
Pov. Nasya
Tak terasa aku sudah memasyku semester akhir dan sudah mulai menggarab tugas akhirku. Tentunya prosedur penggarapan tugas akhir ini ada perbedaan dengan jika aku kuliah di Indonesia. Di sini, di Hong Kong ini aku sangat membutuhkan bimbingan ekstra baik dari pihak dosenku ataupun bimbingan dari pihak keluarga orang tuaku tentunya.
Dalam hal ini aku melibatkan kakakku, karena walau bagaimana pun kakakku adalah lulusan terbaik dari salah satu Universitas yang ada di Hong Kong. Sudah pastilah kakakku paham bagaimana caranya untuk bisa mendapatkan nilai maksimal dalam penyelesaian tugas akhir.
Hari ini rencanaku, aku ingin berkunjung ke rumah kakakku. Aku ingin menemuinya dan memberitahunya supaya ia mau membantuku untuk menyelesaikan tugas akhirku ini. Semoga saja kakakku tidak sibuk dan semoga saja ia mau membimbing juga mengajariku. Sehingga saat nanti aku berhadapan dengan dosen pembimbing di kampus sudah tidak terlalu canggung lagi. Itu rencana ku untuk hari ini, karena kebetulan hari ini aku tidak ada jam kuliah maka aku pagi ini aku akan menelpon kakakku terlebih dahulu semoga saja ia bisa meluangkan waktunya untukku.
"[Halo Assalamualaikum kak..]" Aku menyapa kakakku di telepon.
"[Iya Waalaikumsalam Nas, ada apa dik? Tumben pagi-pagi nelpon kakak?]" Tanya kakakku.
"[Hehee.. iya kak, Nasya ada perlu dengan kakak]"
"[ Perlu apa?]"
"[Begini kalau bisa Nasya pengen minta waktu kakak untuk mengajari dan membimbing Nasya mengerjakan tugas akhir]"
"[Setiap hari begitu?]"
"[ Iya kalau bisa sih setiap hari ]"
"[Owh begitu, kalau dari pagi sampai siang kakak sepertinya tidak bisa. Tapi kalau sore kakak usahakan pasti bisa]"
"[Oke kak berarti nanti sore saja ya Nasya ke rumah kakak]"
"[Iya kakak tunggu ya]"
__ADS_1
"[Oke terimakasih kak. Udah dulu ya kak, Assalamualaikum]"
"[Iya Waalikumsalam]"
Baiklah kalau begitu, aku sudah menghubungi kakakku dan itulah jawaban darinya. Berarti aku untuk sekarang aku beristirahat dahulu atau paling tidak, mungkin siang ini nanti aku akan pergi berjalan-jalan keluar rumah sebentar bersama teman-temanku mungkin hanya sekedar untuk makan siang diluar atau berbelanja di pasar swalayan.
Aku sudah menghubungi Min young dan juga lee sa, mereka adalah dua teman sekampusku. Kami sudah berjanji akan bertemu siang ini di Victoria Park untuk selanjutnya kami akan berbelanja ke salah satu pasar swalayan.
Tak perlu menunggu waktu lama aku dan kedua temanku itu berjumpa di tempat yang sudah kami janjikan. Tapi sebelum pergi ke pasar swalayan kami lebih dahulu pergi ke salah satu restoran yang memang merupakan tempat para muda-mudi untuk makan atau hanya sekedar minum kopi ataupun teh hangat.
Pada saat aku dan juga kedua temanku tengah asik bercengkrama sambil menyantap makan siang yang sudah kami pesan, tiba-tiba saja aku seperti melihat sosok yang aku kenal berjalan melewati bagian kasir. Ya aku tidak salah lihat. Aku yakin sekali itu adalah kakakku Farenzy tapi bersama dengan seseorang yang juga aku kenal yaitu Aini. Didepan kasir kakakku berhenti untuk membayar mungkin makanan atau minuman mereka dan Aini berdiri di sampingnya. Kemudian mereka berdua keluar secara bersamaan.
Awalnya aku berusaha untuk mengedip-ngedipkan mataku, lalu masih belum puas aku juga sengaja mengusap mataku takut kalau aku salah lihat. Tapi ternyata benar itulah adanya. Aku sama sekali tidak salah lihat. Aku bingung tak tahu apa yang harus aku lakukan. Mungkin mereka tidak mengetahui akan kehadiranku di restoran ini. Setelah mereka keluar beberapa langkah aku mencoba untuk membuntuti mereka ternyata mereka pergi dengan menggunakan mobil kakakku.
