Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.47. Papa Terjerat Kasus?


__ADS_3

Pov. Farenzy


Driiiiing...driiiiing...driiiiing...


Suara telepon berdering. Aku yang baru saja hendak mengganti pakaianku dengan pakaian tidur karena tidak jadi pergi kerumah orang tuaku terpaksa mengurungkan dulu niatku tersebut. Akuelangkah menuju meja telepon dan mengangkatnya.


"Wei. (Halo)."


"Wei. ( Halo ).Assalamualaikum nak, ini mama. Kamu sedang apa sekarang?"


"Iya ma, ini aku baru saja sampai rumah. Ada apa ya ma?"


"Ren, apa kamu sudah tahu perihal papamu?"


"Belum ma memangnya ada apa dengan papa ma?"


"Ren, papamu saat ini di tahan oleh lepolisian."


"Lho kok bisa ma? Papa ada masalah apa?" Ada rasa tak percaya dengan apa yang mama katakan.


Karena aku tahu persis kalau perusahaan saat ini sedang dalam keadaan stabil. Hutang atas nama perusahaan bisa dikatakan nihil. Pajak selalu rutin terbayarkan. Jadi kasus apa yang sedang menjerat papa hingga ia harus melewati malam tahun baru ini di kantor polisi.


"Iya Ren, baru saja kepolisian menelpon kerumah mereka memberitahukan kalau papamu sedang ditahan karena tuduhan keterlibatannya dalam pengedaran dan pemakaian obat terlarang, Narkotika."


"Narkotika ma?"


"Iya Ren?"


"Sejak kapan ma papa melakukan itu?"


"Ren, mama juga sepertinya tidak yakin kalau papamu terlibat dalam hal-hal semacam itu. Karena mama tahu persis seperti apa papamu."


"Lalu mengapa semua ini bisa terjadi ma?"


"Mama khawatir kalau papamu sengaja dijebak oleh orang-orang yang mungkin memang sengaja ingin menjatuhkan popularitas papamu dikancah bisnisnya."


"Terus apa yang harus kita lakukan saat ini ma?"


"Untuk saat ini tidak ada yang bisa kita lakukan Ren, karena ini sudah malam dan jam berkunjung di kantor kepolisianpun sudah tutup. Jadi semua kita tunggu sampai besok saja ya nak."

__ADS_1


"Baik lah ma kalau begitu, besok kita temui papa bersama-sama ya ma."


"Iya Ren, oya udah dulu ya nak. Sampai jumpa besok."


"Iya ma sampai jumpa besok."


"Assalamualaikum."


"Waalaikumsalam ma."


Kemudian aku menurup saluran telepon dari mama. Sungguh, aku tak habis pikir dengan kasus yang saat ini tengaj menjerat papaku. Bagiku semua ini sangat diluar logikaku. Aku jadi curiga dengan apa yang tadi mamaku katakan. Bahwa jangan-jangan ada orang yang memang sengaja untuk menjebak papa demi menjatuhkan popularitas bisnisnya.


Tapi siapa orang itu. Apa dia orang dari dalam perusahaan atau sahingan bisnis papa. Ah, ada-ada saja masalah yang menimpa papa. Apa mungkin ini perbuatan dari selingkuhan papa? Ya, aku curiga jangan-jangan ini adalah perbuatan wanita simpanan papa itu.


***


Pagi ini adalah hari pertama di tahun yang baru, dengan begitu aku juga akan menjalani kehidupan yang baru pula dengan harapan dan impian yang baru juga. Tapi sayang, pagi ini aku harus disambut dengan rasa khawatir akan keadaan papa. Bagaimana papa semalam melewatinya di dalam tahan kepolisian. Apa yang terjadi sebenarnya?


Sungguh aku dihadapkan dengan dilema yang berat tentang papaku. Disatu sisi aku mengkhawatirkannya tapi sisi lain aku masih belum bisa menyingkirkan rasa kecewaku kepadanya karena penghianatannya terhadap mama. Dia telah menyianyiakan cinta dan kasih sayang mama yang tulus untuknya.


Tapi demi mama dan adikku Nasya aku harus menyembunyikan penghianatan yang aku ketahui. Dan pagi ini aku putuskan untuk tetap menemui papa di kantor polisi. Karena mama semalam sudah memintaku untuk menemui papa pagi ini. Meski dengan berat hati aku tetap berusaha untuk menyembunyikan rasa kemarahamku terhadap papa. Disaat aku tengah bersiap-siap untuk pergi ke kantor polisi dimana papa di tahan tiba-tiba teleponku berdering. Dan aku pun segera mengangkatnya.


