Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.81. Mendapat Pekerjaan Baru


__ADS_3

Pov.Aini


Fajar menggeliat perlahan muncul kepermukaan menyinari bumi dengan kegangatannya dan


membuat titik embun mengering. Pagi ini aku terbangun dari tidur pulasku semalam.


Meninggalkan mimpi-mimpi buruk yang masih menyisakan sesak dan perih dihati.


Dengan malas aku bangun dari tempat tidurku dan melangkah menuju kekamar mandi asrama


yang berada di ujung lorong asrama wanita tempat tinggal baruku ini. Beberapa kali aku


berpapasan dengan beberapa orang perempuan yang mungkin seumuran denganku atau mungkin


juga lebih tua dan bisa juga lebih muda dari usiaku saat ini, yang jelas kami disini semua terlihat


seumuran.


Belum ada tegur sapa antara kami, hanya sesekali aku melempar senyum kepada mereka yang


bermuka ramah. Diantara mereka ada yang membalas senyum juga dan yang lainnya seolah


memandang aneh kepadaku. Ini yang membuatku sedikit merasa risih, tapi sebisa mungkin aku


berusaha untuk mengusir segala rasa yang kurang menyenangkan itu. Kukatakan pada diriku


sendiri bahwa semua itu hanyalah perasaanku saja karena aku belum mengenal tempat ini dan


juga orang-orangnya. Mungkin tidak lama lagi kami akan saling mengenal satu dengan yang


lainnya.


Saat tiba dikamar mandi aku juga bertemu dengan beberapa orang wanita disana. Aku masih


mencoba bersikap seramah mungkin berharap supaya ada diantara mereka yang mau bertegur


sapa denganku. Namun sepertinya akuasih belum menukan waktu yamg tepat untuk sekedar


bertegur sapa dengan siapapun disini. Kulirik ada sebuah kamar mandi yang kosong lalu kemudian


aku masuk saja dan mandi tanpa peduli dengan tatapan-tatapan aneh yang tak kukenal itu.


Selesai mandi aku langsung keluar dan menuju kekamarku. Lalu mengganti bajuku dan bersiap-


siap untuk berangkat kerja. Untuk sarapan aku memesan roti tawar dengan slay kacang saja


dikantin asrama lalu melahapnya sambil berjalan keluar menuju kealamat restoran yang tertulis


disecarik kertas yang kemarin Nyonya Lili berikan padaku. Awalnya aku sedikit kebingungan untuk


memastikan jalan yang harus aku pilih karena dikertas itu tidak tertulis nama jalannya dan Nyonya


Lili juga tidak mengatakan setelah keluar dari asrama aku harus berjalan kearah kanan atau kiri


ataukah lurus saja kedepan. Ya, karena saat keluar dari asrama kami ini, aku langsung dihadapkan


dengan sebuah pertigaan yang tentu saja sangat sulit bagiku untuk memilihnya.


"Hei.. is you Indonesian?" Tiba-tiba aku dikagetkan oleh sapaan seseorang dengan menggunakan

__ADS_1


bahasa Ingris.


Sejenak aku terdiam, siapakah yang ia sapa aku ataukah ada orang lain karena kebetulan saat ini


di luar gerbang asrama sedang banyak sekali orang yang berlalu lalang. Lalu karena penasaran aku


menoleh kearah sumber suara yang menyapa tadi.


Dan benar saja disana terlihat seorang wanita berjilbab tersenyum kearahku. Tapi siapa dia


sepertinya aku baru kali ini melihat perempuan ini. Dia masih muda dan cantik. Dengan tatapannya


yang lembut menampilkan aura jika ia mempunyai sifat bersahabat dan ramah.


"Yes, am i." Jawabku.


Wanita itu melangkah semakin mendekatiku. Dengan tatapan penuh arti dan ia seolah sangat


senang kami bisa berjumpa.


"Saya orang Indonesia juga." Katanya padaku.


"Wah.. Senang akhirnya aku bisa punya teman, maklum aku baru disini jadi belum punya kenalan.


Dan sangat senang rasanya begitu ada kenalan ternyata sama-sama dari Indonesia." Tuturku.


