Cinta Made In Hong Kong

Cinta Made In Hong Kong
Part.46. Kabar Penangkapan Suamiku.


__ADS_3

Pov. Bu Tri.


Hemm.. Ada sedikit rasa kecewa dihatiku, itu karena putra sulungku Farenzy tidak bisa datang untuk merayakan malam tahun baru bersama kami di rumah. Namun acara tetap kami lanjutkan, meski hanya ada aku, ibuku, putriku Nasya, Aini, juga Dina si asisten baru kami. Farenzy menelpon ku, ia mengatakan bahwa dirinya terkena penyekatan di daerahnya. Dan terpaksa ia yang tadinya sedang menyetir menuju kearah kami harus memutar balik laju arah mobilnya.


"Nasya, baru saja kakak mu menelpon katanya ia tidak jadi datang kemari karena baru saja ia melewati area penyekatan dan kakakmu diminta petugas untuk memutar balik arah mobilnya sehingga kakakmu tidak bisa datang bersama kita malam ini." Jelasku pada pitriku Nasya.


"Yah... Nggak seru deh, tadinya Nasya pikir kita akan senang-senang dambil makan-makan bersama dengan kakak, walaupun papa belum bisa pulang malam ini." Anak gadisku ini merasa kesal karena ketidak hadiran papa dan juga kakaknya dimalam tahun baru ini.


"Nasya sayang kita harus bisa menerima kenyataan yang ada. Meskipun sulit namun kita harus ikhlas. Kan meskipun bukan malam tahun baru biasanya juga kita sering berkumpul keluarga." Aku mencoba untuk membujuknya.


"Iya nduk, kan disini ada nenek. Ada Aini dan juga asa Dina." Tambah ibuku.


"Iya nek tapi masih kurang lengkap rasanya kalau nggak ada papa dan juga kakak." Jawab Nasya lagi.


"Hei . Ayo donk Nasya semangat jangan cemberut begitu. Kita selalu ada disini untuk temani kamu." Aini datang menghampiri Nasya dan memeluk Nasya dari belakang. Sepertinya Aini tahu persis apa yang sedang Nasyaku rasakan saat ini.


"Ayo Din kita siapkan makanan untuk makan malam kita..! Nas, Dina sudah masak banyak untuk kita,sayangkan nanti mubazir kalau tidak kita makan." Aini bicara pada Dina dan juga Nasya secara bergantian.


"Ayok kak." Jawab Dina sambil ia pun berdiri hendak mengikuti ajakan Aini. Tapi Nasya putri ku masih saja duduk bersandar di sofa seolah ia tengah asyik menonton acara TV.


Dina asisten baru kami sepertinya mulai betah berada di tengah-tengah keluarga kami. Meski baru beberapa hari namun ia sudah akrab dengan Nasya dan Aini. Semoga aku tidak salah menilai Dina. Sepertinya dia anak yang baik, hanya saja sedikit lebih centil dari pada Aini.


"Nas, ayo bangun sayang bantu Aini dan Dina menyiapkan makan malam kita." Aku mencoba bicara perlahan dengan Nasya.


"Nasya malas ma. Biar Aini dan Dina saja uang menyiapkan." Jawabnya dengan nada kesal.


"Nasya, cobalah nak mengerti keadaan papa dan kakakmu saat ini. Mereka bukan tidak mau merayakan malam tahun baru bersama kita hanya saja keadaan yang tidak memungkinkan."


"Iya ma, iya."


Lalu aku diam. Tak mau memvuat keributan dengan putriku. Kemudian aku beranjak ke dapur dan terpaksa turun tangan membantu Dina dan Aini menyiapkan hidangan menu makan malam kami kali ini karena agak sedikit berbeda dari biasanya. Kali ini menu hidangan kami lumayan berpariasi dari pada hari-hari biasanya.


Setelah selesai menghidangkan menu makan malam untuk keluarga kami aku kembali memanggil putriku, Nasya. Setelah beberapa kali menolak akhirnya Nasya pun mau ku ajak makan malam bersama.


Ditengah acara makan malam kami, saat aku sedang menikamtinya tiba-tiba telepon berdering. Aku malas untuk bangun mengangkatnya, maka aku minta Dina untuk mengangkatnya.

__ADS_1


"Din, tolong angkat telepon sebentar ya." Pintaku pada Dina.


"Baik bu." Jawab Dina dan ia langsung bergegas untuk mengangkat telepon tersebut. Tapi selang beberapa waktu ia kembali datang.


