
Kini Genius High school telah memasuki waktu jam pulang sekolah. Beberapa anak-anak sudah pada pulang ke rumah masing-masing, dan banyak juga diantaranya yang masih berada di sekolah. Salah satunya adalah Kaesang. Lelaki itu masih duduk diam di bangkunya seraya membaca buku.
Sebenarnya anak-anak di kelasnya maupun yang tidak sekelas dengannya terutama perempuan tidak ada yang membencinya, mereka justru kasihan dengannya. Karena pikir mereka Kaesang telah dijebak oleh Bu Tyas untuk menjadi pacarnya.
Apalagi Kaesang itu sangat tampan, pintar, dan tentunya kaya raya. Sudah pasti Bu Tyas berpacaran dengan Kaesang hanya karena hartanya saja. Begitulah pikir hampir sebagian besar dari mereka.
Karena selain Tyas adalah guru baru di Genius High school, beberapa anak-anak di sana terutama perempuan banyak yang tidak menyukai Tyas. alasannya sih tidak masuk akal. Mereka banyak yang tidak menyukai Tyas karena dia sangat cantik dan juga baik. Namun, ketidaksukaan mereka pada Tyas semakin bertambah setelah terbongkarnya hubungannya dengan Kaesang.
Huufft ...
Helaan nafas kasar keluar dari hidung Kaesang, beberapa saat sebelum ia bangkit dari bangkunya dan berniat untuk meninggalkan kelas.
Tuk ... Tuk ... Tuk ...
Lorong-lorong begitu sepi sesaat Kaesang lewat di sana. Tak ada seorangpun yang lewat selain dirinya seorang, sampailah tak sengaja Kaesang melihat Zefa dan teman-temannya dari kejauhan.
Karena masih kesal dengan apa yang mereka lakukan pagi ini, Kaesang berniat akan mencegat mereka. Dia ingin Zefa dan teman-temannya mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan. Namun, ia harus mengurungkan niatnya itu sesaat ia melihat Zefa masuk ke dalam mobilnya bersama dengan kedua temannya. Rupanya mobil Zefa sudah berada di depan sekolah. Entah siapa yang mengemudikannya, Kaesang tidak tahu.
Lalu karena posisi Kaesang saat ini menuju parkiran yang otomatis ia bisa melihat dengan jelas jalanan di depan gerbang sekolah. Dia melihat mobil yang dinaiki Zefa itu melaju dengan kecepatan tinggi. seperti terburu-buru.
Namun, karena tak terlalu memusingkan hal itu, Kaesang pun segera memasuki mobilnya selepas ia sampai di parkiran sekolah. Sebelum pulang ia menyempatkan diri untuk menelpon Tyas. Kaesang ingin mengajaknya pulang bersama.
20 menit telepon ...
Tak sampai 1 menit Tyas akhirnya mengangkat panggilan Kaesang. dia mengatakan jika dirinya saat ini masih berada di ruang guru. Tyas juga menambahkan jika dirinya tidak bisa pulang bersama Kaesang, selain karena posisinya sebagai guru, dia juga masih harus menghadiri rapat penting sesaat lagi. Sontak raut kekecewaan pun tergambar di wajah Kaesang. Dia cukup kecewa dengan jawaban yang dilontarkan Tyas, namun, dia juga tidak mau memaksakan kehendaknya. Ia cukup sadar dengan posisi mereka, dan beranjak pulang.
Sebenarnya selain ingin pulang bersama, Kaesang juga ada yang ingin dibicarakan dengan Tyas perihal terbongkarnya hubungan mereka hari ini. Namun, karena Tyas masih sibuk akhirnya Kaesang pun menunda keinginannya itu.
__ADS_1
......................
Sesampainya di halaman rumah, Kaesang dikejutkan dengan terparkirnya sebuah mobil asing yang sialnya cukup menyita perhatiannya itu.
Hump ... Siapa yang bertamu sore-sore gini?
Selangkah dua langkah hingga sampailah ia di dalam rumah.
DORR!!
Kalian tahu siapa yang bertamu?
Vierra dan abangnya, Reynald.
