Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.63. Siapa Farenzy sebenarnya?


__ADS_3

Pov. Aini


Aku pamit keluar dari kamar Nasya. Jantungku serasa seperti mau copot. Detakannya semakin tak beraturan. Tuhan.. ada apa ini? Ampuni jika hamba telah salah menilai dan mencintai seseorang. Langsung kubuka pintu kamarku dan aku masuk. Aku duduk di tepi ranjangku. Badanku terasa panas dingin. Rasanya akuningin menjerit menangis dan entah ingin apa lagi semua kacau dalam sekejap.


Apa Farenzy adalah Tuan Muda dalam keluarga angkatku? Tidak.. ini tidak mungkin. Akhirnya air matakupun jatuh tak mampu lagi untuk ku bendung. Dasar kamu bo**h Aini..! Aku memaki diriku sendiri.


Tapi aku tidak boleh percaya begitu saja dengan apa yang baru saja Nasya katakan. Kalau benar Farenzy adalah Tuan Muda dalam keluar Saeful mengapa selama ini sama sekali tidak ada embel-embel yang menyertainya. Farenzy yang selama ini aku kenal hanya sebafai seorang pesuruh. Dari awal aku mengenalnya aku masih bisa dengan jelas mengingatnya.


Mama dan papa bahkan sama sekali tak pernah menyebutkannya sebagai putra mereka dalam setiap pertemuan. Nasya pasti sedang membohongiku. Saat ini mungkin ia sedang rertawa cekikikan karena telah berhasil menggoyahkan pikiranku.


Tapi bagaimana jika ternyata apa yang tadi Nasya katakan adalah benar? Tuhan.. saat ini pikiranku benar-benar kacau tak menentu. Sekarang apa yang harus aku lakukan? Sejenak aku mencoba untuk menjernihkan pikiran dan menenangkan hatiku.


Lalu ku putuskan untuk menghubungi Farenzy. Aku berniat untuk menanyakan perihal sebenarnya. Apakah benar apa yang tadi Nasya katakan bahwa mereka berdua adalah kakak beradik. Ataukah tidak.


Kuambil gawaiku, dan kucari nomor telepon Farenzy. Beberapa kali aku mencoba untuk menghubunginya namun tak satupun panggilan teleponku yang ia angkat. Entah ada apa sebenarnya apakah ia sengaja menghindar dariku sehingga ia tak mau berbicara padaku. Ini semua sungguh sangat membuat aku geram.


Anganku berkelana mengingat setiap inci hubunganku dengan Farenzy. Mulai dari aeal perkebalanku dengannya hingga tadi siang bahkan sampai detik ini. Ada sesuatu yang belum lama ini aku alami. Ya, saat aku berada dirumahnya aku melihat sebuah poto keluarga yang bertengger di atas dinding waktu itu aku melihat orang-orang yang ada di poto itu seperti tidak asing lagi bagiku. Tapi setiap kali aku hendak bertanya akan hal itu pada Farenzy ia selalu saja seolah sengaja menghindari pertanyaanku. Memang seperti ada sesuatu yang seohlah sengaja ia sembunyikan. Ia seperti tak ingin jika aku bertanya perihal poto tersebut.

__ADS_1


Dan sekarang aku baru ingat bahwa poto yang ada didinding rumah Farenzy itu sama seperti yang ada diruang tamu rumah ini. Jika benar bahwa kedua poto itu adalah sama berarti itu adalah barang bukti terkuat yang menunjukan bahwa apa yang tadi Nasya katakan adalah benar. Farenzy adalah putra dari papa Saeful dan juga mama Tri.


Dan jika itu benar berarti Farenzy adalah tuan muda yang selama ini sangat ingin aku kenali. Tapi mengapa mama dan papa selalu mengatakan bahwa putra mereka sangat sibuk mengurus perusahaannya sendiri sehingga sangat jarang untuk bisa pulang dan berkumpul keluarga dengan mereka. Tapi Farenzy sepertinya ia tidak sesibuk seperti apa yang selalu mama dan papa gadang-gadangkan.


