Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.68. Mengetahui Rencana Mama


__ADS_3

Pov. Aini


Aku mulai merasakan gelagat-gelagat aneh dalam keluarga angkatku. Dimulai dari Nasya yang mulai mencurigai hubunganku dengan Farenzy yang baru ketahui adalah kakaknya. Hingga tadi malam . Tiba-tiba mama datang menemuiku dikamar. Aneh, tidak seperti biasanya. Awalnya semua biasa saja, mama menanyakan keadaanku karena semenjak pulang kerja aku tidak keluar dari kamar.


Mama seakan sangat mengkhawatirkan keadaanku. Ia menayakan kesungguhanku apakah benar aku baik-baik saja atau tidak. Lalu mama meminta untuk masuk kekamarku. Tanpa pikiran apapun aku mengiyakan permintaan mama tersebut. Aku mempersilahkan mama untuk masuk. Kemudian barulah timbul sebuah perasaan tidak enak. Aku merasa sikap mama sedikit berbeda. Lalu mama mengatakan apakah ia boleh bertanya sesuatu. Aku sempat takut kalau mama akan memarahiku. Aku pikir mama entah akan bertanya apa padaku.


Awalnya mama bertanya apakah aku punya.kelyhan selama satu tahun ini tinggal dan bekerja dengan keluarga mereka. Lalu aku mengatakan bahwa sama sekali aku tidak merasakan adakeluhan apapun. Kudian mama menjurus kepertanyaan lain. Yaitu apakah aku sudah memiliki teman dekat laki-laki. Disini aku mulai semakin curiga bahwa jangan-jangan mama juga sudah mengetahui akan hubunganku dengan Farenzy. Beruntung otaklu langsung berputar meski tanpa kuberi komando langsung saja berpikir untuk menutup rapat-rapan tentang masalah hubungan yang telah terjalin antara aku dan putra mama.


Dan ternyata benar saja apa yang tadi aku pikirkan kini menjadi pertanyaan mama selanjutnya. Mama menanyakan sejauh mana akunmengenal Farenzy putranya. Aku menjawab dengan pasti bahwa hanya aku mengenalnya hanya sebatas teman biasa saja. Kemudian mama melanjutkan pertanyaannya dengan menanyakan apakah aku tahu siapa kekasih Farenzy. Aku menjawab bahwa aku tidak tahu. Dan hanya pernah sekali bertemunFarenzy bersama dengan gadis Hong Kong tapi aku tidak tahu iru pacarnya atau bukan.


Kemudian aku dan mama.berbincang hingga membahas jika Farenzy kelak berjodoh dengan siapa. Mama mengatakan harus dengan wanita yang sederajat dengan mereka. Maksud mama harus dengan wanita kaya juga seperti mereka. Sampai disini hatiku terenyak mendengarnya. Aku sadar kalau aku bukanlah wanita seperti yang mama idamkan untuk menjadi menantunya.


Setelah itu mama pamit untuk keluar dari kamarku. Kemudian aku kembali menutup pintu kamarku. Didalam kamar aku duduk merenungi apa yang tadi aku dan mama perbincangkan. Seakan terngiang ditelingaku kata-kata mama bahwa ia hanya akan menyetujui jika Farenzy menjalin hubungan dengan wanita yang sederajat dengan mereka. Sedangkan aku siapa?

__ADS_1


Tak terasa pagi kembali datang menyapa, aku kembali bersiap untuk pergi kekantor. Mama mengatakan kalau hari ini dia tidak akan mengantarku begitupun dengan papa. Aku memutuskan untuk pergi kekantor dengan menaiki kendaraan umum, tapi begitu aku keluar rumah sepertinya ada sesuatu yang aneh kurasakan. Seakan ada seseorang yang mengikutiku dari belakang. Tapi aku berusaha untuk mengusir rasa was-wasku.


Saat aku menaiki kendaraan umum perasaan itupun ikut hilang. Apakah orang yang tadiengikutiku sudah pergi? Atau mungkin tadi hanya halusinasiku saja. Saat aku tiba dikantor perasaan seperti ada seseorang yang sedang mengawasiku itu kembali hadir. Eits.. sesaat langkahku terhenti. Aku tersentak kaget, saat aku berdiri didepan pintu kaca hendak masuk kedalam kantor dimana aku bekerja. Dari kaca tersebut aku bisa melihat dengan jelas kalau dibelakangku memang benar ada yang sedang mengikutiku. Tapi yang membuat aku semakin tak percaya ialah orang yang membuntutiku itu ternyata adalah mama.