"Iya halo ma, ada apa lagi ma?"


"Ren, apa kamu sudah mau pergi kekantor polisi untuk melihat keadaan papamu?"


"Iya ma, memangnya kenapa ya ma?


"Kamu bisa jemput mama dan Nasya?"


"Sebenarnya bisa aja sih ma, tapi kalau aku kesana takutnya seperti tadi malam terkena penyekatan oleh petugas lagi ma."


"Oh ya, mama lupa. Ya sudah nanti mama dan Nasya saja kesana, kamu langsung kesana juga ya Ren."


"Iya ma."


"Udah dulu ya nak, Assalmualaikum."


"Iya ma, Waalaikumsalam."

__ADS_1


Setelah menutup saluran telepon dengan mama aku segera berangkat kekantor polisi. Setelah menempuh perjalanan selama beberapa menit akhirnya aku pun sampai kesana,disaat aku hendak memarkirkan mobilku tiba-tiba mobil yang dibawa oleh mama dan adikku Nasya pun datang. Lalu kami masuk bersama-sama kekantor polisi tersebut. Kami diperbolehkan bertemu dengan papa, aku melihat disana juga ada Lina Wong, sekretsris papa di kantor dan juga sekaligus selingkuhannya. Aku semakin geram setelah tahu bahwa ternyata papa ku ditangkap saat sedang bersama dengan wanita itu dihotel.


"Ma, maafkan papa ya ma..!" Papa mendekati mama yang masih berdiri mematung.


Lalu kemudian papa juga berjalan mendekati aku dan adikku Nasya. Ia datang mendekati ki dengan tatapan penuh penyesalan. Adikku Nasya langsung berlari memeluk papa. Tapi tidak dengan ku. Aku justru melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan mama. Aku hanya berdiri saja tanpa ada rasa iba dengan papa karena aku merasa kekecewaanku semakin bertubi-tubi.


"Maafkan papa nak." Ucap papa saat ia memeluk Nasya.


Sementara itu adikku Nasya hanya diam dan menangis saja. Mungkin karena dia belum tahu tentang perselingkuhan yang dilakukan oleh papa kami.


Setelah beberapa waktu kami berbincang dengan papa. Ah, bukan kami tapi hanya antara papa dan Nasya juga mama sesekali menimpali.


"Maafkan papa ya ma, mungkin ini pembalasan atas penghianatan papa terhadap mama."


"Ah, sudah lah pa. Toh dia juga kan yang menjerat papa ke dalam masalah ini. Wanita simpanan papa itu."


"Ma.. sudah cukup. Papa sama sekali tidak tahu kalau dia melakukan hal sehina ini."


"Apa? Papa tidak tahu?"


"Iya ma,sungguh..!"


"Sudahlah pa, itu tidak mungkin. Karena hubungan papa dan Lina sudah begitu jauh mana mungkin papa tidak tahu apa yang ia lakukan dan apa saja kebiasaannya."


"Ma, tolong jangan bicarakan ini didepan anak-anak..!"


Spontan aku dan Nasya saling pandang. Aku terkejut karena sebelumnya mengira bahwa mama tidak mengetahui akan perselingkuhan yang papa lakukan, tapi ternyata aku salah. Mama sudah tahu semuanya. Bahkan lebih tahu segalanya. Tapi sejak kapan? Apa mungkin mama tahu jauh sebelum aku tahu?. Tapi begitu kuatkah mama, sehingga ia mampu menyembunyikan segala perasaan dan kemarahannya dihadapan ku dan juga adikku.


"Biarlah pa, sudah waktunya juga anak-anak tahu siapa papa mereka dan apa yang sebenarnya selama ini telah terjadi dalam rumah tangga kita."


"Mama..!"


"Apa lagi pa?, Mereka tadi sudah mendengarnya. Mama rasa mereka tahu dan mengerti apa maksudnya."


"Sudah-sudah ma, pa. Sudah cukup.! Sekarang yang kita lakukan ialah menanyakan kepada kepolisian sudah sejauh mana perkembangan kasusny dan sampai sini apa setatus papa dalam hal ini?"


Aku mencoba untuk mebengahi keributan antara kedua orang tua kami. Lalu aku, mama dan juga Nasya serta papa menayakan kepada pihak kepolisian Hong Kong sudah sejauh mana perkembangan kasusnya. Mereka mengatakan bahwa saat ini masih dalam tahap penyelidikan dan setatus papa hanyalah sebagai saksi karena tidak ditemukan bukti keteelibatan papa dalam urusan ini. Namun papa masih harus tetap di tahan.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2