Malam semakin larut, aku belum bisa sedikitpun memejamkan mataku. Rasa kantukku telah terkalahkan oleh suasana hatiku yang tak menentu saat ini. Disatu sisi hatiku aku seperti mempercayai apa yang tadi Nasya katakan. Namun disisi lain hatiku menolak. Sementara itu juga masih tetap terus mencoba untuk menghubungi Farenzy namun hasilnya masih sama. Belum ada jawaban dari Farenzy untuk semua panggilan teleponku.


Aku sedih tapi dengan alasan yang tak jelas. Aku seperti tak sabar menunggu pagi datang. Aku ingin pergi menemui Farenzy. Aku ingin memminta penjelasannya yang sejelas-jelasnya. Tapi aku takut kalau benar ia adalah tuan muda dalam keluarga ini bagaimana jika nanti malah ia akan mengakhiri hubungan kami. Aku takut ia malah akan pergi jauh meninggalkan aku.


Mengapa selama ini ia tak pernah mau jujur mengakui tentang siapa sebenarnya dia. Mengapa ia menyembunyikan jatidirinya yang sesungguhnya. Ataukah memang selama ini ia tak pernah sekalupun mencintaiku. Lalu apa arti semua yang telah ia lakukan padaku. Apakah selama ini Farenzy telah menipuku? Apa yang ia inginkan dariku sehingga ia begitu tega.


Aku bangun dan beranjak, aku akan melaksanakan kewajibanku sholat subuh aku akan mengadukan segalanya kepada Sang Maha Melihat dan Maha mengetahui segala rahasia hati dari setiap makhluk ciptaannya. Aku yakin Allah telah menyiapkan jawaban yang tepat untukku.


Setelah selesai sholat subuh aku kembali menghubungi Farenzy melalui telepon. Tapi hasilnya masih nihil. Farenzy masih belum mengangkat teleponku. Ada apa sebenarnya mengapa ia seolah ingin menghindar dariku.


Lalu ku putuskan untuk membiarkan dulu semua dan tidak mau berpikir terlalu keras tentang siapa sebenarnya Farenzy. Aku yakin sebuah kebenaran pasti akan muncul kepermukaan dan kebohongan pastilah akan terungkap. Alu yakin sekali dengan itu. Ah, dasar aku ini. Untuk apa semalaman aku tidak tidur hanya memikirkan hal yang belum pasti dan sama sekali tidak ada gunanya. Ya sudah apa yang akan yerjadi maka terjadilah. Ku pasrahkan segalanya hanya kepada Tuhan hanya dia sang pemilik kebenaran.


Pagi ini menyapa dengan lesu, aku seperti tak bersemangat menghadapi hari. Kejadian semalam.sungguj telah menyita sebagian tenaga dan pikiranku. Mungkin bagi Nasya itu hanyalah sebuah kelakar namun bagiku itu sangat berarti.

__ADS_1


Mungkin jika aku tidak begitu mencintai Farenzy semua itu tak akan ada pengaruh apa-apa denganku. Tapi karena rasa cinta ini terlalu besar sehingga mampu membuatku merasa takut kehilangan yang tak bisa untuk aku bayangkan.


Aku berangkat kerja tanpa semangat, namun tetap aku paksakan supaya tidak ada yang curiga bahwa aku sedang merasakan sesuatu yang sangat mengganggu dihatiku. Sekuat tenaga aku mencoba untuk mengumpulkan energiku supaya aku bisa berkonsentrasi dalam menjalankan pekerjaanku hari ini. Hingga tiba waktu pulang, tiba-tiba Farenzy menghubungiku. Ia bilang katanya akan menjemputku sepulang kerja ini nanti. Langsung aku iyakan saja. Ini kesempatan bagiku untuk bertemu dengannya supaya aku bisa dengan jelas menanyakan apa yang sejak semalam mengganjal dihatiku.


Aku keluar kelobi,dan kulihat sudah ada Farenzy disana. Ia benar menjemputku.


"Halo sayang.. yuk kita pulang." Ia menyapaku dengan senyum yang mengambang seolah tanpa dosa dibibirnya.


"Iya halo juga mas. Ayok." Jawabku dingin.


Kemudian ia membukakan pintu mobilnya untukku.


"Silahkan..!" Katanya padaku.


Aku langsung masuk saja tanpa basa-basi kepadanya. Kemudian setelah didalam mobil Farenzy bertanya padaku.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2