Aku kembali duduk di kursi bersama kedua orang temanku dan kembali melanjutkan santapan siang bersama mereka. Aku pikir nanti sore saja akn aku tanyakan pada kakakku. Mungkin mereka hanya berteman biasa saja karena tadi yang aku lihat mereka hanya berjalan biasa saja. Sepertinya tidak ada sesuatu yang istimewa.
Ah, sudahlah.. Tidak mungkin juga kakakku akan tertarik pada Aini. Aku tahu betul seperti apa wanita yang menjadi incaran kakakku sedari dulu. Aini bukanlah tipe wanita yang ada dalam kriteria yang kakakku cari untuk menjadi pasangannya. Jadi untuk apa aku pusing-pusing memikirkannya.
Setelah itu aku mencoba untuk menelpon kakakku dan ia mengatakan kalau ia saat ini sedang dalam perjalanan pulang. Kemudian selang beberapa waktu setelah itu kakakku baru lah sampai. Ia membukakan pintu untukku. Seperti biasa aku masuk kerumah kakakku selonongboy saja, karena memang sudah kuanggap seperti rumahku sendiri. Namanya juga ini kan rumah kakakku lagian kakakku juga masih sendiri ia belum punya pasangan jadi belum ada kakak ipar yang harus aku segani disini.
Aku langsung masuk menuju dapur dan membuka lemari pendinginnya mencari sesuatu yang bisa menyegarkan tenggorokanku yang sedari tadi terasa haus. Yup.. aku menemukan sebotol jus jeruk, emm.. ini pasti sangat menyegarkan langsung saja aku buka dan ku teguk beberapa kali tegukan.
"Hei.. sini jangan di habisin kakak juga haus." Tiba-tiba kakakku langsung mengambil botol itu dari tanganku.
"Ugh.. dasar.." Aku menggerutu.
Kemudian aku berjalan kearah kamar kakakku sedangkan ia masih aku tinggalkan didapur meneguk jus jeruknya mungkin hingga habis tanpa sisa. Karena aku perhatilan tadi kakakku juga sangat kehausan.
__ADS_1
Sesampai didepan pintu kamar kakakku sejenak aku berhenti dan membuka pintunya secara perlahan-lahan. Aku tahu memang tidak ada siapa-siapa didalamnya namun ini sudah menjadi kebiasaanku ketika masuk kekamar yang bukan milikku.
Ketika masuk aku tidak memperhatikan apa pun yang ada didalam kamar kakakku itu. Aku hanya langsung membuka lap top milikku dan mulai mencari-cari file tugas akhirku. Tak lama kemudian kakakku juga datang masuk kekamarnya.
"Ayo sini Nas kakak ajari diruang keluarga ini saja sambil kakak menonton acara televisi." Ajak kakakku.
"Ah, tapi Nasya pengen sambil tiduran kak." Tolakku dengan sedikit bergaya manja.
Tapi tak sengaja ku tengadahkan kepalaku dan ternyata ada sesuatu yang lain yang sedikit membuat ku merasa heran dan seolah menambah kecurigaanku. Disana di atas dinding kamar kakakky terpasang sebuah poto Aini. Sejenak aku mengerutkan dahi. Pertanda seolah tak percaya dengan apa yang nampak didepan mataku.
Tanpa pikir panjang aku segera keluar kamar kakakku dengan membawa laptop.
"Kak, Nasya mau tanya sesuatu. Tolong kakak jawab jujur ya."
"Iya mau tanya apa?"
"Itu dikamar kakak mengapa ada poto Aini?"
"Owh.. itu sengaja kakak pasang. Tujuannya cuma satu yaitu karena kakak tidak mau menerima mantan kakak yang kemaren itu minta balikan. Mantan kakak kan orangnya kurang sopan dia suka masuk kekamar kakak sembarangan jadi supaya dia tidak berharap lagi dan tidak darang lagi kakak bilang saja ke dia kalau kakak sudah punya pacar baru dan karena kakak sebenarnya masih jomblo maka poto Aini saja yang kakak pajang disitu. Karena kalau poto kamu nanti dia bisa mengenalinya." Jelas kakakku.
Meski sebenarnya aku masih kurang puas dengan alasan kakakku tapi aku tetap menerima saja alasannya itu dan membenarkannya.
"Tapi kakak benarkan tidak ada hubungan apa-apa dengan Aini?"
"Iya dik.. kamu kan tahu seperti apa wanita idaman kakakmu ini."
Aku mengangguk dan menerima begitu saja apa yang baru kakakku katakan. Karena memang benar wanita idaman kakakku bukanlah seperti Aini.
__ADS_1
Kemudian aku melanjutkan pembelajaranku seputar tugas akhir bersama kakakku hingga tak terasa malam sudah datang dan aku pamit untuk pulang kepada kakakku.
Bersambung...