"Ada apa Din, telepon dari siapa?"


"Emmm...e.. itu bu. Dari kantor polisi."


"Kantor polisi?"


"Iya bu."


"Ada apa?"


"Katanya Bapak ditahan di kantor polisi."


"Apa? Bapak? Ada masalah apa?" Aku tidak percaya dengan apa yang Dina katakan. Beruntung Dina tadi belum menutup teleponnya dan masih tersambung dengan kantor polisi.


Aku langsung menyambung pembicaraan pihak kepolisian tadi dengan Dina. Dan ternyata benar apa yang tadi Dina katakan. Suamiku saat ini berada dikantor polisi. Kepolisian menahan suamiku atas dasar tuduhan keterlibatan dengan pengedaran narkotika.


"Ada apa ma? Apa benar kata Dina tadi." Aku dikagetkan dengan pertanyaan anakku Nasya.


"Iya Nas, papa saat ini di tahan oleh pihak kepolisian Hong Kong.


"Atas dasar masalah apa ma?"


Sejenak aku menggigit ujung bibirku pertanda getir hatiku untuk memberitahu berita ini pada putriku Nasya.


"Pengedaran barang terlarang, Narkotika." Jawabku.


"Apa? Narkotika? Nggak, nggak mungkin ma.. papa nggak mungkin melakukan itu. Nasya tahu siapa papa, papa nggak mungkin melangkah sejauh itu ma..!"


Aku melangkah maju mendekati puteiku, lalu memeluknya berusaha untuk memberikan ketenangan supaya ia tidak emosi dan supaya ia kuat menerima apa yang tengah terjadi terhadap papanya.


"Iya sayang,mama ngerti papa memang tidak mungkin melakukan itu semua. Ini pasti ada keslahan atau ada orang yang sengaja menjebak papa."

__ADS_1


"Ayo ma kita temui papa sekarang..!" Nasya menarik tanganku sambil air matanya berlinangan.


"Iya nak, tapi sebelumnya kita harus kabari dulu kakak mu."


"Ayo lah ma, kita kabari kakak sambil kita jalan saja."


"Nasya. Kita harus tenang nak!, Sabar, jangan gegabah." Pintaku pada Nasya putriku.


"Ada apa ma?" Aini datang menanyakan apa yang tengah terjadi.


"Papamu Ai." Aku terbata tak sanggup melanjutkan kata-kataku.


"Iya, papa kenapa ma?"


"Papamu saat ini ditahan di kepolisian karena katanya terlibat dalam penggunaan dan pengedaran barang terlarang, narkotika."


"Astaghfirullahalazim papa..!" Aini terkejut mendengar apa yang baru saja aku sampaikan.


Lalu ibu dan Dinapun menyusul datang menghampiri kami.


"Apa yang yerjadi Tri?" Tanya ibuku.


"Papanya Nasya bu."


"Kenapa lagi suamimu? Bikin ulah apa lagi dia?" Tanya ibu dengan nada marah.


Ya, ibu tahu banyak hal tentang suamiku. Bshksn jauh srbelum aku percaya bahwa ia menyelingkuhiku, ibuku sudah mengetahui hal tersebut. Ibu pernah mengatakan padaku jika dulu sewaktu ibuku tengaj me derita sakit strouke suamiku pernah beberapa kali pylang dengan membawa wanita lain keluar masuk rumah kami, bahkan berduaan bersamanya dikamar selama berjam-jam. Tapi sayang ibu ku rak mempunyai bukti akan hal itu sehingga dulu ia tak mampu untuk membuat aku percaya akan perselingkuhan suamiku itu. Hanya baru-baru ini saja karena ia seperti sengaja memperlihatkan perselingkuhannya didepan mataku.


"Papanya Nasya saat ini ditahan pihak kepolisian bu, karena keterlibatannya dalam penggunaan dan pengedaran barang terlarang, Narkotika."


"Hemmm.." Ibuku mengambil nafas panjang lalu membuangnya seakan berusaha mencari kelegaannya.


"Biarlah, semoga ini akan membuatnya jera. Kamu jangan terlalu memikirkannya lebih baik kamu fokus saja urus perusahaan." Lanjut ibuku.


"Nenek kenapa bicara seperti itu? Papa itu suaminya mama nek." Nasya tidak paham dengam apa yang dimaksud oleh ibuku. Karena selama ini Nasya tidak sedikitpun mengetahui sifat buruk papanya.

__ADS_1


Bersambung..


__ADS_2