Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.41 Rencana Liburan Akhir Tahun.


__ADS_3

Pov. Aini


Tak terasa waktu terus berjalan, perusahaan mengumumkan jika menjelang akhir tahun ini akan ada libur panjang selama beberapa hari. Hingga hari ketiga setelah tahun baru 2020 ini nanti. Hemmm.. akhirnya ada liburan juga, aku merasa lega karena akan ada waktu untuk ku sekedar beristirahat dari kepenatan yang menggelilingiku di kantor. Ah, aku berbicara masalah kantoran sekarang.. Aku menghela nafas panjang. Begitu cepat perguliran waktu. Aku yang tadinya hanyalah asisten rumah tangga yang berugas menjaga lansia kini sudah berubah menjelma menjadi seorang sekretaris kantoran. Nasib memang tak ada yang tahu, beruntung nasib baik ini yang menghampiriku.


Ada rasa bangga tersendiri tatkala aku berjumpa dengan kawan-kawanku yang dulu berangkat dengan tujuan dan harapan yang sama yaitu akan bekerja di negara orang dengan menjadi asisten rumah tangga berharap kelak bisa membawa perubahan kehidupan yang lebih baik untuk keluarga yang kami tinggalkan nun jauh disana.


Dan kini alur kehidupan baru telah membawaku kesebuah perubahan yang awalnya sama sekali tak ku ketahui. Aku hanya bisa untuk menjalani dan menikmati setiap inci dalam setiap proses yang datang silih berganti.


Sore ini aku akan pulang seperti biasa di jemput oleh Farenzy kekasihku. Hampir setiap hari ia menjemputku sepulang kerja.


"Sayang nantu akan ada libur panjang akhir tahun, kamu punya rencana mau liburan kemana?" Ia bertanya padaku saat dimobil dalam perjalanan pulang.


" Belum tahu mas, tapi sepertinya nggak ada." Jawabku.


"Lho kok nggak ada?"


"Iya nggak ada. Mungkin aku akan menghabiskannya dirumah saja."


"Duh.. sayang sekali kalau hanya akan dirumah saja."


"Terus menurut mas sebaiknya aku liburan kemana?"


"Kita liburan bareng yuk.. kemana aja gitu kita eksplor tempat-tempat yang bagus di luar negri. Kalau mau mulai besok kita urus visanya."


"Tapi mas, ah.. sepertinya aku nggak bisa deh, soalnya sayang uangnya lebih baik untuk aku tabung buat nanti kalau aku sudah pulang ke indo."


Kemudian tiba-tiba Farenzy mengerem mendadak mobil yang sedang ia setir.


"Ada apa mas?" Tanyaku penasaran.


"Udah sayang, kamu nggak usah khawatir ya masalah biaya nggak usah dipikirkan. Biar aku saja yang tanggung semuanya." Ia memberikan jawaban atas pertanyaanku sebelumnya. Ternyata ini yang membuatnya mendadak mengerem mobilnya.


"Tapi mas bagaimana dengan mama, papa, Nasya, dan juga nenek. Apa mereka tidak aka. Marah kalau kita berdua pergi berliburan."


"Hahaaahaaa..." Entah apa yang lucu tiba-tiba ia tertawa mendengar apa yang aku baru saja tanyakan.


"Apa yang lucu mas?"


" Tidak ada yang lucu, hanya saja kamu terlihat begitu khawatir akan hal itu."


"Ah.. mas ini."

__ADS_1


"Bagaimana kalau kita liburan ke Turki? Kamu mau nggak sayang? Sekalian aku sudah lama tidak berkunjung ke saudara-saudara yang ada disana. Dan aku akan mengenalkan kamu dengan mereka."


"Entahlahas, nanti ya aku pikir-pikir dulu."


"Jangan kelamaan mikir ya sayang.. supaya kita bisa secepatnya mempersiapkan segala sesuatu yang nanti akan kita perlukan jika kita akan pergi berliburan."


"Iya mas, nanti malam aku kasih keputusannya."


"Oke sayang aku tunggu ya keputusannya nanti malam."


"Iya mas."


"Oya sayang kita sudah mau sampai nih.."


"Iya mas."


Kemudian tibalah kami di depan apartemen, Farenzy memberhentikan mobilnya lalu aku turun.


"Dah.. sayang, sampai jumpa besok ya.. oya nanti malam jangan lupa kabari aku tentang bagaimana keputusan mu."


"Oke mas."


