
Masih Pov. Aini
Pagi ini setelah menjalankan drama bersama dengan Nasya aku buru-buru berangkat kekantor untuk bekerja. Pagi ini aku tidak makan sarapan dengan.mereka sekeluarga, mood-ku masih berantakan karena masih terpikir dibenakku alangkah tega mama dan Nasya memiliki niat sejahat itu padaku.
Dan sebegitu ketatkah mereka memilihkan calon pendamping untuk Tuan Muda Farenzy. Aku sama sekali tidak menyangka dibalik sikap mereka yang penuh dengan kelembutan itu ternyata tersimpan juga sikap pembenci yang sangat dalam dihati mereka.
Kali ini aku yang meminta pada mama untuk pergi kekantor dengan kendaraan umum saja, tidak perlu merepotkannya untuk mengantarku terlebih dahulu. Mungkin mama semakin curiga dengan apa yang kulakukan kali ini. Namun ini adalah caraku untuk menyelamatkan nama baikku. Aku tidak peduli mama ataupun Nasya mau berpikiran apa terserah mereka saja.
Aku juga tidak tahu apa lagi yang mereka lakukan selanjutnya apakah mereka akan mengikuti atau memata-mataiku saat aku pergi kekantor dengan kendaraan umum. Aku berdiri di halte tidak terlalu lama kemudian bus yang aku tunggu pun datang. Setibanya aku didepan kantor aku langsung turun sejenak ku lirik apakah ada yang mencurigakan disekitaran kantor tapi ternyata semua aman tidak ada apa-apa. Mungkin mama dan Nasya sedang merencanakan hal lain atau mungkin mereka sedang mempersiapkan untuk untuk menjalankan misi yang sudah mereka atir sebelumnya. Ah, terserahlah..aku tidak mau ambil pusing. Yang jelas saat ini aku harus fokus dulu dengan pekerjaanku.
Aku memasuki kantor dengan segenap semangat yang menggebu. Aku berhasil mengusir segala pikiran negatif yang timbul akibat mengetahui rencana buruk dari mama dan Nasya. Bagi saat ini aku hanya menjalankan apa yang harus aku jalankan. Cintaku dan Farenzy terlalu kuat untuk dipatahkan. Apa lagi Farenzy sudah meyakinkan aku bahwa ia sama sekali tidak takut jika harus kehilangan segalanya asalkan jangan cinta kami yang berakhir. Kata-kata Farenzy itu menjadi sebuah kekuatan sendiri bagiku untuk tetap bertahan dan membuat aku berani menghadapi segala macam ancaman yang datang. Rasa takut itu seolah tidak berfungsi lagi dihatiku saat ini.
Begitulah kekuatan cinta mampu mengalahkan segalanya. Dan mampu menguatkan segala rasa yang rapuh. Dan benar saja, hingga waktu istirahat dan makan siang tiba aku pergi kekantin. Saat itu kulihat Farenzy datang menghampiriku. Sejenak aku berpikir ada apa? Tapi kemudian setelah aku teringat akan rencana mama dan Nasya aku baru merasa lega. Mungkin saja Farenzy juga sedang menjalankan drama seperti yang telah diciptakan oleh mama dan Nasya atau bahkan mungkin juga saat ini mama ataupun Nasya sedang berada dilokasi ini. Bisa jadi.
"Halo sayang..Assalamualaikum.." Farenzy menyapaku.
"Iya waalaikumsalam.. ada apa ya mas?" Tanyaku.
"Lho kok kamu malah bertanya, aku kesini kan atas permintaanmu. Seperti yang tadi pagi kamu pinta." Jawab Farenzy sambil ia mengedipkan sebelah matanya sebagai isyarat bahwa ia sedang melakukan drama. Dan aku pun langsung memahami akan maksudnya, lalu aku menjawabnya dengan sebuah anggukan dan senyum kecil.
"Owh, ya mas kita makan siang dimana siang ini?" Tanyaku.
"Dikantin sini juga boleh sayang yang pentingkan aku makan siangnya sama kamu." Kata Farenzy padaku sambil ia lebih mendekat lagi sehingga kini ia bisa dengan mudah merangkul lenganku.
__ADS_1
Karena aku tahu sedang ada drama yang kami mainkan makanya aku biarkan saja Farenzy bertingakah mesra kepadaku dan sesekali aku juga membalasnya. Kami memesan makanan untuk makan siang kami, Farenzy sama sekali mengatakan apapun kepadaku mengenai rencana mama.dan Nasya yang sudah ku beritahukan padanya. Aku hanya melanjutkan drama yang sedang kami perankan meski sebenarnya aku tak tahu pasti akan seperti apa selanjutnya. Aku hanya mengikuti alurnya saja.