Kaesang cukup terkejut melihat keberadaan mereka di dalam rumahnya. Terlebih keduanya nampak tengah berbincang asik dengan ditemani sang papa. Apa papanya itu tidak bekerja hari ini? tapi tadi pagi dia terlihat mengenakan pakaian rapi, apa mungkin papa memang sudah pulang? ah entahlah.
Mengetahui kedatangan Kaesang, ketiga manusia yang tengah berbincang itu akhirnya sontak menoleh ke arah Kaesang yang tengah membeku seraya menatap ke arah mereka. Senyuman hangat pun tersungging di bibir sang papa, namun, sorot terkejut juga menghiasi wajah kedua pria dan wanita yang duduk bersebelahan di sana. Terlebih sang wanita, dia terlihat terkejut dan juga berkaca-kaca.
"Kae, sini bentar. Ada tamu." panggil Indra kepada Kaesang yang masih terdiam di tempatnya.
Karena dipanggil akhirnya Kaesang pun berjalan ke arah mereka dengan malas. Terlebih tatapan wanita itu juga tak lepas dari Kaesang.
Akhirnya duduklah Kaesang tepat di sebelah papanya. Dia menatap malas Reynald dan juga Vierra. Merasa tak nyaman dengan hadirnya mereka di rumahnya. Terlebih setelah sekian lamanya mereka pergi, kini tiba-tiba saja mereka ada di dalam rumahnya. Sungguh kebetulan yang sangat aneh.
Karena Kaesang sudah di sana, Indra pun pergi setelah pamit pada kedua tamu puteranya itu. Dia tak ingin mengganggu mereka yang ingin berbicara. Namun, sepeninggal Indra, suasana hening pun tercipta di sana. Tak seorangpun pun mau membuka pembicaraan, sampai deheman Reynald pun menginterupsi semuanya.
"Ehm, Kae, kita kemari karena ada yang ingin kita bicarakan denganmu." ucap Reynald ragu.
__ADS_1
Lagi-lagi tatapan Kaesang dan Vierra bertemu. Kaesang begitu malas dengan adanya kedua makhluk itu di dalam rumahnya.
"Membicarakan apa?" tanya dingin Kaesang.
Lalu Reynald pun terlihat menyikut lengan Vierra bermaksud untuk menyuruhnya bicara. Namun, Vierra yang kaget sontak menoleh kearah sang kakak, dia terlihat tersenyum kemudian menoleh kembali kearah Kaesang setelah sebelumnya di kode mata oleh sang kakak.
Sembari tertunduk Vierra pun menghela nafas.
"Sebelumnya aku ingin meminta maaf kalau kedatangan kami ini terlalu tiba-tiba dan membuatmu tidak nyaman." ucap Vierra terdengar tulus seraya mengangkat wajahnya dan kembali menatap manik Kaesang dengan berkaca-kaca.
"To the point saja. Apa yang ingin kau katakan?" sela Kaesang tak sabar.
Vierra merasakan ketidaknyamanan di diri Kaesang saat melihatnya dan juga sang kakak di rumahnya. Terlebih tatapannya selalu dingin dan cuek. Tatapan yang sangat dibenci Vierra sejak dulu dari Kaesang.
Vierra pun menghela nafas berat.
"Aku merindukanmu, Kae." ucapan Vierra terdengar tulus, namun, Kaesang sangat membencinya. Benci kata-kata itu keluar dari mulut Vierra.
"Kau sadar dengan ucapanmu barusan? kau tak sedang bercanda kan?" tanya Kaesang tajam.
Vierra pun lantas tertunduk sedih mendengar jawaban yang dilontarkan Kaesang dan nada bicaranya yang terdengar tajam.
Bersambung ...
................................................................
Pengumuman!!
__ADS_1
Teman-teman terima kasih sudah mau membaca karyaku yang tidak sempurna ini. Aku minta maaf bila dalam karyaku ini ada kata-kata yang tidak pantas atau tak sesuai dengan ekspektasi kalian. Maaf bila terlalu membosankan atau cuma itu-itu saja. Disini aku ingin mengatakan terima kasih sudah membaca karyaku dan silakan tekan like bila suka.
Oh iya, next episode aku akan kasih tunjuk visual masing-masing tokoh di novel ini ya, harap stay and like. Thank you Guys😘