
Pov.Farenzy
Aini memberikan jawabannya akan ajakan ku untuk berliburan bersama pada akhir tahun ini. Ia menolaknya. Tapi aku tidak kehilangan akal, disini aku melibatkan adikku Nasya supaya ia bisa merayu Aini untuk mengambil liburan akhir tahun bersama kami sekeluarga. Ya kami sekeluarga, karena aku berencana untuk memberitahukan pada Aini siapa aku sebenarnya.
Awalnya aku merasa bahagia meski Aini menolak ajakanku, namun ia menerima ajakan adikku Nasya. Tapi setelah mendapat kabar dari media massa dan menerima pemberitahuan dari pihak penerbangan bahwa untuk akhir tahun ini pemerintah akan menutup semua akses keluar dan masuk kota Hong Kong disebabkan karena adanya wabah penyakit baru yang mulai menyebar hampir keseluruh daratan China.
Dengan penuh rasa kecewa aku memberitahu adikku Nasya bahwa liburan akhir tahun kami kali ini tidak bisa kemana-mana. Aku menjelaskan alasannya. Dan adikku Nasya juga mengerti, meski aku paham dia juga menerima keputusan ini dengan berat hati, tapi apa mau dikata ini adalah keputusan terbaik dari pemerintah Hong Kong untuk menyelamatkan warganya. Apa lagi kami sekeluarga disini hanya sebagai warga pendatang. Dan kami bersyukur bahwa pemerintah Hong Kong juga sangat memperhatikan keadaan dan keselamatan kami.
Memang tidak semua berita bisa bernilai benar adakalanya berita yang kami terima masih simpang siur. Apa lagi saat ini pemerintah China belum mengkonfirmasi dari daerah mana asal mula wabah penyakit ini berada. Selain itu penyebab timbulnya wabah ini juga belum diketahui secara pasti. Yang jelas dari berita yang bereadar menyatakan bahwa sudah ada ratusan bahkan hampir mencapai angka seribu kematian disebabkan oleh wabah penyakit yang baru muncul ini. Sangat mengerikan.
***
Sore ini aku pulang dari kantor setelah menyelesaikan semua urusan tentang perusahaanku. Dan hari ini juga merupakan hari terakhir aku bekerja karena mulai besok sudah memasuki libur akhir tahun. Libur akhir tahun ini sebenarnya tidak ada agenda dalam perusahaanku. Hanya saja karena sejak beberapa bulan sebelumnya aku tidak mengambil cuti bulananku maka aku bisa menikmatinya saat akhir tahun ini. Untuk semua staf bawahanku serta karyawan yang lain mereka semua tetap bekerja seperti biasa.
Tapi meski aku sedang cuti kerja, aku tetap masih mengawasi dan memantau perkembangan perusahaan. Setiap hari aku meminta laporan kegiatan yang terjadi dalam perusahaan. Aku tidak mau kecolongan sehingga perusaanku mengalami kerugian.
***
Tentang hubunganku dengan Aini kurasa untuk sementara ini kami akan menjalani hubungan jarak jauh dahulu, aku dan Aini sudah membicarakan ini semalam saat aku menghubunginya di telepon. Aini menyetujuinya, tapi sebenarnya aku sendiri merasa keberatan namun ini lebih baik demi menyelamatkan hidup kami semua tak hanya demi sebuah hubungan percintaan yang harus dipertahankan.
"Sayang, kamu nggak apa-apa kan kalau kita menjalani hubungan jarak jauh seperti ini? Percayalah sayang ini hanya sementara saja." Tegasku pada Aini.
"Iya mas, aku nggak apa-apa. Asal kita saling percaya saja. Aku sangat yakin kalau mas adalah orang terbaik untuk aku."
"Terimakasih sayang atas kepercayaan darimu yang begitu tulus untuk aku."
"Ah, mas Farenzy ini kadang-kadang suka berlebihan kalau ngomong."
__ADS_1
"Iih..apanya yang berlebihan sayang? Apa yang aku katakan tadi itu benar adanya. Aku selalu bicara apa yang aku rasakan."
"Iya iya. Oya mas, mas sudah makan belum?"
"Belum."
"Lho kenapa belum makan? Ini kan sudah malam mas."
"Aku dengar suara kamu saja sudah cukup, hilang semua rasa lapar, lelah, dan kantukku. Heheee."
