Jadi untung tuan datang dan meeting tetap terlangsungkan." Luan menjelaskan kepadaku. Tapi, aku tidak percaya dengan apa yang baru saja aku dengar dari lukman. Lukman pasti berbohong. Aku yakin aku tidak salah lihat.
Pria yang ku lihat bersama dengan Lina Wong di Swalayan tadi aku yakin kalau itu adalah suamiku. Aku hanya telat beberapa menit saja di belakang mereka itupun karrna lampu merah yangenghentikan laju kendaraanku. 'Sialan..!' aku benar-benar geram dengan apa yang saat ini terjadi. Otak ku masih tetap saja berputar tentang bagaimana untuk mendapatkan bukti-bukti tersebut.
Tiba-tiba saja aku teringat cctv, ya aku akan memeriksa rekaman dei cctv perusahaan ini. Aku berjalan menunju ruangan dimana rekaman cctv itu semua ada. Ku buka semua komputer yang terhubung dengan cctv perusahaan. Aku mencoba untuk membuka satu per satu saluran cctv yang tersambung.
Pertama ku buka rekaman cctv yang berada diruangan yang menuju ke ruangan suamiku. Disana pada pukul 09.25 suamiku terlihat masuk kedalam ruangannya. Lalu aku beralih ke cctv yang ada di ruangan suamiku. Dan dalam rekaman tersebut terlihat suamiku membuka lap top nya, lalu menelphone. Entah siapa yang ia telephone. Didalam ruangan itu tidak ada Lina Wong sekretarisnya. Kemudian pada pukul 09.48 suamiku keluar seorang diri menuju ke arah dapur. Dari sini aku mencari rekaman dari ruangan dapur. Tapi dari cctv yang didapur terlihat suamiku menuju kesalah satu sudut dapur yang mana pada sudut ini tidak terpasang cctv. Dan aku ingat kalau sudut dapur ini terdapat pintu keluar yang mana langsung menuju ke luar dan jalan besar.
Sayang sekali aku tidak membawa flashfisk untuk menyimpan rekaman tersebut supaya bisa aku jadikan sebagai barang bukti. Tapi, oya aku ingat. Didalam laci di ruanganku ada sebuah flashdisk kosong. Tapi, aku tidak langsung ke ruanganku untuk mengambilnya. Aku masih mencari rekaman cctv selanjutnya. Aku mencoba mencari rekaman cctv yang ada di parkiran. Tapi detik dan menit aku telusuri namun tak ada rekaman yang menunjukan suamiku keluar lagi setelah masuk kantor. Ternyata benar ia tidak keluar melalui area parkir melainkan melalui pintu dapur. Dan sayang sekali di area luar kantor yang merupakan lanjutan dari pintu dapur itu juga tidak terpasang cctv. Aku berpikir sejenak apa yang harus aku lakukan sekarang. Lalu setelah itu aku segera pergi meninggalkan ruangan cctv dan menuju ke ruangan kerjaku dimana aku ingat ada sebuah flashdisk kosong yang aku simpan di laci. Dengan langkah terburu-buru aku tidak mempedulikan sekelilingku. Hingga aku sampai diruang kerjaku dan langsung menuju laci meja tersebut. Aku langsung membukanya dan mencari keberadaan flashdisk. Tak butuh waktu lama akhirnya aku menemukan flashdisk tersebut.
__ADS_1
Setelah mendapatkan barang yang ku cari, aku kembali ke ruangan cctv. Aku tidak langsung mengcopy rekaman yang ku temukan tadi. Melainkan aku terlebih dahulu mencari rekaman selanjutnya saat suamiku kembali dari luar. Setelah detik demi detik aku telusuri, hingga akhirnya aku pun menemukan rekaman saat suamiku kembali masuk dari pintu dapur tersebut. Dan aku teliti lagi ternyata ada jarak sekitar empat puluh menitan dari rekaman kepergiannya dengan rekaman kepulangannya. Kemudian tanpa pikir panjang lagi, aku langsung mengcopy bukti rekaman tersebut kedalam flashdisk. Nafasku seakan terasa sesak dengan kejadian ini. Rasanya aku ingin sekali menangis dan menjerit sejadi-jadinya. Bagaimana tidak, pengorbanan dan perjuangan ku selama ini sebagai seorang isteri terasa disia-siakan dan diabaikan. Setelah selesai mengcopy file rekaman tersebut aku keluar dari ruangan cctv dan menunggh suamiku selesai meeting. Aku akan menunjukan bukti ini padanya. Aku ingin kami menyelesaikan masalah ini tidak di rumah. Aku belum ingin anak-anak kami tahu dengan apa yang telah papa mereka lakukan dibelakangku.
Bersambung ..