Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.38. Hari Kedua Bekerja


__ADS_3

Sudah dua hari ini aku mulai menjalani pekerjaan baruku. Mama dan papa memintaku untuk bekerja di perusahaan mereka. Bagiku ini adalah awal yang menyenangkan. Walaupun memang benar aku harus kembali mempelajari segalanya dari awal.


Aku bukan bekerja di kantor pusat perusahaan dimana mama dan papa bekerja, melainkan di salah satu kantor cabangnya. Tapi ini tak masalah bagiku, lagi pula kantor pusat dan kantor cabang tempat ku bekerja tidaklah terlalu berjauhan. Kemaren pagi-pagi sekali aku berangkat kerja bersama mama. Mama mulai mengajak ku ke kantor pusat, disana mama mengenalkan aku dengan beberapa orang penting yang bekerja untuk perusahaan ini dan memperlihatkan aku dengan segala seluk beluk ruangan kantor tersebut.


Setelah itu mama kemudian baru membawaku ke kantor cabang ini dan kembali melakukan hal yang sama. Yaitu mama juga mengenalkan aku dengan beberapa orang penting yang ada disini. Dan juga langsung mengenalkan aku dengan semua karyawannya. Mama mengatakan bahwa aku adalah anaknya. Kemudian baru lah mama memperlihatkan semua ruangan lalu memberi tahu ku tentang tugas-tugas yang akan aku kerjakan. Disini mama juga meminta karyawan lain untuk bersama-sama membimbingku dalam bekerja.


Alhamdulillah kemaren hari pertama ku bekerja semua berjalan lancar. Semula mama mengatakan padaku bahwa saat jam pulang kerja Farenzy akan datang menjemputku. Hati ku sudah tak menentu rasanya. Aku bahagia karena di hari pertama kerjaku dinperusahaan ini, akan dijemput oleh kekasihku. Tapi ternyata aku salah. Kami tidak bertemu, Farenzy tidak bisa datang menjemputku. Katanya dia masih berada di luar kota dan sore ini sedang dalam perjalanan pulang. Jadi dia tidak bisa menjemputku. Itu pun ia tsk mengatakan langsung padaku melainkan mengatakannya dengan mama. Aku kecewa. Akhirnya aku pulang dengan kembali di jemput mama. Aku merasa akhir-akhir ini sikap Farenzy berubah, terutama semenjak kepulangannya dari Turki. Entah apa yang terjadi padanya, dan entah angin apa juga yang membuat sikapnya berubah menjadi sedingin salju. Ia sekarang sangat jarang menelponku dan juga saat sku yang menelponnya juga jarang sekali mau ia angkat. Ada rasa sedih, risau, khawatir, cemburu, curiga juga rindu berkecamuk dalam hatiku.


Dan hari ini aku kembali kekantor dengan penuh semangat untuk kembali menjalankan pekerjaan baruku. Sehingga aku bisa sedikit mengalihkan pikiranku dari perubahan sikap Farenzy.


Tuan Sham Hoo adalah kepala cabang di kantor tempat aku bekerja sekarang. Dari kemaren dia sibuk mengajari aku berbagai macam hal yang berkaitan dengan pekerjaan ku sebagai sekretarisnya. Dia sangat baik, ramah dan juga sopan. Sebenarnya usianya tampak sudah tidak muda lagi, tapi semangatnya dalam bekerja tidak usah diragukan lagi. Pantas saja jika ia menjadi salah satu orang kepercayaan mama dan papa.


Selain tuan Sham Hoo juga ada Nona Angelia Zhu disini ia bekerja sebagai bendahara keuangan. Dia mengatur segala macam yang berkaitan dengan keluar masuknya uang dalam perusahaan. Mama mengatakan bahwa aku harus bisa menjalin hubungan baik dengan kedua orang ini. Nona Angelia masih gadis, usianya sekitar dua puluh lima tahunan. Dia juga sangat baik dan ramah. Dia juga membantuku mempelajari berbagai macam tugas-tugasku.


Saat jam makan siang tiba Nona Angelia mengajak ku makan di kantin yang masih berada dalam satu ruang lingkup kantor kami. Dia memesankan dua forsi kembang tahu dan juga teh susu tarik. Memang pas untuk disantap saat musim dingin seperti ini.


