Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.35. Akhirnya Aku Pulang


__ADS_3

Pov. Farenzy


Selama lima hari aku di Turki ada banyak hal yang sudah aku lakukan. Mulai dari berkunjung kerumah kerabat-kerabat yang ada di instanbul hingga meninjau keadaan cabang perusahaan yang ada disana, menjalin kerja sama dengan beberapa perusahaan lain dan juga membuka dua anak cabang baru untuk perusahaanku. Alhamdulillah aku mensyukuri semua Nikmat yang tak terhingga ini. Bersyukur atas segala pencapaian yang telah ku raih.


Sebelum pulang aku terlebih dahulu mengunjungi paman Aydin adik dari papa ku yang mana disana juga ada nenek dan juga kakek tinggal bersama paman Aydin dan keluarganya. Lalu aku juga sempat mampir sebentar menemui bibi Emil sekeluarga yang rumahnya tidak berjarak jauh dengan rumah paman Aydin. Bibi Emil juga adalah adik bungsu dari papa.


Sebelum keberangkatan ku ke bandara untuk pulang ke Hong Kong, aku menyempatkan untuk menelphone Aini. Memberi tahunya bahwa aku sudah berada di bandara. Kemudian aku juga mengabari mama.


Aini terdengar begitu bahagia mendengar bahwa aku akan pulang. Aku membelikannya sebuah shall dengan bahan bulu domba khas Turki. Di Turki semua kerabat menanyakan kapan aku akan menikah. Aku hanya menanggapi pertanyaan-pertanyaan mereka dengan candaam dan gurauan saja. Ya mau bagaimana lagi aku juga tidak tahu kapan aku akan menikah. Bahkan hubungan ku dengan Aini saja masih sembunyi-sembunyi. Jati diri ku yang sebenarnya juga Aini juga belum tahu.


Dan tibalah waktunya pesawat yang akan aku tumpangi untuk lepas landas. Aku akan kembali ke Hong Kong. Menemui keluarga ku dan juga kekasih ku Aini. Yang beberapa hari terakhir aku tinggalkan demi sebuah kemajuan untuk masa depan.


Ketika aku sampai di bandara Internasional Hong Kong aku pun segera mengabari Aini melalui pesan di WA.


"[Sayang aku sudah sampai, sekarang sudah di bandara Internasional Hong Kong]."


"[Syukurlah mas kalau sudah sampai dengan selamat, mau mampir ke rumah atau langsung pulang?]"


"[Aku langsung keperusahaan dulu sayang ada berkas yang harus aku taruh di perusahaan secepatnya]".


"[Oke.. kalau sudah selesai langsung pulang dan istirahat ya]".


"[Oke sayang..]".


Lalu kami mengakhiri percakapan kami di pesan dengan sama-sanmma mengirimkan emoji bergambar hati. Dari bandara akunlangsung menuju kantor karena ada beberapa berkas yang harus aku serahkan hari ini juga. Jarak antara kantor ku dengan kantor papa dan mama memang berjauhan tapi ada satu persimpangan yang bisa langsung menuju ke kantor papa dan mama.


Setelah menyerahkan berkas yang ku bawa dari Turki tersebut, aku berencana untuk mampir ke kantor papa dan mama terlebih dahulu.

__ADS_1


Ketika aku hendak memasuki area parkiran di kantor papa, aku melihat ada mobil mama yang hendak keluar dari area parkiran. Aku sengaja tidak melanjutkan dulu laju mobil ku. Kemudian aku menepikan mobil dan aku turun sebentar lalu aku melambaikan tangan ke arah mobil mama. Dan ku rasa mama melihat ku, lalu ia menunda keluar dari area parkir. Aku langsung masuk kembali ke dalam mobil dan memarkirkan mobilku. Setelah memarkirkan mobil aku segera keluar dan sedikit berlari kecil menuju mobil mama. Mama membuka kaca mobilnya.


"Kamu kenapa kemari nak?" Tanya mama dengan nada tak percaya.


"Nggak ma, sekedar berkunjung saja karena kangen sama mama dan papa. Dan mau menyampaikan salam dari keluarga kita di Turki."