Aku dan Farenzy makan siang tanpa ada sesuatu yang menghalangi, dalam hati aku sempat berpikir benarkah disekitar sini ada mama dan Nasya yang sedang memata-matai kami. Tapi mereka bersembunyi dimana? Aku bahkan sama sekali tidak melihat kelabat bayangan yang mencurigakan disini dari tadi. Tapi mungkin Farenzy tahu dimana mereka, namun mengapa ia tidak memberitahuku dimana mama dan Nasya saat ini?
"Sudah selesai makannya sayang?" Tanya Farenzy padaku.
"Sudah mas." Jawabku.
"Lho itu nasinya masih ada, ayok dihabiskan." Ajaknya.
"Ah, sudahlahas. Aku sudah kenyang." Jawabku.
"Ayo sini aku suapin." Farenzy kemudian menggeser letak piringku dan mengambil nasi yang tersisa sedikit itu dengan sendok kemudian ia mengarahkan sendok tersebut kemulutku.
"Ayo buka mulutnya." Lanjut Farenzy. Aku agak kebingungan dan sedikit kaku lalu membuka mulutku sesuai yang ia pinta. Mungkin ini juga bagian dari drama yang sedang kami perankan. Pikirku.
"Sudah selesai mas, sepertinya aku harus kembali masuk sebentar lagi jam kantor akan kembali berjalan." Katakunpada Farenzy.
"Iya aku tahu, tapi sebelum itu kamu harus ikut aku terlebih dahulu." Farenzy berkata padaku dengan sedikit berbisik dan wajahnya dialihkan ke arah yang lain (tanpa melihat kearahku).
"Kemana mas?" Tanyaku penasaran.
Kemudian tanpa berkata sepatah katapun lagi ia bangun dan menarik ku agar.aku mengikutinya. Aku mulai berjalan dibelakang Farenzy seperti yang ia pinta. Berjalan tanpa bertanya apa-apa lagi. Aku hanya mengikuti dan melihat apa yang akan terjadi setelah ini.
__ADS_1
Ternyata Farenzy mengajakku ke sebuah sudut dan disana sudah ada mama dan juga Nasya. Terlihat dari jarak beberapa langkah sebelum sampai dikursi yang mereka duduki keduanya tengah asyik membicarakan sesuatu dengan wajah penuh keseriusan. Lalu aku dan Farenzy tiba di tempat mama dan juga Nasya tanpa mereka sadari.
"Hai ma, Nasya." Farenzy menyapa keduanya dengan tangannya masih menggenggam tanganku. Alu berusaha menarik dan melepaskan genggaman itu namun tangan Farenzy lebih kuat sehingga tidak bisa terlepas.
"Eh..eh..ehemmm.. Iya Ren.." Jawab mama dengan nada dan ekspresi terkejut yang tak bisa ia sembumyikan.
"Boleh aku lihat hp kalian?" Tanya Farenzy kepada keduanya.
"Untuk apa kak?" Kini giliran Nasya yang bertanya juga dengan ekspresi yang tak terduga seakan ia tak percaya dengan apa yang tengah terjadi saat ini.
"Untuk melihat rekaman dan Foto seperti apa yang sedang kalian berdua perbincangkan." Jawab Farenzy dingin.
"Tidak ada rekaman dan Foto apa-apa Ren.. Nasya hanya sedang memperlihatkan gambar peralatan kosmetik yang ingin ia beli itu saja." Jawab mama.
"Tidak usah bohong ma, ayo sini aku ingin lihat gambar apa yang tadi kalian berdua ambil saat momen-momen indah antara aku dan Aini. Kalian pikir aku tidak tahu apa rencana busuk kalian." Kata Farenzy dengan nada sedikit meninggi dan tangannya mengambil paksa hp dari tangan mama.
"Renzy..! Owh jadi begitu ya kamu sekarang sudah berani melawan mama hanya karena wanita kampungan yang tidak tahu diuntung ini?" Mama balas membentak Farenzy.
"Maaf ma, aku melakukan ini karena tidak seharusnya hal seperti ini kalian lakukan. Apa salahnya ma kalau aku dan Aini saling mencintai?" Kata Farenzy lagi pada mama kemudian ia membanting keras hp tersebut kelantai.
"Renzy..!"
"Kakak..!"
__ADS_1
Mama dan Nasya berseru hampir bersamaan. Kemudian Farenzy menarik tanganku untuk pergi keluar kantin meninggalkan mama dan Nasya yang masih geram melihat apa yang telah Farenzy lakukan terhadap mereka. Lalu aku kembali melanjutkan pekerjaanku dan Farenzy kembali kekantor tempat ia bekerja.
Bersambung...