"Iih.. dasar mas ini. Tuh kan sekarang sudah semakin pintar ngegombal ya."
"Siapa yang ngegombal?"
"Lha mas, barusan."
"Alah sama saja."
"Ya beda donk."
Ya kurang lebih begitulah percakapanku dengan Aini yang selalu dipenuhi dengan gurauan-gurauan manja ala kami berdua. Tapi meski begitu, sudah cukup bisa mengobati rasa kerinduan yang ada dihatiku. 'Aku sangat mencintaimu Aini'. Bisikku dalam hati sambil ku tatap potret dirinya yang aku pasang didinding kamarku. Menemani kesendirianku dalam melalui hari-hari lock-down diawal pandemi ini.
Pagi hari setelah mandi dan sarapan pagi aku iseng-iseng ingin menonton acara di televisi. Namun berita pagi ini sungguh mengejutkan. Pemerintah berencana akan menghentikan sementara semua kegiatan diluar rumah. Termasuk meliburkan semua aspek penggerak ekonomi. Itu artinya perusahaan-perusahaan seperti yang aku jalankan akan dihentikan pengoperasiannya untuk sementara waktu. Aku menghela napas panjang. Sementara aku berpikir betapa akan banyaknya kerugian-kerugian yang akan terjadi. Aku juga memikirkan nasib para bawahanku. Terutama karyawan yang berada di level bawah. Alangkah akan menderitanya mereka. Sedangkan untuk waktu dimulainya belum ada kepastian masih menunggu kabar berita selanjutnya dari pihak pemerintah Hong Kong.
"Halo Ren Assalamualaikum."
Mama menelponku pagi-pagi sekali.
__ADS_1
"Iya halo ma, Waalaikumsalam. Ada apa ma?"
"Nanti malamkan malam tahun baru kamu kerumah ya, kita rayakan malam tahun baru bersama dirumah. Kebetulan nanti malam papa masih diperjalanan dari luar kota. Mungkin besok baru sampai rumah." Mama memintaku untuk merayakan malam tahun baru bersama mereka. Hemm.. sepertinya akan menyenangkan. Dan pasti aku akan bertemu dengan Aini.
Saat ini lock-down belum terlalu ketat. Masih diperbolehkan keluar rumah tapi harus melalu setangkaian tes kesehatan terlebih dahulu.
"Oke ma, nanti malam Renzy pasti datang. Tunggu Renzy ya ma."
"Baiklah sayang mama akan buatkan opor ayam kesukaan mu."
"Oke mama. Terimakasih ya ma."
"Iya Ren. Oya udah dulu ya, mama mau delevery bahan masakan untuk nanti malam."
"Iya ma."
"Assalamualaikum."
"Waalaiksalam ma."
Hari ini seakan berjalan begitu lambat. Aku seakan tidak sabar menunggu nanti malam tiba. Aku akan merayakan malam tahun baru bersama mama, Nasya, nenek, dan pastinya Aini juga.
Hingga malam tiba setelah selesai sholat isya. Aku segera pergi ke klinik terdekat untuk memeriksakan kesehatan. Tidak memakan wakru lama, setelah selesai dan aku pun segera berbegegas menuju ke rumah orang tuaku. Kondisi jalanan tidak terlalu padat seperti malam-malam tahun baru yang lalu. Agak sedikit renggang. Aku memacu laju mobilku. Tapi tiba di salah satu pertigaan tanpa aku sadari ternyata mobil polisi mengikutiku mungkin sejak beberapa menit yang lalu.
Kemudian dua orang berpakaian polisi lengkap turun dari mobil yang tadi memberhentikan laju mobilku. Mereka memimtaku untuk turun. Aku turun sesuai instruksi mereka. Kemudian kedya polisi itu memberi arahan kepadaku. Mereka memberitahuku bahwa pemerintah membatasi kegiatan pada malam tahun baru ini. Termasuk juga jika ingin bepergian tidak boleh melampaui jarak yang sesuai dengan peraturan yang sudah diputuskan. Dengan kata lain pemerintah sudah membagi kota Hong Kobg menjadu beberapa Zona, dan tiap zona tidak boleh saling mengunjungi satu sama lainnya.
Dengan berat hati aku kembali memutar arah mobilku. Aku kembali pulang ke rumahku. Aku menelpon mama dan memberitahukan bahwa apa yang baru saja aku alami. Dan mama memahami itu.
__ADS_1
Bersambung..