"Owh.. begitu. Kamu masuk saja sana, papa ada di dalam. Mama buru-buru mau meeting dengan klien di perusahaan cabang. Nanti kita ketemu di rumah saja"


"Owh.. iya deh ma.. papa lagi nggak sibuk kan?"


"Iya nak, papa lagi senggang sepertinya tadi."


"Oke mah, sampai jumpa nanti ya."


"Iya sayang."


"Papa..!"


"Renzy?" Papa terkejut melihat aku ada di depannya. Papa segera melepaskan tangan wanita tersebut . Kemudian papa mudur selangkah kebelakang.


"Papa memalukan..!" Bentak ku dengan tegas lalu kembali berbalik berjalan menuju mobilku yang ada di area parkir. Tapi papa mengejar ku.


"Ren, dengar papa dulu. Papa bisa jelaskan ini semua salah paham. Semua tidak seperti yang kamu lihat. Renzy, Ren..! Tunggu papa..!" Kemudian papa menarik lengan ku memaksa ku untuk menghentikan langkah.


Aku berhenti, dan membalik kan badan menghadap ke arah papa.


"Jangan sentuh aku..! Aku malu punya papa seperti kamu ."

__ADS_1


"Tidak nak, jangan marah dulu, dengar papa akan jelaskan. Dia hanya.."


"Sudah cukup pah..!"


Aku memotong kata-kats papa, jujur aku muak melihat kelakuan papa ku. Aku sendiri juga tidak tahu apakah mama tahu seperti apa perbuatan papa. Lalu apa yang akan terjadibjika seandainya mama tahu. Sungguh keterlaluan perbuatan papa. Aku sama sekali tidak menyangka papa setega itu menghianati mama. Papa yang selama ini menjadi panutan ku ternyata menyimpan mawar berduri dalam keluarga kami. Aku benar-benar mecewa. Dan aku tak tahu lagi apa yang harus ku lakukan dan apa lagi yang harus aku katakan saat nyata didepan mataku ia berbuat yang selama ini tak pernah terbayang dalam benak ku. Mama, iya aku hanya ingat mama saat ini.


Ku lepaskan dengan paksa tangan papa dari lenganku, kemudian berlalu begitu saja dari hadapnnya. Aku langsung masuk ke dalam mobil dan menutup pintu mobilku dengan kasar. Aku benci papa. Itu yang ada dalam pikiran ku saat ini. Aku memacu mobil ku dan langsung pulang kerumah ku. Sesampai dirumah emosiku benar-benar tak terbendungkan lagi. Aku langsung masuk kamar dan membanting apa saja yang ada didekatku. Ini semua karena kecurangan papa. Aku tidak percaya lagi sedikit pun dengan papa.


Papa sungguh sudah mengecewakan aku, dia yang salama ini aku jadikan sebagai panutan ternyata tanpa sepengetahuanku telah berbuat serong. Ini bukan perkara kecil. Segera ku hubungi mama. Tak butuh waktu lama akhirnya mama mengangkat telephone dari ku.


"Halo Ren, ada nak?" Sapa mama diseberang sana dengan lembut.


"Iya ma, halo." Lalu aku sejenak terdiam menahan tangis yang sekuat tenaga aku bendung.


"Iya sayang kenapa? Apa kamu sudah dirumah mama?"


"Belum ma, Renzy pulang dulu ke rumah Renzy."


"Ya, sudah. Tadi di kantor kamu ketemu papa?"


Mendengar mama menyebut papa hatiku semakin teriris rasanya. 'ma.. papa mengianati mu, menghianati kita', batinku. Tak terasa air mataku menetes. Mengingat perjuangan mama selama ini bertahan dalam kesetiaannya namun tanpa ia tahu ternyata papa telah menghianatinya dibelakang. Namun, aku merasa tidak tega jika harus berkata jujur dengan mama. Baiklah sekarang aku berbohong semoga papa masih diberi waktu untuk berubah sebelum mama tahu siapa sebenarnya dia. Semoga papa ku cepat sadar.


"Iya ma tadi Renzy ketemu sama papa. Udah dulu ya ma, Renzy mau Istirahat."


"Iya sayang.."


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2