Kemudian aku melangkah masuk, memasuki apartemen. Sesampainya aku dirumah kulihat ada nenenl yang baru saja selesai memasak.


"Waalaikum salam, eh cucu nenek.."


"Hehe.. iya nek."


"Sudah pulang kerja Ai?"


"Iya nek, sudah. Oya nek, Nasya mana?"


"Itu Nasya ada di kamarnya dia juga baru pulang kuliah."


"Owh...ya sudah, Aini mandi dulu ya nek."


"Iya Ai. Nanti kalau sudah mandi kita makan ya."


"Oke nek, oya nenek masak apa?"


"Ini nenek baru saja selesai masak opor ayam."

__ADS_1


"Wah.. pasti enak itu nek, Aini mandi dulu ya nek supaya nanti kita bisa makan bersama."


"Iya Ai. Sana mandi dulu."


"Iya nek."


Kemudian aku pergi berlalu meninggalkan nenek, aku pergi kekamar untuk mandi dan mengganti pakaianku. Tapi setelah sampai di kamar, rasa malas, cape,dan lelah seharian bekerja mulai menyerang hingga aku mebunda dulu untuk mandu dan akhirnya aku merebahkan tubuhku ke atas tempat tidur. Untuk sejenak melancarkan aliran darahku, entah berapa lamanya aku pun tak menyadarinya karena aku terbawa kedalam lamunan yang tak menentu.


Tok..tok..tok..


Suara pintu kamarku diketok.


"Aini, kalau sudah selesai mandinya yuk kita makan.." Nenek memanggilku dari luar kamar.


"Iya nek, tunggu sebentar."


Aku segera mengambil handuk ku lalu masuk kamar mandu dan mandi. Kemudian setelah selesai mandi dan salin aku pergi menemui nenek di meja makan. Disana juga sudah ada Nasya.


"Hei.. Aini sini,ayo kita makan. Nenek sudah masak banyak lho untuk kita." Sapa Nasya seperti biasa dengan nada cerianya.


"Iya Nas, ayo kita makan." Aku duduk di samping nenek dan beehadapan dengan Nasya.


Kami makan bersama, semua terasa nikmat meski tak ada mama dan papa. Karena mama dan papa belum pulang kerja, oya akhir-akhir ini entah kenapa sepertinya papa sangat jarang pulang merumah. Dan mama hampir setiap hari pulang terlambat. Kalau menurut penilaianku, sepertinya sedang ada masalah dalam keluarga ini, tapi aku tak tahu masalah apa yang sedang terjadi. Karena tak ada seorang pun yang memberitahuku. Tapi aku juga cukup maklum karena aku sendiri menyadari bahwa meski aku saat ini adalah salah satu bagian dari keluarga ini namun tak semuanya mesri aku ketahui. Karena Ku hanyalah anak angkat mereka.ungkin ada rahasia mereka yang tidak bisa mereka bertahukan kepada sembarangangan orang termasuk juga aku.


"Ai, tidak lama lagi akan ada libur panjang akhir tahun. Kita liburan yuk..!" Tiba-tiba mengagetkan aku dengan ajakannya.


"Liburan kemana Nas?" Tanya ku.


"Emmm... Sebenarnya aku juga belum tahu, coba nanti aku tanya kakak ku dulu ya."


"Heeem.." Aku mengangguk.


Ini juga yang masih membuat aku penasaran, siapa sebenarnya dan seperti apa sosok tuan muda itu. Aku bahkan hingga detik ini belum diberi kesempatan untuk bertemu dengannya.


"Kakak mu sibuk nduk, apa mungkin dia mau diajak liburan?" Nenek bertanya pada Nasya.


"Pasti dia mau lah nek, masa kerja terus yang diurus. Kan liburan juga penting." Jawab Nasya kepada nenek.


"Ya sudah, tapi kalau kakak mu nanti bilang nggak busa kamu jangan paksa ya."


"Oke nek, tenang aja.! Semua pasti bjsa diatur." Nasya tersenyum sambil mengacungkan jari jempolnya.

__ADS_1


Setelah makan selesai aku dan Nasya membantu nenek membereskan meja makan dan aku membantu nenek mencuci piring. Lalu aku kembali ke kamar. Dinkamar, ku raih gawaiku. Aku mengirimkan pesan pada Farenzy bahwa aku tidak bisa ikut liburan akhir tahun bersamanya karena aku akan liburan bersama dengan Nasya, mama, papa, juga nenek.


Bersambung...


__ADS_2