Kemudian karena sudah mengetahui siapa yang membuntutiku aku berusaha untuk bersikap biasa saja. Aku tak ingin mama sampai tahu bahwa sebenarnya aku sudah mengetahui bahwa dia mengikutiku. Sejujurnya aku sama sekali tidak tahu apa maksud dan tujuan mama melakukan ini. Apa yang ingin mama ketahui dariku sehingga ia sampai mengikuti hingga kekantor. Oh.. Mungkin karena ia ingin tahu masalah hubunganku dengan putranya. Sesampai didepan tangga aku juga berhenti sejenak namun mama terlihat membelokan langkahnya menuju kesebuah ruangan dimana itu adalah ruangan pengawasan cctv. Dan tidak sembarangan orang bisa masuk kesana. Aku sengaja tadi tidak mau menggunakan lift dan lebih memilih keatas dengan menggunakan tangga saja karena ingin mengetahui apakah mama masih berani mengikuti namun ternyata mama jauh lebih cerdik. Ia memilih untuk mengawasiku dari cctv daripada harus menahan lelah berjalan melalui tangga.


Aku masuk kedalam ruang kerjaku, meski aku tahu saat ini mama sedang mengawasiku namun aku tetap berusaha untuk tenang dan bersikap seolah tidak tahu apa-apa. Aku tetap fokus menjalankan pekerjaanku hingga datang waktu makan siang, beruntung tadi pagi aku sempat membawa bekal dari rumah kemudian aku memakan bekalku di kantin yang masih dalam satu area dengan kantor tempat aku bekerja.


Tak terasa waktu pylang kantor telah tiba kuraih tasku dan aku mengecek handphone-ku. Ternyata ada pesan dari Farenzy, ia mengatakan akan menjemputku sepulang kerja ini nanti dan memintaku untuk menemaninya bertemu dengan klien perusahaannya dan ia juga memintaku agar setuju menjadi rekan kerjanya didepan para klien tersebut. Tidak ada pilihan bagiku selainengiyakan saja permintaan Farenzy tersebut.


Akuengatakan kalau saat ini mama sedang mencurigai hubungan kami, dan mama seharian ini mengawasi segala gerak-gerikku. Tapi Farenzy mengatakan kalau ia sama sekali tidak takut dengan apa pun yang akan terjadi andai semua keluarganya mengetahui akan hubungan percintaan antara kami berdua.


Tak perlu menunggu waktu lama begitu aku sampai di lobi ternyata Farenzy juga datang.

__ADS_1


"Sayang, ternyata apa yang tadi kamu beritahukan padaku adalah benar. Itu diluar sana ada mobil mama dan aku yakin mama sedang mengawasi kita. Jadi kita harus bisa bersikap biasa saja tidak apa-apa kan?"Tanya Farenzy padaku.


"Iya mas." Jawabku.


"Ayo cepat kita langsyng masuk saja ke mobil." Ajaknya.


Kemudian aku dan Farenzy menuju ke sebuah kafe yang mana disana sudah ada beberapa klien untuk perusahaannya. Kami berdua tahu kalau mama.juga sedang mengikuti dan memata-matai kami maka dari itu aku dan Farenzy bersikap seolah kami tidakemiliki hubungan apa pun. Setelah selesai pembahasan dengan para kliennya Farenzy pamit untuk mengantar aku pulang.


Saat keluar kafe aku dan Farenzy tidak melihat lagi keberadaan mobil mama. Kami berpikiran sama bahwa mama sudah pulang karena ia sama sekali tidak menemukan bukti apa-apa atas kecuriagaannya itu. Maka Farenzy bersikap biasa layaknya dua orang kekasih yang sedang damabuk cinta. Kami bergandengan tangan mesra dan Farenzy merapikan rambutku serta ia juga membukakan pintu mobilnya untukku. Didalam mobil Farenzy juga menc*um keningku.


Lalu ia mengantar aku pulang, setelah turun dari mobilnya aku.bergegas masuk kedalam lift. Namun tiba-tiba saja seseorang menyapaku membuat aku sangat terkejut. Dia adalah mama. Aku dan mama saling berpura-pura menyapa dan saling menyembunyikan kebohongan kami masing-masing hingga kami tiba dirumah secara bersamaan dan berpisah untuk masuk kekamar masing-masing.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2