"Nǐ shì tāmen de yǎngzǐ ma? ( Apakah kamu anak angkat mereka?)." Tiba-tiba Nona Angelia mengajukan pertanyaan saat kami berdua sedang bersantap siang.

__ADS_1


"Shì de (iya)." Jawabku.


"Nǐ kěndìng rènshí Farenzy shàoyé, tā hěn shuài ba? ( kamu pasti kenal dengan tuan muda Farenzy, dia sangat tampan bukan?)." Nona Angelia kembali bertanya. Tapi ia menanyakan Farenzy dan ia juga menyebutkan 'Tuan Muda' untuk Farenzy. Siapa sebenarnya Farenzy kekasihku itu? Apa mungkin dia anak dari sahabat mama dan papa, atau mungkin anak dari salah satu kerabat mama ataupun papa. Tapi bagaimana kalau ternyata dia adalah anak laki-laki dari mama dan papa yang hingga kini masih menjadi tanda tanya sendiri di hatiku.


Ah, sepertinya itu tidak mungkin kalau Farenzy anak dari mama dan papa karena ia hanyalah seorang suruhan dari mama dan papa. Terbukti setiap kali ada suatu keperluan mama dan papa selalu meminta bantuan padanya. Dan selain itu pula mama dan papa juga pernah mengatakan kalau anak laki-laki mereka berada tinggal jauh dari mereka dan sudah memiliki perusahaan sendiri dan ia juga mengelola sebagian perusahaan mama dan papa. Jadi pekerjaannya mungkin sangat sibuk.


Sudahlah aku tak mau di kuasai oleh pikiran-pikiran yang tidak jelas hanya mengacaukan moodku saja.


Setelah selesai makan siang, aku dan Nona Angelia kembali masuk ke ruang kerja kami. Aku kembali mengerjakan pekerjaanku. Kemudian Tuan Sham Hoo meminta ku untuk ikut meeting bersamanya dengan beberapa klien kami. Jujur aku gugup, ini pengalaman pertamaku ikut meeting. Tapi tuan Sham Hoo selalu membimbingku, mengajari setiap detail apa yang harus aku lakukan.


Tak lama setelah selesai meeting tiba waktu pulang. Tadi pagi mama bilang katanya sore ini aku pulang sendiri dengan kendaraan umum. Sebelum keluar dari kantor ku raih gawaiku dari dalam tas. Ku lihat ada pesan di whatsapp. Ternyata dari Farenzy.


"[Mas sekarang aku sudah pulang, mas jemput aku ya]." Ku kirimkan balasan untuk pesannya.


"[ Oke sayang, tunggu ya.]" Itu balasan dari Farenzy.


Aku segera keluar dan menunggu Farenzy di depan kantor. Setelah sekitar dua puluh menit menunggu, akhirnya Farenzy datang.

__ADS_1


"Hai cantik, yuk sini naik." Ia keluar mobilnya dan membukakan pintu mobil untukku. Aku segera masuk kedalam mobilnya.


"Gimana kerjamu selama dua hari ini sayang?" Tanya Farenzy padaku.


"Alhamdulillah semua lancar mas." Jawabku.


"Owh.. syukurlah kalau begitu. Pasti menyenangkan bukan?"


"Iya mas, sangat menyenangkan."


"Oya kita mampir dulu ke taman sebentar yuk."


Aku hanya membalas ajakannya dengan anggukan pertanda setuju. Sesampai di Victoria Park, Farenzy memarkirkan mobilnya kemudian kami turun. Kami duduk di sebuah kursi taman, lalu ia memberikan sebuah bungkusan kecil.


"Ini untuk kamu sayang, aku kemaren dari Turki tidak ada oleh-oleh cuma ada ini saja tapi aku harap kamu menyukainya." Ia memberikannya padaku. Dan aku membukanya.


Ternyata isinya sebuah syal, sangat cocok untuk di pakai pada cuaca dingin seperti sekarang ini. Tapi sebenarnya bukan ini yang membuat aku bahagia selain itu ada yang lebih membuat hati ini bahagia yaitu Farenzy mau datang menemuiku. Setelah bersenda gurau sebentar di taman, lalu aku mengajak Farenzy untuk segera mengantar ku pulang.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2