"Saya juga baru, saya Mahasiswa disini. Nama kamu siapa?" Tiba-tiba ia mengulurkan tangan


untuk berkenalan denganku.


Aku menyambut uluran tangannya dan membalasnya.


"Aku Nuraini. Panggil saja Aini. Aku TKW disini." Jawabku.


orang Indonesia juga."  Katanya.


"Sekarang kamu mau kemana Nia?" Tanyaku.


"Aku mau kekampus, kalau kamu mau kemana Aini?"


"Aku mau berangkat ketempat kerjaku tapi sebenarnya aku sendiri juga masih bingung karena


alamat yang diberikan Agenku masih kurang jelas."


"Memang alamatnya dimana? Kamu baru mau pertama kali kesana?"


"Iya Nia, ini ada dikertas ini. Apakah kamu tahu dimana restoran ini berada?"


"Oh, ya ya saya tahu Aini. Reatoran ini memang tempat ku membeli makan dan minum setiap hari


tempatnya tidak jauh dari sini."


"Dimana? Kamu bisa antar aku kesana Nia?"


"Ya, tentu saja bisa."


Syukurlah pagi ini ada sebuah pertolongan yang tak terduga. Tuhan telah mengirimkan Nia untuk


membantuku yang sedang kebingungan mencari alamat restoran tempat kerja baruku. Dan

__ADS_1


ternyata benar restoran itu memang letaknya tidak jauh dari asrama putri tempat kami tinggal. Dari


depan asrama tadi memilih jalur kanan dan sekitar seratus meter dari pertigaan tersebut restoran


itu berada.


Nia mengantarku hingga kedepan restoran, lalu kami berpisah karena ia juga akan pergi


kekampusnya. Aku dan Nia sudah berjanji nanti sore kami akan kembali bertemu di taman yang


ada di halaman asrama.


Aku melangkah masuk menuju restoran, dan memulai pekerjaan baruku hari ini. Disini aku juga


kembali berkenalan dengan beberapa orang yang juga merupakan karyawan sama seperti aku.


Mereka semua merupakan orang-orang muslim karena restoran ini adalag memang restoran khusu


menjual makanan-makanan halal saja.


Mereka kebanyakan memang orang Chnia asli penduduk Hong Kong. Yang merupakan penduduk


minoritas. Mereka semua sangat ramah. Mereka mengajariku dengan lembut dan perlahan setiap


tugas-tugasku. Ada juga seorang petugas kasir lama ia sudah senior disini. Dia membimbingku


dengan sabar dalam setiap pekerjaan yang harus aku kerjakan.


Pekerjaan pertamaku hari ini Alhamdulillah berjalan dengan lancar-lancar saja. Aku bersyukur bisa


mendapatkan pekerjaan dan tempat tinggal baru dalam waktu yang sangat singkat ini. Meski


terkadang perasaan sedih itu masih sering datang menghampiriku manakala aku teringat dengan


semua kejadian yang terjadi di rumah Papa Syaeful dan mama Tri. Aku juga sedih jika teringat


dengan Farenzy.


Ku raih gawaiku yang sudah beberapa hari ini sengaja tidak aku aktifkan. Karena aku sedang tidak


ingin terganggu oleh Farenzy. Jika aku aktifkan sudah pasti Farenzy akan menghubungiku baik


melalui pesan ataupun telepon.


Lalu aku aktifkan dan benar saja langsung masuk beberapa pesan berturut-turut semua dari


Farenzy. Dan hampir semuanya sama. Yaitu ia menanyakan dimana aku, dan apa kabarku serta


bagaimana keadaanku.


Ku tarik napas dalam-dalam untuk semua masalah yang terjadi, ada sesak yang menyumbat


dihatiku. Entah ada apa dan bagaimana lagi urusan dan masalah yang akan terjadi didepan nanti


tapi untuk saat ini aku benar-benar hanya ingin menjalani kehidupanku jauh dari keluarga mereka.


Bukan berarti juga aku sudah tidak mencintai Farenzy lagi, bukan pula aku bisa melupakannya


dalam sekejap. Tidak, sungguh tidak seperti itu tapi luka ini terlalu berat bagiku. Terlalu sakit dan

__ADS_1


tidak mudah untuk terobati.


Bersambung...


__ADS_2